Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu

Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu
air mata HoRoCi


__ADS_3

"Apa sih?" Vee setengah membentak saat ketiga bocil setan itu seperti kesetanan saat mengetuk pintu kamarnya.


"Pangeran hilang, Vee? Dimana pangeran?" Ho bertanya dengan bingung, kenapa juga mereka terlihat sangat ketakutan begitu.


"Siapa yang hilang?" tanya Vee sambil menyilangkan tangannya di dada dan bersender di bang pintu kamarnya.


Sedikit mengerjai makhluk nakal ini sepertinya asyik juga.


"Pangeran Hideo. Kemana dia?" tanya Ho.


"Aku nggak tahu, seharusnya aku yang tanya sama kalian. Kan kalian yang sejak tadi sama dia diluar" jawab Vee, masih mempertahankan wajah datarnya.


"Kami kehilangan jejaknya, tadi pangeran bilang akan menemuimu Vee" wajah mereka nampak sangat kebingungan.


Vee jadi kasihan melihatnya. Memangnya sepenting apa sih Hideo bagi mereka?


"Ikut aku" akhirnya Vee menunjukkan keberadaan Hideo, tidak tega dia melihat wajah kebingungan dari ketiga bocil setan ini.


Mata mereka yang hanya ada satu itu membola, terlihat semakin besar saja saat melihat Hideo yang berukuran mini tengah asyik berenang di dalam segelas air.


"Pangeran, bagaimana bisa berubah kecil begini?" tanya Ho, yang hanya dijawab gelengan kepala Ro dan Ci yang mengendikkan bahunya.


Sedangkan Vee juga sedang asyik mengamati makhluk mini yang sedang berenang itu. Tapi pakaian dan rambutnya yang agak panjang tak nampak basah sedikitpun.


"Pangeran terlihat sangat lucu" komentar para bocil setan.


Merasa sedang diperhatikan, Hideo menyudahi aksi berenangnya meski sebenarnya dia masih sangat betah.


Seratus tahun tak merasakan nikmatnya mandi membuatnya rindu merasakan percikan air yang mengenai tubuhnya. Meski tak membuatnya basah, setidaknya dia bisa merasakan dinginnya air saat menyapa kulit pucatnya.


Hideo melayang ke udara, lambat laun tubuhnya kembali ke ukuran normalnya. Seketika matanya melirik sebal ke arah empat pengganggu yang tengah mengitarinya.


"Kenapa melihat saya seperti itu?" tanya Hideo dengan sebal.


"Kami takut pangeran hilang, kalau pangeran dibawa oleh salah satu dari mereka bisa gawat kan" kata Ho mewakili saudaranya.


"Saya tidak akan hilang, lagipula kalian kenapa sangat khawatir begitu?" tanya Hideo.

__ADS_1


"Pangeran sedang diincar oleh banyak petinggi kerajaan makhluk halus dari berbagai penjuru dunia. Karena pangeran adalah arwah yang sedang tak memiliki raga. Dan kekuatan yang pangeran punyai adalah senjata bagi mereka jika bisa menguasai pangeran" jawaban Ho semakin membuat Hideo maupun Vee tidak mengerti.


"Kalian ini bicara apa sih?" tanya Vee.


"Jika mereka bisa membawa arwah pangeran dan memasukkan ke dalam raga yang mereka inginkan, maka sosok itu akan menjadi sangat sakti karena bukan berasal dari kalangan manusia yang raganya bisa saja rusak, terluka bahkan mati" kata Ho.


"Jika mereka dari kalangan bangsa jin, maka kekuatan murni dari arwah pangeran yang bersatu dengan api akan menjadikan pangeran penguasa kegelapan yang sulit dikalahkan" masih Ho yang menjelaskan.


"Uwah, sepertinya akan sangat menyenangkan bisa menjadi sakti begitu" kata Hideo sambil mengusap-usap dagunya.


"Jangan pangeran, kalau sampai itu terjadi, maka pangeran tidak akan bisa sepenuhnya mengkoordinasikan tubuh pangeran. Karena separuh dari pikiran pangeran akan dimakan oleh si empunya tubuh. Dan lambat laun, pangeran akan benar-benar dikuasai kegelapan dan pangeran akan berubah menjadi jahat" masih kata Ho, jubir dari bocil setan yang tak pernah berjauhan.


"Lantas, kenapa kalian juga menginginkan saya untuk bisa menjadi raja di kerajaan kalian? Itu artinya, kalian sama saja dengan mereka yang hanya mengincar kekuatan saya" kata Hideo dengan nada sedikit tinggi, bisa-bisanya ketiga bocil setan ini baru mengatakan hal sepenting itu sekarang.


"Itu kan dulu, pangeran. Saat kami adalah rakyat dari kerajaan ratu Ambarsari, kerajaan para liliput tertua. Tapi setelah kami terikat janji dengan Vee, maka kami sekarang adalah budak dari Vee" kata Ho tanpa rasa menyesal saat mengatakan dirinya adalah budak.


"Tunggu, siapa yang budak siapa? Dan perjanjian apa?" tanya Vee heran.


"Dengan kami menyetujui untuk mendapatkan makanan darimu, dan dari pertama kalinya kamu memberi kami makanan. Disitulah awal mula perjanjian kita, Vee. Dengan bersedianya kami dengan tawaranmu, disitulah kami bersedia menjadi budakmu" kata Ho dengan penuh hormat, sampai menunduk saat mengatakannya.


"Hei, aku tidak pernah menganggap kalau kalian adalah budakku. Kita sama-sama makhluk ciptaan Allah, bukan hal yang benar untuk menjadikan kalian budak. Kita adalah teman, ok?" kata Vee dengan kerlingan matanya.


Mata ketiga bocil setan itu berbinar bahagia, baru pertama kalinya bagi mereka merasakan dihargai seperti ini.


Perasaan mereka sangat tersanjung, jika di dalam serial kartun, pasti sudah ada banyak bunga berjatuhan di belakang mereka.


"Kamu serius, Vee?" tanya Ho masih tidak percaya.


"Tentu, kita adalah teman yang saling menyayangi. Dan kita akan saling tolong menolong dalam kebaikan. Janjilah untuk selalu menjadi makhluk yang baik. Jangan lagi mengagetkan orang dengan tiba-tiba muncul dihadapan mereka" kata Vee dengan senyum manisnya.


Hideo melihat keseriusan dalam wajah Vee, gadis sekecil itu bisa memandang hidup dengan sisi yang berbeda. Pantas saja Tuhan memberikan banyak rezeki padanya, karena dia tidak akan merasa sayang untuk membelanjakan rezekinya demi menolong orang lain, bahkan makhluk berbeda alam seperti Ho Ro dan Ci.


Dan Hideo bangga dengan pandangan hidup Vee.


"Kami akan ingat itu, Vee. Kamu adalah majikan pertama kami yang tidak mau memanfaatkan kami untuk kejahatan selama kami sudah bisa dikendalikan" kata Ho dengan mata yang berkaca-kaca.


Tapi bukan air mata yang keluar dari mata mereka yang hanya satu itu, melainkan batu serupa batu aki dengan warna yang berbeda-beda.

__ADS_1


Lagi, Vee merasakan bahwa makhluk ciptaan Allah sangat beraneka ragam. Dan Vee baru saja mengetahui satu dari sekian banyak kuasa-Nya.


"Air mata kalian sangat keren, bisa langsung keras dan beraneka warna" kata Vee yang menangkap air mata Ho Ro Ci yang berjatuhan.


Ketiga bocil setan itu menghentikan aksi tangisannya. Dan segera mengelap satu matanya dengan jari mereka yang kecil.


"Simpanlah batu-batu itu, Vee. Karena selain indah, air mata kami mempunyai keistimewaan tersendiri" kata Ho.


"Buat apa? Dan bagaimana caraku untuk menyimpannya?" tanya Vee yang mengumpulkan bebatuan dari air mata para bocil itu.


Ho mengambil bebatuan dari tangan Vee, selanjutnya meletakkan batu-batu itu secara berjejer serupa kereta api.


Dengan sedikit berkomat-kamit, Ho memejamkan matanya yang hanya satu dan mengusap batu itu.


Seketika, bebatuan itu berubah menjadi kalung yang cantik.


"Pakailah, kamu akan semakin menawan dengan kalung ini" kata Ho.


"Tunggu. Kalung ini tidak ada efek magis semacam pemikat, kan?" tanya Vee yang belum mau memakainya.


"Kalung ini akan berubah seperti apa yang kamu mau, Vee. Jika kamu merasa tidak percaya diri, maka dia bisa menaikkan rasa percaya diri kamu. Jika kamu merasa tidak diperhatikan oleh orang yang kamu sukai, maka dia bisa berubah menjadi benda yang bisa memikat hati orang tersebut" kata Ho menjelaskan.


"Tapi aku tidak mau hal yang seperti itu, Ho. Sama saja aku menyekutukan Tuhanku. Bagaimana kalau Tuhanku marah padaku dan tidak menerima semua ibadahku? Aku yang belum bisa sempurna ini masak oya harus mendekam selamanya di neraka nanti karena dosa menyekutukan-Nya?" Vee masih tidak bersedia menerima pemberian dari HoRoCi.


"Kamu memang berbeda, Vee. Banyak orang berlomba-lomba mencari air mata kami, karena kami tidak akan pernah menjatuhkannya meskipun salah satu dari kami harus mati. Tapi kami bisa menjatuhkan air mata kami karena kamu, Vee" kata Ho yang sudah ingin berair mata lagi.


"Dan setelah kamu mendapatkannya, kamu malah tidak mau menerimanya?" kata Ho.


"Bukannya aku nggak mau, Ho. Itu memang sangat cantik, aku suka sekali kalau dipakai sebagai perhiasan, tapi jika berisi sesuatu yang akan mengurangi keimananku pada Tuhan, aku tidak mau" kata Vee.


"Baiklah Vee, anggap saja ini hanya perhiasan biasa. Dan kami pastikan jika kalung ini tidak akan berfungsi jika bukan kamu yang memakainya. Kamu memang gadis yang baik, Vee" kata Ho.


Vee masih bimbang, mau atau tidak menerima kalung serupa jimat itu?


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2