Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu

Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu
Dibawa orang misterius


__ADS_3

Wajah sang raja sudah nampak memerah. Melihat tubuh mulus yang terpampang indah di hadapannya tentu membuatnya sangat bersemangat.


Masih melilit dengan posesif, raja sudah berhasil melepaskan balutan baju yang menutup tubuh si wanita cantik.


Sementara wanita itu hanya terlihat diam dan pasrah karena pengaruh mantra yang masih melekat dalam dirinya.


Duduk dengan pandangan mata kosong tapi masih bisa berekspresi saat jamahan demi jamahan diterimanya dari sentuhan lembut sang raja yang berwajah tampan tapi sayanganya, separuh tubuhnya masih berwujud ular besar.


Tanda-tanda merah sudah bertebaran di sekujur tubuh si wanita cantik. Siapa lagi pelakunya jika bukan si raja ular.


Lenguhan yang keluar dari mulut si wanita semakin membuat sang raja bersemangat untuk menjelajah seluruh permukaan tubuh si wanita, tapi rupanya dia masih belum mau untuk melakukan persatuan diantara mereka. Raja ular masih ingin bermain dengan mangsanya.


Tubuh si wanita bergetar saat permainan raja terasa sangat memanjakannya, dimana bibir raja terlihat sangat bersemangat saat menjilati gundukan gunung perawan milik si wanita.


Pengalaman pertama bagi wanita itu diperlakukan begitu intim oleh lawan jenisnya. Dan meski dalam keadaan tak sadar, tapi sentuhan nikmat itu masih terasa dalam benaknya hingga suara nyanyian indah terdengar ke telinga raja.


Kini, raja sudah tidak sabar. Dia sudah mengubah kaki ularnya menjadi sepasang kaki jenjang manusia biasa.


Dia sudah siap melakukan persatuan dengan mangsanya. Dan kejantanannya sudah terarah sempurna sementara si wanita terlihat sudah sangat pasrah dengan apapun yabg akan menimpa dirinya.


"Aahhhh, sakit" seketika kesadaran wanita itu datang sempurna saat bagian inti tubuhnya terasa sangat sakit saat raja sudah membobol gawang perawannya.


Wanita itu melotot tajam saat melihat seorang pria dewasa sedang menggagahinya dengan santai saat kesadarannya mulai datang.


"Siapa kau? Apa yang sudah kau lakukan padaku, hah?" teriak si wanita di depan wajah sang raja.


"Diam dan nikmatilah. Sebentar lagi kita akan terbang menuju nirwana" ucap sang raja mulai meneruskan aktivitasnya diatas tubuh si wanita.


"Ah, sakit. Auwh, stop it. Stop!!" teriak si wanita kesakitan.


Tapi semakin wanita itu berteriak, sang raja semakin bersemangat untuk meneruskan pekerjaannya.


"Please, stop it" rengekan si wanita sudah berair mata.


Nasi sudah menjadi bubur, wanita itu kini hanya bisa menangis pasrah.


Saat keegoisannya membuatnya harus mendatangi pria berkupluk agar bisa membantunya untuk mewujudkan keinginannya, kini dia harus menjadi korban dari keegoisan si pria berkupluk yang tak ingin dikalahkan oleh musuhnya.


Wanita itu tak menyangka jika Seno sudah berubah menjadi pria sakti yang berdampak pada hilangnya mahkota yang selama ini dijaganya untuk dia persembahkan pada pria pujaan hatinya.


Wanita itu menatap nanar pada pria tampan yang terlihat sangat menikmati apa yang tengah dia lakukan.


Peluh yang turun menandakan kepuasan yang sangat membuatnya merasa senang. Sementara rasa sakit yang tadi dirasanya, sekarang sudah terasa berbeda.

__ADS_1


Wanita cantik itupun terlihat ikut menikmati apa yang pria itu lakukan padanya. Tak terasa suara serak mulai keluar dari mulutnya. Mata terpejam itu seolah sangat menikmati perlakuan si pria.


Hal itu tentu membuat sang raja semakin senang. Mereka berdua melakukannya dalam waktu yang cukup lama.


Hingga saat sang raja menumpahkan ribuan calon penerusnya ke dalan rahim si wanita yang mengerang pelan saat calon penerus raja berhamburan ingin mencari tujuannya.


Tubuh lemas raja terasa sedikit berat saat menimpa wanita itu. Tapi rasa lemas membuatnya tak berdaya dan membiarkan pria asing itu tetap terpejam disebelahnya.


Keduanya nampak tertidur lelap kali ini. Sang raja sangat senang karena anak buahnya bisa memberikan wanita yang begitu cantik dan yang terpenting, dia masih perawan.


★★★★★


Sementara Seno masih sedikit lemas saat orang-orang disekitarnya memandangnya dengan khawatir.


"Saya sudah lebih baik. Terimakasih kalian sudah menjaga ibu saya dengan baik" ucap Seno tulus, rasa sayang seorang anak sudah tumbuh untuk mommynya.


"Mommy yang seharusnya khawatir padamu, nak. Apa kau baik-baik saja?" tanya Mommy sambil memeluk Seno.


"Saya sudah merasa lebih baik, bu" jawab Seno sambil memandangi sekelilingnya.


Dan saat netranya bertabrakan dengan netra Aish, sedikit kejanggalan terlihat oleh sahabat wanitanya itu.


Aish melihat jika irish mata Seno yang biasanya berwarna coklat terang, sekarang berubah kemerahan seperti sedang memakai softlens.


"Dimana Vee? Apa dia belum kembali juga?" tanya Seno khawatir.


"Belum den. Ponsel non Vee juga ada di kamarnya" lapor salah satu ART nya.


"Sial. Dia itu bandel sekali" tutur Seno yang masih sedikit lemas.


"Saya akan mencarinya, bu" kata Seno.


"Kita hubungi pihak kampusnya saja dulu, Sen. Kamu juga belum pulih benar, dan ini juga sudah malam. Besok pagi saja kita cari Vee, ya?" saran mommy Seno.


Mommy benar, Sen. Kita doakan saja semoga Vee baik-baik saja. Sekarang kita cari informasi saja mengenai kegiatan kampusnya" kata papa Seno.


"Biar Aish menghubungi anggota PA kampus ya, mom" ujar Aish yang langsung terlihat sibuk dengan ponselnya. Berharap ada seseorang yang bisa memberinya informasi.


"Iya sayang" kata mommy Seno.


Dan benar saja, melalui keterangan dari seorang temannya, Aish memberi tahu semuanya dimana acara camping yabg sedang Vee ikuti berlangsung.


Tapi lagi-lagi cuaca sedang tidak mendukung, hujan deras tiba-tiba turun di tengah malam yang sudah hampir pagi ini.

__ADS_1


Hingga semua orang memutuskan untuk sejenak beristirahat agar bisa memulihkan tenaga guna mencari keberadaan Vee.


Sungguh malam ini terasa begitu panjang. Seolah fajar enggan menyapa karena gumpalan awan mendung masih bergelantungan di langit malam dan menyebabkan rintik hujan turun dengan derasnya.


Ditengah kepanikan, Vee dan Rey terpaksa harus kembali memasuki tenda karena hujan yang tiba-tiba mengguyur langit malam.


"Bagaimana ini, Rey?" tanya Vee bingung.


"Gue juga nggak tahu, Vee. Yang gue takutkan kalau yang lain sudah bangun dan melihat kita berada dalam satu tenda, itu lebih bahaya Vee" keluh Rey.


"Kamu pakai jas hujan ini saja Rey, dan aku pakai payung. Kita tunggu pagi tiba diluar tenda saja, bagaimana?" tanya Vee.


"Tapi kan diluar sedang tidak aman, Vee" jawab Rey bimbang, keduanya merasa simalakama.


"Ada HoRoCi yang akan menjaga kita dari makhluk jahat itu, Rey. Kau tidak usah khawatir" bujuk Vee.


"Baiklah, sepertinya itu memang lebih baik" akhirnya Rey mengalah dan memakai jas hujan yang Vee maksud.


Dan kini keduanya sudah berdiri bersisian di depan tenda. Berharap fajar akan segera menyingsing.


Rasa kantuk dan lelah yang menyerang keduanya. Berkali-kali Vee menguap, dia sangat mengantuk. Begitupun Rey yang mata bulatnya nampak memerah.


Kelemahan itu sengaja ditunggu oleh si wanita berwajah hitam untuk kembali menyerang setelah sebelumnya dia memilih pergi karena kedatangan HoRoCi untuk menjaga Vee.


Serangan tiba-tiba itu membuat Rey jatuh tersungkur hingga kepalanya terbentur kursi kayu dan membuatnya tak sadarkan diri.


"Rey" teriak Vee sambil berusaha mendekati Rey yang tergeletak.


HoRoCi kembali datang dengan sigap saat merasakan ketakutan yang Vee alami. Dan segera berusaha menghalau si wanita berwajah hitam yang terasa memiliki kekuatan yang lebih tinggi daripada tadi saat dia pergi.


Keempat makhluk astral itu terlibat pertarungan yang cukup sengit kali ini. Entah darimana wanita itu mendapatkan kekuatan untuk bisa membuat pertahanan HoRoCi sedikit kocar-kacir.


Dalam kepanikan, tanpa disadari ada seseorang yang sudah lama mengincar kelengahan itu.


Menggunakan sapu tangan yang sudah diberi obat bius, Vee berhasil dilumpuhkan dan dibawa pergi oleh si manusia misterius tanpa sepengetahuan dari HoRoCi yang sedang sibuk menangani wanita berwajah hitam.


Kemana kiranya orang misterius itu akan membawa Vee?


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2