Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu

Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu
Bantuan wanita serupa putri


__ADS_3

"Sudah cukup. Sekarang kita harus berusaha mencari cara untuk bisa keluar dari sini" kata Ho menghentikan tawa mereka.


Mendengar ucapan Ho, semuanya terdiam dan saling pandang.


"Kamu benar, Ho. Bagaimana ya caranya keluar dari sini?" tanya Vee.


"Ini adalah ulah Sri. Dia yang membuat kamu tersesat Vee. Sedangkan dia sedang berusaha menguasai ragamu" kata Ho penuh amarah, dia tidak terima saat Sri berbuat jahat pada Vee.


"Lalu kita harus bagaimana, Ho?" tanya Vee yang masih saja mengusap lengannya karena dingin.


Mereka semua terdiam, sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Dia itu sangat sakti, Vee. Sayangnya rasa cinta membutakan mata hatinya sampai membuat orang lain yang tidak tahu apa-apa sepertimu harus menanggung ulahnya" kata Ho dengan bijak.


"Kekuatan kami masih jauh dibawahnya meski kami bergabung. Tapi kami akan tetap selalu berusaha membantumu, Vee. Apapun yang mungkin akan terjadi pada kami" lanjutnya.


"Kalau hanya untuk membantuku saja sampai harus mengorbankan kalian bertiga, lebih baik biarkan aku disini dan kalian bisa kembali ke dunia" ucap Vee tulus.


Dia tak mau menjadi penyebab musnahnya HoRoCi.


"Kamu memang baik, Vee. Kami tidak akan pernah menyesal karena sudah membantumu. Sri harus dibinasakan. Agar tidak ada lagi korban karenanya" kata Ho penuh tekad.


"Ayo kita satukan kekuatan kita, dan buat Sri menyesal karena telah mengganggu orang yang kita sayangi" kata Ho.


Ro dan Ci mengangguk, mereka saling mendekat dan berpegangan tangan.


Hati Vee menghangat. Meski mereka adalah makhluk tak kasat mata bagi manusia lainnya, tapi mereka tulus menyayangi Vee.


Sedangkan selama ini, Vee sangat kesulitan untuk mendapatkan teman selama berada di sekolahnya.


Teman yang datang padanya pasti ada maunya, tapi ketiga bocil astral ini malah tulus padanya.


----


Di tempat lain, Sri yang berada di dalam tubuh Vee merasakan gejolak aneh dari dalam dirinya.


Rasa panas dan tidak nyaman menggerogoti hatinya.


"Aahhh... Kenapa terasa sakit sekali? Apa yang sedang terjadi disana?" kata Sri yang masih setia berada di sisi Hideo.


Sri mengedarkan pandangannya, mencari sosok ketiga bocil dan tak berhasil mendapatkannya.


"Kurang ajar. Pasti mereka telah berhasil memasuki alam buatanku dan ingin menolong gadis itu? Hahaha, tidak akan kubiarkan semua itu terjadi" kata Sri.


Lantas dia duduk diatas lantai keramik, bersila sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.


Setelah menutup matanya, bibir Sri terlihat berkomat-kamit membaca mantra.


Sri dan mantra seolah tak bisa dipisahkan. Entah darimana dia bisa mengetahui mantra-mantra semacam itu dan malah mempergunakan di jalan yang salah.


 ----


"Hahaha, benar dugaan saya. Kalian sedang berada disini rupanya" tiba-tiba Sri datang saat Vee dan HoRoCi sedang menggabungkan kekuatannya.


Vee terlonjak kaget karena dia sedang fokus melihat HoRoCi.


"Jangan sakiti mereka!" teriak Vee saat tangan Sri terangkat untuk melakukan sesuatu pada HoRoCi.


"Hahaha, bisa apa kamu gadis kecil? Sedikit saja saya gunakan kekuatan, maka kamu akan binasa. Lantas apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu mereka? Yang ada kamu malah menyusahkan mereka" perkataan Sri berhasil meruntuhkan semangat dalam hati Vee.


Vee merasa bahwa ucapan Sri benar, dia hanya membuat HoRoCi berada dalam kesulitan.

__ADS_1


"Jangan dengarkan dia, Vee. Kami tulus untuk membantumu, seperti kamu yang tulus merawat kami selama ini" kata Ho yang telah membuka matanya.


"Apa? Apa yang bisa kamu lakukan bocah kecil? Hengmh... Begini saja, saya beri kalian kesempatan untuk mengutarakan keinginan terakhir sebelum saya kirim kalian ke neraka" kata Sri lagi.


"Hahaha, cepat katakan apa permintaan terakhir kalian?" tanya Sri penuh percaya diri.


"Jangan sakiti mereka, jika kau ingin aku yang pergi, maka biarkan aku pergi tanpa menyakiti mereka" kata Vee pasrah.


Vee terlalu awam dengan semua kejadian yang sedang menimpanya.


"Tidak, kami tidak akan membiarkan kamu menguasai raga Vee. Apalagi sampai membuat jiwanya mati. Kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi" ucap Ho penuh amarah, matanya yang hanya ada satu itu memerah.


"Tidak Ho, kalian harus menjaga ragaku dengan baik agar dia tidak menyalah gunakannya. Aku ikhlas kalau memang waktuku hanya sampai disini" ucap Vee yakin.


Plok... Plok... Plok...


Sri bertepuk tangan.


"Drama yang sangat bagus, baiklah. Kalau begitu biar kalian bertiga mengawal gadis sialan itu sampai ke neraka" kata Sri yang tidak suka melihat Vee dan HoRoCi saling melindungi satu sama lainnya.


Sri tidak pernah merasakan ketulusan seorang teman dalam hidupnya. Dan saat Hideo datang membawa ketulusan pertemanan, hatinya berkata lain.


Dia ingin Hideo menjadi miliknya. Dia terobsesi padanya.


Tapi setelah semua pengorbanan yang dia lakukan, Hideo malah memberikan hatinya pada Vee.


Gadis yang baru empat purnama ditemuinya.


Itu semua membuat Sri semakin membenci Vee dan hatinya masih ingin bersama Hideo.


Sri mengepalkan tangannya, dan memfokuskan semua kekuatan disana untuk menyerang Vee dan HoRoCi.


"Hati-hati Vee, dia sedang mengumpulkan kekuatan untuk menghabisi kita semua" ucap Ho sedikit gentar.


"Ro, Ci, kita buat tameng agar bisa menghalau serangan Sri yang menjadikan Vee sebagai targetnya" kata Ho yang sudah bersiap membuat formasi penyerangan.


Ro dan Ci mengangguk paham, meski harus mengorbankan jiwa mereka, tapi mereka yakin untuk selalu melindungi Vee yang sudah mereka anggap sebagai tuannya.


Ho, Ro dan Ci saling berpegangan tangan. Bersama menutup mata dan saling menyatukan kekuatan.


Dari belakang tubuhnya, Vee bisa melihat pendaran sinar warna-warni keluar dari tubuh HoRoCi yang menyatu.


Pendaran warna yang sama seperti kalung yang sedang Vee kenakan di lehernya.


Lama kelamaan pendaran warnanya semakin terang dan bercahaya. Sama seperti Sri disana yang juga sedang mengumpulkan kekuatan hitam di telapak tangannya.


"Haaaa" teriak Sri mengeluarkan kekuatan besar melalui tangannya.


Kekuatan tak kasat mata yang sangat besar, Vee bisa merasakan energinya sedang mengincarnya.


HoRoCi pun tak mau kalah, mereka menjadi tameng untuk Vee.


Pendaran warna itu sudah sangat terang dan indah.


Saat cahaya hitam dari arah Sri datang untuk menghantam Vee, Tameng buatan HoRoCi pun sudah sempurna.


Kedua cahaya berbeda warna itu saling beradu dan terbentur mengeluarkan suara keras seperti bom.


Blam!!!


Kerasnya suara benturan yang keluar membuat Vee menutup mata dan telinganya.

__ADS_1


"Aahhh" teriak Vee yang tubuhnya terpental ke belakang karena efek benturan itu.


Setelahnya suasana menjadi sangat hening.


"Aduh, sakit sekali" rintih Vee.


Dia jatuh terduduk diantara tanah berkabut lagi. Sama seperti tempat pertama saat dia tersesat tadi.


Saat membuka mata, Vee langsung berlari ke arah HoRoCi yang terkapar tak berdaya diatas tanah.


"Seharusnya kalian tidak usah melakukan itu untukku. Lebih baik aku yang mati daripada harus mengorbankan tiga nyawa seperti kalian" teriak Vee bersimpuh diantara ketiganya sambil menangis.


Ho masih bisa tersenyum diambang batas kemampuannya. Sungguh Sri telah mengeluarkan kekuatan terbesarnya, hingga diapun terlihat kelelahan disana.


"Kami yang akan merasa sangat bersalah jika sampai terjadi sesuatu padamu karena tidak bisa menjaga tuan kami, Vee" rintih Ho.


Vee semakin menangis, "Aku tidak suka jika orang lain mengorbankan diri untukku. Sepanjang hidup aku tidak akan tenang jika sampai terjadi sesuatu pada kalian" kata Vee disela isak tangisnya.


Mereka berempat saling menangis, tapi saling memberi kekuatan.


Sri melihat itu dengan tatapan sangat benci. Bagaimana bisa seorang manusia biasa seperti Vee bisa mendapatkan kasih sayang dari bocah gaib seperti HoRoCi ini?


Bahkan Sri tidak melihat adanya ikatan budak dan majikan diantara mereka.


Tapi mengapa bocah-bocah itu terlihat tulus melindungi Vee hingga berani mengorbankan jiwa mereka?


"Kau sangat kurang ajar, Vee" teriak Sri merangsek maju dan ingin melemparkan kekuatan terakhirnya untuk menyerang Vee.


"Aaahhh" Vee hanya bisa berteriak untuk menghadapi kekuatan dari Sri sambil memejamkan matanya.


Tapi tak terjadi apapun selama Vee menutup matanya, hanya terpaan angin sedikit kencang yang seolah menyuruh Vee membuka mata.


"Apa yang terjadi?" Vee bertanya entah pada siapa. Sambil tetap berusaha melindungi ketiga bocil yang terkapar lemah.


"Wanita ini memang sangat jahat, Vee" ucap perempuan serupa putri yang Vee temui tadi di taman.


"Bukan rasa cinta yang ada di dalam dadanya, tapi ambisi untuk memiliki seseorang yang sebenarnya tidak memiliki perasaan yang sama dengannya" ucap perempuan itu.


"Saya sangat mencintai Jepun. Apapun akan saya lakukan untuk bisa selalu bersamanya" rintih Sri yang juga terkapar di tempatnya.


"Tidak! Itu bukanlah rasa cinta. Itu adalah nafsumu yang ingin memiliki makhluk lain. Sama seperti perempuan yang telah merebut suamiku. Kamu sama sepertinya, ingin memiliki karena nafsu, bukan karena cinta kasih" ucap perempuan itu dengan nada marah.


Rupanya benar cerita dari Arfi jika gelang itu adalah milik seorang istri yang diselingkuhi oleh suaminya.


Dan rasa sakitnya terbawa hingga maut datang menjemputnya. Dan tekadnya menyuruhnya untuk menghabisi semua wanita yang berambisi karena nafsu untuk memiliki, bukan karena rasa cinta kasih yang tulus.


"Kau tahu apa hukuman untuk wanita yang bernafsu menghancurkan kebahagiaan orang lain, Sri?" tanya si wanita lirih namun tegas.


Baru kali ini Sri melihat kumpulan energi yang sangat besar yang terkubur dalam tubuh jelmaan seorang wanita. Hingga membuatnya sedikit bergidik ngeri.


Sri hanya terdiam, sementara wanita itu terus saja menatapnya penuh amarah.


"Hukuman bagi wanita yang suka memaksakan nafsunya adalah neraka sebelum neraka" ucapnya tepat di telinga Sri.


"Tidak. Kau tidak boleh melakukan itu" kata Sri yang sepertinya mengerti dengan ucapan wanita itu.


Vee hanya melihat semuanya dalam diam. Karena diapun tak mengerti harus berbuat apa.


Apalagi kondisi HoRoCi masih sangat lemah dalam pangkuannya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2