Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu

Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu
pulang


__ADS_3

"Ah iya, bagaimana kabar anakmu si Dewi Sekar Taji itu, raja?" tanya Seno dengan nada mengejek.


"Bukankah kamu sudah dimasukkan ke dalam kobaran api? Bagaimana kamu bisa hidup kembali?" tanya pengawal raja.


"Dan lagi, apa yang kalian kenakan itu? Pakaian kalian sangat aneh" timpal yang lain.


"Yang aneh tuh kalian. Orang aneh malah ngatain orang lain aneh. Dasar aneh" balas Vee.


"Berani sekali kamu menghina raja kami" kata salah seorang dari mereka.


"Siapa juga yang menghina raja kalian. Aku tuh bilang semuanya aneh, jadi bukan cuma rajanya doang yang aneh, tapi kalian juga" ujar Vee sedikit tertawa, berbicara dengan mereka memang harus menambahkan kesabaran ekstra.


"Berani sekali kamu bicara tidak sopan seperti itu" gertak salah satu pengawal sambil menodongkan tombaknya ke arah Vee yang sedang bersembunyi di balik tubuh Seno.


"Memangnya kenapa harus takut, memang kalian aneh kok. Weekk" kata Vee yang sempat-sempatnya mengolok mereka. Tentu mereka semakin naik pitam.


"Tenang" ujar sang raja sambil menaikkan telapak tangannya, mengisyaratkan agar para pengawalnya menurunkan senjata.


"Bagaimana bisa kamu hidup lagi setelah masuk ke dalam kobaran api, wahai Senopati?" tanya raja dengan nada wibawanya.


"Semua bisa saja terjadi, yang mulia. Ehm, apa yang sedang raja lakukan disini?" tanya Seno heran, seingatnya dulu saat pernah terperangkap di negri ini bersama dengan kawan-kawannya, dia tidak pernah melihat tempat semacam ini.


"Asal kamu tahu, Senopati. Setelah kalian berempat dihukum untuk melompat ke dalam kobaran api, kami semua mengetahui kebohongan yang telah putri Sekar lakukan. Dan rakyat memintanya untuk dihukum seperti kami menghukum kalian" kata Raja menceritakan nasib buruknya setelah kepergian Seno cs waktu itu.


"Tapi malang menimpa kerajaan, para putra dan putri kerajaan yang selanjutnya seolah ikut terhukum".


"Satu per satu dari para pewaris kandungku malah pergi, mereka meninggal dalam pertarungan. Ada juga yang dikarenakan penyakit. Sampai para pewaris kandungku habis. Dan permaisuri sudah tidak bisa lagi mengandung anak dariku karena penyakit dalam rahimnya" sang raja bercerita tentang kemalangannya.


"Dan menurut para peramal istana, ada seorang gadis yang akan datang dan menjadi selir bagiku suatu saat nanti. Dengan syarat, harus ada beberapa gadis yang dimandikan bersama dibawah cahaya jingga saat senja menjelang. Maka, akan ada seorang gadis yang akan datang dan menjadi calon ibu dari pewarisku kelak" ujar sang raja menirukan ramalan dari peramal kerajaan.


"Oh, jadi para wanita di dalam kolam itu sedang di seleksi ya kak?" tanya Vee seraya berbisik pada Seno.


"Sepertinya begitu. Tapi lebih baik kita pergi saja dari sini, Vee. Karena kita sudah terlalu lama berada di alam ini. Sudah saatnya kita pulang" ajak Seno.


"Iya, aku juga sudah lapar, kak" kata Vee.

__ADS_1


"Sepertinya, gadis yang kamu bawa itu cocok dengan ramalan kerajaan ini, Senopati. Bagaimana kalau kau biarkan dia menjadi permaisuri di kerajaan ini? Dan aku akan memberi banyak sekali imbalan bagimu" kata raja. Rupanya sang raja merasa tertarik pada Vee.


"Enak saja. Kamu pikir istriku ini wanita biasa? Sudahlah, lebih baik kami pergi saja dari sini" ujar Seno, malas saja kalau sampai harus berakhir dengan saling serang jika dia tak segera pergi.


"Tunggu, kau jangan bercanda Senopati. Sudahlah, biarkan saja wanita itu tetap tinggal disini dan menjadi permaisuri di kerajaan ini. Nanti bisa aku pastikan jika benar-benar terlahir seorang bati darinya, pasti akan aku jadikan raja di negri ini" ucap sang raja yang sudah sangat kepincut pada wajah manis Vee.


"Enak saja. Malas sekali aku sama orang sepertimu, pak tua" ejek Vee.


Bagaimana bisa terfikirkan oleh raja yang sudah berumur sepertinya akan mempersunting wanita muda yang bahkan lebih muda daripada anak gadisnya.


"Kurang ajar. Kalau begitu, paksa saja dia untuk menjadi istriku. Pengawal, bawa wanita itu ke istana!" titah raja sudah bulat, sepertinya dia sangat tertarik pada Vee.


Seno hanya menggelengkan kepalanya, watak raja ini sangat menjijikkan. Bagaimana bisa wanita yang sudah dikatakan sebagai istrinya, malah ingin dipersunting olehnya.


Sisi Hideo dalam diri lembut Seno mulai muncul. Bibir kemerahannya mulai menggumamkan mantra tanpa sepengetahuan dari siapapun.


Tiba-tiba muncul pusaran angin dari dalam diri Seno, tak lupa tangannya menggenggam erat telapak tangan Vee agar tak ikut terbang terkena hempasan angin dan petir.


Semakin Seno merapalkan mantranya, semakin besar pula kekuatan angin yang keluar dari dalam diri Seno.


"Kak, kamu sedang apa?" tanya Vee lirih, diapun merasa sedikit takut dengan kejadian di depannya ini.


Tapi tak ada jawaban dari Seno, dia tetap fokus merapalkan mantra sambil sesekali menutup matanya.


Kini, mantra pertama sudah usai. Bangunan di sekitar mereka sedikit hancur akibat badai angin dan petir yang Seno keluarkan.


"Sekarang, kita pulang Vee" ucap Seno yang menoleh sejenak pada Vee sambil tetap menggenggam erat tangannya.


Vee yang merasa sedikit takut hanya bisa mengangguk saja.


Kembali Seno memejamkan matanya, lalu merapalkan mantra agar bisa keluar dari alam kerajaan Tebo Agung yang sudah luluh lantah dengan rajanya yang entah kemana.


Lama kelamaan, Vee melihat seperti ada cahaya kecil yang lambat laun membesar seperti portal di dunia game.


Lantas, portal itu menyeretnya untuk masuk dan membawanya ke dimensi yang lain.

__ADS_1


"Aaaaaahhhh" teriak Vee yang merasa seperti sedang naik rollercoaster dan dalam posisi turun drastis.


Perutnya terasa turun sampai ke lutut. Ditambah lagi dengan hempasan angin yang sangat kuat hingga membuat rambut kriwilnya beterbangan. Sungguh sangat menyakitkan.


Tiba-tiba suasana berubah hening. Vee yang sejak tadi menutup matanya kini hanya bisa mendengar nyanyian jangkrik saja.


"Sudah. Buka matamu, Vee" kata Seno sambil terkikik melihat penampilan Vee yang sedikit semrawut.


"Buka matamu, dan jangan takut lagi. Kita sudah berada di dunia kita sendiri" kata Seno sambil merapikan rambut istrinya.


"Hah.... hah... hah... Ya ampun, jantungku serasa berhenti berdetak, kak" ucap Vee sambil memegangi dadanya yang masih berdetak kencang.


"Jadi sebenarnya kakak punya kekuatan super ya?" tanya Vee yang masih memegang erat kameranya dengan tangan yang lain.


"Tidak, itu hanya khayalanmu saja" ucap Seno sambil memegangi kening Vee dan kembali merapalkan mantra agar Vee melupakan kejadian dimana Seno membawanya pulang tadi.


Setelah selesai dengan mantranya, Seno mengusap wajah Vee. Dan benar saja, Vee seperti orang linglung yang lupa pada sedikit kejadian yang sudah dialaminya.


"Ayo kita pulang. Lain kali, jangan suka pergi tanpa izin dari saya. Kan sudah saya bilang untuk selalu terbuka dan meminta izin saat akan pergi kemanapun, Vee" mulailah seno memberi ceramah sambil menuntun Vee menuju mobilnya.


"Iya, maaf" hanya itu jawaban yang bisa Vee katakan sepanjang omelan yang Seno berikan.


Seno melupakan penguntit yang tadi sempat dilihatnya. Dan gelapnya malam membuatnya tak bisa melihat mobil yang masih terparkir di tempat yang sama.


Sedangkan proses keluarnya Vee dan Seno dari alam lain, tak luput dari intaian sepasang mata dari penguntit yang sejak tadi mengincar keselamatan Vee.


"Sial, orang itu ternyata memiliki kekuatan gaib. Gue harus ekstra hati-hati kali ini. Setiap yang gue lakukan harus penuh pertimbangan" gumam si penguntit, dia memilih untuk melakukan aksinya di lain hari saja.


Saat dimana semua dirasa aman tanpa sepengetahuan Senopati.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2