Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu

Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu
rencana camping


__ADS_3

Seolah tak pernah terjadi apapun, pagi ini seperti biasanya Vee selalu ceria dalam mengawali hari.


Tapi sejak semalam, sebenarnya pikirannya terus saja tak henti berucap syukur karena bila tak diselamatkan oleh Senopati, mungkin selamanya dia akan terjebak dalam dunia aneh itu.


Dalam diam, Vee selalu mengamati wajah tampan suaminya. Entah mengapa, dia merasa ada getaran aneh dalam hatinya saat dia memandang wajah teduh sang suami saat tertidur. Tapi dia masih belum bisa mengartikan perasaannya.


"Ingat Vee, nanti setelah kuliah kamu selesai langsung pulang. Jangan lagi mengajak supir kamu untuk pergi tanpa izin dari saya" ucapan Seno menghentikan lamunan Vee yang sedang sarapan bersama keluarga suaminya.


"Iya" jawab Vee singkat.


"Semalam ketemu dimana istri nakal kamu ini, Seno?" tanya sang Mommy.


"Mama, kok nakal sih? Aku kan cuma main sebentar ma" rengek Vee manja.


"Dia sedang mengunjungi bangunan kuno, bu. Sampai lupa waktu" kata Seno datar, sambil menghabiskan sarapannya.


"Oh,mungkin memang istri kamu sedang butuh liburan, Seno. Coba saja sekali-sekali kamu ajak dia bulan madu. Sekalian coba suasana baru biar mommy segera bisa dapat cucu, iya kan pi?" kata Mommy Seno, membuat sejoli yang membuat kesepakan untuk tak berhubungan terlalu jauh itu saling pandang dengan penuh perasaan bersalah.


"Nanti dulu, bu. Saya masih mau fokus ke perusahaan. Biar lekas pandai" jawab Seno.


"Ya terserah kalian juga sih. Tapi Mommy setuju-setuju saja kalau seandainya kalian lekas punya anak. Mommy sudah sangat ingin cucu" kata Mommy Seno berandai-andai.


Sedangkan Vee hanya bisa diam membisu. Semua ide itu kan tercetus darinya. Kan memang dia masih belum siap untuk menjadi seorang istri, tapi Seno malah memaksanya. Dan herannya, dia mau-mau saja. Aneh sekali.


"Yasudah, kami berangkat dulu ya bu. Daripada terlambat" kata Seno yang melihat Vee semakin terdiam saat mendengar ucapan ibunya.



"Cemberut aja tuh muka. Kenapa?" tanya Rey yang melihat temannya baru turun dari mobil.



"Nggak apa-apa Rey. Kamu sendirian saja? Mana James?" tanya Vee, biasanya kan Rey dan James selalu bersama.



"Tuh dia panjang umur" tunjuk Rey pada James yang baru datang dengan motornya.



"Eh, iya. Tumben baru datang tuh anak" kata Vee yang masih memperhatikan James yang baru datang.



"Hai Vee. Gimana nih tawaran gue? Apa lo setuju gabung PA? Kebetulan minggu ini ada acara camping" kata Daren, semangat sekali pria itu mengajak Vee turut serta di ekskul binaannya.



"Eh, kak Daren. Nanti siang deh aku kabari. Mau tanya teman-temanku dulu nih" jawab Vee yang selalu terpesona pada cowok blasteran barat-timur tengah itu. Rupa seperti para aktor Turki yang tampannya sangat cool.



"Oke deh. Gue harap nanti siang dapat berita bagus dari lo ya. Dan bisa gue pastiin kalau acara camping nanti pasti sangat seru banget. Nyesel kalau lo nggak ikut" bujuk Daren.



"Iya kak. Aku juga suka banget sama acara bertema alam seperti itu. Semoga keluarga aku juga ngasih izin ya kak" kata Vee penuh harap, dia sepertinya juga tertarik dengan bujukan Daren.



"Oke deh. Gue tunggu nanti siang ya" kata Daren sambil mengedipkan sebelah matanya, sambil melambaikan tangan pada Vee.



"Jijik" gumam Rey malas.



"Apaan sih Rey" bisik Vee sambil menyikut perut Rey saat temannya itu mengejek Daren.

__ADS_1



"Tuh anak giat banget deketin lo deh Vee. Gue rasa dia ada maksud terselubung deh sama lo" kata Rey sambil tetap melangkah menuju ke kelasnya.



"Sok tahu banget" kata Vee, gadis itu memang selalu berpositif thinking.



"Lagi ngobrolin apaan sih?" tanya James yang baru datang, langkahnya yang sedikit terburu-buru membuat nafasnya jadi sedikit berat.



"Eh James, kamu mau kan gabung PA? Mau ya? Please .. Minggu depan ada acara campingnya James. Nanti sekalian kita hunting foto lagi deh" kata Vee membujuk James.



"Gue jadi model foto-foto lo lagi ya?" tanya James, rupanya cowok itu merasa tertarik.



"Beres deh, kalian berdua jadi model di vlog aku deh" kata Vee.



"Gue oke. Lo gimana Rey?" tanya James, dia sendiri langsung setuju tanpa pikir panjang.



"Gue ngerasa sedikit ada yang aneh sih sama Daren. Kakak tingkat kita itu. Tapi, daripada lo kenapa-kenapa Vee. Nggak apa-apa deh kita berdua ikut sekalian jagain lo" kata Rey.



"Hadeh, Kata-kata lo Rey. Sudah kayak mbah dukun saja. Jadi orang tuh kudu berfikiran positif, Rey" kata James.




"Cuma pikiran buruk kamu doang sih kalau menurut aku, Rey" tapi Vee malah ikut kepikiran meski bibirnya berkata lain.



"Ssttt, tuh cewek bermuka hitam mandangin kita, Vee" ujar Rey setengah berbisik saat didapatinya sosok wanita bermuka hitam tengah memandang tajam pada mereka bertiga.



"Iya, tumben banget tatapannya tajam. Setajam silet" gumam Vee yang masih terdengar oleh kedua sahabatnya.



"Males banget kalau sudah berurusan sama yang begituan" kata James yang tiba-tiba merubah posisinya agar berada ditengah-tengah.



"Apaan sih James. Nyali lo ciut amat kayak kontrakan kumuh" ejek Rey.



"Tapi memang sekarang mukanya serem, Rey" ujar Vee sambil mempercepat langkahnya untuk menghindar dari si wanita berwajah hitam yang tengah berdiri di lorong sepi sambil menatap tajam pada Vee dan kedua temannya.



"Hiii, takut" kata James yang sontak berlari meninggalkan kedua temannya.



"Tunggu James" teriak Vee yang mengikuti tingkah James, diikuti oleh Rey yang menyusul kedua temannya.

__ADS_1



Siang ini di kantin kampus,


"Hai Vee, gimana-gimana nih? Lo terima tawaran gue kan?" belum juga duduk, Daren sudah mempertanyakan hal yang sama.


"Boleh deh kak. Sekalian sama mereka berdua ya" jawab Vee tidak begitu jelas karena tengah mengunyah bakso di mulutnya.


"Telan dulu Vee" kata Rey.


"Hehe, iya" sahut Vee setelah menelan makanannya.


"Oke deh. Sip. Perkenalan anggota baru sekalian pas acara camping besok ya. Jangan lupa besok setengah dua siang kumpul di gedung PA. Gue tunggu kalian bertiga" ujar Daren bersemangat, senang sekali wajahnya.


"Siap kak" jawab Vee.


"Yaudah, gue balik ke teman-teman gue ya" pamit Daren yang kemudian kembali ke mejanya.


Vee hanya mengangguk dengan senyum terindahnya. Daren masih nampak begitu mempesona di mata seorang Veronica.


"Sudah Vee. Orangnya sudah pergi, lanjutin makan lo" ujar Rey.


"Eh, iya. Hehehe. Habisnya kak Daren ganteng banget ya Rey" puji Vee sambil mengangkat sendoknya untuk melanjutkan makan.


"Gantengan juga gue" celetuk James.


"Apaan sih" balas Vee.


"Sudah, diam" seru Rey.




"Kak, aku ikut ekskul PA ya. Terus Minggu depan ada acara camping. Ijinin aku pergi ya" ucap Vee, kelihatannya wajah Seno sedang normal malam ini. Makanya dia berani mengutarakan keinginannya.



"Kondisi di luar masih terlalu berbahaya untuk kamu pergi sendiri, Vee" ujar Seno yang selalu tak tega melihat puppy eyes dari Vee.



"Tapi aku sama Rey dan James kok kak. Mereka janji mau jagain aku" ujar Vee sambil mengayun-ayun ringan pada lengan Seno.



"Apa merek bisa dipercaya?" tanya Seno.



"Tentu dong. Mereka baik kok. Ehm, kalau nggak percaya, aku kenalin kakak sama mereka deh" kata Vee bersemangat, pokoknya demi bisa bersama Daren, Vee akan berusaha.



"Baik, besok akan saya temui mereka. Setelah itu, baru saya bisa mempertimbangkan keinginan kamu" ujar Seno yang kembali fokus pada ponselnya.



"Yeee.... asik... makasih kak" seru Vee senang. Lalu segera masuk ke dalam selimutnya, dia bersiap untuk tidur.



Seno hanya bisa sedikit tersenyum, meski ada sedikit rasa khawatir, tapi demi bisa membahagiakan Vee, dia akan berusaha percaya padanya.



.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2