Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu

Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu
Sri adalah ancaman


__ADS_3

"Katakan, dimana Vee?" tanya Hideo semakin emosi karena Vee yang masih menatapnya tanpa berkedip.


Bibir Vee tersenyum, menyunggingkan senyuman khas yang tak pernah Vee lakukan. Dan Hideo tahu siapa pemilik senyuman itu.


"Dia sudah saya kirim ke tempat yang aman, Jepun" kata Vee, membuat HoRoCi tertegun di tempatnya. Mereka masih belum tahu siapa sosok yang ada di dalam tubuh Vee kali ini.


Perlahan ketiganya berpindah tempat ke belakang sosok Hideo karena merasa aura Vee yang berbeda.


Dan mereka bertiga takut.


"Jadi benar jika kamu selama ini bersembunyi di dalam tubuh Vee, Sri?" tanya Hideo yang langsung bisa menebak siapa sosok yang sedang merasuki Vee kali ini.


"Hihihihi, iya benar" jawab Sri yang mengeluarkan tawa seram di malam buta begini.


"Karena saya tidak akan pernah rela untuk melepaskan kamu pada wanita lain setelah apa yang sudah saya lakukan untukmu sampai sejauh ini, Jepun" lanjut Sri.


Hideo tersenyum mengejek, tidak suka dengan alasan yang Sri lontarkan.


"Kamu pikir aku akan suka saat kamu memaksa masuk ke dalam tubuh Vee dan membuat jiwanya melayang tak jelas seperti saya selama ini?" kata Hideo.


"Saya merasa sangat tidak nyaman saat kamu membuat arwah saya jadi seperti ini, Sri. Dan kamu pikir saya akan senang saat kamu membuat Vee mengalami hal yang sama dengan saya selama ini?" tanya Hideo sinis, dia sudah sangat kecewa pada perbuatan Sri malam ini.


"Kamu tahu perasaan saya terhadap kamu sejak dulu, Jepun. Tapi kenapa kamu selalu mematahkan perasaan ini? Kamu tahu setulus apa perasaan ini terhadapmu, dan inikah caramu membalas semuanya?" tanya Sri yang mulai berair mata.


Dia kecewa karena Hideo selalu saja hanya menganggapnya saudara.


"Saya memang tidak ada perasaan lebih selain menganggap kamu sebagai kakak saya, Sri. Bahkan saat kamu menempati tubuh lain seperti ini. Perasaan saya akan tetap terhadapmu" ujar Hideo yang semakin membuat Sri menangis.


"Keluarlah dari dalam tubuh Vee. Saya mohon sama kamu, Sri. Kasihan Vee yang harus terpaksa keluar dari raganya" kata Hideo.


Sri semakin menangis, dia hanya bisa menggeleng karena tak sanggup untuk bersuara saat perasaannya selalu saja dipatahkan oleh seorang Hideo.


Bahkan sampai adanya kehidupan baru bagi mereka, masih saja Hideo tak menganggapnya lebih dari seorang saudara.


"Saya yakin dalam hatimu bukanlah ada rasa cinta untuk saya, Sri. Semua yang kamu rasakan hanyalah sebuah ambisi untuk bisa menjadikan saya milik kamu" kata Hideo.


Sri mengangkat kepalanya, menatap Hideo dengan pandangan tidak jelas karena terhalang oleh banyaknya air mata yang keluar dari pelupuk matanya.


Tapi yang jelas, Sri tidak suka mendengar ucapan Hideo barusan.


"Tidak, Jepun. Perasaan saya tulus terhadapmu. Saya selalu mencintaimu, sejak dahulu sampai detik ini" sanggah Sri.


"Saya mohon kepadamu, Sri. Kembalikan Vee ke dalam raganya. Dia hanya gadis awam yang tidak pernah tahu permasalahan kita di masa lalu" Hideo sampai memohon pada Sri.


Sosok pria itu terlihat berlutut dihadapan Sri yang masih merampas kesadaran Vee.

__ADS_1


Sri menangis, sudah sedalam ini perasaan Hideo pada Vee. Hingga dia rela berlutut untuk meminta Vee kembali.


Sri merasa kecolongan, seharusnya dia selalu memantau keadaan Hideo agar tak sampai membuat pria itu tertaut pada gadis seperti Vee.


"Kamu mempunyai perasaan pada gadis ini, Jepun?" tanya Sri dengan isak tangisnya.


Hideo bingung dengan pertanyaan Sri. Karena dengan wujud seperti ini, dia tidak bisa merasakan perasaan apapun pada makhluk lainnya.


Hanya saja selama ini, dia berusaha bersikap baik pada semua makhluk yang bisa berinteraksi dengannya.


Dan saat Sri bertanya tentang perasaan, Hideo tentu tak tahu.


Melihat Hideo terdiam, malah membuat Sri menjadi salah faham dan mengartikan itu sebagai persetujuan jika Hideo punya perasaan lebih pada Vee.


Hati Sri mencelos sempurna, dalam kekecewaan dia malah berubah menjadi sosok yang semakin jahat.


Nafsunya meminta agar kali ini Sri harus menuruti keinginan Hideo dan nanti dia akan kembali menguasai raga Vee setelah Hideo mendapatkan tubuh pengganti.


Dan Sri terlalu yakin jika hari ini Hideo akan mendapatkan tubuh pengganti itu, karena bukan tanpa alasan jika Tuhan memberikan kesempatan untuk Hideo bisa keluar dari mantra yang sudah Sri sematkan padanya selama ratusan tahun.


Ya, Sri yakin jika Tuhan akan memberikan kesempatan kedua untuk Hideo bisa hidup kembali.


Dan saat itu terjadi, Sri akan menguasai raga Vee agar bisa menggapai keinginannya untuk bisa hidup bersama Hideo.


Seolah tengah mempertimbangkan permintaan Hideo, Sri mengangguk dan menyetujui untuk keluar dari raga Vee.


"Baiklah Jepun. Demi kebahagiaanmu, saya rela membiarkan kamu tenang bersama gadis ini" ucap Sri, air matanya semakin deras menetes.


Tak lama, Vee seolah jatuh pingsan. Dan Hideo kembali meminta HoRoCi untuk berusaha membangunkan Vee.


"Biarkan saja dia beristirahat. Nanti saat pagi menjelang, saya akan meminta kalian untuk membangunkannya lagi" kata Hideo.


HoRoCi mengangguk, dan akhirnya mereka hanya bisa menjaga Vee yang sedang tertidur.


Berharap agar Sri tidak lagi untuk berusaha merasuki tubuh Vee.


★★★★★


"Hoaamm..."


Dengan penampilan acak-acakan, Vee menguap di pagi ini.


Saat matanya terbuka dan menilik isi kamarnya, gadis ini malah memicingkan mata ketika mengetahui jika di dalam kamarnya sudah terisi oleh banyak makhluk halus.


"Kenapa ngumpul disini?" tanya Vee lirih, tubuhnya terasa begitu lemas.

__ADS_1


"Vee, akhirnya kamu bangun juga" ucap Ho dengan senyuman yang malah membuatnya terlihat mengerikan.


"Iya Ho, kenapa memangnya? Kamu pinginnya aku nggak bangun lagi gitu ya?" jawab Vee santai, tapi malah membuat semua yang ada disana semakin mendekatinya.


"Jangan bilang begitu, Vee. Kami akan sangat sedih kalau sampai kehilangan kamu" ucap Ro dengan mata berembun.


Kejadian semalam membuat keempat makhluk ini menyadari jika kehadiran Vee sangat berarti bagi mereka.


"Hei, kenapa kalian malah sedih begini sih? Memangnya kenapa? Ada apa?" tanya Vee, dia jadi merasa bersalah saat melihat semua nampak bersedih.


"Apa kamu tidak ingat peristiwa semalam, Vee?" tanya Ho.


Dalam keadaan setengah sadar dengan kondisi tubuh yang sangat letih, Vee berusaha mengumpulkan ingatannya tentang kejadian semalam.


"Oh iya, aku ingat. Aku mimpi bertemu Sri, kak. Dan dia membuatku jatuh dari sungai" kata Vee yang sudah duduk bersender pada kepala ranjangnya.


"Lain kali, saat kamu mimpi bertemu dengan Sri lagi, berusahalah untuk melawannya, Vee. Jangan biarkan dia menang meski kalian hanya bertemu di alam mimpi. Pastikan kamu bisa melawannya karena itu adalah wilayahmu, kamu berada dalam tubuhmu saat kalian beradu" kata Hideo.


Vee mengernyit saat mendengar ucapan Hideo. Masih terlalu pagi untuk mengerti keadaan sekitarnya. Dan Hideo sudah menyuguhkan kalimat misteri begitu.


"Kamu ngomong apa sih, kak. Masih pagi sudah ngelantur" ucap Vee yang malas berfikir.


"Saya serius Vee. Lain kali saat kamu mimpi bertemu dengan Sri lagi, berusahalah untuk tetap kuat dan menang melawannya".


"Karena semalam dia hampir berhasil membuat jiwamu pergi dari ragamu. Dan Sri yang akan berusaha mengambil alih ragamu untuk dikuasai oleh jiwanya" Hideo menerangkan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh orang seperti Vee.


"Oh iya? Pantesan semalam aku seperti sedang berada di dunia lain. Jadi sebenarnya Sri sedang berusaha membuatku tersesat didalamnya ya kak?" tanya Vee sedikit geram.


Hideo hanya mengangguk, dirinya sendiri juga terasa sangat lemah. Entahlah, mungkin karena hari ini adalah hari terakhir untuknya.


"Lain kali saat kamu tersesat di dalam alam mimpimu, panggilah kami Vee. Kami akan sangat senang untuk bertarung bersamamu melawan wanita jahat itu" kata Ho yang tentu disetujui oleh kedua saudaranya.


"Bagaimana caranya?" tanya Vee tak mengerti.


"Memangnya bisa meminta bantuan saat berada di alam mimpi?" tanya Vee lagi.


"Tentu bisa, panggillah kami dengan setulus hatimu. Maka kami akan merasakannya, dan kami tentu akan langsung membantumu, Vee" kata Ho.


"Dan pastikan jika kamu selalu memakai kalung itu, karena itu adalah penghubung untuk jiwa kita, Vee" lanjut Ro menjelaskan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2