
"Ah.... Lega banget setelah bisa melepaskan semua ikatan ini" kata Daren yang sudah berhasil membuka ikatan di kakinya.
Saat dia menoleh pada Vee, dan mendapati wajah penuh harap di sampingnya. Daren belum memutuskan untuk membantu Vee membuka talinya.
"Sebentar Vee. Gue mau telepon seseorang dulu" kata Daren yang ternyata ada sebuah ponsel di kantong celananya.
Tak ada pikiran buruk dalam kepala Vee. Dia hanya melihat semua tingkah Daren yang sedang sibuk dengan ponsel mahalnya.
Lalu, Daren nampak sedang menghubungi seseorang.
"Hallo. Gue sudah bebas, sekarang lo bisa masuk" tutur Daren.
Vee masih belum mengerti, harapannya agar Daren mau membukakan ikatan di tangannya membuat gadis itu masih saja berfikiran positif terhadap pria yang menjadi satu-satunya harapan baginya agar bisa keluar dari tempat itu.
Raja Anantaboga tersenyum senang saat mendapati wanitanya masih nampak kelelahan dan menutup matanya erat.
Tangan kekarnya menyisihkan sebagian anak rambut yang menutupi wajah cantik wanita yang beberapa saat yang lalu telah memberinya kepuasan tiada tara.
Tak hentinya senyum sang raja terukir indah, menghiasi wajah tampan yang sebenarnya hanyalah sebuah penampilan. Karena wujud asli sang raja memanglah sangat mengerikan. Hingga merubah wujud adalah jalan yang selalu para lelembut gunakan agar mangsanya tak merasa takut saat mereka menginginkan sebuah kenikmatan dunia.
"Ehm ..." lenguhan ringan terdengar dari wanita cantik itu saat tangan jahil raja tak bisa jika hanya bergerilya di wajahnya saja.
Dan benar saja, bisa dipastikan jika sang raja masih menginginkan lagi pergumulan dengan sang wanita cantik itu untuk yang ke dua kalinya hari ini.
Hingga beberapa waktu berselang, keduanya tampak segar setelah melakukan ritual mandi bersama di kamar mandi sederhana yang memang disiapkan untuk mereka.
"Sesuai janjiku, setelah kau beri aku kepuasan, maka aku akan memberimu aura kecantikan yang tiada tara wahai kekasihku" ucap raja sambil mengusap wajah si wanita yang masih terlihat sedikit pucat karena lelah.
Gumaman rendah terdengar samar saat raja merapalkan mantra untuk membuat aura kecantikan wanita itu semakin terlihat jelas dan memabukkan.
"Kau memang sangat cantik, dinda dewiku" puji sang raja, kecantikan alami ditambah dengan mantra yang raja berikan memang semakin membuat wanita itu nampak mempesona.
"Aku sangat lelah dan lapar, bisakah kau memberiku makanan?" tanya si wanita.
Raja tergelak lemah, menyadari jika memang manusia adalah makhluk lemah menurutnya. Makhluk yang tidak akan bisa bertahan tanpa makanan.
"Tentu, dinda" ujar sang raja sambil menjentikkan jarinya.
Hingga keajaiban terjadi, karena tak berselang lama banyak makanan lezat tersaji di depan si wanita.
__ADS_1
Aroma lezat yang menggugah selera membuat wanita itu tak kuasa untuk menahan keinginannya agar bisa melahap semua makanan itu.
Seperti orang yang kesetanan, wanita itu makan dengan rakusnya. Melahap ayam bakar bersama nasi dalam bakul tanpa menaruhnya diatas piring.
"Pelan-pelan saja, dinda" ujar sang raja sambil mengelus rambut wanita itu dengan penuh sayang meski tak digubris sama sekali.
Hingga waktu berlalu, wanita itu mulai terbiasa dengan perlakuan lembut sang raja terhadapnya.
Sampai sebuah panggilan datang dari ponselnya yang berdering, wanita itu mulai tersadar jika masih ada hal yang harus dia kerjakan.
"Kenapa?" tanya wanita itu masih dalam perlakuan lembut raja yang tak ingin lepas darinya.
"Aku sudah berhasil membawa Vee, bantu aku menurunkannya. Aku sudah ada di depan rumah ini. Cepat" sebuah perintah terdengar menyebalkan di telinga si wanita.
Tanpa banyak kata, wanita itu mematikan ponselnya dan segera beranjak untuk melihat ke depan rumah.
Dengan langkah terseok-seok, wanita itu merintih menahan sakit di bagian intinya untuk menyambut kedatangan tamu spesialnya.
"Lo kenapa lelet banget sih. Cepat bantuin gue nurunin Vee" bentak pria yang baru tiba.
Dan itu membuat raja sangat murka hingga membuatnya ingin mencelakai si pria.
"Tunggu! Dia adikku" ujar si wanita untuk mencegah keinginan raja.
"Siapa dia?" tanya pria yang baru tiba dengan pandangan aneh saat melihat penampilan kolot sang raja.
"Panjang ceritanya, lebih baik segera bawa masuk agar tak ada yang curiga" ujar si wanita.
"Sebentar!" kata raja.
"Ada kekuatan yang berusaha mengikutinya, sebentar akan aku hilangkan semua bekas dari bau orang ini agar siapapun yang mencarinya akan kehilangan jejaknya" tutur sang raja sambil mengangkat salah satu tangannya dan mulai memejamkan mata.
__ADS_1
Rupanya raja sedang menghilang semua bau yang keluar dari tubuh Vee agar siapapun yang ingin mencarinya akan kehilangan jejak.
Dan setelah semuanya dirasa aman, Raja, dengan kekuatan gaibnya membantu si wanita dan adiknya untuk memasukkan Vee ke dalam rumah itu.
Akal manusia memang tak bisa diragukan lagi, wanita itu malah punya rencana gila yang tak akan pernah Vee kira sebelumnya.
"Lo ikut masuk dan gue bakalan ikat kalian berdua. Dan tugas lo selanjutnya adalah, cari tahu sebanyak mungkin tentang mereka dari cewek bodoh ini. Setelah lo tahu banyak tentang mereka, kita atur rencana lagi biar bisa membalaskan dendam kita sama mereka" tutur si wanita yang diacungi jempol oleh pria yang mengaku sebagai adiknya itu.
Sementara si adik melakukan tugasnya, wanita itu menjaga dari luar bersama raja dan si pria berkupluk hitam.
Keberadaan sang raja sangat membantu karena ilmunya yang sangat tinggi tentu bisa sangat membantunya agar keberadaan Vee tak bisa terdeteksi oleh kekuatan manapun
Seolah hilang di telan bumi, Vee tak bisa dicari dimanapun baik oleh Seno, HoRoCi maupun wanita pemilik liontin dalam gelang yang Vee kenakan.
Di sisi lain, Seno, Aish dan Hendra yang meluncur menuju tempat camping para mahasiswa, harus menelan pil pahit saat melihat betapa kacaunya tempat itu.
Semua orang nampak sedang membersihkan area camping.
"Kak Seno" sapa Rey yang datang bersama James, saat melihat ketiga orang yang dikenalnya datang dan nampak sedikit bingung.
"Dimana Vee?" tanya Sebo tanpa berbasa-basi, diapun merasa geram pada dua kunyuk yang mau-maunya menuruti permintaan Vee.
James dan Rey saling pandang, seperti sedang melakukan telepati, keduanya belum juga menjawab pertanyaan Seno.
"Dimana Vee?" bentak Seno sedikit emosi.
Tentu hal itu membuat beberapa orang yang sedang bersih-bersih menyadari jika ada tamu yang datang. Dan bisa ditebak reaksi mereka tentu sangat senang karena kedatangan seorang artis terkenal ke kawasan perkemahan mereka yang amburadul.
Berbeda dengan reaksi dari Rey dan James yang sedikit ngeri.
"Ehm, maaf kak. Vee hilang" cicit Rey sedikit panik, pasti Seno akan marah dengan berita itu.
"Apa? Coba kamu ulangi lagi" kata Seno dengan auranya yang mengerikan.
"Vee hilang kak. Semalam ada angin ribut disini. Jadi kami semua masuk ke tenda masing-masing. Dan tadi pagi, waktu kita keluar tenda, keadaan sudah nggak beraturan dan anehnya, Rey ada diluar tenda Vee, sementara Vee sendiri nggak ketemu kak. Padahal sudah kita cari kemana-mana. Bahkan saat ini masih ada regu yang berpencar untuk mencarinya" ujar James menceritakan hilangnya Vee.
Sementara Rey masih terdiam, tak mungkin dia menceritakan kejadian semalam di depan banyak orang.
"Ah, sial. Dia pasti dalam keadaan bahaya" ujar Seno sambil mengusap wajahnya kasar.
Diapun memejamkan matanya agar bisa fokus untuk mencari keberadaan Vee. Tapi semuanya nihil. Seolah keberadaan Vee sedang disembunyikan oleh sesuatu yang tak kasat mata.
Tentu dia merasa bingung kali ini. Rasa frustasi membuatnya sedikit tak bisa berfikir jernih.
.
.
.
__ADS_1
.