
Pria berkupluk nampak senang dengan hasil kerjanya. Kamar pengap yang memang disediakan untuk melakukan kegiatan pengorbanan namun jarang digunakan ini telah disulap menjadi kamar yang harum dengan taburan kelopak bunga beraneka warna.
Ranjang empuk sudah siap digunakan dengan penerangan yang remang-remang agar suasana nampak syahdu.
Semua dilakukannya dengan seorang diri karena semua perlengkapan sudah tersedia jika sewaktu-waktu dibutuhkan seperti saat ini.
Melihat semua ini membuatnya teringat akan sesuatu. Saat sepasang pria dan wanita datang padanya beberapa bulan yang lalu untuk meminta bantuan agar melenyapkan seorang pria yang dituding sebagai pria yang bisa menghalangi keinginan kedua insan itu.
Pasangan yang sangat tampan dan cantik ini terlihat lugu dan sangat baik. Tapi siapa sangka jika di dalam hatinya tersemat kejahatan luar biasa yang membuat si pria berkupluk tertantang dengan permintaan mereka, apalagi dengan imbalan fantastis dari mereka jika tugasnya berhasil nanti.
Kedua insan itu mengaku sepasang saudara, padahal tak terlihat kemiripan dari keduanya. Tapi itu bukanlah hal yang penting bagi si pria berkupluk karena yang terpenting baginya adalah harta yang akan menjadi bayarannya nanti.
Semakin lama, kedua insan yang mendatanginya ternyata punya niat yang berbeda.
Si pria ingin sosok wanita yang biasanya mendampingi pria incarannya untuk bisa dimiliki, mungkin rasa cinta perlahan tumbuh seiring berjalannya waktu.
Namun di waktu yang berbeda, si wanita yang mengaku sebagai kakak dari pria itu datang dan berkata jika dia ingin pria dan wanita yang adiknya cintai itu dilenyapkan tak bersisa sekaligus keluarganya dan juga seorang wanita bernama Aishyah.
Karena si wanita menggilai suami dari Aishyah sejak pertama kali dia bertemu dengannya di masa SMA.
Dan sudah dua hari ini, wanita itu diberi mandat oleh adik lelakinya untuk berada disamping si pria berkupluk saat melakukan tugasnya mencelakai orang-orang yang mereka maksud.
Namun, sayang sungguh disayang. Tak ada siapapun yang bisa dipercaya selain keluarga. Si pria berencana menjadikan wanita cantik itu sebagai tumbal perawan untuk raja ular karena kekalahan yang dia derita saat melawan targetnya.
Harga diri pria berkupluk itu seolah tercoreng karena kalah ilmu dengan targetnya. Maka, jalan terakhir yang ditempuhnya adalah meminta bantuan pada sosok yang diyakininya sebagai raja ular sang penguasa lapisan bumi ketujuh, siapa lagi kalau bukan raja Antaboga.
Entah hanya dusta atau memang kebenaran yang sebenarnya, yang pria berkupluk inginkan adalah kekalahan dari targetnya. Karena selama ini rumornya sebagai pria berilmu tinggi sangat terkenal dan memang belum pernah terkalahkan.
"Aku yakin setelah ini kau pasti akan binasa, Ongkoseno Widjojo" gumam si pria berkupluk dengan keyakinannya.
Selesai dengan semua persiapannya, si pria berkupluk segera menemui sang raja ular, raja Antaboga yang telah keluar dari singgasananya.
"Ampuni hamba, kanjeng" tutur Pria berkupluk tak enak hati saat sang raja tak kuasa menahan hasratnya dan mulai mencumbui si wanita cantik sekedarnya.
"Tidak apa-apa, bagaimana persiapanmu? Sudah selesai semua?" tanya sang raja dengan antusias.
"Sampun, kanjeng. Kamarnya sudah siap, silahkan kanjeng bisa segera melakukan ritual yang kanjeng inginkan" ucap pria berkupluk dengan kepala tertunduk dan tangan tertakup.
Seringai jahat terukir di wajah tampan sang raja. Segera saja dia membawa wanita cantik itu dengan cara menggendongnya ke kamar persembahan.
__ADS_1
Tentu raja tak kesulitan menemukan letak kamar itu karena sudah beberapa kali dia mendatangi kamar itu untuk melakukan ritual sesuai keinginannya sebelum membantu pria berkupluk untuk menaklukkan musuh-musuhnya.
Wanita itu terlihat hanya menurut dan hanya tersenyum melihat ke arah mata sang raja ular yang berjalan dengan tubuh ularnya.
Sampai di kamar, raja segera menutup pintu dan mulai mendekati sang wanita yang sudah dibaringkan diatas ranjang.
"Kau sangat cantik, sayang. Bahkan lebih cantik daripada permaisuriku" tutur sang raja dengan tangan membelai seluruh permukaan wajah wanitanya.
"Terimakasih, yang mulia raja" tutur wanita itu tanpa ekspresi.
"Bagaimana bisa kau mendapatkan wajah secantik pualam seperti ini?" heran sang raja sambil terus memperhatikan wajah cantik di hadapannya.
"Bolehkan aku mengetahui asal usulmu terlebih dahulu sebelum kita mulai ritual kita, sayang?" tanya raja, rupanya sang raja sangat tertarik pada wanitanya kali ini. Hingga dia juga merasa perlu untuk mengetahui asal usul wanita itu.
"Sendiko dawuh kanjeng" tutur wanita itu dengan nada rendahnya, masih dengan wajah datar.
Raja mulai menggenggam tangan wanitanya, dan dengan kekuatan magisnya, dia bisa menyelami isi kepala wanita itu tanpa perlawanan.
Keduanya nampak saling memejamkan mata dengan tangan yang saling menggenggam erat.
"Aku sangat mencintaimu, sangat sangat cinta sama kamu" samar-samar raja mulai memasuki alam bawah sadar si wanita.
Terlihat wanita yang berbeda kali ini, dan nampak jika wanita di hadapan raja tengah berbicara pada sebuah foto yang ditempel di dinding kamar.
"Siapa dia?" gumam sang raja.
"Pokoknya aku harus bisa nyingkirin cewek sok alim yang lagi kamu pacari di sekolah. Dan cuma aku yang boleh dekat sama kamu. Titik!" kata wanita yang terlihat sangat menggilai pria di dalam foto.
"Aku cinta kamu, pokoknya aku cintanya cuma sama kamu" teriak wanita itu seperti kesetanan hingga membuat seorang pria tua tergopoh-gopoh memasuki kamar.
"Kenapa nak? Kenapa teriak?" tanya pria tua.
"Papa, pokoknya aku maunya cuma dia saja" tangis si wanita pecah di pelukan pria tua yang rupanya adalah papanya.
"Jangan nak. Dia itu dari keluarga terpandang, berbeda dengan kita yang hanya orang biasa" kata papanya.
"Nggak pa. Buktinya dia bisa dekat sama cewek gembel sebatang kara yang kastanya jauh dibawah kita. Kenapa aku nggak boleh ingin dekat sama dia, pa?" rengek si anak dengan manjanya.
"Kau tahu kan nak jika rasa sayang itu tidak bisa dipaksakan? Dan papa sudah tahu jika kejadian buruk yang menimpa cewek itu di sekolah adalah ulahmu" kata papanya, sontak membuat si gadis menatap heran.
__ADS_1
"Bagaimana papa tahu?" tanya si gadis tanpa rasa bersalah.
"Tak ada seorangpun yang membenci gadis baik itu di sekolah selain kamu. Tapi papa janji akan tutup mulut jika kau menghentikan semua perbuatanmu dan hiduplah dengan tenang" ujar sang papa.
"Nggak pa, pokoknya aku maunya dia jadi milikku. Dan mau tidak mau, papa harus mendukungku" kata si anak tanpa mau disanggah.
"Nak, cukup. Sudahi perbuatanmu atau kau akan terkena masalah nantinya" ujar sang papa mengingatkan.
"Pokoknya aku cuma mau dia saja, nggak mau yang lainnya. Kalau papa nggak mau dukung aku, lebih baik papa tinggalin aku saja kayak mama yang sudah ninggalin kita" teriak si anak histeris.
Dan saat gadis itu menatap penuh amarah pada sebuah foto, raja Antaboga terlihat heran karena wajah di dalam foto itu sangat mirip dengan wajah wanita yang diinginkannya namun dia memakai pakaian tertutup dengan senyum yang teduh.
"Sepertinya ini bagian dari ingatan yang tidak penting" ujar raja Antaboga yang mulai beralih ke ingatan yang lain.
Dan kini yang dia lihat adalah seseorang diatas brankar rumah sakit dengan wajah penuh balutan kain berwarna putih dan memakai baju hijau tosca khas pasien rumah sakit.
Hanya saja raja Antaboga tidak bisa memastikan dimana tempat itu karena sangat asing baginya dan tak ada di dunia bagian bawah, tempatnya selama ini bersemayam.
"Kau pasti akan segera pulih dan bisa segera keluar dari rumah sakit jika patuh pada aturan dan selalu mengikuti arahan kami" ujar seseorang yang lagi-lagi nampak asing di mata raja.
"Tentu dokter, saya sudah tidak sabar melihat hasilnya. Yang saya mau, saya harus sama persis dengan wanita itu" tutur orang diatas ranjang sambil menunjuk foto wanita cantik yang sedang raja selami pikirannya, tapi wanita di dalam foto itu terlihat sedang mengenakan pakaian tertutup.
"Jangan khawatir, operasinya pasti lancar" ujar sang dokter dengan senyum lebar.
"Aku tidak mengerti dengan semua ini" ucap sang raja yang memilih beralih pada ingatan lainnya.
Dan kini, di tempat yang berbeda, raja dibuat takjub saat melihat dua wanita yang terlihat persis tapi dengan penampilan yang berbeda.
Satu dari mereka nampak mengenakan pakaian tertutup dan yang lainnya memakai pakaian terbuka dan ada juga seorang pria di tengah mereka.
"Menarik sekali, bagaimana kau bisa menjadi sama persis dengan orang lain?" tutur sang raja yang memilih untuk menyudahi aksinya karena sudah sangat menginginkan pergumulan dengan mangsanya yang akan menjadi tumbal untuk menyalurkan hasratnya.
Wanita itu hanya diam dan menikmati setiap sentuhan yang raja berikan di permukaan kulit tubuhnya.
Terlihat raja sedang melilit tubuh wanitanya dengan posesif. Separuh bagian tubuhnya masih berupa ular, meski sebagian yang lain sudah seperti manusia.
Raja belum ingin mengubah wujudnya menjadi manusia sempurna.
.
__ADS_1
.
.