
"Aku lagi dimana ini?" tanya Mommy yang seolah sedang terdampar di sebuah gubuk dengan penerangan yang minim.
"Tempat apa sih ini?" keluhnya lagi saat mengamati keadaan di sekitarnya.
Banyak sekali laron yang mengerubuti lampu kecil di tengah ruangan yang berpendar cahaya kekuningan. Hingga membuat sinarnya yang redup semakin terlihat remang.
Bau ruangan yang sedikit apek membuat hidung mommy terasa penuh debu. Sesekali beliau harus menguceknya agar terasa sedikit longgar.
Bugh!!
Debum suara benda terjatuh mengagetkan mommy yang masih berselonjor kaki diatas dipan usang dengan tikar pandan buluk diatasnya.
"Hahahaha" suara tawa menggelegar membuat sekujur bulu di tubuh mommy meremang.
Baru sekali ini dalam hidupnya, mommy merasakan ketakukan yang sebenarnya. Biasanya beliau tak pernah percaya dengan yang namanya tahyul. Dan saat pertama kali menghadapinya, mommy berharap jika semua ini hanya mimpi saja.
Sesosok makhluk tinggi tambun dengan kulit kehitaman dan rupa menyeramkan nampak menyeringai kepada mommy yang ketakutan.
Langkahnya yang perlahan mendekati mommy semakin membuat wanita paruh baya itu menggigil ketakutan.
"Si... Siapa kamu? Jangan dekati aku!" kata mommy terbata dengan kedua tangan yang mengepal seolah memberi perlawanan.
"Hahahaha.... Wanita cantik untuk Bogo, wanita cantik untuk jadi istri Bogo" tawa sumringah makhluk menyeramkan itu semakin membuat mommy ketakutan.
Sepertinya makhluk itu tertarik pada mommy yang masih saja terlihat cantik di usianya yang sudah tak lagi muda.
"Pergi kamu! Jangan dekati aku! Pergi" pekik mommy yang semakin gemetaran saat Bogo yang semakin dekat dengannya.
"Hahahaha.... Bogo senang... Bogo senang karena kamu yang akan menjadi istri Bogo selanjutnya" ujar makhluk aneh itu.
Demi apapun, Mommy lupa dengan semua hafalan yang pernah dia ajarkan pada Seno saat masih kecil dulu.
Mommy sampai pusing saat menahan bau dari tubuh Bogo yang menyengat ditambah lagi mommy harus berusaha mengingat apapun yang bisa diucapkan demi mendapatkan pertolongan dari Tuhan.
Persis saat langkah Bogo mencapai akhir untuk menjangkau mommy, seketika teriakan takbir keluar dari mulut mommy dengan sangat kerasnya.
"Allahuakbar!!" teriak mommy yang hanya mengingat satu kalimat itu saja.
Nyatanya sudah membuat Bogo harus memundurkan langkahnya dengan nafas yang sangat memburu. Dan mata yang semakin mengganas berkilat ungu mengerikan.
"Allahuakbar... Allahuakbar... Allahuakbar" teriak mommy semakin menjadi-jadi dan lebih bersemangat demi bisa menjauh dari Bogo yang semakin marah dan menggeram ngeri.
"Berhenti bicara atau aku pukul kau" ancaman Bogo malah membuat mommy semakin gencar melantunkan takbir.
"Sialan" teriak Bogo sambil mengibaskan tangannya ke wajah mommy hingga membuat wanita itu kembali tak sadarkan diri.
"Hahahaha" tawa renyah Bogo yang nampak senang karena berhasil membuat mommy diam dan pingsan.
Namun di dunia nyata, sesaat setelah selesai menikmati burger yang Hendra bawa, mommy ketiduran di sofa tuang tamu.
Kondisinya yang tidur seolah tak bernyawa membuat Aish dan Hendra semakin khawatir dan berusaha membangunkan mommy setelah Hendra tak melihat makhluk aneh itu menguasai tubuh mommy.
"Astaga, mommy muntah darah, princess" ujar Hendra semakin khawatir.
Segera Aish dibantu seorang ART membersihkan wajah dan beberapa anggota tubuh mommy yang terciprat muntahan darah dari mulutnya
Sedangkan mata mommy masih enggan untuk terbangun. Tapi kini racauan tak jelas mulai keluar dari mulut mommy dengan buliran keringat sebesar biji jagung yang keluar dari keningnya.
"Ya Tuhan, mommy kenapa sih, Hen?" tanya Aish yang sudah tak bisa membendung air matanya.
Sambil membacakan lantunan doa, Aish yang duduk di dekat mommy sesekali nampak sibuk menyeka buliran keringat yang masih saja turun.
Sesekali tubuh mommy nampak bergetar dengan racauan yang semakin tak jelas, dan disaat seperti itu Aish semakin memperdalam doanya dan diperdengarkan di dekat telinga mommy.
Di alamnya, Bogo tengah bahagia karena mendapat mainan barunya setelah sekian lama dia dikurung oleh pria berkupluk setelah terakhir kali dia dilumpuhkan olehnya.
__ADS_1
Tawa membahana membuat telinga mommy sedikit sakit karena Bogo yang sangat bersemangat ingin menjangkau mommy.
"Pergi kamu dasar makhluk aneh" teriak mommy menutupi rasa takutnya.
Mommy semakin meringkuk saat Bogo sudah ikut naik diatas ranjang usang itu. Dengan kedua tangan menutupi telinga karena sangat takut, mommy hanya bisa menggelengkan kepalanya saat Bogo berusaha membelai wajah cantik Mommy Seno yang ketakutan.
"Sudah sangat lama aku tidak bercumbu dengan manusia, hahahaa.... Kau jangan takut, cantik. Kalau kau mau mengikuti kemauanku, maka aku kan memberimu kecantikan yang abadi di dunia" ujar Bogo sambil membelai wajah mommy meski selalu mendapat penolakan.
Seolah mendengar bisikan ayat suci yang Aish lantunkan di telinga mommy, wanita itu perlahan mengikuti merdunya suara Aish saat melantunkannya.
Tentu hal itu semakin membuat Bogo beringas mengerikan karena merasakan panas di tubuhnya. Rupanya Aish tengah menuntun mommy untuk membaca ayat kursi.
"Diam! Hentikan bacaanmu itu dasar wanita bodoh!" teriak Bogo yang harus menjaga jarak dari mommy yang semakin mengeraskan volume bacaannya.
Bogo sampai harus turun dari ranjang buluk itu karena rasa panas saat mendengar lantunan ayat dari mulut mommy.
Kembali tangan Bogo harus bergerak, memukul lagi wajah mommy agar menghentikan bacaannya yang menyakitkan.
Meski sudah tak bertenaga karena pukulan bertubi-tubi yang Bogo berikan, bibir mommy masih saja melantunkan ayat suci agar Bogo tak lagi menguasai tubuhnya.
Aish menangis sesenggukan sambil terus melantunkan ayat-ayat yang dia hafal. Sambil sesekali mengelap keringat dan darah yang kadang ikut keluar dari mulut mommy.
"Ya Allah, lindungilah mommy apapun yang sedang dia alami. Kuatkanlah jiwa dan raganya hingga kau sudahi rasa sakit yang sedang dialaminya" doa tulus Aish seolah terdengar.
Dengan langkah tergopoh-gopoh, Seno datang dengan papanya yang masih nampak lemas di belakangnya.
"Apa yang terjadi dengan ibu saya?" tanya Seno menghampiri ibunya yang tergeletak di atas sofa.
"Ya Tuhan... Ada apa dengan Mommy, Aish?" tanya papi Seno tak kalah khawatir.
"Aish tidak tahu om. Sepulang dari masjid tadi tingkah laku mommy jadi aneh. Dan setelah Seno menelpon tadi, tiba-tiba Mommy pingsan dan beberapa kali muntah darah" ujar Aish ketakutan dengan air mata yang semakin menggenang.
"Orang itu tak main-main rupanya. Saya harus segera menyelamatkan ibu" kata Seno geram.
__ADS_1
Apalagi melihat kondisi wanita yang biasa cerewet itu jadi seperti ini membuat Seno takut jika kedatangannya terlambat.
"Tolong kalian bantu dengan doa. Saya akan berusaha menjemput ibu disana" ujar Seno yang sebenarnya tak dimengerti oleh satupun orang disana.
Tapi tentu mereka kompak menyetujui permintaan Seno demi keselamatan mommy.
Dengan sedikit tergesa, Seno duduk bersila di dekat mommy yang tubuhnya semakin gemetaran dan keringatnya juga masih bercucuran.
Suasana mencekam sangat terasa di ruangan itu. Semua orang nampak cemas dan berusaha kuat untuk saling menenangkan.
Aish mengawali, mengajak semua yang ada di ruangan itu kecuali Hendra, untuk membuka surat Yasin dan membacanya bersama-sama.
Sementara Hendra terlihat khusyuk dengan cara berdoanya sendiri. Meski sendiri, Hendra tulus dalam berdoa demi keselamatan Mommy yang sudah dianggapnya sebagai orang tua.
Seno sudah siap, rapalan mantra untuk membawanya ke alam lain sudah terbaca sempurna.
Sebelum pergi untuk menjemput ibunya, Seno menyempatkan diri untuk melihat sekeliling demi mencari dukungan dan memastikan jika mereka kuat untuk bersama menghadapi masalah ini.
Lantunan mantra terakhir yang dibacanya membuat pemuda itu nampak hilang kesadaran sambil duduk bersila dan bersender di sofa di bawah kaki ibunya.
Seolah memasuki portal aneh, kembali Hideo yang melepaskan jiwanya dari tubuh Seno sedang berusaha memasuki pintu gelap seperti hologram.
Jiwanya seolah tertarik oleh magnet yang sangat kuat dan menghisapnya. Rasanya seperti saat kau bermimpi jatuh dari ketinggian.
Tak mungkin rasanya kalau mulut ini tak ikut berteriak.
"Aaaahhhh" teriakan panjang Hideo seolah tak ada habisnya saat jiwanya terserap oleh portal dimensi lain.
Akankah dia bisa menemukan keberadaan ibunya?
Masih adakah waktu tersisa untuk menyelamatkan wanita yang sudah dianggapnya ibu?
Berjuanglah, Hideo!
.
__ADS_1
.
.