Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu

Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu
sebuah rencana


__ADS_3

"Apa yang kamu inginkan, anak muda?" tanya seorang pria berkupluk hitam. Dari penampilannya, sepertinya dia bukan siapa-siapa.


Tapi dari rumor yang beredar, dia adalah satu-satunya orang yang memiliki kemampuan warisan dari leluhurnya di bidang ilmu hitam.


Ilmu hitam asli dari Kerajaan Tebo Agung yang kini sudah tak diketahui lagi bagaimana kelanjutan dari kerajaan itu.


"Saya ingin orang di dalam foto itu menderita, mbah" jawab pemuda itu, sambil menyerahkan selembar foto pria tampan ke tangan pria berkupluk.


"Kenapa?" tanya si pria.


"Karena dia telah membuat kakak perempuan saya bunuh diri, mbah. Kakak saya adalah satu-satunya keluarga yang saya punya, dan orang ini telah menjadi penyebab kematiannya. Saya sangat membencinya dan seluruh keluarganya" jawab pemuda itu.


"Sebentar saya terawang dulu" kata si pria berkupluk hitam.


Suasana menjadi hening saat pria itu memejamkan mata sambil berkomat-kamit. Sedangkan di pemuda yang juga ditemani seorang wanita cantik di sisinya malah memandangi ke sekeliling ruang tamu sederhana yang sedang dia masuki.


Ruang tamu yang biasa, tak ada benda-benda klenik yang menandai bahwa pemilik rumah itu adalah orang pintar ataupun dukun. Hanya sebuah hiasan kepala banteng dan kepala rusa dengan tanduk yang panjang menggantung di dinding ruangan.


"Aarggh" seru pria itu mengagetkan si pemuda yang tengah menelisik isi ruangan.


"Siapa pria ini?" tiba-tiba pria itu bertanya pada si pemuda saat membuka matanya.


"Dia adalah seorang artis terkenal yang sebenarnya beberapa bulan yang lalu telah berhasil saya lumpuhkan, mbah. Tapi entah bagaimana caranya, pria itu bisa kembali dan selamat dari racun mematikan yang telah saya berikan padanya" ungkap si pemuda.


"Pemuda ini sudah mati" kata pria berkupluk dengan pandangan tajam.


"Maksudnya mbah?" tanya si pemuda.


"Jiwa asli dari pemuda ini memang sudah mati, nak. Tapi sepertinya ada jiwa tersesat lain yang menempati tubuhnya, jiwa lama yang menempati raga baru" kata si pria dengan senyum liciknya.


"Saya tidak mengerti mbah, lantas apa yang harus saya lakukan? Saya sangat membenci raga itu, sekaligus jiwa baru yang mbah maksudkan" kata si pemuda.


"Tapi memang saya pernah melihatnya tiba-tiba hilang, dan tiba-tiba saja muncul kembali, mbah. Jadi, dia bukanlah orang yang asli?" tanya si pemuda.


"Pertahanannya sangat kuat, ilmu kuno yang dimilikinya sangat asli. Bahkan lebih kuno daripada ilmu yang kumiliki. Tapi tenang saja, dia masih beradaptasi dengan raganya. Jadi, aku masih bisa menyerangnya dengan ilmu ku. Apa yang kau inginkan dari orang itu?" tanya si pria berkupluk.


"Saya ingin mbah menyerang orang tuanya dulu, agar dia tahu bagaimana rasanya kehilangan keluarga di depan matanya. Lalu, untuk kekasihnya, biar menjadi urusan saya" kata si pemuda.

__ADS_1


"Hahahaha, kau sendiri rupanya telah jatuh hati pada wanitanya, ya nak?" ejek si pria berkupluk.


"Tidak, hanya saja saya ingin tangan saya juga turut serta untuk menghancurkan pria ini, mbah" jawab si pemuda.


"Hahahaha, tidak usah mengelak, nak. Aku tahu isi hatimu, memang kekasihnya sangat lugu dan cantik. Aku tak heran jika kau juga mengaguminya" kata si pria berkupluk.


Pemuda itu tak bisa lagi berbicara, membuat wanita yang ikut datang ke rumah itu menggeleng tak percaya.


"Jadi, kau menyukai pacarnya?" tanya si wanita.


"Diam kau" bentak si pemuda membuat wanita itu menutup mulutnya.


"Hahaha, sudahlah. Aku hanya ingin jiwa ini menjadi pengikutku. Aku yakin jika aku berhasil menjadikannya budak, maka aku akan semakin sakti. Sedangkan untuk jiwa-jiwa lemah di sekitarnya adalah hal yang sangat mudah. Kau tunggu saja dengan santai di rumahmu. Tak lebih dari satu minggu dari sekarang, pria itu dan seluruh keluarganya pasti akan tamat" kata si pria berkupluk dengan sangat yakin.


"Baiklah, jika ucapanmu benar maka aku akan membayarmu dengan sebuah rumah mewah di kawasan perumahan X. Dan uang yang sangat banyak. Ini sebagai tanda jadi, uang muka dariku" kata si pemuda memberikan sebuah amplop coklat kecil dengan sejumlah uang.


Pria berkupluk itu melihat isi amplop dan tersenyum senang.


"Awal yang baik. Aku akan melakukan tugas ini dengan sangat hati-hati. Kau tunggu saja di rumahmu dan bersantailah" kata si pria berkupluk.


"Jadi, kau menyukai pacarnya? Cewek kriwil yang nggak banget itu?" ejek si wanita.


"Dia bahkan lebih baik darimu, brengsek" umpat si pemuda.


"Hahahaha, tentu saja aku lebih baik daripada dia. Untung saja sekarang aku mencintai Richard, bukannya teman artisnya itu. Kalau tidak, aku akan mendapat bekas dari cewek udik yang kriwil dan enggak banget" kata si wanita yang membuat pemuda itu semakin geram.


"Brengsek, diam dan tutup mulutmu. Aku akan buktikan kalau Vee itu lebih baik darimu, brengsek" kata si pemuda.


Keduanya pun kembali ke rumahnya tanpa suara. Hanya Deru mobil dan kendaraan yang terdengar dengan emosi di dalam hati masing-masing.


Sungguh, rasa cinta yang tak terarah akan membuat semuanya rusak. Hakikat cinta untuk saling melindungi malah membuat kehancuran jika Cinta itu bersemayam di dalam hati yang kotor.


★★★★★


"Seno, besok ikut papa meeting ke Bandung ya. Sekalian kamu belajar menemui klien" kata Papa Seno saat sarapan.


"Iya, yah" jawab Seno singkat.

__ADS_1


"Aku boleh dong ikut acara campingnya, kak? Lagian kakak kan juga ikut papa" ujar Vee.


"Terus mama gimana dong?" kata Mama Seno.


"Ibu bisa meminta Aish untuk menemani ibu" kata Seno.


"Dan untukmu, jangan berharap jika saya akan mengizinkanmu, Vee. Tetap di rumah dan kerjakan saja tugas rumahmu. Jangan pergi kemanapun dalam beberapa minggu ke depan selain kuliah" Seno melarang istri nakalnya itu pergi.


Bukan tanpa alasan, hanya saja sejak kemarin dia merasa ada sesuatu yang sedang mengincarnya, dan juga keluarganya.


Instingnya mengatakan jika akan ada hal besar yang akan terjadi saat mereka berjauhan satu dengan yang lainnya.


"Tapi kenapa malah kak Aish yang disuruh menemani mama?" tanya Vee bingung.


"Akan lebih aman jika kalian bersama. Bukan hanya ibu, tapi kamu juga harus tetap bersama, dirumah. Jangan pergi kemanapun, terutama saat saya tidak ada di rumah, Vee. Ingat itu" tegas Seno dengan raut yang sangat serius.


"Kamu takut sekali kalau istrimu diambil orang ya, Seno?" canda sang papa.


"Lebih dari itu, ayah. Karena saya merasa ada yang sedang mengintai keluarga ini. Dan satu-satunya cara untuk bisa menyerang dengan mudah adalah saat kita tidak bersama" kata Seno dengan sangat serius.


"Ah, sayang. Kamu membuat mommy merasa takut saja. Sudahlah, kamu pergi saja dengan papi. Kami pasti bisa menjaga diri dengan sangat baik. Kamu jangan khawatir begitu ya" ucap mommy Seno.


"Iya bu, Saya berkata seperti ini karena saya sangat menyayangi kalian semua" ucap Seno tulus, tapi wajahnya masih saja datar.


Mommy Seno yang mendengar itu tentu sangat bahagia. Setidaknya, meski sekarang Seno sedikit lebih pendiam tapi dalam hatinya masih tetap menyayangi keluarganya.


"Hemm, oke sekarang aku diam. Tapi bukan Vee namanya kalau tidak bisa menuruti kata hati" Vee mulai menyusun rencana di otaknya.


"Perkataan bunda saja banyak yang aku langgar, apalagi cuma kamu Kak Hideo. Memangnya siapa kamu, sudah berani-beraninya mengatur hidupku sampai seperti ini" gumam Vee yang masih saja tak terdengar oleh pendengaran Seno.


Senyum smirk Vee terpampang samar, dia masih teguh untuk terus mengikuti acara camping di kampusnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2