Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu

Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu
Harapan


__ADS_3

"Kau ingin merayuku ya, putri cantik?" tanya raja ular pada putri yang sejak tadi saling berpandangan dengannya.


"Tidak, untuk apa aku merayumu? Aku tak suka dengan pria hidung belang. Bahkan aku menjadi seperti ini karena menghabisi pria yang tak setia" ucap putri dengan santainya, masih dengan mengamati kuku panjang nan cantik yang semua seolah tercipta begitu sempurna.


"Oh ya? Tapi sepertinya aku sedikit mengagumimu, kau bisa menjadi selir di istanaku. Bersama akan kita rengkuh kebahagiaan dunia" ucap raja ular dengan bangganya, berjalan mendekati sang putri menggunakan kakinya yang berupa tubuh ular dengan sisik-sisik yang berwarna hijau keemasan.


"Berani sekali kau merayu wanita lain di hadapanku, raja Anan?" tanya Helen dengan nada rendahnya, menyiratkan kekecewaan yang tumbuh karena baru tadi pagi mereka berdua menghabiskan waktu bersama sampai dia susah untuk berjalan.


Tapi sekarang, didepan matanya sang raja sudah berani merayu wanita lain. Ya, meski putri itu berasal dari dunia astral, tapi dia juga berupa wanita yang tak kalah cantiknya dari Helen.


Bahkan putri itu memiliki kekuatan yang tak dimiliki oleh Helen. Kekuatan mistis yang cukup tinggi.


"Oh, rupanya kau merasa cemburu ya, sayang?" ujar sang raja sambil terkekeh.


Pemandangan yang membuat Vee merasa mual. Karena Helen masih saja tak menyadari betapa buruknya rupa sang raja di mata manusia normal.


Tapi tentu berbeda dalan pandangan Helen dan Daren saat ini. Raja sedang terlihat sangat tampan mempesona meski separuh tubuhnya adalah ular yang bersisik, dan separuhnya lagi bertubuh manusia dengan mahkota dan tongkat sakti di tangannya.


"Tenang saja, kaupun masih akan tetap mendapatkan posisi yang sama dengannya. Sebagai selir yang akan aku datangi saat aku ingin berhubungan dengan manusia di alammu, sementara Putri cantik ini akan menjadi selirku yang akan menemaniku di istana ular" lanjut sang raja memberi penjelasan terhadap Helen yang nampak cemberut.


Helen hanya merasa bahwa masih membutuhkan raja ular untuk meneruskan rencananya kali ini. Rencana yang sudah bisa dipastikan keberhasilannya agar bisa mencapai keinginannya untuk bisa hidup bahagia bersama Richard, pujaan hatinya yang sedang bersama wanita lain, yaitu Aishyah.


"Hemm, rupanya ikatan di tanganmu sudah terbuka ya? Kasihan sekali tanganmu jadi lecet begini" ujar Daren sambil mengangkat tangan Vee setelah meletakkan nampan di dekatnya.


"Jangan sentuh aku" ucap Vee yang sudah menarik tangannya dengan kasar.


"Uwoo, kasar sekali. Tapi gue yakin kalau di hati lo ini, masih ada kan nama gue? Hahaha" kata Daren yang kemudian disusul suara tawa riangnya.


Puas sekali lelaki itu setelah tahu jika sebenarnya bukan hanya dia yang memiliki perasaan khusus terhadap Vee, tapi sebaliknya, Vee juga sebenarnya memiliki perasaan padanya meski masih berawal dari kekaguman secara fisik.


"Najis" kata Vee lirih, kini perasaan di hatinya untuk Daren sudah benar-benar hilang.


Dia meyakini jika memang Seno lah pria yang ditakdirkan bersamanya untuk mengarungi hidupnya di dunia.


Entah dalam jiwanya bersemayam Hideo atau bukan, yang jelas jiwa asli dari Ongkoseno Widjojo pun sebenarnya memiliki perasaan yang sama terhadapnya.


Sekelebat bayangan yang dulu sempat Vee saksikan, bahwa jiwa Seno memiliki perasaan khusus terhadapnya. Perasaan yang sebelumnya belum Vee ketahui apa itu artinya.


Kemarin saat egonya masih bertanya-tanya dan membuatnya harus bersikap nakal dan tak mematuhi perintah Seno, membuatnya harus tahu rasanya sebuah penyesalan.

__ADS_1


Ternyata diapun sebenarnya menyukai, mengagumi dan bahkan membutuhkan sosok Seno sebagai pendamping, pengingat dan penolongnya disaat dia sedang kesulitan.


Bagai timbangan, Seno menyeimbangkan sikap Vee di setiap momen.


Vee yang kekanakan selalu mendapat nasehat dari Seno yang berfikir lebih dewasa. Vee yang sedikit bodoh, selalu mendapatkan bantuan dari Seno yang cerdas. Dan Vee yang ceroboh, selalu diingatkan oleh Seno yang perfeksionis.


"Tapi aku nggak suka kalau raja dengan sadar ingin menduakan aku" teriakan Helen membuyarkan lamunan Vee.


Rupanya sudah ada drama yang terlewatkan karena lamunan Vee. Nampak Helen yang marah karena Raja ular sedang merayu putri.


"Tentu tidak, sayang. Kau juga yang terbaik. Karena selain cantik, kau juga telah memberikan nektar bunga pertamamu padaku, kan?" kata raja ular untuk membujuk Helen.


Dan kini, raja yang ingin mendamaikan hati Helen telah membawa wanita itu dalam gendongannya untuk keluar ruangan menuju kamar lain dan segera menutup kembali pintunya. Entah apa yang ingin sang raja lakukan di dalam sana hanya berdua bersama Helen.


Tapi dalam sekejap mata, sang raja sudah kembali ke ruangan tempat Vee disekap untuk menemui sang putri.


"Hahaha, jadi kau menggandakan diri hanya untuk tak membiarkan aku pergi, raja?" tanya sang putri setengah mengejek.


"Jangan kau kira aku tak tahu apa yang sudah kau lakukan sejak tadi, wahai putri yang cantik" ucap raja yang berdiri dengan sangat dekat dengan putri yang nampak risih.


"Apa maksudmu?" tanya Putri sedikit bergetar.


"Ah sakit, lepaskan" rengek putri.


"Sekarang kau tahu rasanya sakit?" tanya raja sambil menarik putri keluar ruangan, memaksanya untuk masuk ke dalam kamar lain yang bersisian dengan tempat dimana tadi dia membawa Helen masuk.


Meski meronta, tapi raja berhasil membawa putri ke dalam kamar itu dan membiarkan Daren yang sudah punya rencana lain terhadap Vee.


"Hahaha, raja cabul itu sudah pergi, Vee. Bersama dengan cewek brengsek yang mengaku sebagai kakak gue, dan juga putri yang lo harap bisa menyelamatkan lo" kata Daren sambil menutup pintu dengan kakinya.


"Sekarang, boleh lah kita sedikit bermain-main. Kita uji, seberapa tangguh lo sebagai seorang cewek" kata Daren dengan senyum smirknya.


Sementara si pria berkupluk hitam sedang sibuk dengan dupa dan sesajennya agar sang raja ular tak kehilangan kesaktiannya untuk membantu semua rencananya sampai akhir, sampai mereka bisa menyelesaikan rencana mereka.


Dengan kesaktian yang dimiliki, sang putri tentu sedang berjuang seorang diri di dalam kamar itu. Raja ular sebenarnya sedang menghadapi sosok yang tidak lemah. Hanya saja putri sangat pandai menyembunyikan kesaktian yang dia miliki.


Putri juga ingin sedikit bermain-main dengan musuhnya. Untuk bisa mengulur waktu sampai Seno datang. Karena bagaimanapun, jika bertarung sendirian putri akan kalah di tangan sang raja.


Dalam kamar itu, Vee bergidik ngeri saat Daren mengeluarkan sebuah silet dari dalam saku celananya.

__ADS_1


Dengan senyum misterius, Daren mendekati Vee yang nampak lemas kurang tenaga.


"Kau tahu Vee, sebenarnya kakakku Helen sangat mencintai Senopati, pacarmu itu" ucap Daren yang membuat Vee terkejut.


"Bohong! Jadi, artis yang telah menyakiti hati kakakmu itu kak Seno? Kau tidak sedang berbohong kan, kak?" tanya Vee terbata.


"Tentu aku berbicara jujur. Karena rasa yang bertepuk sebelah tangan itu membuatnya harus memutuskan untuk bunuh diri" kata Daren lirih.


"Kau tahu kan Vee kalau dia itu satu-satunya saudaraku. Dan sekarang aku sendirian! Sementara sekarang Seno dengan bangganya memilihmu dan bodohnya aku yang memiliki perasaan padamu" teriak Daren penuh amarah.


Satu goresan dari tajamnya silet mengenai lengan Vee bagian atas. Hingga menimbulkan rasa perih disertai rembesan darah segar dari luka yang ditimbulkan.


"Ahh! Sakit kak" kata Vee lirih sambil mengernyit menahan sakit.


"Oh, kasihan. Gue nyakitin lo, ya?" tanya Daren seperti orang yang penuh kasih sayang.


Tangannya terulur untuk ikut mengusap luka di lengan atas Vee agar darahnya berhenti menetes.


"Asal lo tahu Vee. Rasa sakit ini tidak sebanding dengan sakitnya hati gue saat melihat lo dekat dengan Seno dan mengingat kakak gue yang sudah mati" ucap Daren ingin menangis, pria itu meletakkan kepalanya di bahu Vee sambil merengek manja.


Sementara Vee malah menggeliat seperti cacing kepanasan untuk bisa mengusir Daren dari pundaknya.


"Lo ini kenapa tidak bisa diam sih, Vee?" keluh Daren sambil mengangkat kepalanya.


"Lo masih berharap bakalan ada bantuan datang, ya?" tanya Daren.


"Mustahil, karena nggak ada satupun orang yang tahu keberadaan tempat ini, Vee. Apalagi raja ular mesum itu sudah melindungi seluruh area rumah ini dengan mantranya. Jadi, mustahil ada orang yang bisa melihat rumah ini dari luar" kata Daren senang, dia sudah sangat yakin jika semua berjalan sesuai rencananya.


Tanpa diduganya bahwa ada sosok putri yang secara diam-diam telah memberikan kabar tentang Vee pada Seno.


Apakah Seno bisa datang tepat waktu untuk menyelamatkan Vee?


Dan bisakah orang-orang yang tadi telah Seno hubungi menemukan rumah tempat Vee disekap meski rumah itu telah dikelilingi oleh tembok tak kasat mata yang membuat semua tak bisa terlihat?


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2