
"Amankan pria itu tanpa banyak menimbulkan suara. Saya akan mengurus anak saya" ternyata bantuan pertama yang datang untuk menolong Vee berasal dari Yudha.
Papa angkat yang memang sangat menyayanginya itu terlihat sangat geram saat melihat kondisi anaknya yang mengenaskan.
"Siapa kalian? Kenapa bisa masuk ke dalam rumah ini?" Daren yang terkejut dengan kedatangan segerombolan pria berjas formal layaknya body guard profesional bersama Beberapa orang berbaju santai hanya bisa pasrah saat sebuah bogem mentah mendatangi tengkuknya hingga membuatnya tak sadarkan diri.
"Vee, sayang. Kau bisa dengar suara papa, nak?" tanya Yudha yang sudah mengambil alih Vee dari pangkuan Daren.
"Ikat pria itu, sumpal mulutnya juga" kata Yudha yang terlihat sangat geram saat melihat kondisi Vee.
"Bagaimana keadaan rumah ini? Apa kekuatan kalian bisa menandingi mereka yang menurut Seno memiliki kekuatan yang sangat tinggi?" tanya Yudha pada bawahannya.
"Maaf tuan, aura dari salah satu makhluk disini sangat kuat sekali. Kami tidak yakin untuk bisa menandinginya" jawab anak buahnya dengan jujur.
Lebih baik mengatur strategi terlebih dahulu dengan sangat baik daripada harus langsung berhadapan dengan makhluk tak kasat mata yang memiliki kemampuan diatas mereka hingga membuat mereka harus berakhir sia-sia.
"Baiklah, kita tunggu saja disini dan tetaplah kalian tutupi kehadiran kita agar mereka tak bisa merasakan aura kita yang sudah memasuki kawasannya" kata Yudha sambil terus berfikir.
"Baik tuan" ucap beberapa orang yang sengaja Yudha bawa untuk membantunya.
"Beberapa menit lagi pasti Seno akan datang. Sementara itu, saya akan membawa anak saya pergi dari sini. Dan beberapa dari kalian tetaplah berada disini untuk menjaga anak itu" perintah Yudha agar Daren tak kabur.
"Baik tuan" ucap beberapa diantaranya.
Gerombolan itu berpecah, beberapa orang ikut Yudha untuk melindunginya dan beberapa yang lain berjaga di dalam kamar itu sembari menunggu kedatangan Senopati sesuai perintah tuannya.
Sebenarnya Yudha bukanlah orang yang percaya terhadap hal yang berbau mistis seperti ini. Tapi daripada berakhir sia-sia, maka dia ikut saja apa yang Seno sarankan sebelum mendatangi rumah dimana Vee disekap kali ini untuk menjaga keamanannya.
Menggendong Vee ala bridal style, Yudha terlihat sangat khawatir dengan keadaan putrinya itu. Langkahnya yang tergesa menimbulkan suara sedikit gaduh hingga membuat Viona keluar dari kamarnya bersama sesosok makhluk aneh disampingnya.
"Ada penyusup rupanya" kata Viona mengagetkan Yudha yang tengah panik.
Seketika pria itu menoleh ke arah sumber suara dan melihat pemandangan aneh yang baru dia lihat untuk pertama kalinya dalam hidup.
"Astaga, makhluk macam apa ini!" gumam Yudha saat melihat seorang pria setengah ular.
__ADS_1
"Maaf tuan, sosok inilah yang saya maksud memiliki aura yang sangat kuat" bisik salah seorang bawahannya untuk memperingatkan Yudha.
"Jadi kalian yang mengincar anak saya selama ini?" tanya Yudha dengan santainya.
Pengalaman hidup membuatnya harus ekstra hati-hati dalam menangani semua permasalahan.
Meski dari segi umur tentu raja ular lebih unggul daripada Yudha. Tapi pria itu harus berusaha untuk menjaga Vee dengan segenap hatinya.
"Makhluk macam apa kamu ini? Terlihat sangat aneh" kata Yudha mengomentari penampilan raja Anantaboga.
"Kau pikir aku aneh? Kau sendiri terlihat seperti apa?" kata dang raja yang malah menanggapi ucapan Yudha.
"Kau lihat sendiri saja bagaimana penampilanku. Meski usiaku sudah tak lagi muda, tapi ketampananku adalah suatu hal yang natural dan aku tak pernah memodifikasi wajah ini. Wajah yang para wanita idamkan" kata Yudha yang sempat-sempatnya membanggakan dirinya sendiri, masih dengan Vee di dalam gendongannya.
"Heh? Apa katamu? Kau tampan?" ejek raja ular merasa tak terima karena memang dia sedang malih rupa agar bisa menjerat Viona ke dalam pelukannya.
"Tentu saja, pasti rupamu terlihat berbeda jika dilihat oleh gadis itu bukan? Sedangkan aku, semua orang melihat wajahku sama. Tak berbeda sepertimu di mata orang yang kau kehendaki" kata Yudha tak mau kalah.
Kedua pria dewasa itu malah saling ejek karena rupa. Yudha yang merasa tampan paripurna sedangkan raja Anantaboga yang memang terlihat tampan di mata orang-orang yang dia kehendaki, sedangkan wajah asline tentu sangat mengerikan.
Tapi untung saja mereka bersitegang dengan cukup lama, hingga rombongan Senopati datang untuk menyelamatkan Vee tentunya.
"Mereka sedang apa?" tanya Seno yang diam-diam sudah berhasil masuk kedalam rumah itu dan tercengang saat melihat perdebatan sengit antara dua pria berbeda alam.
"Memperebutkan ketampanan" ujar anak buah Yudha tanpa menoleh.
"Aneh sekali" gumam Seno, bahkan tak ada satupun yang menyadari keberadaannya bersama Hendra dan Aish yang datang dengan mengendap-endap.
"Hei kau, coba perhatikan siapa diantara kami yang paling tampan?" tanya sang raja pada Seno, tapi kini arah matanya tertahan pada wajah Aish yang berhijab.
Wajah yang sama seperti wajah Helen yang sejak kemarin menemaninya diatas ranjang hingga keduanya terpuaskan.
"Siapa kau? Kenapa wajahmu terlihat sama persis dengannya?" tunjuk raja ular pada Helen yang nampak terkejut.
"Aishyah? Bagaimana lo bisa menemukan tempat ini?" tanya Helen dengan mata melotot, sungguh dalam hati dia masih belum siap jika harus berhadapan secara langsung dengan Aish.
__ADS_1
"Helen? Seharusnya gue yang tanya sama lo, kenapa lo bisa ada disini?" tanya Aish tak kalah penasaran.
"Itu bukan urusan lo. Cepat urus cewek itu, raja" perintah Helen agar sang raja menahan Aish dengan kekuatannya.
Tapi saat sang raja mengangkat tongkatnya untuk mencelakai Aish, tangan Seno pun tak kalah tanggap untuk menjaga sahabatnya itu.
Kekuatan raja kali ini visa dipatahkan oleh Seno. Keduanya sedang beradu kekuatan gaib yang tak bisa dilihat oleh mata tel*nj*ng.
Tongkat sang raja terpental karena Seno mengerahkan kemampuannya yang sudah cukup penuh untuk pertempuran kali ini.
"Sial!" ujar sang raja yang menoleh kesana kemari, mencari keberadaan pria berkupluk hitam yang seharusnya tetap berada di tempatnya untuk menyalurkan energi padanya.
"Kenapa kau berada disini? Cepat berikan sesajen padaku agar aku bisa lebih kuat" bentak sang raja saat melihat si pria berkupluk hitam malah ikut berdiri di ruangan yang sama dengannya.
Rupanya sang raja masih membelah dirinya menjadi dua bagian, karena satu diantaranya masih berhadapan dengan sang putri.
"Oh iya, akan saya lakukan raja. Maafkan saya" ujar si pria berkupluk hitam yang sudah bersiap untuk beranjak dari tempat itu tapi segera Seno menahannya dengan kekuatan magis yang dia miliki.
"Ikat pria itu, cepat" perintah Seno segera dilakukan oleh anak buah Yudha, sedangkan Yudha yang sudah tak kuat menahan Vee di kedua tangannya sudah menidurkan gadis itu dengan lututnya sebagai bantal, memang usia tak bisa bohong.
"Kurang ajar" pekik raja ular yang sudah menggenggam kembali tongkatnya.
Rupanya Hendra diam-diam sudah menghubungi Richard agar pria itu menjemput sang istri, Aish.
Meski dia belum tahu jika akar permasalahan yang sebenarnya memang berasal dari Richard, pria yang sudah resmi menjadi suami dari sahabatnya.
Sanggupkah Vee bertahan? Bagaimana nanti tanggapan Aish saat tahu yang sebenarnya?
Dan bagaimana nasib Senopati selanjutnya setelah selesai menangani semua kekacauan ini?
Akankah keluarganya tetap bisa menerimanya ataukah dia harus rela hidup sebagai orang biasa bersama Vee?
.
.
__ADS_1
.