Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu

Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu
gelang berliontin yang cantik


__ADS_3

"Hei, lihat siapa yang datang" kata Arfi dengan senangnya saat melihat Vee memasuki tokonya.


Karena setiap ada yang masuk, akan ada bel yang berbunyi saat pintu tokonya terbuka.


"Hai Ar, apa kabar?" tanya Vee dengan senyum termanisnya.


"Selalu baik" kata Arfi dengan pandangan sedikit aneh.


"Kenapa?" tanya Vee yang melihat Arfi terus-terusan menatap sesuatu di sebelah Vee.


"Ehm, tidak ada apa-apa. Coba beritahu aku, ada perlu apa kamu kesini?" tanya Arfi.


"Hehe, ketahuan banget ya kalau aku butuh sesuatu" kata Vee.


"Ya, dan ceritakan padaku" kata Arfi dengan tampang serius.


"Ehm, sebenarnya aku butuh sesuatu yang bisa aku gunakan untuk melawan sesosok arwah jahat yang ingin menguasai tubuh orang lain, Ar" kata Vee sedikit menjelaskan, meski tidak menyinggung tentang nama.


"Apa ada yang seperti itu?" tanya Vee.


Arfi sedikit berfikir dan mengamati rak-rak yang berjejer dengan berbagai macam barang beraneka bentuk yang dipajangnya.


"Oh, mungkin itu bisa membantu" kata Arfi yang berjalan menuju salah satu rak.


Vee membuntutinya, penasaran dengan barang yang Arfi maksud.


"Vee, aku merasakan energi yang sangat besar dari kalung cantikmu itu" kata Arfi yang membuat Vee memegang kalung kristal pemberian HoRoCi di lehernya.


"Aku tidak tahu bagaimana bisa kamu mendapatkan itu, tapi yang jelas kalung itu sudah cukup untuk menolak semua kekuatan jahat yang akan mengganggumu" kata Arfi.


"Tapi jika kamu memperkuat pertahanan kalung itu dengan gelang ini, aku sangat yakin kalau kamu akan bisa melawan segala macam kekuatan yang akan merugikanmu" kata Arfi sambil mengangkat sebuah gelang rantai dengan bandul berupa beberapa liontin yang sangat kecil.


Liontin-liontin itu bisa dibuka, dengan satu bentuk bulan, satu bentuk bintang dan satu bentuk hati yang terlihat sangat cantik.


"Memang gelang ini terlihat biasa saja, mungkin hanya kesan cantik yang akan kamu dapatkan. Tapi percayalah, gelang ini bisa menghisap apapun jenis makhluk halus yang kamu anggap jahat dan mengganggu" kata Arfi.


"Bagaimana caranya?" tanya Vee penasaran, gelang secantik itu berkekuatan mistis.


"Ada mantra khusus untuk memasukkan roh-roh jahat ke dalamnya. Saat kamu sudah membaca mantranya dengan sempurna, bukalan semua liontinnya. Dan roh yang jahat itu akan terserap dalam tiga tempat ini. Dan lama-kelamaan roh itu akan hancur karena tidak bisa bersatu lagi" kata Arfi menjelaskan.


"Mantra lagi?" keluh Vee.

__ADS_1


"Ya, hanya mantra singkat saja. Sebentar aku perlihatkan bukunya untukmu" kata Arfi yang berjalan ke sisi lainnya dan mengambil sebuah buku kecil dari laci sebuah lemari besar.


"Seperti ini mantranya" kata Arfi memperlihatkan sebuah kertas dari dalam buku itu.


"Jadi, gelang ini ada suratnya juga ya" kata Vee yang telah digiring untuk duduk didekat pintu masuk.


"Ya, semua barang disini juga punya ceritanya sendiri, Vee" kata Arfi.


"Gelang itu telah meleburkan dua sosok arwah. Arwah lelaki dan perempuan yang ketahuan melakukan perselingkuhan oleh istrinya yang ternyata adalah orang yang sakti" Arfi menceritakan kisah kelam dari gelang itu.


"Dulu, ada seorang wanita yang diselingkuhi oleh pasangannya. Semakin lama tentu wanita ini mengetahui kelakuan pasangannya. Jadi, sambil mengumpulkan bukti, wanita ini membuat gelang ini dengan diam-diam" kata Arfi.


"Dan disaat yang tepat, ternyata wanita itu benar-benar menemukan pasangannya tengah bercumbu dengan selingkuhannya".


"Tak ada yang tahu kalau wanita ini sakti. Jadi, dengan mantra yang telah dia buat melalui ritual yang panjang, akhirnya dia gunakan untuk menjebak dua arwah dari pasangannya yang sedang berselingkuh".


"Tidak ada yang bisa menghakiminya karena diapun memutuskan untuk membacakan mantra itu pada dirinya sendiri dan arwahnyapun memasuki liontin itu dan akan lenyap tidak lebih dari sepekan" kata Arfi.


"Tragis sekali kisahnya. Dari mana kamu bisa tahu kisah seperti itu, Ar?" tanya Vee yang masih memandangi gelang cantik di hadapannya ini.


"Aku selalu mencari tahu asal usul semua barang yang aku jual, Vee. Aku tahu kisah ini dari orang pintar tentunya" kata Arfi.


"Baiklah, bawalah kertas ini. Hafalkan mantranya, semoga bisa membantumu di kemudian hari" kata Arfi.


"Apa?" tanya Vee yang sudah mengalihkan perhatiannya pada Arfi.


"Siapa yang membuntutimu itu?" tanya Arfi.


"Siapa memangnya?" tanya Vee berpura-pura tidak tahu.


"Jangan berbohong padaku, Vee. Aku bisa melihatnya dari cermin itu" kata Arfi menunjuk sebuah cermin besar berukir ular melilit di bingkainya.


"Memangnya apa yang terlihat di cermin itu?" tanya Vee ingin mengetes sejauh apa kejujuran Arfi.


"Sesosok pria dengan pakaian aneh, rambutnya agak panjang tapi rapi. Dan dia melayang didekatmu. Sekarang dia sedang melotot padaku" kata Arfi.


Sebenarnya sejak tadi Hideo sudah merasakan jika Arfi sedang memperhatikannya. Jadi, sejak tadi diapun diam saja agar Vee tidak curiga.


"Katakan saja, Vee" kata Hideo.


"Uwah, rupanya dia bisa bicara juga Vee" kata Arfi.

__ADS_1


"Ya, karena asap inilah aku harus berurusan dengan arwah wanita yang menggilainya, Ar" kata Vee.


"Oh, tapi yang aku rasakan jika masa depan kalian akan bersatu dengan banyak lika-liku" kata Arfi.


"Aku bersatu dengannya? Jangan konyol Ar" kata Vee yang langsung menyenderkan tubuhnya ke kursi.


"Bukan begitu, tapi memang yang aku lihat kalian akan terus bersama" kata Arfi.


"Kamu sudah seperti cenayang saja. Sudahlah, aku pergi dulu ya. Terimakasih gelangnya, berapa aku harus membayarnya?" tanya Vee.


"Aku memang tengah mendalami ramalan, Vee. Dan itu gratis untukmu" kata Arfi.


"Tidak, aku tidak suka sesuatu yang gratis. Sebutkan saja nominalnya, atau aku tidak akan membawanya" kata Vee.


"Baiklah, terserah kamu saja mau dibayar berapa. Yang jelas aku ikhlas menolongmu" kata Arfi.


Vee lebih memilih membayarnya melalui transfer. Sebelumnya Vee juga sering membeli buku kuno di tempat Arfi ini untuk mengasah kemampuan membaca aksara Jawa nya.


"Pembayarannya sudah aku transfer ya, Ar. Terimakasih sudah membantuku, semoga ini bermanfaat" kata Vee.


"Ya, sama-sama. Datanglah kemari kalau kamu butuh sesuatu lagi" kata Arfi.


"Tentu. Aku permisi dulu ya, sampai ketemu lagi" kata Vee yang sudah beranjak dari duduknya dan pergi dari toko milik Arfi.


"Kamu yakin dengan gelang itu, Vee?" tanya Hideo.


"Menurutmu bagaimana, kak?" tanya Vee.


"Aku memang merasakan kekuatan darinya. Tapi, tetap saja kau harus meminta pertolongan pertama pada Tuhanmu, Vee" kata Hideo.


"Pasti lah, kak. Gelang ini hanya perantara dari Tuhan jika memang aku masih bisa diselamatkan" kata Vee.


Seketika Hideo menoleh setelah Vee berkata begitu.


"Kamu harus tetap selamat, Vee. Jika kamu tidak selamat, maka saya pun tidak sudi untuk mempunyai tubuh baru. Biarkan saja saya kembali pada Tuhan jika harus mengorbankanmu" kata Hideo dengan tampang sangat serius.


"Ih, kamu bicara apa kak. Semoga saja kita semua bisa selamat ya" kata Vee pada akhirnya.


Dan mereka memutuskan untuk pulang saja karena memang tugas sekolah Vee sangat banyak. Ditambah lagi nanti siang masih ada kelas bahasa asing yang Vee harus ikuti.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2