Wedding Disaster

Wedding Disaster
Kue dongkal lagi?


__ADS_3

"Tunggu-tunggu...maksud kamu gimana Rin?"


"Denislah yang menyuruh Vino untuk memutus rem mobil kalian."


Azura dan Tristan tidak terlalu kaget dengan pengakuan Karina, karena dari awal mereka memang sudah mencurigai Denis sebagai dalang di balik kecelakaan yang menimpanya.


Tristan menghela nafas dan membuangnya dengan kasar "kita dari awal sudah curiga sama Denis Rin, tapi kita tidak memiliki bukti yang kuat untuk menjebloskan Denis ke penjara."


"Apa kamu ada bukti yang bisa membuat Denis mendekam di penjara?" Azura melontarkan pertanyaan dan membuat Karina langsung menganggukan kepalanya.


"Aku memiliki sebuah rekaman antara Denis dan Vino setelah mereka berhasil mencelakai mobil kalian. Semoga itu bisa membantu kalian dalam menyelidiki kasus ini."


"Dimana rekaman itu?" tanya Tristan begitu antusias sesaat setelah Karina memberitahukan sesuatu yang menurutnya sangat penting dan bisa membantu penyelidikannya.


"Ada di ponselku Tris," Karina lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan memutar rekaman yang berdurasi sekitar lima menit itu. Rekaman itu berisi pembicaraan antara Denis dan Vino saat di apartemen milik Denis, jadi sebelum Karina menampakan wajahnya dia terlebih dulu merekam obrolan antara Denis dan Vino.


"Kirimkan padaku Rin, itu sangat membantu kami untuk menjebloskan Denis kepenjara."


"Baik Tris nanti aku kirimkan ke nomor kamu."


Azura lalu menghampiri Karina dan duduk di sebelahnya "makasih ya Karin kamu mau membantu kami, jika tidak ada rekaman itu sampai kapan pun Vino tidak akan buka suara."


Karina tersenyum lalu meraih tangan Azura "Sama-sama Azura, semoga dengan ini bisa menebus semua kesalahanku padamu dan juga Tristan. Sekali lagi aku minta maaf karena pernah ada niat untuk memisahkan kalian berdua."


"Kita berdua sudah memaafkanmu Rin, semoga kedepannya kita bisa menjadi teman yang baik."


"Makasih Azura, makasih Tristan." Azura dan Karina lalu saling berpelukan, mereka akhirnya berdamai setelah beberapa waktu yang lalu sempat berseteru karena merebut perhatian Tristan.


Tristan tersenyum lega melihat istri dan mantan pacarnya berdamai. Satu masalah sudah selesai tak akan ada lagi yang mengganggu hubungannya dengan Azura, kini Tristan tinggal membereskan Denis yang masih bebas berkeliaran di luar sana.


"Sepertinya udah larut malam aku pamit pulang ya, maaf udah mengganggu waktunya."


"Gak papa Rin, justru kita berterima kasih karena kamu sudah membantu kami." Azura dan Tristan lalu mengantar Karina sampai pintu utama.


"Lain kali mampir ke butik aku Ra, banyak barang baru yang sayang untuk di lewatkan!!"

__ADS_1


"Baik Rin..akhir pekan nanti aku usahakan untuk maen ke butik kamu."


Karina lalu melangkah menuju mobilnya yang di parkir di depan sana. Setelah mobil Karina berlalu pergi Azura dan Tristan kembali masuk kedalam rumah. Karena hari sudah larut mereka memutuskan untuk masuk kedalam kamar.


Azura merebahkan tubuhnya di atas ranjang di susul oleh Tristan yang langsung melingkarkan tangannya di perut Azura.


"Sayang?"


"Hmmm..." Azura menjawab dengan mata setengah terpejam.


"Ayo kita olahraga malam!!" tangan Tristan sudah menjelajah masuk di balik piyama milik Azura, bermain-main di area dua gunung kembar yang semakin sintal dan semakin menjadi candu untuknya.


"Aku cape Tristan....hoammmzzz!!" Azura tidak menghalau tangan Tristan, dia hanya menikmati ulah Tristan dengan mata terpejam.


Suara dengkuran halus dari bibir Azura, membuat Tristan menghentikan pergerakannya "Jiaah dia malah tidur, puasa lagi ini mah!!" Tristan menarik tangannya dan menyelimuti Azura dengan benar. Dia turut merebahkan tubuhnya dan memeluk Azura dengan erat.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Sang surya mulai menyapa memancarkan sinar kehidupan bagi seluruh penduduk bumi. Kicauan burung pipit yang bertengger di sebuah batang pohon meramaikan suasana di pagi hari ini. Lalu lalang kendaraan bermotor dan juga pejalan kaki, mulai terlihat ramai di sejumlah jalanan ibu kota. Mereka bersiap untuk mengais rejeki demi keluarga tercinta dirumah.


Sementara itu di sebuah kamar, Azura masih terlelap dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya. Dia tidak berniat untuk beranjak dari tidurnya dan memilih kembali merajut mimpinya.


"Sayang bangunlah!! kamu gak pergi ke kantor?" Tristan mengelus rambut panjang milik Azura mencoba membangunkannya dengan penuh perasaan.


Azura masih tidak bergeming. Tristan mencoba membangunkannya dengan cara lain yaitu mencium seluruh wajah Azura. Dan cara Tristan ini sukses membuat Azura membuka matanya.


"Issshh apa sih...sana jangan dekat-dekat!!" Azura mendorong dada Tristan agar menjauh dari tubuhnya.


"Ini udah siang sayang, kamu gak kekantor?"


"Aku masih ngantuk." ucap Azura dengan suara seraknya.


"Ya sudah kalau ngantuk tidur lagi aja." Tristan merasa heran karena semalaman Azura sudah tertidur bagaimana bisa dia masih saja ngantuk hingga pagi ini.


"Tapi aku ada meeting penting hari ini, gimana donk?"

__ADS_1


"Biar Sisil yang wakilin."


"Gak bisa, aku udah libur dua bulan masa iya harus libur lagi." dengan wajah ngantuknya Azura turun dari kasur dan memasuki kamar mandi. Tristan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Azura.


Setelah sarapan bersama keduanya lalu berangkat ke kantor, di tengah perjalanan Azura merengek minta di belikan kue dongkal.


"Mana ada kue dongkal sepagi ini, nanti sore saja ya sayang."


Azura mengerucutkan bibirnya "tapi aku maunya sekarang Tristan."


"Kemaren kan udah makan."


"Tapi aku mau lagi, dan maunya itu sekarang!!"


Tristan menggelengkan kepala melihat tingkah aneh dari sang istri "kamu seperti orang yang sedang ngidam saja sayang,"


Setelah berputar-putar selama hampir satu jam, akhirnya mereka menemukan orang yang berjualan kue dongkal di sekitar pasar tradisional. Di taman kota biasanya kue dongkal di jual sekitar sore hingga malam hari, tapi untunglah sepagi ini ada yang berjualan meski Tristan harus berdesakan turun ke pasar tradisional.


"Ummm...ini enak banget, mau gak Tristan?" tanya Azura dengan mulut penuh kue dongkal.


"Buat kamu aja sayang."


Tristan tersenyum melihat Azura yang begitu lahap memakan kue dongkal. Kue tradisional khas betawi ini sudah jarang di temui di beberapa tempat karena tergerus perkembangan jaman. Rasanya yang enak terbuat dari tepung beras dan gula merah lalu di kukus dan setelah matang di kasih parutan kelapa di atasnya. Bentuknya pun menyerupai kerucut karena di buat dan di kukus di sebuah anyaman bambu yang berbentuk kerucut (kalau kata orang sunda mah aseupan yahπŸ˜„).




setelah matang di potong-potong kayak gini ya..



bersambung...


πŸ‚πŸ‚πŸ‚

__ADS_1


Nah yang kemaren sempat nanya kue dongkal tuh apa sih, kayak gimana, kayak apa bentuknya sudah author kasih jawabannya ya di atas😊😊


...*Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favoritπŸ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih***πŸ™πŸ˜**...


__ADS_2