
Suara gaduh yang terdengar dari para karyawan pun mulai tidak terdengar saat Azura mulai memberi sambutannya. Tidak banyak kata yang Azura sampaikan hanya perkenalan biasa dan berharap seluruh karyawannya bisa menerima Azura sebagai direktur keuangan yang baru.
"Saya memang tidak sehebat papah saya dan kakak saya Alvero, tapi di sini saya akan berusaha untuk bisa sejajar dengan mereka dalam mengembangkan perusahaan ini."
Suara tepuk tangan terdengar meriah setelah Azura selesai memberi sambutannya, selanjutnya papah Jupiter maju kedepan memberikan sebuah pengumuman yang tak kalah hebohnya dari pengangkatan Azura sebagai direktur baru. Semua orang menunggu kejutan apa yang akan papah Jupiter berikan.
"Sebelumnya saya mengundang CEO dari PT. Diamond untuk naik ke atas panggung."
Tristan yang duduk bersama keluarganya tidak curiga sama sekali, dia pun melangkah menghampiri Azura, papah Jupiter, mama Theolla dan Alvero yang sudah berada di atas panggung.
"Jadi malam ini saya akan mengumumkan satu berita penting lagi, yaitu pesta pertunangan putri saya Azura Kalingga dan CEO PT Diamond Tristan Marvino."
Azura dan Tristan sontak membelalakan matanya, mereka berdua saling berpandangan karena tidak mengetahui rencana yang sudah di atur oleh keluarganya. Jadi itu sebabnya kenapa seluruh keluarga besarnya bisa hadir di pesta malam ini.
Lagi-lagi semua karyawan di buat terkejut dengan berita yang di sampaikan presiden direktur mereka, berita pengangkatan Azura sebagai direktur keuangan baru dan pertunangannya dengan Tristan Marvino sukses menjadi trending topic malam ini.
Sementara itu di sudut ruangan keempat orang wanita yang suka membully Azura hanya bisa menggigit jarinya melihat Azura dan Tristan saling bertukar cincin. Terlihat rona bahagia dari kedua pasangan itu, berbanding terbalik dengan Nita, Citra, Reva dan Nadin mereka terlihat gelisah dengan wajah pucat pasi.
"Ternyata pak Tristan memang ada hubungan sama Azura," gumam Nadin
"Ya ampuun kok bisa kamu menuduhnya sebagai seorang simpanan," tuduh Reva pada Nita karena selama ini Nita yang sudah menyebarkan berita miring tentang Azura.
"Mana gue tahu kalau dia itu anaknya presdir," timpal Nita geram dia tidak terima karena dia yang merasa di pojokan.
"Lalu gimana nasib kita selanjutnya?" tanya Citra.
Kekhawatiran jelas terlihat dari wajah keempat orang wanita tersebut, mereka tak bisa berbuat banyak selain berharap belas kasihan dari atasan mereka yang baru.
"Sekarang gue hanya bisa pasrah, kita bakal di ampuni atau malah di depak dari perusahaan." ujar Nita dengan kepala tertunduk.
"Lebih baik sekarang kita banyak berdoa semoga aja Azura mau memaafkan kesalahan kita."
Tidak jauh dari keempat wanita tersebut, Sisil masih berdiri mematung mencoba mencerna semua yang terjadi. Dia tidak menyangka jika anak baru yang sekarang menjadi teman dekatnya adalah anak dari pemilik perusahaan.
__ADS_1
"Bodohnya aku kenapa gak pernah tahu nama putri pak Jupiter," gumam Sisil yang terdengar oleh Arga.
Arga hanya tersenyum melihat raut wajah Sisil yang masih kebingungan "Nona Azura orang yang rendah hati, dia hanya ingin bekerja dengan tenang sebagai karyawan biasa. Tapi ternyata sekelompok orang malah menuduh non Azura yang tidak-tidak, oleh sebab itu pak Jupiter memilih non Azura untuk mengisi jabatan direktur yang di tinggalkan pak Teguh."
"Anda tahu juga hubungan Azura dan pak Tristan?"
"Yah mereka berteman dari kecil, tapi tuan muda pindah ke Jerman dan baru bertemu lagi akhir-akhir ini, tapi mereka memang berjodoh karena secara tidak langsung kedua keluarga besarnya ternyata menjodohkan mereka berdua."
Sisil tersenyum bahagia karena Azura akhirnya bertunangan dengan Tristan, semua omongan teman-teman satu divisinya tidak terbukti sama sekali. Pantas saja pak Teguh pada saat itu terlihat lebih membela Azura, karena pada dasarnya dia sudah mengetahui identitas Azura sebenarnya.
"Apa kamu akan terus berdiri disini? gak ada niat buat nyari tempat duduk?" tanya Arga yang heran karena Sisil tidak berpindah tempat dari pertama mereka memasuki ballroom.
"Tadinya aku janjian bareng Azura maksudku bu Azura, tapi sekarang aku sadar siapa aku dan siapa bu Azura sekarang."
Arga terkekeh melihat wajah Sisil yang terlihat tidak bersemangat "kamu bareng aku aja, lagian pak Tristan juga lagi bareng keluarga nona Azura?" tawar Arga.
"Beneran gak papa?"
Sisil pun menyadari jika sedari tadi mereka mengobrol tapi belum sempat berkenalan, dia lalu mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh Arga.
"Namaku Sisil pak,"
"Arga. Panggil saya Arga saja gak perlu pake pak,"
๐๐๐
Malam semakin larut, sebagian para petinggi perusahaan sudah membubarkan diri karena acara inti sudah selesai di laksanakan. Sisanya kebanyakan para karyawan yang masih muda yang masih betah menikmati jalannya pesta hingga penghujung acara. Begitupun dengan kedua sejoli yang baru saja meresmikan pertunangan mereka, Azura dan Tristan memilih tetap tinggal bersama Alvero, Diandra, Kenzo dan juga Agnes, meskipun kedua orangtua mereka pulang terlebih dulu.
"Ayo kita bersulang buat acara pertunangan Azura dan Tristan yang berlangsung meriah." seru Kenzo mengangkat gelasnya keatas.
Azura, Tristan, Alvero, Diandra dan Agnes yang berada dalam satu meja mengikuti Kenzo dengan mengangkat gelasnya keatas, mereka berenam bersuka cita turut berbahagia dengan pertunangan Azura dan Tristan.
"Jadi sebenarnya kalian berdua gak tahu malam ini kalian akan bertunangan?" tanya Diandra membuka pembicaran.
__ADS_1
Tristan dan Azura berpandangan lalu menggeleng secara bersamaan.
"Om Jupiter memang paling bisa deh ngasih kejutan buat anaknya, " timpal Kenzo.
"Pantes aja waktu itu Opa gue nyuruh gue nyobain sebuah cincin, ternyata mereka sudah mempersiapkan semuanya dari awal. Gue gak bisa berkata-kata nih saking bahagianya, kamu juga bahagia kan Ra?" Tristan menoleh pada Azura yang duduk di sebelahnya, tapi sepertinya Azura tidak fokus karena dia terlihat celingkuan seperti mencari seseorang.
"Kamu cari siapa Ra?"
"Aku cari Sisil temenku yang satu divisi."
"Udahlah sekarang kan lo atasan dia, berwibawa dikit kek jangan terlalu baik sama bawahan nanti mereka pada ngelunjak." ucap Alvero membuat Azura berdecak kesal.
"Aku bukan orang yang seperti itu ya Al, meskipun aku sekarang atasan mereka tapi sikapku sedikit pun gak akan berubah, apalagi sama Sisil selama ini dia yang selalu ngebelain aku di saat orang-orang menuduhku yang tidak-tidak."
"Ya itu terserah lo gue sebagai saudara lo cuma ngasih tahu aja."
"Makasih buat sarannya tapi aku bukan kamu Al, kita memiliki pemikiran yang berbeda." cetus Azura.
"Hey...hey udah donk masa lagi dalam suasana pesta kalian masih aja bersitegang." Agnes berusaha melerai karena jika di biarkan pertengkaran kedua saudara kembar itu akan terus berlanjut.
Beruntung baik Azura maupun Alvero tidak ada yang kembali mengeluarkan suara dan mereka memilih diam. Pemandangan yang tidak asing memang bagi mereka berempat jika Azura dan Alvero sedikit berselisih paham, padahal sebenarnya mereka saling menyayangi satu sama lain.
"Loh... itu Arga asisten lo kan Tristan? tumbenan amat dia duduk sama cewek?" tunjuk Kenzo pada sebuah meja yang tak jauh dari meja mereka berenam.
Sontak semua orang yang berada di situ menoleh mengikuti arah telunjuk Kenzo, dan benar saja Arga terlihat sedang mengobrol bersama seorang wanita.
"Itu kan Sisil.." gumam Azura.
bersambung...
๐๐๐
...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐dukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐๐...
__ADS_1