Wedding Disaster

Wedding Disaster
Akad Nikah


__ADS_3

Suasana pagi itu di langit Ibu Kota terlihat cerah dan damai, di balik awan putih terlihat sang surya yang sudah memancarkan cahaya bagi penduduk di muka bumi. Sekelompok burung mengepakan sayapnya terbang menuju nirwana mengitari cakrawala, sementara bunga-bunga terlihat bermekaran di area taman, memanjakan mata bagi siapa pun yang melihatnya.


Dua jam menuju akad pernikahan semua persiapan di rumah keluarga papah Jupiter sudah di sulap menjadi sempurna. Seperti keinginan Azura akad nikah di adakan di taman belakang yang memiliki area cukup luas dengan dekorasi sederhana namun terlihat berkelas dan elegant.


Semua keluarga besar papah Jupiter terlihat sudah berkumpul untuk menyaksikan upacara pernikahan Azura dan Tristan. Acara kali ini hanya akan di hadiri oleh keluarga dan sahabat terdekat saja, beberapa tokoh penting masyarakat dan agama, serta para tetangga yang masih satu area dengan rumah papah Jupiter.


Disebuah kamar yang sudah di sulap dengan dekorasi ala kamar pengantin, Azura duduk di depan meja rias. Seorang make up artis propesional di datangkan untuk menyulap wajah Azura bak putri raja dalam sehari. Kebaya modern berwarna putih yang di pesan khusus dari seorang designer kondang kini melekat indah di tubuh ramping Azura.


Diandra dan Agnes yang berada di kamar Azura berdecak kagum melihat penampilan Azura yang sudah terlihat cantik dan sangat berbeda dari biasanya.


"Waw..Tristan pasti akan terpesona melihat penampilan kamu Ra!!" Agnes berulang kali memuji kecantikan Azura yang sudah di make up dengan sempurna.


"Iya benar, kecantikan kamu sungguh terlihat natural tanpa make up yang berlebih." Diandra turut menambahkan menyetujui ucapan Agnes.


Azura hanya tersipu mendengar ucapan dari sahabat dan kakak iparnya "kalian terlalu berlebihan, aku jadi tersanjung nih."


"Gimana rasanya apa kamu deg-degan?"


"Jelaslah aku deg-degan... aku gak nyangka hari ini tiba juga, nanti kamu akan merasakan Nes saat nikah sama Kenzo."


Agnes hanya tertawa mendengar ucapan Azura "aku masih lama Ra, gak tahu kapan."


"Loh semalam kan sudah ketemu Om Venus dan Tante Manda? Udah dapet restu dong dari calon mertua." Diandra mencoba mencari informasi seputar pertemuan Agnes dan kedua orangtua Kenzo.


"Udah sih, mereka baik terus nerima aku juga ,cuman kalian tahu sendirilah Kenzo belum mau menikah dalam waktu yang dekat."


"Yang sabar Nes, aku yakin setelah Alvero dan Tristan menikah Kenzo pun pasti akan menyusul juga."


Agnes hanya tersenyum menanggapi ucapan Azura dan Diandra. Dia mengingat kembali pertemuannya semalam dengan orangtua Kenzo. Mereka menerima Agnes dengan baik dan merestui hubungannya dengan Kenzo, bahkan mereka berharap Agnes dan Kenzo pun akan segera menyusul Alvero dan Tristan ke pelaminan. Hanya masalahnya Kenzo belum siap jika harus menikah dalam waktu yang dekat, Agnes bisa mengerti toh mereka pun baru saling mengenal selama beberapa bulan ini.


"Yah dia malah melamun." seru Diandra yang sukses mengagetkan Agnes dari lamunannya.


Azura yang paham ada sesuatu pada Agnes langsung mengenggam tangan sahabatnya itu "jika ada masalah cerita sama aku Nes!"


Agnes hanya terkekeh menutupi perasaannya "yang benar saja Ra, ini tuh hari bahagia kamu. Mana mungkin aku ada masalah, yang ada aku bahagiiaaa banget sahabat aku ini mau nikah sama teman masa kecilnya."

__ADS_1


"Makasih ya kamu selalu ada buat aku,"


Tok


Tok


Tok


Ucapan Azura terpangkas saat pintu kamar Azura di ketuk dari luar. Diandra buru-buru berdiri untuk melihat siapa yang datang. Ternyata Alvero dan Kenzo yang datang menghampiri kamar Azura.


"Sayang, Azura udah siap kan?" tanya Alvero, dia lalu masuk di ikuti oleh Kenzo.


"Azura udah siap kok, emang rombongan pengantin prianya udah datang?"


"Belum, Tristan dan keluarganya masih dalam perjalanan mungkin 10 menit lagi mereka sampai." jawab Kenzo. Alvero dan Kenzo lalu duduk di sofa yang berada di kamar Azura.


"Gimana perasaan kamu dek?" tanya Alvero menatap lembut pada adik kembarnya yang duduk di apit oleh Diandra dan Agnes.


"Tegang banget Al,"


"Rileks aja dek gak usah tegang, Tristan sebentar lagi datang kok."


Azura tersenyum, dia lalu memilih diam menunggu saat-saat yang mendebarkan dalam hidupnya.


"Ya sudah kalian temani Azura dulu, kita akan menyambut kedatangan Tristan di depan." Kenzo beranjak dari duduknya di ikuti Alvero yang memilih keluar dari kamar Azura.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


"Saya terima nikah dan kawinnya Azura Kalingga Wijaya binti Jupiter Alexandro Wijaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set berlian di bayar tunai."


"Bagaimana para saksi sah?"


"Saaaahhhh...." teriakan lantang dari para saksi pernikahan Azura dan Tristan menggema di area taman belakang yang menjadi tempat ikrar suci itu di adakan.


"Alhamdulillah..." penghulu lalu membaca doa mengajak para hadirin yang hadir tidak lebih dari 50 orang, untuk memanjatkan doa bagi pengantin baru.

__ADS_1


Azura meneteskan air mata haru karena kini statusnya sudah resmi menjadi istri dari Tristan Marvino. Sahabat masa kecilnya yang pernah terpisah selama 20 tahun, namun kini takdir mempertemukan mereka kembali dalam sebuah ikatan suci pernikahan.


Tristan lalu menyematkan cincin di jari manis Azura yang sudah resmi menjadi istrinya, Azura lalu mencium punggung tangan Tristan sebagai bentuk wujud rasa hormatnya pada sang suami.


Setelah menandatangani beberapa dokumen pernikahannya, Azura dan Tristan lalu melakukan sungkeman pada kedua orangtua Azura dan Tristan secara bergantian. Hari itu semua keluarga dan sahabat bersuka cita atas kebahagiaan yang di rasakan Azura dan Tristan.


Alvero, Diandra, Kenzo, Agnes dan Arga, Sisil yang duduk di antara tamu yang hadir mengucapkan syukur karena pernikahan ini berjalan lancar tanpa ada hambatan apapun.


Setelah upacara adat pernikahan selesai satu persatu para tamu yang hadir memberi ucapan selamat pada pengantin baru yang tengah berbahagia, setelahnya semua yang hadir di arahkan untuk mencicipi berbagai hidangan yang sudah tersaji di meja prasmanan.


"Bu selamat ya atas pernikahan ibu dan pak Tristan, semoga langgeng cepet di beri momongan, maaf ya bu aku gak bisa lama soalnya aku harus kembali ke kantor." ucap Sisil di ikuti Arga yang mengikutinya di belakang.


"Makasih ya Sisil, Arga kalian sudah datang."


Arga lalu bergantian bersalaman dengan Tristan dan Azura.


"Selamat ya tuan muda, saya turut berbahagia."


"Makasih ya Ga, gue titip kantor selama seminggu ke depan."


"Tenang saja tuan urusan kantor aman bersama saya, tuan nikmati saja berbulan madu dengan nona Azura."


"Thanks Ga, gue percaya sama lo." Arga dan Sisil berlalu dari hadapan Azura dan Tristan. Seperti rencananya setelah akad selesai mereka memilih kembali ke kantor.


Arga dan Sisil berjalan keluar menjauh dari area taman belakang, mereka menuju pelataran parkir yang berada di depan rumah Azura untuk mengambil mobil Arga. Tiba-tiba pandangan Sisil tertuju pada seorang pria yang memakai topi dan berada di area parkir mobil tersebut yang saat itu keadaan sedang sepi.


"Dia siapa Ga? kok mencurigakan ya?" tunjuk Sisil.


Arga menoleh menatap pria bertopi tersebut, menyadari ada seseorang yang datang dengan cepat pria tersebut berjalan menuju area taman belakang.


"Di lihat dari pakaiannya mungkin orang itu salah satu dari petugas WO...tuh buktinya dia kearah taman belakang."


Tanpa menaruh curiga apapun lagi Arga dan Sisil lalu memasuki mobil dan meninggalkan kediaman Azura.


bersambung ..

__ADS_1


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜...


__ADS_2