Wedding Disaster

Wedding Disaster
Bolehkah sayang?


__ADS_3

Warning!!!! yang di bawah umur harap menyingkir๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Hari semakin siang para tamu undangan sudah hampir semuanya pamit undur diri, hanya tinggal keluarga dekat saja yang masih betah mengobrol di area taman belakang. Sang pengantin baru pun terlihat tidak ingin berjauhan, di lihat dari cara Tristan yang terus menempel kemana pun Azura pergi.


"Masih ada 3 jam lagi kalian beristirahatlah sebelum berangkat ke Bandara!!" papah Jupiter menyuruh anak dan menantunya untuk beristirahat terlebih dulu, karena nantinya mereka akan melakukan perjalanan ke pulau Lombok.


"Baiklah semuanya kita mau bersiap-siap dulu ya!!" ujar Tristan menatap lalu tersenyum pada semua keluarga yang masih tersisa disana.


"Hey bro!! Harap di tahan dulu jangan sampai adek gue gak bisa jalan saat menuju Bandara nanti." seru Alvero membuat yang hadir di situ tergelak karena candaan Alvero.


"Tenang saja gue pasti bisa menahannya sampai nanti malam." balas Tristan, Azura langsung mencubit perut Tristan agar tidak menanggapi ucapan Alvero.


"Baiklah semuanya, aku permisi ke kamar dulu!!" Azura terlebih dulu pergi meninggalkan area taman belakang sebelum semua keluarganya kembali menggoda mereka. Tristan tidak tinggal diam ikut menyusul kepergian Azura.


"Sayang tunggu donk jalannya cepet amat sih!!"


Azura hanya menggelengkan kepala melihat Tristan yang berlari kecil mengejar dirinya.


Setelah itu keduanya berjalan beriringan menuju kamar milik Azura.


Sesampainya disana Tristan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang milik Azura yang sudah di dekorasi layaknya kamar pengantin baru. Sementara Azura duduk di depan meja rias membersihkan make up yang masih menempel di wajahnya. Ada rasa canggung yang mendera Azura saat dengan leluasanya Tristan masuk kedalam kamar miliknya.


"Sayang?"


"Heemmm..."


"Kamar pengantin kita sayang juga ya jika kita gak pake dulu,"


Azura menghentikan sejenak kegiatannya dan menoleh dengan cepat kearah Tristan yang duduk di bibir ranjang.


"Maksudnya?"


"Kita bisa coba dulu ranjang ini sebelum berangkat ke Lombok." goda Tristan membuat Azura mendelik kearah Tristan. Azura paham kemana arah pembicaraan Tristan.


"Kamu jangan macam-macam!! Aku capek dan mau beristirahat." ucapnya sambil melanjutkan kembali membersihkan wajahnya.


Tristan hanya menatap punggung sang istri dan mulai membuka seluruh pakaiannya. Azura yang melihat dari pantulan cermin membelalakan mata, melihat tingkah Tristan.

__ADS_1


"Hey kamu mau apa?" tanya Azura cemas.


"Ya ganti bajulah sayang, emang mau apa lagi?" tanpa ragu Tristan lalu mengenakan celana pendek, tanpa baju yang menutupi dada bidangnya. Dan itu membuat Azura menelan salivanya, melihat tubuh Tristan yang atletis dengan roti sobeknya.


"Sana di kamar mandi!"


"Disini sama saja, toh nanti juga kamu akan melihat seluruh tubuhku yang tanpa busana."


Muka Azura langsung memerah mendengar ucapan Tristan, buru-buru dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


"Mau kemana sayang?"


"Ganti baju." jawab Azura cepat.


"Disini saja biar aku bisa lihat."


Brak!!


Azura tidak mengindahkan ucapan Tristan dan menutup pintu kamar mandi dengan cepat. Disana dia hanya bersandar di tembok dan menetralkan detak jantungnya.


"Ya ampun kenapa aku jadi gugup seperti ini. Tristan terlihat sexy sekali dengan otot-otot di perutnya." ucapnya dalam hati.


"Gara-gara Tristan nih aku jadi lupa bawa baju ganti." Azura menatap pantulan dirinya di cermin yang hanya mengenakan tanktop dan celana pendek model hotpant.


"Ihhhh...gimana aku bisa keluar dengan baju seperti ini. Sangat memalukan!!" Azura nampak berpikir dan untunglah bathrobe miliknya menggantung disana.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Tristan merasa heran melihat Azura yang keluar dari kamar mandi mengenakan bathrobe "kamu habis mandi sayang?"


Azura menggeleng melewati Tristan begitu saja untuk mengambil baju di lemarinya "aku lupa bawa baju ganti." ucapnya cepat.


"Aku lebih senang jika melihat kamu gak pakai baju." Tristan menghampiri Azura berdiri tepat di belakangnya yang tengah memilih baju di lemarinya.


Tangannya langsung melingkar di perut Azura, membuka tali bathrobe yang masih melilit sempurna.


"Ka...kamu mau apa?"


"Membantu kamu berganti baju." bisiknya lirih di telinga Azura, dan Azura hanya terpaku tidak berani menolak atau menghentikan tangan Tristan yang sudah berhasil membuka seluruh bathrobenya, dan kini bathrobe itu teronggok begitu saja di atas lantai.

__ADS_1


"Kalau begini kamu terlihat sexy sayang," Tristan membalikan tubuh Azura menatapnya dengan penuh cinta. Sementara Azura menunduk malu-malu, belum terbiasa mengenakan pakaian seperti ini di hadapan Tristan.


Tristan membelai lembut pipi Azura hingga menahan tengkuknya, dia lalu menyapu seluruh permukaan bibir Azura menggunakan ibu jarinya dan mulai memangkas jarak di antara mereka.


Cup!


Kecupan lembut penuh perasaan Tristan labuhkan di atas bibir Azura. Dia mulai menyesap, mengul*um dan melum*at bibir Azura dengan cepat yang langsung mendapat balasan dari Azura. Bahkan kini kedua tangan Azura sudah melingkar di leher Tristan, keduanya mulai hanyut dalam pusaran cinta yang begitu dalam.


Perlahan Tristan menggiring tubuh Azura menuju ranjang tanpa melepaskan ciuman panasnya. Azura hanya bisa pasrah saat Tristan membaringkan tubuhnya dengan bibir yang masih menyatu. Tangan Tristan mulai menjelajah merem*as dua gundukan sintal yang masih padat, merasa tak ada penolakan dari Azura, Tristan melepas ciumannya dan menarik tanktop milik Azura keatas dan hanya menyisakan bra warna hitam.


Tristan menatap Azura yang begitu pasrah di dalam kungkungannya "bolehkah sayang?"


Azura mengangguk mengijinkan Tristan untuk berbuat lebih. Tristan tersenyum lalu membuka pengait bra milik Azura, dia menelan salivanya dengan cepat saat melihat keindahan yang tersaji di depan matanya. Azura yang merasa malu buru-buru menutupinya dengan kedua tangannya. Namun dengan cepat Tristan menghalau tangan Azura, dan mulai bermain-main di atas dua gundukan itu.


Azura hanya bisa memejamkan matanya saat lidah Tristan mulai bermain di atas puncak dadanya dan menciptakan gelenyar aneh di dalam tubuhnya. Tangannya terus merem*as rambut Tristan menuntut Tristan untuk berbuat lebih.


"Ahhh...sa..sayang." racau Azura.


Tristan tersenyum mendengar Azura memanggilnya sayang, baru bermain-main dengan tubuh atas Azura rasanya sudah senikmat ini bagaimana jika dengan tubuh bagian bawahnya.


Sambil bermain di atas puncak dadanya, tangan Tristan mulai membelai paha mulus milik Azura. Hingga tangannya mulai sampai pada lembah hijau di balik kain yang menutupinya, Azura tersentak kaget saat Tristan menurunkan celana hotpant miliknya.


"Kenapa sayang?" suara Tristan terdengar parau karena hasrat yang sudah memenuhi kepalanya.


Azura menggeleng menahan tangan Tristan agar tidak melanjutkan kegiatannya, dia buru-buru meraih selimut menutupi tubuh bagian atasnya yang sudah terbuka.


"Jangan sekarang!! aku janji nanti malam aku akan menjadi milik kamu seutuhnya."


Tristan tersenyum dan membelai rambut Azura "iya sayang maaf ya aku kelepasan." Tristan lalu merengsek masuk kedalam selimut yang sama dengan Azura.


"Istirahatlah!! Satu jam lagi aku akan membangunkan kamu untuk kita bersiap-siap."


Azura mengangguk, tenggelam di dalam dada bidang milik Tristan tanpa busana yang menutupi bagian atas tubuhnya. Sementara Tristan hanya bisa memijit kepalanya, menahan rasa sakit pada tubuh bagian bawahnya yang sudah meronta ingin di keluarkan.


bersambung..


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜...

__ADS_1


__ADS_2