
SEMUA karyawan menunduk memberi hormat kepada CEO mereka yang baru saja tiba sore ini, bedanya, kini ia ditemani oleh seorang wanita cantik dengan gaun warna hitam yang senada dengan jas yang dikenakan oleh Arshaka.
Dia adalah Ayu, dengan langkah yang khawatir dan mencoba untuk lebih percaya diri. Tangannya kini berada di genggaman tangan Arshaka.
Hari ini, akan menjadi hari dimana tanggal pernikahan mereka akan diumumkan secara publik, mereka telah mengadakan pesta kecil di kantor. Untuk pertama kalinya, Arshaka akan memperkenalkan calon istrinya yang baru.
“Arshaka?” Panggil Ayu lembut tertatih-tatih dengan gaunnya, namun pria di sampingnya itu masih tak sehangat biasanya.
Semua tatapan itu menyorot mereka berdua, Ayu dapat melihat beberapa pasang mata yang menghakiminya.
Seolah-olah mengatakan betapa tidak cocoknya mereka berdua.
Ayu tidak suka tatapan itu, jantungnya kini berdetak lebih cepat, telapak tangannya mulai berkeringat.
Ia butuh Arshaka, namun pria ini masih lebih banyak diam sejak kejadian Salina waktu itu.
“Arshaka?” Panggil Ayu sekali lagi, dadanya menjadi lebih sesak.
“Ayo kita ke ruanganku sebentar!” Ajaknya tanpa menoleh dan senyum sedikitpun pada Ayu.
Mereka berjalan menuju koridor yang sepi, kemudian menaiki lift dan masuk ke sebuah ruang kerja pribadi milik Arshaka, sepanjang perjalanan itu, mereka hanya diam.
Seketika Arshaka melepaskan genggamannya.
“Kamu kenapa sih?!” Tanya Ayu sudah tidak tahan.
Arshaka menatap mata Ayu, “kenapa?” Ia menghela napas sedangkan tangan kanannya memijat kepalanya yang tidak pusing. “Ayu, sebenarnya apa yang kamu lakukan pada Salina?!”
“Arshaka…” Ayu terdengar sangat kecewa, “apa kamu sungguh mengira aku akan membunuhnya?”
“Kamu menyakitinya, Yu!”
Ayu tidak sengaja meneteskan air mata disana, satu tetes saja namun dadanya sudah seperti ditikam dengan ribuan pisau.
“Salina sudah menjelaskan semua padaku…”
“Lalu apa kamu tidak akan percaya dengan penjelasanku?”
“Ayu…” Arshaka memejamkan mata sejenak, “kamu bilang Salina menyakiti dirinya sendiri? Apa menurut kamu itu mungkin?” Nada Arshaka tidak percaya.
“Kenyataannya memang demikian! Mana mungkin aku menyakitinya, Ka!”
Lalu dengan cepat Ayu mengambil sesuatu dari dalam tasnya, sebuah ponsel yang sudah ia siapkan sejak kemarin.
“Ini…” Ayu memberikan ponsel itu kepada Arshaka.
__ADS_1
“Apa?”
“Dengarkan…” kemudian Ayu menekan tombol “play” dalam sebuah rekaman yang sudah ia persiapkan saat kemarin mengunjungi rumah sakit. Saat Salina mengakui segala perbuatannya.
Arshaka mendengarkannya dengan teliti, tak menunggu waktu lama untuk membuat ekspresi di wajah Arshaka berganti menjadi marah.
Ia sama sekali tidak menyangka kenapa Salina tega berbuat demikian, menuduh Ayu dan menyakiti dirinya sendiri.
“Apa dengan begini kamu percaya padaku?”
Arshaka kemudian berjalan memeluk Ayu merasa sangat bersalah, “maaf Ayu…” Arshaka kecewa terhadap dirinya sendiri, “aku pasti mengecewakanmu ya…”
Ayu meneteskan air matanya lagi, wajahnya kini di dalam pelukan Arshaka, suara rengekannya entah mengapa membuat hati Arshaka terasa perih.
“Pukul aku!” Ucap Arshaka kini menatap wajah Ayu. “Bagaimana agar aku bisa menebus kesalahanku?” Tanyanya iba kepada Ayu.
Ayu menghapus air matanya, “cintai aku lebih dari sebelumnya…” pintanya.
Arshaka kembali memeluk tubuh mungil itu, “aku akan mencintaimu lebih dari apapun Ayu, maafkan aku karena tidak mempercayaimu…”
...\~oOo\~...
Seusai mengumumkan tanggal pernikahan mereka di pesta kecil sore ini, Ayu dan Arshaka masih di dalam aula kantor.
Arshaka masih sibuk bertemu dengan beberapa petinggi dari perusahaan lain yang menghadiri pesta kecil ini, sedangkan Ayu sibuk mencari sesuatu yang bisa dimakan.
“Dia cewek pelakor itu ya…” ucap seorang perempuan di meja belakang tempat Ayu berdiri.
Mungkin mereka kira, omongannya tidak akan terdengar, nyatanya sangat terdengar jelas di telinga Ayu.
“Lihat saja wajahnya, kelihatan banget kalau dari kampung…”
“Beda banget ya sama Kak Salina…”
Perempuan lain tertawa, “kamu pikir? Kelihatan banget lah, levelnya aja udah beda…”
“Kenapa Pak Arshaka mau nikahin cewek begituan sih?”
“Iya, kalo levelnya kaya gitu mah mending dari dulu aku deketin…” ucap wanita lainnya disambut tawa ledekan dari teman-temannya.
“Yah… namanya juga pelakor, ya nggak tau malu…”
Ayu nyaris tidak bisa menelan macaroon-nya. Tangannya kembali berkeringat. Matanya mencari sosok Arshaka, namun kenapa batang hidungnya tak terlihat sedikit pun.
Ayu mencoba untuk mengatur napasnya sembari memejamkan kedua matanya.
__ADS_1
Saat membuka mata perlahan, seseorang sudah berdiri di hadapannya, “halo lagi, Ayu…” sapanya, ia adalah Anthony.
Ayu sangat terkejut, ia bahkan nyaris jatuh saking kagetnya. Tentu saja ada Anthony disini, dia juga bekerta di kantor yang sama.
“Kenapa kaget gitu? Nggak pernah lihat orang setampan ini ya?” Ucapnya sangat percaya diri.
Ayu hanya diam, lalu tanpa sadar ia lebih menajamkan pendengarannya, mencoba memeriksa apa ada komentar lain yang akan di katakan orang lain di belakangnya?
Tentu saja, mereka semua kini melihat Ayu yang sedang berdiri bersama Anthony.
“Dia kenal sama Pak Anthony?”
“Gila sih, mau siapa aja yang dia embat?!”
Ayu terlihat gusar, mungkin Anthony menyadari gelagat Ayu yang tidak nyaman dengan omong kosong di belakangnya itu.
“Kedengaran tau!” Teriak Anthony melempar tatapan kepada kerumunan para karyawan perempuan di belakang Ayu.
Mereka semua tampak kaget begitu juga Ayu yang mendengarnya.
“Kamu apa-apaan sih?!”
“Wah! Akhirnya Ayu mau ngmong juga…” lalu Anthony tertawa seperti biasa.
“Biarin aja mereka mau ngomong apa…” ucap Ayu kemudian mengalihkan pandangan.
Meskipun sebenarnya ia tidak suka, namun percuma saja, orang seperti mereka akan selalu mencari kekurangan, kalau tidak ada maka akan membuat karangan.
“Memangnya aku lagi ngebela kamu? Aku ngebela diriku sendiri tau!” Balas Anthony ketus.
“Terserah deh…”
Sesaat kemudian, Arshaka datang menghampiri tempat Ayu dan Anthony berdiri. Ia segera mengulurkan tangannya. “Ayo…”
“Arshaka?” Ayu menyambut tangan tersebut, “kamu dari mana aja?”
“Ada beberapa orang yang harus kutemuin tadi,” lalu Arshaka menyadari keberadaan Anthony disana masih cengar-cengir melihat Ayu, “ngapain kamu sama orang aneh ini?”
“Ah… itu…” Ayu ikut melihat Anthony, “nggak tau, dia tiba-tiba kesini…”
“Halo Arshaka…” sapanya dengan senyum sumringah menonjolkan deretan gigi yang rapi namun menyebalkan itu.
“Jangan deket-deket sama orang gila ini!” Ucap Arshaka menarik Ayu untuk mendekat ke tubuhnya.
“Kayanya kita harus double date deh, iya kan, Yu?” Tawar Anthony dengan ide dadakannya, namun dengan nada becanda.
__ADS_1
Bahkan sampai detik ini pun, Ayu masih tidak mengerti sebenarnya apa mau dari Anthony. Apa dia sungguh ingin menghancurkan hidup Arshaka seperti yang ia katakan sebelumnya, atau memang bosan saja dengan hidupnya sendiri makanya melakukan hal-hal bodoh begini?
“Bagaimana menurutmu?” Tanya Anthony lagi dengan senyum liciknya.