
Dengan semangat 45 Tristan melajukan mobilnya menuju kantor Azura. Hubungannya yang mulai membaik menjadi langkah awal untuk Tristan mendapatkan hati Azura. Karena tanpa Tristan sadari sudah tumbuh benih-benih cinta yang bersemayam dalam lubuk hatinya.
Begitu sampai di depan kantor Azura, Tristan melihat Azura tengah berbicara dengan seorang pria. Jaraknya yang agak jauh membuat Tristan tidak melihat jelas siapa pria tersebut, tapi di lihat dari setelannya pria tersebut bukan orang biasa. Bahkan Azura pun memasuki mobil mewah milik si pria itu.
"Siapa pria yang bersama Azura?" gumam Tristan, niat hati ingin mengikuti Azura tapi dia urungkan. Tristan lebih baik menanyakan ini pada Alvero. Bergegas Tristan memasuki perusahaan Widjaya grup, tidak menunggu lama dia langsung masuk lift menuju lantai tertinggi perusahaan ini.
Setibanya di depan ruangan Alvero, Tristan yang sudah sering bolak balik langsung di persilahkan masuk oleh sekertaris Alvero. Hal pertama yang dia lihat saat pintu terbuka Alvero tengah melakukan pembicaraan serius dengan Kenzo. Namun Tristan tidak memperdulikan hal itu, dia ikut duduk di sofa yang berbeda.
Alvero dan Kenzo hanya menatap jengah melihat kedatangan Tristan yang dengan santainya duduk begitu saja.
"Ada tamu gak di undang rupanya Al." ucap Kenzo bermaksud menyindir Tristan.
"Gue bukan tamu, tapi calon menantu pemilik perusahaan ini." jawab Tristan santai.
"Pppffttt...hahaha...sejak kapan Tristan menjadi sepede itu Al." ledek Kenzo.
"Sudahlah, lo ada apa Tan? gue lagi meeting sama Kenzo" tanya Alvero.
"Meeting apa sore-sore begini?"
"Ada yang perlu gue bahas sama Kenzo, lo kenapa? muka kusut amat?"
Tristan menarik nafas sejenak sebelum melanjutkan ucapannya "lo tahu Azura pergi sama siapa?"
Alvero dan Kenzo mengedikan bahunya dan saling memandang.
"Emang lo lihat Azura dimana?" tanya Kenzo.
"Di parkiran, dia pergi pake mobil mewah. Tadinya gue mau jemput dia tapi udah keburu pergi." jelas Tristan.
"Alah paling sama Om Jupiter, sama siapa lagi." tukas Kenzo.
"Gak mungkin.. kalau Om Jupiter gue hapal, cowok itu masih muda tapi gue gak begitu jelas melihat wajahnya."
__ADS_1
"Papah udah pulang dari tadi siang, berarti siapa cowok yang bersama Azura? setahu gue selama ini dia gak pernah dekat sama cowok manapun." ujar Alvero memberikan argumennya.
"Mungkin gebetan barunya, sepertinya lo keduluan Tan buat dapetin Azura." ucapan Kenzo membuat Tristan sedikit geram. Bagaimana jika yang di ucapkan Kenzo itu benar. Masih ada harapan kah untuk Tristan memiliki Azura lebih dari sekedar teman.
"Gak mungkin. Gue tahu siapa Azura, dia gak akan semudah itu dekat dengan seorang pria karena pengalaman buruk masalalunya." imbuh Alvero.
"Semoga aja gue masih ada harapan buat dapetin Azura."
Kenzo menepuk bahu Tristan "gue dukung lo brother buat dapetin Azura."
"Gue apalagi, sebagai kembaran Azura gue lebih percaya Azura sama lo daripada sama cowok lain." tambah Alvero.
"Thanks ya..kalian emang sahabat terbaik gue." Tristan merangkul Alvero dan Kenzo dari sisi kiri dan kanan.
"Jadi kalian mau tetap meeting atau kita ngopi di tempat biasa?udah lama juga kita gak ngumpul kayak gini." tanya Tristan.
"Ide bagus tuh sore-sore gini ngopi, meeting bisa kita lanjut besok saja." ujar Kenzo.
"Ya sudahlah gue ikut kalian saja." ucap Alvero pasrah dia gak mungkin menolak ajakan sahabat-sahabatnya itu.
๐๐๐
Denis mengulas senyum manisnya lalu meraih tangan Azura, namun buru-buru Azura menarik kembali tangannya "kamu jangan kurang ajar Denis! kita bukan siapa-siapa lagi, cepat katakan apa mau kamu?" sentak Azura.
"Kamu banyak berubah sekarang ya Ra, dulu kamu cewek yang lembut dan juga manis."
Azura memutar kedua bola matanya menatap jengah pada Denis "gak usah basa-basi, aku gak punya waktu untuk mendengar ocehanmu!" Azura beranjak dari duduknya namun Denis langsung menahan Azura agar tetap duduk.
"Sekali lagi aku mau minta maaf atas kebodohanku dulu yang pergi meninggalkanmu dan membatalkan pernikahan kita. Aku sungguh menyesal Ra, dan aku salah telah memilih Olivia, dia bukan istri dan ibu yang baik buat Cherry. Pernikahanku hanya bertahan satu tahun, dia pergi ke luar negeri untuk menjadi model internasional. Aku menyesal Ra menyakiti kamu, aku ingin menebus kesalahanku dulu. Ijinkan aku memperbaiki semuanya Ra." ucap Denis akhirnya dengan kepala tertunduk.
Azura cukup kaget mendengar penuturan Denis, dia tidak menyangka jika pernikahan Denis dan Olivia akan setragis itu. Haruskah Azura tertawa atau merasa iba melihat keadaan Denis.
"Azura?" Denis kembali meraih tangan Azura karena tidak ada tanggapan dari Azura.
__ADS_1
Sebuah senyuman sinis muncul di bibir Azura "aku turut prihatin atas kegagalan pernikahanmu, tapi semua itu tidak akan merubah apapun. Hubungan kita sudah berakhir 4 tahun lalu dan tidak akan pernah bisa di perbaiki." tegas Azura dengan sorot mata tajam.
"Please...kasih aku kesempatan kedua, aku tahu setelah kita berpisah kamu tidak dekat dengan pria manapun."
Azura tertawa mendengar ucapan Denis "apa aku terlihat tidak bisa move on dari kamu Den sehingga tidak ada pria yang dekat denganku? kamu salah! bahkan saat ini aku sudah mempunyai calon suami."
Azura merutuki dirinya sendiri kenapa bisa dia mengaku sudah memiliki calon suami, bahkan pacar pun dia tidak punya.
"Benarkah kamu sudah punya calon suami?" selidik Denis. Dia sedikit tak percaya dengan ucapan Azura.
"I-iya..aku sudah punya calon suami, buat apa juga kamu tanya-tanya itu, tidak ada hubungannya dengan kamu."
"Tapi aku tidak percaya Azura, dari dulu kamu tidak pandai berbohong." Denis memajukan wajahnya menatap lebih dalam pada dua bola mata Azura.
Azura bersikap sewajar mungkin agar kebohongannya tidak di ketahui Denis. Buru-buru dia beranjak dari duduknya untuk mencari posisi aman.
"Pembicaraan kita cukup sampai disini, aku pamit pulang!"
"Tunggu Azura! Chery ingin bertemu denganmu?" teriak Denis, dan itu sukses membuat langkah Azura terhenti.
"Sedari kecil Chery tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, saat pertama bertemu denganmu dia begitu bahagia. Apa kamu tidak ingin mengenal Chery lebih dekat?"
Azura membalikan badannya "jangan jadikan Chery sebagai alasan kamu Den, urus saja Chery dengan baik agar kelak dia tidak sama seperti ibunya."
Azura meneruskan langkahnya tanpa menoleh kembali ke belakang. Denis hanya bisa mengepalkan tangannya karena gagal membujuk Azura.
"Awas saja Azura aku pasti bisa mendapatkan kamu lagi."
bersambung..
๐๐๐
Gak semudah itu bang Denis buat dapetin Azura lagi๐ถ
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐dukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐๐...