Wedding Disaster

Wedding Disaster
Kedatangan Calon mertua


__ADS_3

Hari terus berganti hari, minggu pun kini sudah berganti memasuki minggu ketiga dalam waktu satu bulan. Kesibukan kini tengah terjadi di keluarga papah Jupiter, pasalnya kurang dari satu minggu lagi putri bungsunya akan melangsungkan acara akad nikah. Persiapan sudah hampir selesai di mulai dari fitting baju pengantin, cathering, dan undangan untuk tetangga dan kerabat dekat saja. Karena acara kali ini hanya akad nikah dan untuk resepsi di tunda 6 bulan kedepan.


Azura sendiri sudah mengambil cuti dari pekerjaannya, dia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk membantu mamah Theolla. Sesekali Tristan datang mengunjungi untuk memastikan semua persiapan berjalan dengan lancar, meskipun akad nikahnya di adakan secara sederhana namun Azura dan Tristan ingin menjadikan momen sakral ini sebagai momen bersejarah dalam hidupnya.


Selama beberapa minggu terakhir Azura selalu di dera rasa ketakutan untuk menghadapi hari pernikahannya. Namun karena Tristan selalu meyakinkannya perlahan ketakutan itu mulai sirna. Awalnya Azura berpikir jika pernikahan itu akan membawa bencana, namun kini dia meyakini satu hal jika pernikahan itu merupakan ladang ibadah yang di dalamnya terdapat banyak pahala, jika kita menjalankan biduk rumah tangga itu dengan benar sesuai syariat agama.


Azura yakin jika apa yang terjadi di masa lalu merupakan ujian hidup yang harus dia hadapi dengan lapang dada. Sekarang saatnya Azura mengubur dalam-dalam masa lalu itu, demi menyongsong kebahagiaan bersama orang tercintanya.


"Sayang boleh mamah masuk?" suara ketukan pintu dari luar membuat Azura mengerjapkan matanya, menatap pantulan dirinya di cermin.


"Iya mah, masuk aja!"


Setelah pintu terbuka lebar, mamah Theolla menghampiri Azura yang masih duduk di depan meja rias.


"Kamu udah siap sayang?"


"Sebentar lagi mah, aku pake make up dulu!" Azura lalu memberi sentuhan pada wajahnya yang cantik dengan bedak yang tipis dan mengoleskan lipstik berwarna nude.


"Dandan yang cantik sayang , biar calon mertua kamu terpesona memiliki menantu secantik kamu."


"Mamah ini bisa aja, aku lebih nyaman seperti ini. Jadi jam berapa mereka akan datang?"


"Tristan dan kedua orangtuanya sedang dalam perjalanan menuju kemari, padahal baru siang tadi mereka sampai Indonesia tapi mereka sudah tidak sabar ketemu kamu sayang."


"Duh..aku jadi deg-degan nih mah, takut ngecewain mereka yang udah jauh-jauh datang dari Jerman."


"Kamu tenang aja sayang, mamah yakin 100% mereka pasti bangga mempunyai menantu seperti kamu."


"Semoga saja ya mah,"


Azura yang harap-harap cemas menunggu kedatangan calon mertuanya, hanya bisa mondar mandir di dalam kamar. Bagaimana tidak ini merupakan pertemuan pertama mereka, karena sebelumnya kedua orangtua Tristan tinggal di Jerman.


Sesekali Azura keluar menuju balkon kamarnya, dia terus menatap pada gerbang tinggi yang menjulang berharap orang yang di tunggunya segera datang. Hingga akhirnya dua buah mobil mewah memasuki gerbang rumahnya, dan Azura berdebar menantikan pertemuannya dengan sang calon mertua.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Malam itu langit begitu cerah berhiasakan bintang yang berkelipan dan rembulan yang terang. Suara tawa dan canda terdengar lirih dari ruang tamu di rumah keluarga papah Jupiter. Bagaimana tidak, malam ini mereka kedatangan tamu istimewa yang jauh-jauh datang dari Jerman.


Papah Jupiter orang pertama yang bersalaman dengan papihnya Tristan yang bernama Anggara. Sementara itu mamah Theolla menelisik wajah wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan awet muda yang dia yakini adalah mamihnya Tristan, kedua wanita paruh baya itu saling berpandangan seolah mereka pernah mengenal satu sama lain.

__ADS_1


"Raisa kan??"


"Theolla??"


Keduanya mengangguk bersamaan, lalu berpelukan satu sama lain. Membuat siapa pun yang berada disana terheran-heran dengan tingkah dua wanita paruh baya ini.


"Kamu beneran Raisa sahabat SMA aku??" tanya mamah Theolla seakan tak percaya.


"Iya Theolla..ini aku Raisa sahabat kamu dulu, ya ampun aku gak nyangka kita bisa bertemu lagi." Raisa pun tak kalah heboh mereka bahkan kembali berpelukan.


"Pah..papah dia Raisa pah sahabat aku waktu SMA," ujar mamah Theolla begitu bahagia.


"Iya papah ingat...dia Raisa sahabat kamu mah." papah Jupiter tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Raisa.


"Kamu apa kabar Sa?"


"Aku baik kok, dimana Venus sama Amanda?"


"Venus dan Amanda tinggal di Surabaya sekarang, hanya anaknya Kenzo yang tinggal disini."


"Sayang sekali ya...ku pikir mereka juga ada di sini, terakhir kita ketemu waktu reuni SMA kan sekitar ...." Raisa nampak berpikir mengingat-ingat berapa lama mereka tidak bertemu.


"26 tahun yang lalu...." tukas mamah Theolla.


Azura, Tristan dan adik Tristan yang bernama Clarisa hanya menjadi penonton melihat para orangtua mereka ternyata saling mengenal.


"Ehemm...Mamih...Papih kalian ini mau reuni apa mau bertemu calon menantu kalian?" ucap Tristan akhirnya, menyadarkan keseruan para orangtuanya.


"Ya ampuun...mamih lupa nak tujuan awal kita datang kesini."


Pandangan Raisa dan Anggara tertuju pada gadis cantik yang berdiri di sebelah Tristan. Azura mengangguk dan tersenyum hangat melihat kedua calon mertuanya. Raisa buru-buru menghampiri Azura dan memeluknya dengan erat, bergantian dengan Anggara yang juga ikut memeluk Azura.


"Ini beneran Azura?" tanya Raisa memastikan.


"Iya tante saya Azura..."


"Kok manggilnya tante...mamih donk sebentar lagi kan kita keluarga."


"Iya mamih.."

__ADS_1


"Kamu udah sebesar ini nak, dulu saat bertemu kamu masih sangat kecil."


"Iyalah Sa...dulu saat kamu lihat Azura dia baru umur setahun." ujar mamah Theolla.


"Tunggu-tunggu anak kamu kembar kan La? lalu dimana sekarang kembarannya Azura?" Raisa kembali bertanya dengan heboh


"Mamih pasti kenal sama kembarannya Azura," sahut Tristan.


Raisa mengerutkan dahinya mendengar ucapan Tristan "Maksudnya nak? mamih kenal dimana?"


"Dia Alvero mih sahabatku waktu kuliah."


"APA??Alvero yang suka main kerumah?"


Tristan mengangguk membenarkan ucapan mamihnya.


"Berarti Kenzo juga..." ucapan Raisa kembali menggantung.


"Iya Raisa, Kenzo adalah anaknya Venus dan Amanda. Mereka berdua kuliah di Jerman dan bersahabat dengan Tristan." papah Jupiter angkat suara dan ikut menjelaskan.


"Ya ampun ternyata selama ini aku dekat sekali dengan anak kalian tapi aku tidak menyadarinya." ucap Raisa merasa tak percaya. Tiba-tiba pandangan Raisa tertuju pada anak gadisnya yang sedari tadi dia abaikan.


"Oh iya...aku lupa kenalin ini adiknya Tristan namanya Clarisa, sini sayang!" Raisa melambai menyuruh anak gadisnya yang tengah duduk mendekat.


"Hai om..hai tante...hai kakak ipar!!" sapa Clarisa dengan melambaikan tangannya.


"Salim Cla...kamu tidak sopan!! ini bukan di Jerman!!" peringat Tristan setengah berbisik.


"Oke..oke...!!" Clarisa bangkit dan bersalaman dengan papah Jupiter, mamah Theolla dan Azura.


"Kamu cantik sekali nak...mirip mamih kamu sewaktu muda." ucap mamah Theolla sambil mengelus rambut Clarisa.


"Thank you aunty.."


Selanjutnya kedua keluarga itu kembali terlibat dalam obrolan yang serius untuk membahas pernikahan Azura dan Tristan yang tinggal menghitung hari.


bersambung...


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚

__ADS_1


Masa muda Theolla, Jupiter dan Raisa ada di novel yang satunya ya....boleh intip-intip dikit kak atau kalau mau baca alhamdulillah๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜„


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜...


__ADS_2