Wedding Disaster

Wedding Disaster
Kejutan


__ADS_3

Hari terus berganti hari bulan pun sudah berganti seiring berjalannya waktu. Tak terasa kehamilan Azura kini sudah menginjak bulan ke tujuh. Suka duka Azura dan Tristan lalui dalam menghadapi kehamilan anak pertama mereka. Untunglah setelah memasuki bulan kelima Tristan sudah tidak merasakan yang namanya mual dan muntah, hanya sesekali dan kadang-kadang kini Azura yang merasakan ngidamnya.


Jarum jam sudah menunjukan angka tujuh malam saat Azura selesai dengan riasan di wajahnya. Tristan pun sudah rapi dengan jas yang melekat di tubuhnya.


"Udah siap sayang?"


"Iya ay...ayo kita berangkat."


Tristan menggenggam tangan Azura lalu mengajaknya untuk keluar dari kamar. Rencananya malam ini mereka akan datang ke acara resepsi pernikahan Arga dan Sisil yang di gelar di sebuah hotel berbintang.


Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam keduanya tiba di tempat resepsi. Para tamu undangan sudah hadir memenuhi aula ballroom untuk memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai. Azura dan Tristan pun langsung naik ke atas pelaminan menghampiri Arga dan Sisil yang tengah berbahagia dengan pernikahan mereka.


"Selamat ya Arga, selamat Sisil." Azura dan Tristan bergantian memberi ucapan pada kedua mempelai.


"Makasih pak Tristan dan bu Azura sudah datang ke acara pernikahan kami."


"Terima kasih tuan dan nona muda sudah menyempatkan waktunya untuk hadir."


Tristan menepuk bahu Arga berulang kali "santai saja bro, ini ada tiket honeymoon buat kalian berdua sebagai hadiah pernikahan."


Arga menerima amplop pemberian dari Tristan "terima kasih tuan."


"Sukses ya bro malam pertamanya." bisik Tristan di telinga Arga.


Arga hanya mengangguk dan mengangkat jempolnya. Azura dan Tristan lalu turun dari pelaminan untuk bergabung bersama Alvero, Diandra, Kenzo dan Agnes yang sudah hadir terlebih dulu.


"Waduh bumil...sini sini!!" Agnes menepuk kursi di sebelahnya yang masih kosong. Azura pun langsung mendaratkan bokongnya di sebelah Agnes.


"Apa kabar Ra?" tanya Diandra.


"Baik, kalian semua gimana kabarnya?"


"Seperti yang lo lihat kita juga baik-baik saja." sahut Kenzo.


"Jadi kapan perkiraan lahiran kamu Ra?"


"Masih dua bulan lagi Nes, minta doanya ya dari kalian semua."

__ADS_1


"Jadi gak sabar deh nunggu si kecil lahir," ujar Agnes sambil mengelus-elus perut buncit Azura.


"Makanya lo buruan nikah biar cepet hamil juga tuh kayak Azura!!" kelakar Tristan.


"Eits....sabar tunggu tanggal mainnya." timpal Kenzo.


"Jadi kapan Ken kamu mau melamar Agnes? kita semua udah nikah loh, tinggal kalian berdua."


"Secepatnya Ra, gue pasti akan melamar Agnes. Iya kan beb?"


Agnes tersipu mendengar ucapan Kenzo "aku tunggu yank."


"Ciiiieeeee...." sontak keempat orang yang berada di situ tertawa menyoraki Agnes dan juga Kenzo.


Keenam orang yang berada dalam satu meja itu kembali larut dalam obrolan yang seru, dimana Kenzo dan Agnes yang habis mereka bully karena satu-satunya pasangan yang belum menikah. Meskipun begitu Kenzo maupun Agnes tidak menganggap perkataan teman-temannya, semua murni hanya untuk hiburan semata.


Setelah puas bercengkrama dengan teman-temannya, Azura dan Tristan memilih pamit terlebih dulu karena hari sudah mulai larut. Sementara Alvero, Diandra, Kenzo dan Agnes masih berada di tempat pesta kembali melanjutkan obrolan mereka.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Sang surya mulai memancarkan sinarnya pertanda hari sudah beranjak pagi. Kicauan burung yang bertengger di atas dahan sebuah pohon terdengar nyaring bagaikan sebuah simfoni alam yang memeriahkan suasana di pagi hari. Sementara itu di sebuah kamar Azura terlihat sedang duduk di atas sofa menunggu Tristan yang masih di dalam kamar mandi.


Saat pintu kamar mandi terbuka Azura tersenyum melihat sang suami yang keluar menggunakan bathrobe dengan rambut basahnya.


"Sayang kamu udah bangun?"


"Iya ay sini aku bantuin ngeringin rambut kamu." Tristan lalu menghampiri Azura dan duduk di depannya. Dengan cekatan Azura mengeringkan rambut Tristan menggunakan handuk kecil.


Tiba-tiba pandangan Tristan tertuju pada kaki Azura yang terlihat membengkak "sayang apa yang terjadi sama kaki kamu?"


Azura tersenyum lalu membelai rambut Tristan "hanya bengkak biasa ay itu biasa terjadi pada ibu hamil sepertiku."


"Apa itu sakit?" tanya Tristan penuh kekhawatiran.


"Tidak ay.."


"Kita ke dokter ya sayang?"

__ADS_1


"Kamu ini terlalu berlebihan, aku gak papa ay serius. Udah sana kamu pake baju dulu nanti keburu siang."


"Pakein." pinta Tristan manja.


Azura hanya menggelengkan kepala dia tidak menyangka suaminya ini masih saja bersikap manja selama kehamilan dirinya. Bahkan selama tujuh bulan kehamilannya Tristan selalu saja bersikap posesif terhadapnya.


Dengan telaten Azura membantu Tristan untuk berpakaian, di mulai membantunya memakai celana hingga memakaikan kemeja dan mengancingkannya. Setiap hari kegiatan itu terus berlangsung selama masa kehamilan Azura.


"Ayah berangkat kerja dulu ya jagoan, kamu baik-baik di rumah sama bunda. Gak boleh nakal, jangan buat bunda kesusahan ya. Tunggu ayah pulang!!" Setelah puas menciumi perut buncit Azura, Tristan pun berpamitan untuk berangkat ke kantor.


Setelah kehamilannya memasuki bulan ke tujuh, Azura sudah memutuskan untuk cuti sementara dari pekerjaannya. Setiap kali Tristan berangkat kekantor dirinya selalu merasa kesepian, karena Opa Pramudya pun jarang berada di rumah. Sesekali untuk mengisi waktu luangnya Azura gunakan untuk membaca buku-buku kehamilan. Terkadang mamah Theolla datang untuk mengunjunginya dan mengajaknya berbelanja perlengkapan bayi.


Azura begitu antusias menunggu kelahiran si buah hati yang di prediksi berjenis kelamin lelaki. Hanya menunggu beberapa minggu lagi Azura dan Tristan akan bertemu dengan calon anak mereka. Bahkan kedua sejoli itu pun sudah menyiapkan sebuah nama untuk calon anaknya nanti.


Saat tengah larut membaca tiba-tiba ponsel Azura berdering, buru-buru dia meraih ponselnya untuk melihat siapa si penelpon.


"Sayang.."


"Ada apa ay?" Azura begitu heran baru beberapa menit yang lalu suaminya ini keluar dari rumah tapi sudah menelponnya.


"Bereskan baju-baju kita ya sayang, nanti sore kita akan berangkat Ke Bali."


"Tapi untuk apa Ay?"


"Kita babymoon kesana sekalian bersama Arga dan Sisil yang berbulan madu."


"Apa? tapi kenapa dadakan sekali? bukannya kamu hanya membeli tiket untuk bulan madu Arga dan Sisil."


"Kejutan donk sayang."


Azura hanya menghela nafas dia tidak menyangka jika Tristan akan memberinya sebuah kejutan yang mendadak.


bersambung...


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Duuh maafkan daku yang baru muncul kembali๐Ÿ˜“ meskipun telat daku ucapkan selamat tahun baru untuk kalian semua para readers dan para author kece๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜...


__ADS_2