Wedding Disaster

Wedding Disaster
Raja Ampat


__ADS_3

Warning!! ada adegan khusus 21+ yang belum cukup umur skip saja yaπŸ™ˆ


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Hari mulai beranjak sore ketika pasangan pengantin baru itu tiba di sebuah resort yang berada di Raja Ampat, tepatnya di kepulauan Waigeo. Salah satu pulau terbesar di Raja Ampat.



Mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah karena perjalanan panjang dari Jakarta menuju provinsi Papua Barat, dimana untuk mencapai kepulauan Raja Ampat, Alvero dan Diandra harus melewati kota Sorong terlebih dahulu. Setelah itu berlayar menggunakan sejenis kapal cepat menuju Waisai, ibu kota kepulauan Raja Ampat selama 2-3 jam untuk tiba di pelabuhan Waisai.


"Apa kamu lelah yank?" tanya Alvero saat dia ikut merebahkan tubuhnya di samping Diandra.


Diandra mengangguk tanpa membuka matanya "Iya Al, aku lelah banget ijinkan aku beristirahat dulu ya sampe lelah ini hilang."


Alvero hanya menghela nafasnya, dalam hati dia berharap akan mengukir manisnya madu bercinta saat malam pertama berada di Raja Ampat. Tapi kondisi tubuh yang tidak memungkinkan pada sang istri membuat Alvero menunda niatnya.


"Baiklah, masih ada enam hari berikutnya baru aku akan memakanmu sampai kenyang." bisik Alvero sambil mengeratkan pelukannya.


Jadilah sore itu mereka berdua tertidur di kamar sebuah resort yang langsung menghadap ke arah pantai. Suasana yang begitu tenang membuat keduanya terlelap merenda mimpi manis hingga malam menyapa.



Raja Ampat menjadi salah satu destinasi wisata andalan yang berada di Provinsi Papua Barat. Keindahan pesona alamnya yang eksotis, kecantikan terumbu karang dan keindahan bawah laut yang memikat setidaknya terdapat sekitar 1500 spesies ikan, 500 spesies koral dan lebih dari 600 hewan tak bertulang belakang di bawah laut di seluruh wilayah Raja Ampat. Para penyelam dunia begitu mencintai Raja Ampat karena kekayaan hayati yang di miliki surga bawah lautnya, sehingga menyebut Raja Ampat sebagai Surga Bawah Laut Dunia.



Selain kekayaan alamnya Raja Ampat juga memiliki berbagai kebudayaan dan kesenian yang sangat unik dan menarik. Asal mula nama Raja Ampat menurut mitos masyarakat setempat berasal dari seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Empat butir di antaranya menetas menjadi empat orang pangeran yang berpisah dan masing-masing menjadi raja yang berkuasa di Waigeo, Salawati, Misool timur dan Misool barat. Sementara tiga butir lainnya menjadi hantu, seorang wanita dan sebuah batu.


Diandra mengerjapkan matanya ketika hawa dingin terasa menusuk kulit karena jendela kamar yang terbuka lebar, tangan besar yang memeluk erat dirinya tidak menjadikan hawa dingin itu hilang. Perlahan Diandra melepaskan lengan Alvero takut membangun kan sang suami yang tengah terlelap. Dibawanya kaki untuk melangkah menutup seluruh jendela dan menutup tirai gorden.


Setelah berbenah merapihkan semua pakaiannya selama seminggu kedepan Diandra memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Alvero memicingkan matanya saat dia tidak mendapati sang istri tidur di sebelahnya. Dia beranjak bangun mengedarkan pandangannya melihat jam yang baru menunjukan angka delapan malam waktu setempat.


"Yank..!!" teriak Alvero dengan suara khas bangun tidur.

__ADS_1


Mendengar suara gemercik air di kamar mandi Alvero bernafas lega, setidaknya dia yakin jika sang istri tengah membersihkan dirinya. Sambil menunggu sang istri, Alvero iseng membuka ponselnya yang sejak tadi sore tidak dia sentuh. Ada banyak pesan masuk dari saudara dan sahabatnya yang menanyakan dirinya sudah tiba atau belum di Raja Ampat.


Saat tengah asyik memainkan ponselnya, Diandra keluar dengan bathrobe yang membalut tubuhnya. Dia tersenyum melihat sang suami yang sudah bangun dan tengah berkutat dengan ponselnya.


"Yank udah selesai mandinya?" Alvero menyimpan ponselnya dan menghampiri Diandra yang nampak segar dengan rambutnya yang basah.


"Hmmm, kamu kapan bangun Al?" Diandra duduk di atas kasur mencoba mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.


"Baru saja, apa kamu lapar yank?"


Diandra mengangguk sambil menikmati sentuhan tangan Alvero di kulit kepalanya.


"Baiklah aku akan menelpon pihak resort untuk memesan makanan, kamu gak papa kan malam ini kita makan di kamar saja?"


"Iya sayang gak papa, ya udah kamu mandi dulu! setelah itu kita makan malam bersama." Alvero tersenyum menuruti ucapan Diandra dan berlalu menuju kamar mandi.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Kita bersulang dulu untuk bulan madu kita seminggu kedepan!" ajak Alvero.


"Cheers .." suara gelas yang berdenting menjadi pembuka bagi keduanya menikmati makanan malam.


"Apa masih lelah yank?" tanya Alvero di sela-sela makannya.


Diandra menggeleng "sudah nggak sayang, di bawa mandi jadi segar."


"Baguslah kalau gitu, berarti bisa donk malam ini kita..." Alvero menaik turunkan alisnya menggoda Diandra.


"Dasar mes*um..." Diandra mencubit perut Alvero mengerti arah pembicaraan sang suami.


"Makan yang banyak yank! biar nanti kamu gak kelelahan saat kita olahraga malam. Aku mau minta jatahku karena semalam kita sudah libur."


Diandra hanya menggelengkan kepala kenapa otak Alvero tidak bisa jauh dari permainan ranjang. Bahkan sebelum makan malamnya selesai Alvero sudah membopong tubuh Diandra menuju atas kasur.

__ADS_1


"Hey...apa kamu tidak bisa sabar sedikit saja Al!" tegur Diandra saat berada di gendongan Alvero.


"Untuk urusan ini aku tidak bisa yank, bahkan aku sudah menahannya sejak semalam."


"Baiklah turunkan aku!"


"Apa?"


"Turunkan sebentar, aku akan membuka bathrobe ini terlebih dulu!"


Alvero menuruti ucapan Diandra, dia lalu menurunkan Diandra pelan-pelan. Dan saat tali bathrobe itu terbuka sebuah pemandangan indah tersaji di depan mata Alvero. Menelan salivanya dengan cepat Alvero terpana melihat penampilan Diandra yang nampak sexy dengan balutan lingerie berwarna merah maroon.


"Yank..." Alvero melongo ada rasa tidak sabar untuk mencicipi tubuh sexy itu.


Tanpa di duga Diandra mengalungkan lengannya pada leher Alvero dan menyambar bibir Alvero yang masih melongo kaget. Tidak ingin melewati kesempatan ini Alvero langsung menarik tengkuk Diandra untuk memperdalam ciuman mereka. Keduanya asyik saling mema*gut dan saling menghis*ap, bahkan lidah Alvero kini sudah terbenam seluruhnya didalam mulut Diandra. Keduanya saling berbelit lidah dengan nafas yang sama-sama memburu.


Alvero menggiring tubuh Diandra untuk berbaring di atas kasur tanpa melepaskan pagutan mereka. Setelah berbaring sempurna Alvero menuruni ciumannya menuju leher putih nan jenjang menghis*apnya dan memberi tanda kepemilikan, setelah itu ciumannya turun menuju tulang selangka dan berakhir pada dua gunung kembar sintal yang masih tertutup kain berlapis. Tanpa menunggu lama Alvero menyingkirkan semua kain yang menempel pada tubuh mereka, dan mulai bermain-main diatas gunung tersebut. Alvero memberi banyak tanda kepemilikan yang membuat Diandra meremang seketika, dia mendesa*ah menikmati permainan bibir Alvero di atas gunung kembarnya.


"Ahhh...Al.."


"Sebut namaku yank..."


"Alvero...ahhh...ahhh..." Diandra melengkungkan tubuhnya saat pelepasan pertama itu tiba. Alvero tersenyum saat melihat mata Diandra terpejam menikmati permainan Alvero.


Setelah puas bermain-main diatas tubuh Diandra, Alvero mulai menciumi tubuh bagian bawahnya. Senjatanya yang sudah mulai sesak dia arahkan menuju lembah kenikmatan surga dunia, dan jadilah malam itu menjadi malam panjang bagi keduanya mengukir manisnya bulan madu.


bersambung ..


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Source : Google


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favoritπŸ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasihπŸ™πŸ˜...

__ADS_1


__ADS_2