
Suasana sore itu sangat cerah, secerah hati sepasang pengantin baru yang beberapa jam lalu mengikrarkan sumpah janji sehidup semati di hadapan penghulu. Disebuah ballroom hotel berbintang kini keduanya tengah berdiri diatas pelaminan menyambut para tamu yang hadir memberikan ucapan selamat. Alvero dan Diandra tak henti memamerkan senyum bahagia karena menjadi raja dan ratu sehari.
Setelah pagi tadi mengadakan acara akad nikah, kini keduanya tengah mengadakan acara resepsi di hari yang sama namun di jam yang berbeda. Alvero terlihat tampan dengan tuxedo yang membalut tubuhnya, sementara Diandara mengenakan gaun berwarna silver rancangan dari designer terkenal.
Kenzo dan Agnes terlebih dulu memberi selamat pada Alvero dan Diandra, mereka berdua pun terlihat serasi mengenakan couple baju batik dari butik ternama.
"Selamat ya brother..akhirnya kalian berdua menikah juga." Kenzo menepuk-nepuk bahu Alvero lalu dia bersalaman dengan Diandra. Di susul oleh Agnes yang mengikutinya dari belakang.
"Thanks ya, kalian cepat nyusul juga."
"Doain aja bro! gue juga udah ngebet pengen buru-buru nikahin Agnes." ujar Kenzo yang langsung mendapat cubitan keras dari Agnes.
"Sakit beb.." ringis Kenzo.
"Makanya kalau ngomong jangan asal jeplak."
Alvero dan Diandra hanya terkekeh melihat keributan kecil dari para sahabatnya.
Setelah Kenzo dan Agnes turun dari pelaminan, kini Tristan dan Azura yang gantian memberi ucapan selamat. Kedua pasangan ini pun terlihat serasi tidak kalah dari pasangan pengantin baru.
Azura terlebih dulu memeluk Alvero, dia menitikan air matanya turut berbahagia atas pernikahan saudara kembarnya. Meskipun dari kecil keduanya sering terlibat adu mulut, tapi jauh dari lubuk hati mereka saling menyayangi satu sama lain.
"Aku titip abang aku ya Di..jika dia macam-macam kamu lapor sama aku." Azura berucap dengan wajah sendunya, karena setelah pernikahan ini otomatis Alvero akan keluar dari rumah tinggal berdua bersama Diandra dirumah baru mereka.
Diandra mengangguk dan langsung memeluk Azura.
"Udah donk dek..jangan cengeng!" ucap Alvero membuat Azura semakin berkaca-kaca. Karena sudah lama sekali Alvero tidak pernah memanggilnya adek, begitu pun Azura pada Alvero sudah lama tidak memanggilnya abang. Keduanya tidak sedekat itu sebagai saudara kembar, apalagi jarak pernah memisahkan mereka selama lima tahun, disaat Alvero menempuh pendidikan di Jerman.
Azura kembali memeluk Alvero, seakan tidak ingin moment ini berlalu begitu saja.
__ADS_1
"Eheem..! Udah donk pelukannya, aku cemburu tahu melihat kalian seperti ini." celetuk Tristan yang sedari tadi hanya menonton drama sepasang kakak dan adik itu.
Azura mengurai pelukannya, Alvero hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya.
"Selamat ya buat kalian berdua, buruan berangkat honeymoon! Setelah itu kasih kita keponakan yang lucu-lucu!" goda Tristan pada sepasang pengantin baru.
"Siap! Gue pasti akan buatin kalian keponakan yang banyak!" tutur Alvero, Diandra hanya tersipu malu mendengar ucapan sang suami.
"Gue tunggu secepatnya!"
"Bro..gue titip adek gue ya! setelah ini gue gak bisa selalu menjaga dia, gue percayain Azura sama lo."
"Lo tenang aja, tanpa lo suruh gue akan selalu ada buat Azura menyayanginya hingga sisa hidup gue!" terdengar lebay sih, tapi Tristan sungguh-sungguh dengan ucapannya. Dia merangkul bahu Azura lalu mengajaknya turun dari pelaminan, memberi kesempatan pada tamu lain untuk memberi ucapan selamat.
Sementara itu Arga dan Sisil yang baru tiba langsung memberikan selamat pada sepasang pengantin baru yang tengah berbahagia. Mereka berdua janjian untuk datang ke resepsi Alvero bersama-sama. Kedekatan yang sudah terjalin selama beberapa minggu ini terjadi begitu saja. Arga banyak membantu Sisil dalam proses sidang perceraiannya.
"Kita kesana dulu yuk Ga! Aku laper nih!" ajak Sisil menuju stand makanan. Arga pun menurut mengikuti keinginan Sisil. Keduanya kemudian menikmati makanan terlebih dulu.
πππ
Hari semakin larut acara demi acara sudah selesai di laksanakan, para tamu undangan pun sudah membubarkan diri menuju rumah masing-masing. Sebagian keluarga Azura memilih untuk menginap di hotel, sementara Azura sendiri memilih pulang bersama mamah dan papahnya.
Lain halnya Azura kedua pengantin yang baru berstatus suami dan istri itu memilih sebuah kamar Presidential Suite sebagai tempat mereka beristrahat. Mereka akan menginap disana selama dua hari dua malam dengan semua fasilitas nomor wahid. Papa Jupiter sendiri yang menghadiahkan itu semua teruntuk putra kesayanganya.
Untuk bulan madu, Alvero dan Diandra memilih Raja Ampat sebagai tujuan wisatanya. Disana mereka akan berada selama satu minggu penuh, memadu kasih merajut asa layaknya pengantin baru pada umumnya.
Begitu pintu kamar di buka aroma bunga mawar langsung menusuk indera penciuman. Alvero dan Diandra begitu terpaku melihat kamar hotel yang sudah di sulap sedemikian rupa dengan taburan bunga mawar merah di lantai dan di atas kasur, selain itu penerangan dari cahaya lilin menambah kesan romantis bagi pasangan pengantin ini.
__ADS_1
"Apa ini tidak berlebihan Al?"
"Mereka sudah mempersiapkan ini semua untuk malam pengantin kita." bisik Alvero lirih, membuat Diandra meremang seketika merasakan sentuhan bibir Alvero pada pundaknya yang terekspos.
"A..aku bersih-bersih dulu!" Diandra yang merasa gugup hendak berlalu namun tangan Alvero lebih dulu menahannya. Dia menggiring Diandra untuk duduk diatas ranjang pengantin.
"Bersih-bersihnya nanti saja setelah kita berkeringat," Alvero mulai melancarkan aksinya menarik tengkuk Diandra dan meluma*at bibir sensual itu. Serangan yang datang mendadak dari Alvero membuat Diandra membelalakan matanya. Tapi dia tidak bisa menolak toh Alvero kini sudah resmi menjadi suaminya, dan dia harus melayaninya dengan baik sekalipun itu di atas ranjang.
"Hmmm...pfft." merasa kehabisan nafas Diandra memukul-mukul dada Alvero agar menghentikan aktifitasnya.
Alvero melepas tautannya dan menatap Diandra dengan kabut gairah tinggi.
"Apa sayang?"
"Apa perlu kita melakukannya malam ini?" tanyanya polos. Diandra masih merasa takut menghadapi malam pertamanya.
"Mau sekarang atau besok sama saja kan?" Tanpa menunggu persetujuan Diandra, Alvero kembali melancarkan aksinya dia mencium Diandra dengan cepat. Kali ini tangannya mulai bergerilya membuka resleting gaun Diandra. Perlahan gaun itu terlepas dengan sendirinya.
Alvero semakin bergairah melihat kedua gunung sintal dari balik kain yang menutupnya. Dia menelan salivanya dengan cepat, ingin segera menikmati keindahan dua gunung kembar itu. Diandra yang paham kemana arah pandang Alvero tersenyum dan merebahkan tubuhnya memberi kesempatan agar Alvero menikmatinya.
Dengan bertumpu pada kedua sikunya, Alvero mulai mendaki gunung merasakan kenikmatan untuk pertama kalinya. Diandra terus meracau merasakan sensasi yang begitu luar biasa, tanganya tidak bisa diam merem*as-rem*as rambut Alvero. Setelah puas dengan gunung kembarnya Alvero kini mulai menuruni lembah yang di penuhi rumput halus, dia semakin tidak sabar untuk segera menjelajahinya. Setelah melepas seluruh pakaiannya Alvero mulai mengarahkan senjata laras panjangnya menuju lembah tersebut. Dan....
"Ahhhhhh....!"
Bersambung..
πππ
Coba tebak suara apaan tuh?ππ
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favoritπdukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasihππ...