
Warning!!!masih area terlarang bocah di bawah umur harap menyingkir..wokeeyyππ
πππ
Suara desa*han dan lenguhan terdengar merdu mengiringi langkah permainan panas kedua sejoli di dalam sebuah kamar Villa. Sang rembulan yang sudah menampakan wujudnya, tidak menyurutkan kedua sejoli untuk menghentikan aktifitasnya. Mereka ingin lagi, lagi dan lagi menyesap manisnya madu bercinta dalam sebuah ikatan yang halal.
Berbagai macam gaya sudah mereka praktekan, bahkan seluruh penjuru ruangan tak luput menjadi tempat aktifitas untuk mereka bercinta. Rasa lelah yang mendera membuat mereka sejenak menghentikan aktifitasnya.
Keduanya tersenyum saling berpandangan, mencoba meraup pasokan udara yang terasa sesak di dalam ruangan itu. Peluh yang bercucuran menandakan jika keduanya sama-sama saling menikmati aktifitas yang begitu menguras tenaga.
"Makasih ya sayang," Tristan mencium kening Azura penuh kelembutan.
"Sama-sama sayang,"
"Apa kamu lapar sayang?"
Azura mencebikan bibirnya "Tentu saja, ini sudah jam berapa kita di kamar terus dari tadi sore."
"Baru jam 8 sayang, ya sudah kita mandi dulu baru makan ya."
Azura buru-buru turun dari ranjang dengan tubuh polosnya "aku mandi duluan!!"
"Kita mandi bareng sayang!!"
"Nggakk!!"
Sebelum Tristan menyusul dirinya, Azura sudah buru-buru menutup pintu kamar mandi dan menguncinya. Daripada nanti mereka mandi bareng, bisa-bisa selesai dalam waktu berjam-jam.
Tristan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Azura. Kembali dia merebahkan tubuhnya menunggu sang istri selesai dengan ritual mandinya.
Setengah jam kemudian Azura sudah keluar dengan tubuh yang terbalut bathrobe, Tristan terkesima melihat Azura yang sudah terlihat segar dengan rambut basahnya.
"Sayang kamu cantik banget sih, aku beruntung memiliki kamu."
"Huh gombal..!!" cebik Azura.
"Serius sayang, bukan gombal."
__ADS_1
"Udah sana mandi!! Aku udah lapar banget nih Tristan."
"Kita makan malam di kamar saja ya, setelah selesai kita lanjut lagi ke ronde selanjutnya?" ucap Tristan sambil mengedipkan sebelah matanya.
Azura menatap Tristan dengan tajam "maksud kamu?"
"Pokoknya malam ini kamu harus dandan yang cantik, buat aku senang ya sayang." ucap Tristan sambil berlalu pergi ke kamar mandi.
Azura hanya menghela nafas panjang, niat hati malam ini ingin beristirahat dari aktifitas bercinta, Tristan malah sudah meminta kembali haknya.
"Apa dia gak lelah terus-terusan melakukan itu?"
Azura lalu beranjak memilih beberapa pakaian yang akan dia kenakan untuk menyenangkan suaminya. Gaun malam berwarna hitam menjadi pilihan Azura, karena selama menikah ini pertama kalinya bagi Azura mengenakan sebuah lingerie.
"Ya ampuun sungguh memalukan kenapa bajunya kurang bahan dan begitu tipis," gumam Azura. Dia lalu mematut dirinya di depan cermin memutar-mutar tubuhnya dengan percaya diri.
Ceklek!
Pintu kamar mandi terbuka lebar, Tristan terkejut melihat Azura mengenakan pakaian sexy dengan rambut panjangnya yang tergerai basah, sungguh pemandangan yang sangat langka, begitulah pikir Tristan.
"Bajunya jelek ya? Ya udah deh aku ganti."
"Jangan!! Aku suka melihat kamu berpakaian seperti ini, bahkan jika sepanjang hari kamu memakainya aku pasti sangat menyukainya."
"Dasar mes*um..udah buruan pakai baju aku lapar!!" rengek Azura.
"Ya udah kamu tunggu sini, biar aku ambilkan makanannya."
Tristan buru-buru mengenakan celana pendeknya, tanpa memakai baju. Toh setelah ini mereka pasti akan kembali berkeringat untuk melakukan berolahraga malam ala pengantin baru.
πππ
Azura dan Tristan menikmati makan malam di atas sebuah balkon kamarnya yang langsung menghadap ke puncak bukit. Kelap-kelip lampu perumahan penduduk dari kejauhan menambah indahnya suasana malam ini. Semilir angin tidak membuat kedua sejoli ini merasa kedinginan, hanya hawa sejuk yang kini mereka rasakan.
Rintik-rintik air hujan perlahan turun ke bumi, membasahi hamparan luas perkebunan teh yang menghijau sepanjang jalan. Azura begitu menikmati momen ini, memandang hujan dari atas Villa.
"Sayang kita masuk kedalam yuk!! udara di luar semakin dingin saja."
__ADS_1
"Aku masih betah disini Tristan, menikmati hujan turun dari langit."
Tristan hanya menggeleng melihat kelakuan sang istri, dia lalu beranjak menghampiri Azura yang berdiri di samping pagar pembatas. Tangannya lalu melingkar erat di atas perut ramping Azura.
"Seperti ini kan lebih enak, kita jadi gak kedinginan." ujar Tristan.
"Haishh masuklah jika kamu kedinginan!"
"Gak mau!! Aku maunya sama kamu sayang." tangan Tristan mulai menjelajah masuk kedalam lingerie milik Azura dan memegang bagian favoritnya.
"Ahhh Tristan.."
"Ayolah sayang!! aku sudah tidak sabar untuk menghangatkan tubuhmu!"
Azura menggeliat karena sentuhan Tristan semakin intens membuat tubuhnya ikut meremang.
"Baiklah kita masuk...ahhh..."
Tristan tersenyum melihat tubuh Azura yang sudah seperti cacing kepanasan. Apalagi kini Azura sudah mengalungan tangannya pada leher Tristan dan berinisiatif untuk mencium Tristan terlebih dahulu. Keduanya lalu masuk kedalam kamar tanpa melepas pertautan bibirnya. Tristan menggiring tubuh Azura agar terduduk di atas sofa, bahkan kini Azura sudah duduk di atas pangkuan Tristan.
Ciuman itu terus berlanjut menimbulkan suara decapan lirih bak irama lagu di tengah hujan yang deras. Tangan Tristan mulai menjelajah masuk memberi sentuhan sensual pada titik-titik sensitif milik Azura, membuat Azura meremang dan merasa kepanasan.
Tristan tersenyum, buru-buru dia melepas kain yang masih melekat pada tubuh keduanya dan menggiring tubuhnya menuju kasur.
"Aku mau kamu yang mimpin sayang," pinta Tristan penuh harap. Tristan langsung merebahkan tubuhnya sementara Azura merangkak di atas tubuh Tristan. Sebelum menyenangkan suaminya, Azura terlebih dulu bermain-main di atas tubuh Tristan. Salah satu benda favoritnya kini bahkan sudah berada di dalam mulut Azura. Dia mengulumnya, menjil*tinya layaknya permen lolipop.
"Ssh...sh..s...h...sayang..a..hh...."Tristan mendes*ah menikmati setiap sentuhan Azura.
"Ter...us..sa...yang...ahh..." Tristan semakin meracau dan Azura semakin gencar bermain di atas tubuh Tristan.
Dan malam itu di tengah hujan yang deras kedua sejoli yang tengah di mabuk cinta kembali menyatukan raganya hingga berkali-kali, suara jeritan dan desa*han dari keduanya menandakan jika malam ini merupakan malam yang paling panas. Baik Tristan maupun Azura mereka sama-sama menikmati indahnya menjadi pengantin baru.
bersambung...
πππ
...*Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favoritπdukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih***ππ**...
__ADS_1