Wedding Disaster

Wedding Disaster
Tentang Jarak


__ADS_3

AYU sudah sampai di Jakarta, ia melihat sekeliling ruangan kost barunya yang berukuran 4x5 meter. Tidak terlalu mewah, namun cukup.


Setelah ini, lalu apa? Ucapnya dalam hati. Setengah bertanya-tanya apa keputusannya ini sudah benar? Tapi di sisi lain, Ayu tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa ia tetap ingin bertemu dengan Arshaka meskipun hanya sekali lagi saja.


Seketika itu ponselnya berdering, dari seseorang dengan nomor tidak dikenal.


“Halo?” Sapanya menunggu jawaban.


“Ayu? Ini aku Farhan!” Jawabnya dengan nada riang khas Farhan, dia adalah teman sekampung Ayu dulu. Sudah dari beberapa tahun yang lalu ia pindah ke Jakarta untuk mencari rupiah. “Kamu udah sampai Jakarta?”


“Iya, aku baru sampai…”


“Bagus! Kalau gitu kapan kamu bisa kesini?”


Ayu memainkan ujung bajunya, “besok? Aku hari ini mau beres-beres dulu…”


“Oke! Nggak apa-apa, take your time, Yu! Tapi besok jangan lupa ya, kutungguin!”


“Iya!” Ucap Ayu setelahnya Farhan mematikan panggilan. Ia tetap bersyukur meskipun begitu, ia memiliki teman yang bisa diandalkan. Besok ia akan mulai bekerja disini, semoga akan menjadi awal yang baik untuk Ayu.


...\~oOo\~...


“Kamu udah pastiin nggak ada yang ketinggalan?” Tanya Kinan kepada Arshaka yang sudah siap dengan koper hitamnya. Memangnya apa lagi yang perlu ia bawa? Ia tidak ingat memiliki barang penting apa yang bisa dibawa, jadi hanya mengenakan pakaian sederhana dan baju ganti seperlunya.


“Kita udah siap, Tante!” Salina tiba-tiba muncul dari belakang Arshaka dan merangkulnya manja.


Mereka bertiga akan pergi ke Singapura hari ini, sedangkan Rudi, Papa Arshaka akan menyusul saat urusannya dengan kantor sudah selesai.


Arshaka sudah pasrah menghadapi gadis di sampingnya itu, mau diperingatkan berapa kali pun Salina tetap akan menempel padanya.


Tiba-tiba gadis itu mengeluarkan ponsel dan mengambil foto mereka bersama, meskipun tahu Arshaka tidak suka. “Kamu ingat akun sosmed-mu?” Tanya Salina menatap ponselnya.


“Enggak.”


“Ini,” lalu ia mengambil ponsel lainnya di dalam tas dan memberikannya pada Arshaka. “Hadiah, untuk pertunangan kita nanti. Aku udah backup semua data-data kamu disana…”

__ADS_1


Meskipun Arshaka tidak suka dengan Salina namun ia tetap akan menerima hadiah itu. Memang itu yang ia butuhkan selama ini, Arshaka jadi merasa bodoh sendiri kenapa dirinya lupa tidak meminta nomer telpon Ayu saat itu.


“Coba buka InstaToon kamu!” Pinta Salina dengan senyum penuh harap.


Arshaka tak menjawab namun tetap melakukannya, ada notifikasi Salina membuat sebuah story yang menandainya disana, itu adalah foto mereka.


“Cantik kan?” Tanya Salina senang.


Arshaka tetap diam dan langsung menutup ponselnya, ia hanya ingin fokus pada perjalanannya.


...\~oOo\~...


Esoknya, Ayu sudah bersiap di kafe, Farhan mengajarkan Ayu bagaimana cara menyiapkan beberapa menu dan menghidangkannya. Ia tak masalah jika nanti Ayu butuh banyak waktu untuk mempelajarinya, ia tetap akan dengan senang hati menemaninya.


Jika diingat lagi, Ayu adalah cinta pertama Farhan saat mereka masih duduk di bangku SMA. Bahkan hingga saat ini, Farhan diam-diam masih mengagumi sosok Ayu.


“Begini caranya…” ucap Farhan membantu Ayu menuangkan kopi dengan hati-hati.


“Oke, berhasil!” Seru Ayu senang dengan kopi buatannya yang pertama. Mereka membuat lompatan-lompatan kecil dan saling bertepuk tangan seperti anak kecil.


“Jadi, bagaimana pelajaran hari ini?” Tanya Farhan dengan senyum khasnya, membuat siapapun yang melihat akan otomatis ikut tersenyum juga.


Ayu menghela napas puas, “capek, tapi seru…”


“Mau istirahat dulu? Mumpung jam makan siang?”


“Boleh…” ucap Ayu menyetujui, mereka kemudian berjalan bersama ke salah satu meja makan dan membawa sepiring roti masing-masing serta kopi buatannya sendiri.


“Jadi, apa yang membawa kamu kesini, Yu?” Tanya Farhan penasaran.


“Mbak Maya, kamu tau sendiri dia kaya gimana…” Ayu memulai gigitan pertamanya.


“Dia kenapa? Jangan bilang mbak Maya nyuruh kamu nikah? Hahaha!” Ucap Farhan ngasal tapi itu memang kenyataannya.


“Dia suruh aku nikah…”

__ADS_1


“Uhuukk…!” Farhan terbatuk diujung tawanya yang garing itu. “Serius?”


Ayu hanya mengangguk, meskipun bukan hanya itu saja alasannya kemari. Namun tak mungkin ia menceritakannya kepada Farhan, bisa dianggap gila nanti. Ke Jakarta hanya untuk bertemu seorang pria yang ia sendiri saja tidak tahu dimana keberadaannya, bisa saja dia sudah menikahi wanita lain atau lupa dengan Ayu. Begitu pikirnya.


“Sama siapa?” Tanya Farhan masih penasaran siapa yang akan dicalonkan kepada Ayu itu.


“Mas Bima, anak teman Ibu… Mbak Maya Bilang orang itu akan bantu keluarga kita nanti kalo aku menikah dengannya dan urusan Bapak juga bakal cepat selesai…”


“Bapak kamu masih sakit?” Tanya Farhan dengan hati-hati.


“Iya gitu deh, Han. Dia masih rawat inap dirumah sakit…” seketika Ayu menjadi tidak nafsu makan, suasana menjadi suram.


Farhan tidak ingin berlanjut untuk membahasnya, jadi ia kemudian tertawa kecil. “Kamu inget nggak dulu kita seneng banget main petak umpet bareng, sampai kamu di marahin sama Mba Maya…”


“Hahaha, iyaa…” jawab Ayu kembali senang, ia pun tak ingin terus berlarut dalam kesedihan.


“Kamu tau nggak, mbak Maya itu marahin kamu karna kesel dia nggak diajak main tau!” Ledek Farhan berusaha menghibur Ayu, memang itu berhasil membuat Ayu tersenyum.


Keduanya membuat suasana kembali terasa nyaman seperti sebelumnya hingga akhirnya Farhan berpamitan untuk pergi sebentar. “Nanti ku hubungin lagi ya, Yu! Aku ada panggil dari client sebentar…”


“Oke, Han. Makasih ya waktunya, aku bakal berusaha yang terbaik…”


“Semangat, Yu!” Ucap Farhan dengan senyum lebarnya kemudian segera pergi meninggalkan Ayu sendirian.


Ini masih sekitar pukul setengah satu, masih ada setengah jam lagi hingga waktu makan siang habis. Ayu sudah menyelesaikan makanannya, jadi, ia kembali terpikirkan apa yang sebenarnya ia lakukan disini.


Dengan segala keisengannya, Ayu membuka akun sosial medianya. Ia memang tak bermaksud apa-apa tetapi takdir seperti menjawab segala pertanyaannya selama ini. Tanpa sadar ia mengetikan sebuah nama, nama dari seseorang yang sangat ingin ia temui, Arshaka.


Ketemu. Arshaka. Ada nama itu disana. Ia mengetuk layar untuk membuka akunnya, dengan perasaan was-was sekaligus senang.


Sebuah foto mengejutkannya. Arshaka sedang bersama seorang wanita yang menggandengnya dengan senyuman. Bukankah mereka tampak serasi? Cantik, batik Ayu. Mereka cocok.


Rasanya seperti sia-sia, namun ia juga harus senang karena Arshaka telah menemukan kehidupannya.


Tertera kalimat “H-1 Engagement Day in Singapore!” Arshaka dan Salina akan bertunangan besok di Singapur.

__ADS_1


Ayu meletakkan ponselnya, ia merasa seperti orang bodoh sekarang. “Apa sih yang kamu pikirkan Ayu!” Gerutunya pada diri sendiri.


__ADS_2