
24jam menuju hari H..
Kediaman keluarga papah Jupiter kini sudah ramai di datangi sanak saudara yang datang dari luar kota, sebut saja ada kembaran papah Jupiter yaitu Venus dan Amanda sang istri, Kenzo pun turut hadir untuk menemani kedua orangtuanya berkunjung kerumah Azura.
"Nah itu dia calon pengantinnya datang!" ucap mamah Theolla begitu melihat Azura turun dari tangga.
Begitu sampai di hadapan keluarganya, Azura langsung memberi salam pada om dan tantenya yang baru datang dari Surabaya.
"Kamu makin cantik aja sayang," Manda mengelus rambut keponakannya tersayang.
"Makasih tante," Azura lalu duduk bersebelahan dengan Amanda.
"Om Venus sama Tante Manda apa kabarnya?"
"Kabar kita baik nak, kamu bagaimana udah siap untuk menghadapi hari pernikahanmu?"
"Harus siap om,"
"Bagus, Om jadi penasaran seperti apa calon suami kamu?"
"Dia anaknya Raisa, sahabat kita saat SMA." ujar mamah Theolla.
"Benarkah?" tanya Venus dan Amanda bebarengan.
"Ya, kita aja baru tahu beberapa hari yang lalu jika Tristan anaknya Raisa."
"Loh setahuku Raisa tidak tinggal di Indonesia ya?"
"Raisa dan suaminya memang tinggal di Jerman, tapi anaknya ada di Jakarta menemani Opanya."
"Wah dunia ternyata sempit sekali, puluhan tahun tidak mendengar kabarnya tahu-tahu sekarang dia malah akan jadi besan kalian."
"Benar kita pun tidak menyangka iya kan pah?"
Azura dan Kenzo hanya diam menyimak pembicaraan para orang tuanya, sesekali Kenzo menguap karena merasakan kantuk yang berat.
"Hoaamm...membosankan sekali, Om, Tante aku numpang tidur ya ngantuk banget nih mata."
Theolla tersenyum menyuruh Kenzo untuk beristirahat di kamar Alvero yang sudah di tinggal pemiliknya pindah rumah.
Venus dan Amanda hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putra bungsunya.
"Kak Ara gak datang ke Jakarta tante?" tanya Azura, Ara adalah anak pertama dari Venus dan Amanda yang berarti kakaknya Kenzo yang juga tinggal di Surabaya.
"Ara sama suaminya nanti malam baru berangkat, mungkin besok pagi mereka baru tiba Jakarta." jawab Amanda menjelaskan.
"Oh iya Ra, kamu tahu siapa wanita yang sekarang dekat dengan Kenzo?"
"Emang Kenzo belum cerita ya om, tan?"
__ADS_1
Venus dan Amanda menggeleng serempak, mereka sungguh penasaran wanita mana lagi yang sekarang menjadi kekasih putranya. Karena berkali-kali putranya selalu gagal menjalin kisah asmara, dan berakhir dengan kata putus.
"Kenzo sekarang lagi dekat sama sahabat aku om, tante, namanya Agnes dia lulusan dari universitas negeri di Jepang. Anaknya baik kok, aku kenal dia sudah lama."
"Syukurlah, tante berharap ini yang terakhir buat Kenzo, kamu tahu sendiri selama ini dia gak pernah serius dan selalu berganti-ganti pasangan."
"Yah semoga saja ya tante,"
"Kamu sama Tristan sudah ada niat untuk berbulan madu belum nak?" kali ini papah Jupiter yang mengajukan pertanyaan pada putri tersayangnya.
Azura tersenyum dan mengangguk malu-malu.
"Kemana itu sayang? Boleh kita semua tahu?"
"Gak jauh kok mah, pah rencananya kita mau berbulan madu ke Lombok. Tristan sudah membooking semuanya di mulai dari tiket pesawat dan penginapan, besok sore kita udah berangkat kesana."
"Wah ternyata Tristan gerak cepat juga ya," kelakar papah Jupiter yang mendapat gelak tawa dari mamah Theolla, Venus dan Amanda.
"Anaknya Raisa sepertinya sangat tidak sabaran," tambah Venus sambil terkekeh.
"Baguslah jika kalian sudah punya rencana, kita sebagai para orangtua turut senang mendengarnya sayang." ucap mamah Theolla.
Obrolan hangat itu terus berlanjut hingga tak terasa sang surya sudah mulai kembali ke peraduannya. Venus dan Amanda memutuskan untuk kembali pulang kerumahnya yang berada tak jauh dari rumah papah Jupiter dan mamah Theolla.
๐๐๐
Kenzo menatap arlojinya berulang kali menunggu sang pujaan hati yang masih belum keluar dari ruang meeting. Padahal satu jam sudah berlalu dan waktu pun sudah menunjukan angka 6 sore. Sebagai wakil direktur di perusahaan milik keluarganya, Agnes memang terlihat sedikit sibuk akhir-akhir ini. Berbeda dengan Kenzo yang memiliki waktu luang dalam menjalankan bisnis milik keluarga Widjaya.
"Maaf sayang..nunggu lama ya?"
"Lumayan, gimana kerjaan kamu udah selesai yank?"
Agnes mengangguk mengiyakan "aku beres-beres dulu ya!"
"Yank orangtuaku ada di Jakarta dan mereka ingin kenal sama kamu. Mau kan malam ini kamu bertemu sama mereka?"
Agnes yang tengah merapihkan file-filenya menghentikan sejenak kegiatannya itu dia lalu menatap kearah Kenzo dan mengangguk menyetujui ajakan Kenzo.
"Makasih yank, mamah sama papahku pasti seneng ketemu sama kamu."
"Kapan mereka tiba di Jakarta sayang?"
"Tadi malam, selain menghadiri akad nikahnya Azura dan Tristan rencananya papahku akan kembali ke perusahaan, sepertinya papahku sudah puas selama setahun ini vakum dan tinggal di Surabaya."
"Wah itu bagus donk..kamu jadi gak kesepian lagi karena tinggal sendiri dirumah." Agnes kembali duduk di sebelah Kenzo dan menatap pujaan hatinya.
"Aku gak pernah kesepian semenjak ada kamu yank.." Kenzo merangkul bahu Agnes dan mengecup pipinya sekilas.
"Yuk nanti keburu malam!"
__ADS_1
Sementara di tempat yang berbeda Arga dan Sisil masih sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, bagaimana tidak setelah atasan mereka mengambil cuti untuk menikah semua pekerjaan otomatis di limpahkan kepada para asistennya.
Jarum jam sudah menunjukan angka 10 malam ketika Arga datang dan menjemput Sisil.
"Capek ya?" tanya Arga melihat Sisil yang bersandar pada bahunya.
"Hmmm.."
Arga mengelus lembut rambut Sisil lalu menjalankan mobilnya.
"Kamu yang sabar ya, aku juga sama capek..nanti saat kita menikah bos kita pun akan merasakan hal yang sama lembur seperti kita."
Sisil langsung menegakan tubuhnya mendengar ucapan Arga "menikah?" ucapnya kaget. Bahkan setelah kegagalan pernikahan pertamanya Sisil belum ada niat untuk menikah dalam waktu dekat.
"Iya. Emang kamu gak mau nikah sama aku?"
"Bukan gitu Ga, kasih aku waktu ya? aku kan baru tiga bulan menyandang status janda, masa udah mau nikah lagi."
"Enam bulan. Aku kasih kamu waktu, setelah itu kita harus menikah!!" ucapan Arga seperti perintah yang tidak bisa di bantah.
"Secepat itu??" kedua bola mata Sisil langsung membulat sempurna.
"Kamu keberatan? niat baik itu harus di segerakan, aku gak mau kita pacaran terlalu lama."
"Setahun ya Ga,"
"Aku cari wanita lain," ancam Arga.
"Eh jangan..." Sisil merenggut dengan tangan yang bersidekap di dada. Arga hanya tertawa melihat ekspresi Sisil yang menggemaskan.
"Bercanda sayang. Itu gak akan mungkin terjadi hati aku ini udah penuh sama kamu."
"Gombal," cebik Sisil.
Sisil pun tidak pernah menyangka jika hubungannya dengan Arga mengalir begitu saja, selama sebulan ini mereka semakin dekat dan saling menunjukan perasaannya masing-masing.
"Besok kamu datang kan ke acara nikahan bu Azura sama pak Tristan?"
Arga mengangguk "tapi aku gak bisa lama Sil, ada meeting yang harus aku hadiri besok siang. Setelah akad nikah selesai aku harus sudah kembali ke kantor."
"Aku ikut kamu aja, aku pun sama gak bisa terlalu lama ninggalin kerjaan aku."
"Ya udah malam ini aku tidur di rumah kamu lagi ya, biar besok kita gak kesiangan kerumah bu Azura?"
Sisil hanya mengangguk menyetujui ucapan Arga.
bersambung...
๐๐๐
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐dukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐๐...