Wedding Disaster

Wedding Disaster
Kehamilan Simpatik


__ADS_3

Tristan berjalan gontai keluar dari kamar mandi setelah memuntahkan semua isi perutnya untuk ke sekian kali. File-file yang berserakan di atas meja Tristan abaikan dan memilih bersandar pada sofa empuk yang berada di ruangan kantornya. Sambil memijit pelipisnya yang masih berdenyut nyeri, Tristan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Arga. Setelah panggilannya tersambung, Tristan menyuruh Arga untuk masuk keruangannya.


Tidak berselang lama Arga pun masuk dan menghampiri Tristan yang tergolek lemah di atas sofa.


"Apa yang terjadi tuan? Apa tuan muda muntah lagi?"


"Hmmm.." bahkan Tristan tak kuasa untuk mengeluarkan suaranya.


"Mau saya panggilkan dokter?"


Tristan hanya menggeleng lemah. Dia merasa baik-baik saja tapi setiap pagi selama dua minggu terakhir ini Tristan selalu muntah, bahkan setiap makanan yang masuk kedalam mulutnya selalu berakhir di dalam wastafel.


"Makan rujak enak kali ya Ga,"


Arga melongo kaget "sepagi ini tuan?"


"Iya Ga, gue pengen sekarang!!"


"Tapi jika belum ada yang jualan gimana tuan, soalnya hari masih sangat pagi."


"Gue gak mau tahu!! Lo cari sekarang juga!!"


Arga pun akhirnya tidak bisa menolak keinginan Tristan, bergegas dia keluar untuk mencari keberadaan tukang rujak di saat hari masih pagi.


"Kenapa tingkah tuan muda seperti orang yang sedang ngidam ya? Muntah di pagi hari dan sekarang minta rujak...apa mungkin nona Azura hamil tapi tuan muda yang merasakan ngidamnya. Aku harus cari tahu hal ini, mungkin tidak seorang wanita hamil tapi suami yang merasakan ngidamnya." gumam Arga dalam hati.


Setelah berkeliling sekitar setengah jam, Arga akhirnya menemukan penjual rujak yang mangkal di area taman kota. Tanpa menunggu lama dia langsung memesan tiga porsi rujak pesanan Tristan.


Sesampainya di kantor Tristan dengan lahap menyantap rujak tersebut "Lo mau Ga?"


Arga menggeleng "tidak tuan, saya kurang suka dengan rujak."

__ADS_1


"Huhh ini enak loh, kamu harus mencobanya walaupun sedikit."


Arga lagi-lagi menggeleng, dia begitu heran dengan cara makan atasannya ini. Tristan begitu menikmati sensasi pedas dari rujak tersebut tanpa ada rasa asam sedikitpun. Arga hanya menelan salivanya berulang kali melihat Tristan yang makan rujak dengan semangat 45.


"Tuan maaf jika saya lancang,"


"Ada apa Ga?" tanya Tristan tanpa menghentikan aktifitasnya.


"Apa mungkin nona Azura tengah hamil sehingga tuan yang merasakan ngidamnya?"


Tristan langsung menghentikan kunyahannya mendengar ucapan Arga "hamil? Kenapa gue gak terpikir kesitu ya selama ini?"


"Maaf tuan jika saya salah."


"Tidak...tidak...gue rasa lo bener, mungkin saja Azura memang hamil Ga, gue bakal jadi seorang ayah." Tristan bersorak karena kegirangan. Penantiannya selama ini akhirnya membuahkan hasil.


"Arga tolong lo handle semua kerjaan gue, hari ini gue mau ngajakin Azura periksa ke rumah sakit." Dengan terburu-buru Tristan mengambil jas yang tersampir di sofa dan meninggalkan kantor.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


"Selamat pak dan ibu sebentar lagi kalian akan menjadi orangtua, karena di dalam rahim bu Azura sudah tumbuh malaikat kecil yang usianya kini sudah memasuki minggu ke tujuh."


Ucapan dokter kandungan yang memeriksa keadaan Azura sukses membuat kedua sejoli itu saling berpelukan karena rasa bahagia yang begitu besar. Azura begitu bersyukur karena sudah di berikan kepercayaan mengandung buah cintanya bersama Tristan.


"Mengenai keluhan pak Tristan yang selama ini suka mual dan muntah di pagi hari, itu suatu pertanda jika bapak mengalami sindrom Couvade atau sering di sebut kehamilan simpatik, sindrom ini biasanya akan muncul di saat trimester pertama kehamilan dan beberapa minggu menjelang persalinan, bahkan akan menghilang saat bayi sudah lahir."


Kembali kata-kata dari dokter kandungan yang tadi siang mengecek kondisi Azura terngiang di kepala Tristan, dia tidak menyangka akan mengalami hal layaknya seseorang yang tengah mengandung.


"Ay kok senyum-senyum sendiri sih?" Azura yang baru keluar dari kamar mandi sangat heran melihat tingkah Tristan.


"Aku hanya bahagia aja sayang, bahagia karena sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah."

__ADS_1


"Aku juga bahagia ay..."


"Jaga selalu kandungan kamu, gak boleh kerja terlalu cape, makan yang banyak dan bergizi.. aku ikhlas merasakan ngidamnya asal kamu sehat selalu."


"Iya suami aku...kamu juga ya kita sama-sama harus sehat demi buah hati kita."


Tristan lalu mengajak Azura untuk merebahkan tubuhnya di atas kasur, keduanya saling menatap penuh cinta dan kasih sayang.


"Sayang bolehkah malam ini aku meminta jatahku?"


Azura mengangguk dan tersenyum malu-malu.


"Aku akan pelan-pelan sayang, agar tidak menyakiti buah hati kita."


Tanpa menunggu lama Tristan langsung menyambar bibir ranum milik Azura dan Azura menyambut niat baik Tristan yang ingin mengecupnya penuh cinta. Keduanya larut dalam pusaran cinta yang begitu dalam saling berbelit lidah dan bertukar saliva. Setelah hasr*at itu sama-sama besar Tristan membuka satu persatu kain yang menempel pada tubuh keduanya, hingga terjadilah sesuatu yang begitu menjadi candu bagi keduanya.


Suara er*angan yang begitu panjang dari keduanya menjadi akhir pergulatan panas mereka malam ini.


bersambung...


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Sekilas info๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰


Duhh maaf ya untuk seminggu kedepan author ijin tidak update dulu di karenakan author ada urusan ke luar kota๐Ÿ™๐Ÿ™Tapi jika sempat nanti di usahakan untuk tetap update๐Ÿ™†


Sebenarnya tinggal beberapa bab lagi menuju ending, niat hati akhir tahun ini pengen di tamatin tapi apalah daya author ini hanyalah manusia biasa yang memiliki keterbatasan dalam menulis๐Ÿ˜“๐Ÿ˜“


Harap di maklumi ya teman-teman semua๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


๐Ÿ“Ž๐Ÿ“Ž๐Ÿ“Ž

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜...


__ADS_2