Wedding Disaster

Wedding Disaster
Menerima perjodohan


__ADS_3

"Kamu lihat Azura, Denis kembali mengejar-ngejar kamu. Apa rencana kamu selanjutnya?" tanya papah Jupiter saat mereka berada di ruang keluarga, sesaat setelah Denis pergi dari rumahnya.


"Aku sudah melarang dia pah agar tidak muncul lagi di hadapan kita,"


"Tapi buktinya dia tetap muncul lagi kan, meskipun kamu bilang sudah memiliki calon suami." tukas Alvero. Karena dia ingat saat kejadian di taman Azura mengakui Tristan sebagai calon suaminya, tetapi Denis tetap nekat menemui Azura.


"Yang terpenting aku gak menghiraukan dia pah,"


"Sayang dengerin papah, Denis itu gak akan menyerah, apalagi sekarang dia seorang single."


"Benar kata papah nak, Denis pasti akan melakukan berbagai cara untuk bisa kembali sama kamu." tambah mamah Theolla.


"Lalu aku harus gimana mah, pah?"


"Jalan satu-satunya kamu harus menikah agar Denis tidak mengejar-ngejar kamu lagi. Papah yakin sebelum kamu menikah Denis gak akan menyerah."


Azura cukup terkejut karena mamah dan papahnya kembali mendesak Azura untuk menikah.


"Tristan orang yang tepat buat jadi pendamping hidup kamu sayang, selain dia teman kecil kamu Tristan juga cucunya dari sahabat kakek."


"Bener tuh aku juga setuju sama papah." ucap Alvero.


Azura memang tidak punya pilihan lain selain menerima perjodohannya dengan Tristan. Untuk saat ini Azura sendiri belum bisa menafsirkan bagaimana perasaan dia yang sesungguhnya pada Tristan. Tapi hati Azura selalu berdebar jika bertemu dengan Tristan, apalagi saat kejadian di lift tadi siang Azura sangat sulit untuk melupakannya. Bayangan Tristan saat mencium bibirnya terus terngiang-ngiang dalam pikirannya.


"Baiklah pah, mah aku mau menerima perjodohanku dengan Tristan." akhirnya keputusan itu dia buat setelah mempertimbangkan baik buruknya.


"Benarkah sayang?" seru mamah Theolla heboh, dia langsung memeluk putri kesayangannya.


"Keputusan yang kamu ambil sudah tepat sayang, mamah bangga sama kamu."


"Baguslah jika kamu sudah setuju nak, papah akan bicarakan ini dengan kakekmu dan juga pak Pram. Bagaimana pun pernikahan kalian harus segera di laksanakan demi kebaikan kamu juga."


"Tunggu pah, tapi aku gak mau buru-buru, 1 atau 2 tahun lagi aku baru siap."


"Itu kelamaan Ra, ntar lo keburu tua." ledek Alvero.


"Setelah pernikahan Alvero papah akan urus pernikahan kamu dan Tristan."


"Tapi pah itu kecepetan, tunggu setahun lagi ya aku sama Tristan kan belum terlalu dekat. Butuh waktu buat aku mengenal Tristan lebih dalam."


"Kalian akan lebih mengenal setelah menikah nanti, bukannya pacaran setelah menikah itu bagus ya sayang."


Azura tidak bisa membantah lagi perkataan papah Jupiter, dia tahu ini yang terbaik buat dirinya. Mulai detik ini Azura akan mulai membuka hatinya untuk Tristan karena cinta bisa datang kapan pun dan dimana pun tanpa kita sadari. Perasaan pernah tersakiti memang masih menjadi trauma tersendiri bagi Azura, perlahan tapi pasti rasa itu akan hilang dengan sendirinya.


🍂🍂🍂


Pagi mulai menyapa membangunkan jiwa-jiwa yang terlelap dalam tidurnya untuk kembali beraktifitas. Tristan sendiri sudah siap dengan setelan kerjanya, sambil bersiul riang Tristan menuruni anak tangga menghampiri sang Opa yang tengah sarapan. Dengan wajah riang Tristan mencium pipi sang Opa membuat Pramudya mengerutkan dahinya.


"Morning Grandpa!" sapa Tristan dengan tersenyum lebar.

__ADS_1


"Kamu ini seperti habis mendapatkan lotre saja." gerutu Pramudya yang merasa aneh melihat tingkah Tristan tidak seperti biasanya.


"Lebih dari itu donk Opa, cucu Opa ini tentu saja lagi berbunga-bunga." ucap Tristan sambil mengoleskan selai kacang di atas roti tawarnya.


"Apa sebahagia itu saat Azura menerima perjodohan ini?"


Tristan mengangguk dengan mulut penuh makanan "bahagia banget Opa, akhirnya penantianku selama ini tidak sia-sia."


"Baiklah secepatnya Opa akan urus pernikahan kalian."


"Lebih cepat lebih baik Opa!" kekeh Tristan dan sukses membuat Pramudya geleng-geleng kepala.


"Apa kamu mencintai Azura?"


"Jangan di tanya Opa,"


"Apa dia juga mencintaimu?"


"Entahlah aku belum menanyakan hal itu, tapi kalau melihat dari sifatnya Azura bukan orang yang mudah jatuh cinta setelah pengalaman pahitnya dulu. Tapi Opa tenang saja aku pasti bisa membuat Azura jatuh cinta kepadaku."


"Bagus itu baru namanya cucu Opa."


Tristan menyesap sedikit kopinya lalu dia beranjak dari duduknya "aku pamit ya Opa!"


"Sepagi ini?"


Dengan semangat yang menggebu Tristan menjalankan mobilnya menuju rumah Azura. Saking bahagianya sepanjang jalan dia tidak berhenti menebar senyuman, mungkin jika ada orang lain yang melihat Tristan akan di kira orang gila.


Setelah menekan bel berulang kali pintu rumah pun terbuka, dan kebetulan sekali Azura lah yang membuka pintu rumahnya.


"Morning calon istri!" sapa Tristan sambil menyerahkan sebuket bunga mawar merah.


Dengan wajah datarnya Azura menerima bunga pemberian dari Tristan, dia lalu mempersilahkan Tristan masuk untuk bergabung bersama anggota keluarganya yang lain. Azura tidak terlalu terkejut dengan kedatangan Tristan karena sebelumnya Tristan sudah mengirim pesan akan mengantarnya pergi bekerja.


"Ya udah yuk berangkat!" setelah menyimpan bunganya terlebih dulu Azura lalu mengajak Tristan yang sedang mengobrol dengan mamah dan papahnya minus Alvero yang masih berada di kamarnya.


"Saya pamit Om, Tante..!"


"Iya hati-hati ya di jalannya!"


Tristan dan Azura beriringan menuju mobil Tristan yang di parkir di depan. Selama perjalanan Azura tidak terlalu banyak bicara, rasa canggung masih menguasai Azura gara-gara insiden saat di dalam lift.


"Makasih ya Ra, kamu mau nerima perjodohan ini." ucap Tristan membuka pembicaraan.


Azura menoleh sekilas dan menganggukan kepalanya.


"Kamu gak terpaksa kan Ra?"


"Dikit sih,"

__ADS_1


"Ya meskipun kamu terpaksa tapi gak papa aku tetap bahagia kok kamu mau nikah sama aku."


"Maaf ya Tan, aku masih takut sebenarnya jika memikirkan pernikahan."


"Aku paham Ra, aku akan membuat ketakutan itu hilang dari dalam dirimu percaya sama aku." Tristan meraih sebelah tangan Azura dan mengecupnya penuh perasaan.


"Bantu aku untuk menghilangkan trauma itu Tristan,"


Tristan mengangguk kali ini dia menggenggam tangan Azura dengan erat.


"Kamu fokus aja nyetirnya," Azura buru-buru melepas genggaman tangannya. Tristan lalu kembali fokus dengan kemudinya.


"Aku minta maaf ya Ra,"


"Untuk?"


"Kejadian kemarin siang."


Pipi Azura bersemu merah "gak usah di bahas."


"Maaf ya aku terdorong perasaanku ke kamu, asal kamu tahu aku sungguh-sungguh mencintai kamu Ra, perasaan ini hadir begitu saja."


Deg!


Jantung Azura berdebar lebih cepat saat Tristan menyatakan perasaannya dengan jelas, selama ini Tristan tidak pernah berkata langsung jika dia mencintai Azura.


"Aku turun di depan sana saja!" Azura mencoba mengalihkan pembicaraan, karena untuk saat ini dia belum ingin membahas perihal itu.


"Baiklah," Tristan menepikan mobilnya tak jauh dari perusahaan Azura.


"Aku turun ya!" Azura hendak membuka pintu mobil, tapi tangan Tristan lebih dulu menahannya. Dengan sedikit mencondongkan wajahnya kini jarak Tristan dan Azura semakin dekat, dan itu sukses membuat Azura terpaku dengan jantung yang sudah bertalu-talu.


Azura ingin menghindar namun nyatanya dia malah memejamkan mata saat bibir Tristan kembali menyentuh bibirnya. Tristan tersenyum saat tidak ada penolakan dari Azura malah Azura terkesan menikmatinya. Dia hanya bisa meremas ujung blazernya saat ciuman Tristan berubah menjadi ******an, karena terbawa suasana Azura pun membalas ciuman Tristan. Sesaat kedua insan itu hanyut dalam buaian gelora asmara saling membelitkan lidah dan bertukar cairan saliva.


Nafas keduanya terengah sesaat setelah ciuman itu terlepas, Tristan menyeka ujung bibir Azura yang basah akan cairan saliva. Azura hanya menunduk menyembunyikan rona merah yang menghias di pipinya.


"Makasih sayang,"


Jantung Azura hampir keluar dari tempatnya saat Tristan memanggilnya sayang.


bersambung....


🍂🍂🍂



Ceilleeeeh....babang Tristan senyumnya lebar amat yak😅 aku gak kuat melihatnya😱


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit💞dukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih🙏😍...

__ADS_1


__ADS_2