Wedding Disaster

Wedding Disaster
Salah Paham


__ADS_3

"Apa yang mau kamu bicarakan?" Azura bersidekap menatap Denis yang kini duduk di hadapannya.


Setelah memenuhi permintaan Denis, kini mereka hanya berdua tanpa Sisil yang lebih dulu keluar dari restoran tersebut. Azura menyuruh Sisil untuk menunggunya di dalam mobil.


"Tidak usah terburu-buru, apa kamu tidak kangen padaku hey!"


Azura berdecih lalu tertawa sinis melihat sikap Denis yang begitu menyebalkan.


"Aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni kamu, jika tidak ada yang ingin di bicarakan aku pergi!" Azura hampir saja beranjak namun Denis dengan cepat menahannya.


"Tunggu! Aku melihat tunangan kamu bersama wanita lain!"


Mendengar ucapan Denis, Azura kembali duduk karena dia penasaran apa Denis berkata sesungguhnya atau hanya omong kosong saja.


"Semalam aku melihat Tristan duduk di sebuah cafe bersama seorang wanita, apa kamu tahu mengenai hal ini?"


"Kamu jangan mengarang cerita, semalam Tristan ada kerjaan jadi tidak mungkin dia berada di cafe bersama seorang wanita." ketus Azura.


"Aku punya buktinya!" Denis lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Dia memperlihatkan sebuah foto yang memang benar di sana ada Tristan yang duduk dengan seorang wanita.


"Itu kan Karina." ucap Azura dalam hati.


Melihat perubahan pada raut wajah Azura, Denis tersenyum sinis kali ini sepertinya Denis berhasil meyakinkan Azura.


"Aku gak bohong kan, Tristan memang berduaan dengan wanita lain. Kebetulan saja semalam aku berada di tempat yang sama dengan Tristan, lalu aku melihat ada wanita yang menghampirinya."


"Benarkah seperti itu? Bukannya semalam Tristan bilang dia ada kerjaan bareng Kenzo, kenapa dia jadi bertemu Karina."


Azura terus menduga-duga di dalam hatinya, dia tidak mungkin percaya begitu saja pada ucapan Denis. Tapi foto itu kini menjadi buktinya, apa mungkin Tristan sudah berbohong pada dirinya.


"Aku rasa Tristan bukan pria yang baik buat kamu, lebih baik kamu pikirkan lagi hubungan kamu dengannya sebelum semua terlambat."


"Aku percaya sama Tristan, dia jauh lebih baik daripada kamu yang meninggalkan ku sehari sebelum menikah!"


"Tapi dia sudah berkhianat sama kamu Azura?"


"Aku kenal wanita yang ada di foto itu, dia Karina teman kuliahnya! Jadi Tristan tidak mungkin menduakan ku seperti kamu dulu!" Azura bangkit dari duduknya pergi meninggalkan Denis, namun Denis buru-buru mencegah Azura dengan memeluknya dari belakang.


"Jangan pergi Azura! Tolong maafkan kesalahanku, aku mau kita bersama lagi seperti dulu." Denis mengiba memohon pada Azura berharap Azura akan memaafkannya.

__ADS_1


Azura meronta berusaha melepaskan pelukan Denis, aksi Denis sontak menjadi tontonan para pengunjung lain di dalam restoran itu.


Plak!


Satu tamparan mendarat di pipi Denis setelah pelukan itu terlepas.


"Kamu jangan kurang ajar Denis! hubungan kita sudah lama berakhir dan tidak akan sama seperti dulu lagi!" setelah itu Azura melenggang pergi meninggalkan Denis yang masih terpaku meraba pipinya yang terasa panas karena tamparan Azura.


"Kita lihat saja kamu pasti akan kembali sama aku Azura."


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Hari mulai beranjak sore, senja di ufuk barat mulai memancarkan sinar keemasannya. Para karyawan kantor sudah sebagian membubarkan diri, sementara Azura masih terpekur di dalam ruangannya. Pekerjaan yang menumpuk dia abaikan begitu saja, hati dan pikirannya hanya tertuju pada satu nama yaitu Tristan. Pria yang berhasil memberi warna di hidupnya setelah merasakan kepahitan karena sebuah pengkhianatan.


Ceklek!


Pintu ruangannya terbuka begitu saja, orang yang tengah dia pikirkan kini berdiri di ambang pintu melemparkan senyum yang membuat hati Azura selalu berdebar.


"Aku tahu kamu masih disini." Tristan berjalan menghampiri Azura mendudukan diri di sebelah kekasih pujaannya.


Azura menatap Tristan sekilas, lalu mengabaikannya. Dia memilih beranjak dari duduknya namun Tristan dengan cepat menahan lengannnya sehingga Azura kembali duduk di samping Tristan.


Azura hanya terdiam menatap Tristan dengan tatapan yang sulit di mengerti. Azura tidak ingin terpengaruh begitu saja dengan ucapan Denis, tapi hatinya tetap saja merasa tidak tenang. Dia takut ternyata Tristan diam-diam bertemu dengan Karina di belakangnya.


"Semalam kamu pergi dengan siapa?" akhirnya Azura berani mengeluarkan suara.


Dahi Tristan sedikit mengerut "maksudnya?"


"Semalam kamu ketemuan sama mantan kamu itu kan? bukan membahas pekerjaan dengan Kenzo?" tanya Azura dengan nada dingin.


"Tunggu! sepertinya kamu salah paham Ra, aku semalam memang ada kerjaan sama Kenzo!"


"Lalu kenapa bisa kamu dan Karina bisa berduaan di sebuah cafe?"


Tristan tersenyum mendengar pertanyaan Azura "oh jadi karena itu kamu seharian mendiamkan aku, kamu cemburu kan sayang?" goda Tristan.


"Siapa yang cemburu? aku hanya tanya, kenapa kamu bisa berduaan dengan mantan kamu itu?"


"Aku gak tahu kamu dengar cerita ini dari siapa, yang pasti semalam itu aku..."

__ADS_1


Tristan tiba di sebuah cafe tepat jam tujuh malam, setengah jam lebih awal dari waktu yang di janjikan bersama Kenzo. Saat tengah menunggu Kenzo tiba-tiba ada seorang wanita yang menghampirinya.


"Tristan?" sapa Karina yang cukup terkejut karena bertemu Tristan untuk kedua kalinya. Dia langsung duduk di meja yang sama dengan Tristan.


"Loh kamu disini juga Rin?"


"Iya nih, kebetulan aku ada janji sama teman. Kamu sendiri datang kesini sama siapa?"


"Aku sedang menunggu Kenzo Rin, ada pekerjaan yang harus di bahas."


"Kenzo teman kuliah kita itu?" Tristan mengangguk menanggapi pertanyaan Karina.


"Wah kebetulan donk, sudah lama aku gak bertemu dengannya. Bolehkan aku duduk disini dulu sebelum temanku datang?"


"Silahkan Rin."


Sepuluh menit kemudian Kenzo datang dan ikut bergabung bersama Tristan dan Karina.


Tristan mengakhiri ceritanya, dia tidak hanya bertemu dengan Karina tapi ada Kenzo juga.


"Kamu paham kan sayang, aku tidak hanya berduaan dengan Karina, tapi Kenzo pun ada disitu. Bahkan setelah Kenzo datang, tidak lama Karina pergi bertemu dengan temannya. Dan aku sama Kenzo memang membahas kerjaan. Aku gak tahu kamu mendengar cerita ini dari siapa, yang pasti orang itu pasti berniat membuat kamu salah paham sama aku." tutur Tristan mengakhiri penjelasannya.


Azura jadi tidak enak hati karena sempat ragu dengan Tristan.


"Kalau kamu gak percaya kita bisa telepon Kenzo!" Tristan sudah mengeluarkan ponselnya, tapi Azura dengan cepat menahan tangan Tristan.


"Aku percaya sama kamu Tan! maaf ya aku tadi marah begitu saja."


Tristan tersenyum, di raihnya tangan Azura lalu di kecupnya penuh perasaan. Tristan lalu menempelkan tangan Azura tepat di dadanya.


"Satu hal yang harus kamu tahu, di hati aku hanya ada nama kamu bukan wanita lain. Aku sangat mencintai kamu sayang!"


Azura tersipu mendengar ungkapan cinta dari Tristan, jantungnya berdebar begitu cepat bahkan pipinya kini terasa memanas saat Tristan memangkas jarak diantara keduanya. Sebuah kecupan lembut Tristan labuhkan di atas bibir Azura, keduanya saling melum*at dalam permainan bibir yang penuh perasaan.


bersambung..


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜...

__ADS_1


__ADS_2