
Azura yang tengah meneguk minumannya, di buat terkejut ketika ada tangan kecil yang menarik bajunya.
"Tante cantik?" sontak Azura, Diandra dan Agnes menoleh kearah si gadis kecil.
"Chery.." pekik Azura, pandangan ketiga wanita itu langsung tertuju pada seorang pria yang berdiri tak jauh di belakang Chery.
"Denis.." ucap ketiga wanita itu secara bersamaan. Dan si pria yang di panggil Denis itu langsung menebar senyum pada ketiga wanita yang tidak asing lagi baginya. Sungguh Denis yang tidak tahu malu berani muncul di hadapan Azura dan teman-temannya.
๐๐๐
Pagi hari di taman Aglonema, seorang pria muda turun dari mobil mewahnya bersama seorang gadis kecil. Tak lupa baby sitter yang mengurus si gadis kecil pun turut serta bersama mereka. Rencananya pria muda yang sudah menyandang gelar seorang ayah itu akan melakukan jogging bersama anak tercinta. Pria muda yang tak lain adalah Denis, mengedarkan pandangannya pada seluruh penjuru taman, yang kebetulan pagi itu ramai oleh pengunjung.
Senyum di bibirnya langsung terbit begitu melihat salah satu pengunjung taman adalah orang yang dia kenal. Denis melihat Azura tengah berlari bersama dua orang wanita yang juga Denis kenal. Sebuah ide muncul begitu saja dalam benak pikirannya, mungkin inilah saat yang tepat bagi Denis untuk kembali melakukan pendekatan pada Azura.
"Chery sayang!" Denis berjongkok mensejajarkan tingginya dengan putri semata wayangnya.
"Iya ayah,"
"Kamu lihat tante itu," tunjuk Denis pada ketiga wanita yang tengah berdiri. Chery pun mengangguk dan mengamati dengan jelas wanita yang di maksud ayahnya.
"Itu kan tante yang waktu itu di Mall yah,"
Denis tersenyum karena Chery masih mengingat Azura "anak pinter, kita samperin tante itu yuk! nanti Chery panggil tante cantik yah?"
Chery mengangguk, mengerti dengan perkataan Denis.
"Bi tunggu disini sebentar, saya ada urusan dulu!" ucap Denis pada baby sitter Chery.
"Baik pak."
Denis lalu melenggang pergi berjalan mendekati ketiga wanita yang sedang menikmati minumannya. Dia lalu menyuruh Chery untuk mendekat terlebih dulu.
"Tante cantik?" dengan suara menggemaskan Chery memanggil Azura sesuai perintah sang ayah.
"Chery.." pekik Azura.
Denis tersenyum lebar karena berhasil membuat ketiga wanita itu terkejut melihatnya. Dia lalu berjalan mendekat kearah Azura, Diandra dan juga Agnes.
"Apa kabar kalian semua? gak nyangka ya bisa bertemu disini." sapa Denis ramah. Dia mengulurkan tangan mengajak ketiga wanita itu bersalaman, namun satu pun dari mereka bertiga tidak ada yang membalas uluran tangan Denis. Azura dan Diandra bersikap bodo amat, sementara Agnes mengepalkan tangannya erat, dia jadi teringat cerita Azura saat dulu Denis pernah menyakitinya.
Agnes maju kedepan mendorong tubuh Denis dengan keras, sehingga Denis langsung tersungkur karena tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya.
"Masih berani lo ya muncul di hadapan Azura setelah semua yang lo lakuin ke dia!" ucap Agnes sambil menunjuk-nunjuk muka Denis. Namun Denis bukannya marah, tapi dia tetap tersenyum dan kembali berdiri.
__ADS_1
"Setelah kuliah di Jepang kamu berubah kasar ya Nes,"
Plak!
Plak!
Satu tamparan mendarat di pipi kiri dan pipi kanan Denis. Agnes tersenyum puas karena kesampaian juga untuk membalas rasa sakit yang Denis torehkan pada Azura.
"Itu balasan karena elo dulu pernah nyakitin sahabat gue!" sentak Agnes. Azura maupun Diandra sangat terkejut melihat Agnes yang berani menampar Denis.
"Tamparan kamu lumayan juga ya Nes," ucap Denis tenang dengan tangan yang mengelus-elus pipinya.
"Itu gak seberapa di banding perbuatan lo dulu ke Azura!"
"Sorry ya Agnes saya gak ada urusan sama kamu, tapi saya mau bicara sama Azura." Denis melewati Agnes berjalan mendekati Azura, namun langkah Denis terhenti karena Agnes langsung menarik kedua tangan Denis kebelakang dan melumpuhkannya dalam sekali pukul. Sifat feminim Agnes langsung hilang begitu berhadapan dengan pria seperti Denis. Jurus taekwondo yang dia kuasai saat kuliah di Jepang langsung Agnes keluarkan untuk menghajar Denis.
"Awww...." Denis meringis kesakitan karena pukulan tangan Agnes pada punggungnya. Tidak sampai di situ, Agnes kembali menghujani Denis beberapa pukulan pada bagian tubuhnya yang lain.
"Ayaahhh..." Chery langsung menghampiri sang ayah begitu Denis kembali tersungkur. Namun dengan susah payah Denis kembali bangun dan merasakan sakit pada semua tubuhnya. Denis melambai menyuruh baby sitternya mendekat karena tidak ingin Chery melihat kejadian ini.
"Jadi dia anaknya si Denis?" tunjuk Agnes pada Chery yang langsung di bawa pergi oleh baby sitternya.
"Iya dia anaknya Denis dan Olivia." jawab Azura.
"Hoohh bagus lo ya udah punya anak sama Olivia, dimana sekarang si Olivia biar gue hajar juga sekalian!"
"Biarain aja gue belum puas menghajar si Denis!"
"Dia udah pisah sama Olivia Nes," bisik Azura.
"Hahahaha..." tiba-tiba Agnes tertawa keras mendengar ucapan Azura.
"Jadi sekarang status lo duda dengan satu orang anak?" cibir Agnes dengan senyum mengejeknya.
"Iya sekarang gue duda, dan gue akan kembali mengejar Azura, jadi lo jangan coba-coba halangin..."
"Stop!" Azura memangkas ucapan Denis.
"Kenapa Ra apa tak ada kesempatan buat aku memperbaiki semuanya? aku menyesal Ra dan aku mau berubah."
"Semua sudah terlambat Denis, kaca yang sudah retak tidak mungkin kembali utuh, begitu juga dengan hati aku, rasa sakit yang kamu torehkan dulu masih begitu membekas dan gak akan semudah itu kembali seperti semula."
"Nah lo denger kan Azura aja gak mau, jadi lo jangan maksa donk!" ucap Agnes ketus. Bersamaan dengan itu Tristan, Alvero dan Kenzo datang menghampiri mereka. Alvero langsung terkejut begitu menyadari pria yang berada di tengah-tengah mereka adalah Denis.
__ADS_1
Alvero langsung menarik kaos Denis dan memukulnya dengan keras sehingga Denis kembali terjatuh untuk kesekian kalinya "dasar brengs*ek berani-beraninya lo muncul lagi disini!"
"Gue gak ada urusan sama lo Al, tapi gue perlu bicara sama Azura."
"Buat apa lagi hah! setelah lo nyakitin Azura, masih berani lo deketin Azura." teriak Alvero.
Tristan menautakan keningnya karena pria yang di pukul Alvero adalah orang yang Tristan kenal.
"Tunggu ini sebenarnya ada apa, kenapa pak Denis lo pukulin Al?" tanya Tristan penasaran.
"Pak Denis? lo kenal sama pria brengs*ek ini Tan?" tanya Alvero balik.
Tristan mengangguk "iya pak Denis ini partner bisnis gue,"
Denis tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Tristan yang langsung di balas oleh Tristan "maaf pak Tristan kita bertemu di saat yang tidak tepat."
"Gak papa pak Denis, jadi ada apa ini sebenarnya?"
Kenzo lalu mendekati Tristan dan berbisik di sebelahnya "bro Denis ini mantannya Azura yang dulu ninggalin dia pas mau nikah."
Tristan terkejut dan tidak percaya ucapan Kenzo "masa sih Ken?"
"Jadi buat apa lo masih disini? cepat pergi!" usir Alvero. Namun Denis tidak menanggapi ucapan Alvero dan kembali mendekati Azura, bahkan dengan berani dia meraih tangan Azura di hadapan semua orang.
"Please Ra..beri aku satu kesempatan lagi! aku janji akan berubah dan memperbaiki semuanya."
Alvero sungguh muak mendengar ucapan Denis dan berniat untuk kembali menghajar Denis, namun dengan cepat Kenzo dan Tristan menahannya.
"Maaf Denis! aku sudah tegaskan dari awal aku gak bisa kembali sama kamu!" ucap Azura sambil menghempaskan tangannya yang di pegang Denis.
"Tapi kenapa Ra?"
"Karena...karena.. aku sudah punya calon suami!"
"Aku gak percaya Ra, sampai aku lihat dengan mata kepala ku sendiri siapa calon suami kamu."
Azura menunduk mencari solusi dari semua masalah yang terjadi, dia tidak ingin jika Denis terus mengejar-ngejar dirinya dan mengira Azura masih sendiri. Dengan penuh keyakinan Azura lalu mendekat dan berdiri di sebelah Tristan.
"Dia calon suamiku.."
Semua orang terkejut mendengar pengakuan Azura, begitu pun dengan Tristan. Tapi jauh dari lubuk hatinya Tristan teramat bahagia mendengar kata-kata Azura.
bersambung...
__ADS_1
๐๐๐
...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐dukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐๐...