Wedding Disaster

Wedding Disaster
Tentang Denis


__ADS_3

Di sebuah perusahaan nampak seorang pria dewasa tengah berbicara dengan asisten pribadinya. Terlihat dari cara mereka bicara tengah membahas sesuatu yang sangat penting. Pria tersebut nampak tersenyum karena mendapatkan sesuatu yang di inginkannya.


"Jadi sekarang Azura bekerja di perusahaan keluarganya sendiri?" tanya Denis pada asisten pribadinya.


"Betul pak, dia di tempatkan di departemen keuangan sebagai seorang staff."


Kening Denis sedikit mengerut "hanya staff keuangan? bukan direktur atau posisi penting lainnya."


"Posisi direktur umum di pegang oleh pak Alvero Syailendra, berdasarkan informasi Azura hanya staff keuangan biasa di Widjaya grup. Bahkan karyawan disana tidak ada yang mengetahui status Azura yang sesungguhnya. Dia bekerja sebagai karyawan biasa bukan sebagai anak dari pemilik perusahaan."


"Ini menarik sekali, lalu selama beberapa tahun ini apa ada pria yang dekat dengannya?"


"Tidak ada pak dia masih sendiri."


"Kerja bagus, kamu boleh keluar Bram!" pria yang di panggil Bram langsung keluar dari ruangan Denis.


Setelah Bram keluar tinggalah Denis seorang diri, sebuah senyuman kini terukir dari wajahnya yang tegas dan juga tampan.


"Aku harus mendapatkan maaf kamu Azura, maafkan kebodohanku yang dulu pernah menyakitimu." gumam Denis. Kilasan kejadian beberapa tahun silam kini menari-nari dalam benak Denis, saat dengan teganya dia membatalkan pernikahannya dengan Azura demi kembali bersama Olivia mantan kekasih yang merupakan cinta pertamanya.


"Aku telah salah pilih seharusnya kamu yang menjadi istriku bukan Olivia."


Denis memejamkan matanya sejenak merangkai satu persatu kenangan manisnya bersama Olivia. Tapi itu hanya sesaat, pernikahannya dengan Olivia hanya seumur jagung, karena Olivia lebih mementingkan ambisinya menjadi model internasional. Benar karma memang masih berlaku, dan Denis sudah mendapatkan itu. Olivia meninggalkan Denis dan juga anak mereka yang baru tiga hari lahir kedunia. Kini status Denis hanya seorang duda dengan satu orang anak, mirisnya Denis bercerai karena di tinggal istrinya pergi ke luar negeri, mengejar mimpinya untuk menjadi model internasional.


*Surabaya, empat tahun lalu.


"Aku gak mau anak ini." teriak Olivia sambil memukul-mukul perutnya yang masih rata. Dia begitu shock saat mengetahui dirinya tengah hamil lima minggu.


Denis langsung menahan tangan Olivia agar tidak menyakiti anak yang berada dalam perutnya "sadar Liv, anak ini darah daging kita kamu tidak boleh menyakitinya."


Olivia menggeleng "nggak! aku tidak mau, anak ini bisa menghambat karirku, aku mau menggugurkannya."


"Tidak Olivia!aku menginginkan anak itu, kamu harus melahirkannya." tegas Denis.


Sebuah seringai muncul di bibir Olivia "Apa imbalannya jika aku melahirkan anak ini?"

__ADS_1


"Apapun akan ku berikan, asal kamu mau mengandung anak kita."


Tiba-tiba sebuah ide muncul di pikiran Olivia, sungguh pernikahan ini begitu menjenuhkan bagi Olivia "baiklah aku akan melahirkan anak ini tapi setelah anak ini lahir kamu ceraikan aku, biarkan aku pergi ke Luar negeri untuk mengejar impianku."


Denis menggeleng "nggak seperti ini Liv, kamu jangan tinggalkan aku dan anak kita. Aku masih membutuhkanmu, aku sangat mencintaimu."


Olivia tiba-tiba tertawa keras "Cinta kata kamu? yang aku butuhkan itu bukan cinta tapi karir dan kamu tidak bisa memberikan itu. Asal kamu tahu aku mau menikah denganmu hanya karena uang , dengan uang itu aku bisa jadi model terkenal, tapi lihatlah sekarang kamu kere usahamu sebentar lagi juga bangkrut. Mana bisa kamu membiayai keinginanku untuk menjadi model internasional."


Bagai di sambar petir dan di tusuk ribuan jarum yang menembus jantungnya, Denis langsung tercengang mendengar pengakuan Olivia. Bagaimana mungkin orang yang dia pilih sebagai istrinya berkata seperti itu.


"Jadi kamu tidak benar-benar mencintaiku Liv?"


"Tidak. Cinta itu sudah hilang sejak lama. Aku membutuhkanmu untuk menaikan karirku, tapi aku salah, kamu tidak bisa di andalkan sama sekali."


"Aku sudah meninggalkan Azura demi kamu Olivia!" sentak Denis.


"Ya itu salah kamu sendiri kenapa lebih memilih aku. Sudahlah aku bete melihat muka kamu, aku mau kumpul sama teman-teman modelku dulu." Olivia tersenyum sinis lalu keluar dari rumah itu.


Dua bulan pernikahannya, Denis mengetahui fakta tentang Olivia. Dia tidak pernah menyangka keputusannya menikahi Olivia salah besar. Olivia memang melahirkan Chery tapi setelah itu dia meminta cerai dan pergi keluar negeri bersama kekasih barunya yang tak lain produser dia sendiri.


Setelah kepergian Olivia, Denis berperan sebagai ayah dan juga ibu bagi Chery. Dia juga mulai bangkit dan kembali memulai usahanya yang sempat menurun. Setelah tiga tahun dia mulai menikmati kembali kesuksesannya, usahanya maju pesat kini orang kepercayaanya lah yang mengambil alih usaha Denis, sementara Denis memutuskan untuk kembali ke Jakarta, meneruskan perusahaan keluarganya dan mengejar kembali cintanya yang pernah dia sia-sia kan.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Jam kantor masih beberapa menit lagi berakhir, sambil menunggu Azura keluar sesekali Denis mengecek ponselnya. Seruan dari Chery untuk segera pulang tidak Denis iyakan, karena masih ada misi penting yang harus dia kerjakan.


Setelah menunggu sekitar lima belas menit, karyawan kantor pun terlihat membubarkan diri. Dari sekian banyak orang tak ada satu pun yang mirip dengan Azura, tapi perhatiannya tertuju pada seorang gadis yang mengenakan kacamata tebal. Denis yakin itu Azura, karena saat bertemu di mall pun Azura berpenampilan seperti itu. Tanpa menunggu lama Denis langsung keluar dan menghampiri Azura.


Azura yang tengah menunggu ojek online pesanannya di buat terkejut begitu mendapati Denis yang sudah berdiri di sebelahnya.


"Azura apa kabar?" sapa Denis dengan senyum yang terukir dari wajah tampannya.


"Denis? Mau apa kamu?" sentak Azura dengan wajah tak ramah. Dia mencoba bersikap setenang mungkin, padahal hatinya kini begitu sakit melihat wajah Denis yang dulu pernah menorehkan luka.


"Lama tak bertemu apa itu kata pertama yang kamu ucapkan."

__ADS_1


"Gak usah basa-basi! apa mau kamu sebenarnya?"


"Bisa kita bicara?"


"Gak ada yang perlu di bicarakan!"


"Aku hanya ingin meminta maaf atas kejadian empat tahun lalu."


"Maafmu basi!" ketus Azura.


Bersamaan dengan itu Nita dan genknya berjalan melewati Azura. Mereka terlihat sinis melihat Azura yang tengah bicara dengan Denis.


"Cowok mana lagi tuh yang bicara sama dia?" terdengar suara Nita yang berbisik.


"Perasaan kemaren bukan sama cowok yang itu deh," ujar yang satunya.


"Heh laris juga ya si cupu." kini Citra yang menanggapi.


"Kelihatan banget dia itu bukan cewek baik-baik."


Setelah bergibah ria Nita dan genknya pergi melewati Azura dengan tatapan tidak suka.


"Kamu lihat semua orang jadi salah paham sama aku, lebih baik kamu pergi dari sini!" usir Azura.


"Mereka gak akan salah paham lagi jika tahu kamu anak dari pemilik perusahaan ini, benar kan yang aku bilang."


Azura berdecak kesal bisa-bisanya Denis mengetahui identitas dia yang sebenarnya.


"Jadi gimana bisa kita bicara sebentar? daripada kita bicara disini semua orang akan makin salah paham sama kita."


"Baiklah hanya lima menit." Azura pun mengikuti keinginan Denis, dia tidak ingin jika papah Jupiter atau Alvero melihat Denis kembali, bisa-bisa mereka lepas kontrol dan terjadi keributan disini. Azura tidak ingin jika identitasnya sampai terbongkar.


Namun tanpa Azura sadari dari kejauhan ada sepasang mata yang melihat Azura naik kedalam mobil Denis.


bersambung...

__ADS_1


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜...


__ADS_2