
Sejuknya pantai kuta membuat kedua pasangan yang baru tiba di pulau dewata itu menghirup udara dalam-dalam. Sebelum memasuki hotel tempat mereka menginap pasangan Azura Tristan dan Sisil Arga menyempatkan diri untuk cuci mata terlebih di sekitar area pantai yang kebetulan sore itu ramai pengunjung.
Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di kecamatan Kuta, sebelah selatan kota Denpasar Bali. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara dan telah menjadi objek wisata andalan pulau Bali sejak awal tahun 1970.
Sebelum terkenal menjadi tempat wisata pantai, dulunya area Kuta Bali adalah perkampungan nelayan tradisional. Namun kini telah berubah menjadi tempat pertemuan wisatawan dari berbagai negara. Selain itu pantai Kuta dulunya adalah pelabuhan dagang dan banyak para pedagang dari luar Bali melakukan transaksi disini.
Kelebihan yang menjadi daya tarik utama pantai Kuta Bali adalah pemandangannya yang sangat indah. Disini para pengunjung bisa menemukan keberadaan pantai dengan pasir putih yang menghampar luas. Banyak turis yang suka menghabiskan waktunya untuk bersantai di tepi pantai sembari berjemur di bawah terik matahari.
Setelah puas memandangi sunset yang saat itu terlihat jelas, keempat orang itu memutuskan untuk kembali ke hotel yang tak jauh dari pantai. Semua barang bawaannya sudah di bawakan terlebih dulu kedalam kamarnya masing-masing.
"Bro sukses ya malam pertamanya, kamar gue tepat berada di sebelah kamar lo, tapi tenang gue gak akan ganggu kalian berdua!!" ucap Tristan sebelum dia memasuki kamarnya.
Arga hanya mengangguk dan tersenyum simpul. Sementara Sisil sudah bisa ketebak wajahnya saat ini memerah menahan malu.
"Sil kado yang barusan aku kasih jangan lupa di buka ya, ingat kamu harus memakainya saat malam pertama kalian. " bisik Azura tepat di telinga Sisil.
"I...Iya bu.."
"Ayo ay kita masuk ke kamar, aku lelah mau istirahat!! " Azura mengamit lengan Tristan lalu memasuki kamarnya.
Begitu memasuki kamarnya yang terlihat elegant Azura langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur, di susul oleh Tristan yang berbaring di samping Azura.
"Anak ayah kecapean ya?" Tristan mengelus perut buncit Azura lalu menciuminya dengan gemas.
"Iya ayah aku lelah, jadi tolong jangan ganggu tidur aku sama bunda ya!! " jawab Azura dengan suara meniru anak kecil.
"Kok gitu sih sayang, ayah kan pengen nengokin kamu malam ini."
"Besok aja ayah, malam ini bunda cape pengen istirahat. " kekeh Azura. Tristan langsung menghujani Azura dengan ciuman di seluruh wajahnya.
"Aduh ay.. udah donk geli!! "
"Kamu tega sayang gak ngasih aku jatah malam ini. " Tristan pura-pura ngambek dengan menekuk wajahnya.
"Duh..duh...duh suami aku yang tampan ngambek nih ceritanya!!" goda Azura. Dia hanya terkekeh melihat sikap Tristan yang seperti anak kecil.
__ADS_1
Masih tak ada tanggapan dari Tristan. Azura hanya menghela nafasnya apalagi saat melihat Tristan yang beranjak dari duduknya dan memilih menuju balkon untuk melihat pemandangan laut yang tersaji di depan mata.
Azura mengikuti Tristan menuju balkon dan berdiri di sampingnya "iya deh...iya malam ini ayah boleh nengokin aku."
Tristan langsung menoleh pada Azura yang fokus memandang kedepan "Serius bun?"
Azura mengangguk "tapi ayah mandi dulu ya, biar wangi dan bunda makin cinta sama ayah."
"Siap bunda, ayah mandi dulu ya!! "Tristan langsung berlari menuju kamar mandi sementara Azura menggelengkan kepala melihat tingkah Tristan.
๐๐๐
Dikamar Arga dan Sisil...
Kedua sejoli yang baru melangsungkan pernikahan kurang dari 24 jam itu tampak malu-malu ketika memasuki kamar hotelnya yang sudah di desain romantis oleh pihak hotel atas permintaan Azura dan Tristan. Mereka tak habis pikir jika atasan mereka sudah mempersiapkan ini semua untuk bulan madunya.
Arga memeluk Sisil dari belakang saat Sisil tengah terpaku melihat kamarnya yang begitu romantis "apa kamu suka yank?"
"Iya aku suka Ga, "
Sisil memutar tubuhnya lalu mengalungkan tangannya pada leher Arga "lalu aku harus manggil apa? sayang, cinta, honey, sweetheart, baby? "
"Mas.. kamu cukup panggil aku mas."
"Pppfftt... " Sisil tiba-tiba tertawa mendengar permintaan Arga, baginya sangat geli memanggil Arga dengan sebutan mas.
"Kok malah ketawa sih emang ada yang lucu? " Arga langsung duduk di atas kasur dan menarik tubuh Sisil agar duduk di atas pangkuannya.
"Lucu aja, aku gak biasa manggil kamu mas."
"Ya di biasain donk yank nanti juga terbiasa, " ujar Arga dengan tangan yang terus menjelajah di balik baju milik Sisil.
"Iya mas Arga, "
Blush...
__ADS_1
Arga langsung merona mendengar Sisil yang memanggilnya dengan nada suara yang sexy.
"Kamu menggoda aku yank? "
"Nggak." Sisil buru-buru beranjak dari pangkuan Arga sebelum tangan Arga menjelajah lebih jauh. Namun Arga langsung menarik tangan Sisil hingga tubuh keduanya terjerembab di atas kasur.
"Aku menginginkanmu yank malam ini, setelah malam tadi kita gagal melakukannya karena kamu yang tertidur."
"I...iya mas... kita mandi dulu ya biar segar."
Arga tersenyum lalu mencium bibir Sisil dan melum*atnya dengan cepat "ya udah kita mandi bareng!!"
"Nggak!! biar aku yang duluan!! "Sisil buru-buru bangun dari tubuh Arga dan memasuki kamar mandi.
Setengah jam kemudian Sisil sudah selesai dengan ritual mandinya, Arga lalu bergantian memasuki kamar mandi. Pandangan Sisil tiba-tiba tertuju pada sebuah kado yang di berikan Azura begitu mereka tiba di Bali. Karena penasaran buru-buru Sisil membuka isi kado tersebut yang ternyata isinya dua buah lingerie berwarna merah dan hitam.
"Ya ampuun bu Azura ternyata benar-benar memberiku lingerie, aku harus buru-buru memakainya sebelum Arga keluar dari kamar mandi."
Lingerie warna merah kini menjadi pilihan Sisil untuk dia kenakan di malam pertamanya. Dengan cepat dia memoles wajahnya dan mengenakan wangi-wangian untuk menyenangkan hati suaminya. Meskipun ini bukan pernikahan pertamanya, tapi baru kali ini Sisil menghadapi malam pertama karena mantan suaminya tidak pernah menyentuh Sisil sekalipun. Bisa di katakan Sisil ini janda rasa perawan๐
Ceklek
Begitu pintu kamar mandi terbuka jantung Sisil berdegub sangat kencang, dia bisa melihat pantulan tubuh Arga dari kaca meja riasnya yang hanya mengenakan handuk sebatas pinggang. Sementara Arga tertegun melihat sang istri yang berpenampilan sangat sexy, beberapa kali dia harus menelan cairan salivanya menahan segala hasrat yang sudah membumbung tinggi.
"Yank?" Arga menghampiri Sisil dan mengajak tubuhnya untuk berdiri. Sisil terus menunduk menyembunyikan wajahnya yang merona karena malu.
"Kamu cantik yank, aku suka melihatnya."Arga mengelus wajah Sisil dan menyelipkan beberapa anak rambut yang mengganggu pandangannya.
CUP
Sisil memejamkan matanya saat bibir milik Arga menyentuh bibirnya dengan lembut.
bersambung....
๐๐๐
Image source : Google
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐dukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐๐...