Wedding Disaster

Wedding Disaster
Kehebohan di kantor


__ADS_3

Senja yang memerah di ufuk barat menandakan jika hari sudah beranjak sore, sang raja siang mulai bersiap untuk kembali ke peraduannya, meninggalkan semesta yang akan berganti cahaya rembulan di temani bintang-bintang yang menghias langit malam.


Disebuah rumah seorang gadis muda nampak sibuk berkutat dengan komputer lipat di pangkuannya. Dahinya sedikit mengerut ketika menemukan beberapa kesalahan pada angka-angka yang berderet panjang. Segera dia melakukan pengecekan ulang untuk memastikan kembali kesalahan itu. Senyum terbit dari bibir tipisnya ketika dia menemukan letak kesalahan itu.


Ceklek!


Pintu kamarnya terbuka, dan masuklah papah Jupiter dengan baju santainya.


"Sayang apa papah ganggu?" tanya papah Jupiter, dia lalu mendudukan diri diatas sofa yang berada di kamar Azura.


"Nggak kok pah, aku hanya sedang merevisi pekerjaaanku saja." Azura lalu menutup komputer lipatnya dan duduk di sebelah papah Jupiter.


"Weekend seperti ini masih kamu gunakan untuk bekerja, hangout lah sama teman-teman kamu."


"Papah ini, aku kan gak punya banyak teman hanya Agnes dan Diandra, sekarang mereka sibuk sama pasangannya masing-masing." cebik Azura.


"Terus anak papah ini kenapa gak ikutan sibuk juga sama pasangannya?"


"Aku gak punya pasangan pah,"


"Loh Tristan di kemanain, papah denger hubungan kalian berdua sudah mulai membaik. Apa kamu masih mikir buat nerima perjodohan itu."


"Kasih aku waktu sebentar lagi ya pah, buat yakinin hati aku dulu setelah itu pasti aku akan memberikan kepastian."


Papah Jupiter mengangguk dan mengiyakan permintaan Azura. Selanjutnya ayah dan anak itu kembali terlibat dalam obrolan serius.


"Sudah tiga bulan kamu bekerja di perusahaan papah, mau sampai kapan kamu menjadi pegawai biasa? Papah lihat kinerja kamu sangat baik sayang, mau ya kamu gantiin posisi pak Teguh sebagai direktur keuangan." tawar papah Jupiter.


Azura terkejut mendengar ucapan papah Jupiter "Loh memangnya pak Teguh kemana pah?"


"Bulan depan pak Teguh akan di pindah tugaskan ke cabang perusahaan di Surabaya, dia akan memimpin perusahaan cabang disana."


"Kan masih ada bu Anggi pah, dia bisa naik jabatan dari manager jadi direktur." tolak Azura.

__ADS_1


"Anak papah ini kamu apa Anggi?"


"Ya aku."


"Ya sudah tidak ada penolakan yah,"


"Tapi pah, aku masih harus banyak belajar mana pantas aku jadi direktur."


"Kamu pantas sayang, papah tau kemampuan kamu. Jika ada yang tidak di mengerti kamu bisa tanya ke papah atau Alvero."


"Baiklah pah," ucap Azura pasrah bagaimana pun dia tidak ingin mengecewakan papah tercintanya.


Papah Jupiter tersenyum lebar "bagus itu baru namanya anak papah,"


"Tunggu pah," Azura lalu meraih kalender kecil yang terletak di atas nakas, dia melihat-lihat tanggal yang tertera disana.


"Bulan depan kan tinggal seminggu lagi, kenapa dadakan sih ngomongnya pah?" ucap Azura kaget.


"Ya memang semuanya mendadak pemimpin perusahaan cabang terkena stroke dan sudah di pastikan tidak akan kembali ke perusahaan karena dari segi usia pun dia sebentar lagi pensiun, mau tidak mau papah menarik pak Teguh untuk menggantikan posisinya. Hanya pak Teguh yang bisa papah percaya untuk ke Surabaya, Alvero gak akan mau sayang dia sebentar lagi menikah."


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Pagi mulai menyapa, hari libur pun sudah berlalu Azura mulai sibuk dengan segala rutinitasnya di kantor. Kali ini semua karyawan dari divisi keuangan di buat heboh, pasalnya atasan mereka akan pindah tugas ke Surabaya. Kabar yang mendadak ini cukup membuat mereka kaget karena selama ini mereka sudah sangat nyaman bekerja bersama pak Teguh.


"Eh gue denger ya kali ini yang bakalan gantiin posisi pak Teguh itu anaknya presdir." terdengar kasak-kusuk dari meja Nita dan teman-temannya. Kebetulan siang itu semua karyawan tengah beristirahat.


"Anaknya presdir yang mana? kan anaknya presdir cuma pak Alvero." sahut Citra.


"Kalian belum tahu ya anaknya presdir tuh ada dua, nah yang bakal gantiin pak teguh tuh kembarannya pak Alvero." ucap Nita.


"HAH kembaran pak Alvero?" seru Citra dan dua teman lainnya yang bernama Reva dan Nadin.


"Iya masa kalian gak tahu pak Alvero punya kembaran?"

__ADS_1


Citra, Reva dan Nadin menggeleng serempak.


"Kalian kan belum lama kerja disini, jadi wajar sih kalau gak tahu." tukas Nita jemawa merasa dia yang paling senior di antara ketiga teman lainnya.


"Tunggu-tunggu jika yang akan menggantikan pak Teguh itu kembaran pak Alvero, berarti mereka cakepnya sama donk. Uhhh..gue jadi gak sabar ketemu sama kembarannya." ucap Nadin dengan pikiran yang menerawang, membayangkan pria tampan yang tak beda jauh dengan Alvero.


Tiba-tiba Nita menyentil dahi Nadin dengan keras "heh kembarannya pak Al itu cewek bukan cowok, otak lo kalau udah nyangkut cowok cakep pasti konslet dah."


Nadin mengusap-ngusap dahinya karena kesakitan "sakit tau Nit, yah jadi gantinya pak Teguh cewek ya...kecewa dah gue."


"Lo tahu Nit kembarannya pak Alvero kayak gimana?" tanya Citra penasaran.


"Gue gak tahu wajahnya, cuma pernah denger aja dulu dia hampir mau nikah tapi batal karena cowoknya kabur sama cewek lain, mungkin itu yang membuat kembarannya pak Alvero tertutup dan tidak pernah menginjakan kakinya di perusahaan." cerita Nita. Memang diantara mereka berempat Nita yang paling senior dan sudah lama bekerja di PT Widjaya grup, sehingga rumor tentang Azura pun dia mengetahuinya sedikit.


Sementara di meja lain, yang tidak jauh dari meja Nita dan teman-temannya Azura dan Sisil mendengar dengan jelas apa yang Nita omongkan.


"Kamu tahu Sil apa yang sedang Nita omongin?" tanya Azura.


"Soal kembaran pak Alvero?"


Azura mengangguk sejauh apa mereka tahu tentang dirinya.


"Pernah denger sih dikit, dulu kan semua karyawan di undang gitu di acara nikahan anaknya pak Jupiter tapi pestanya gak jadi denger-denger pengantin prianya yang batalin." jelas Sisil.


Azura hanya bisa menghela nafas panjang dan bergumam dalam hatinya "cewek itu aku Sil, aku yang dulu batal menikah karena Denis ninggalin aku."


"Tapi aku juga penasaran seperti apa kembarannya pak Alvero itu, selama 5 tahun kerja disini aku belum pernah melihat wajahnya. Bahkan saat ada acara-acara penting di kantor beliau gak pernah hadir, paling yang hadir hanya bu Theolla."


Azura hanya menyimak apa yang Sisil bicarakan. Tiba-tiba suara gaduh terdengar dari para gadis yang ada di kantin karyawan, begitupun dengan Nita dan teman-temannya. Azura dan Sisil yang penasaran langsung melihat kearah sumber keributan tersebut, ternyata kantin karyawan kedatangan tiga pria tampan yang membuat para gadis heboh.


bersambung..


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜...


__ADS_2