Wedding Disaster

Wedding Disaster
Sebuah Restu


__ADS_3

“KAMU tau Anthony pacaran dengan Rina?” Tanya Ayu sembari memasang sabuk pengaman, ia masih tidak habis pikir dengan sehabatnya satu itu.


Arshaka hanya menaikkan bahunya kemudian memutar setang mobil.


“Apa dia orang baik?” Tanya Ayu memastikan, padahal dirinya sendiri sudah sangat yakin bahwa Anthony adalah pria brengsek.


“Anak itu…” Arshaka terdiam sejenak membalikkan bahunya sedikit untuk melihat cermin dasbor, “dia sebenarnya hatinya baik, setidaknya seingatku saat kami masih berteman dekat, hanya terkadang saja brengsek. Atau lebih tepatnya, lebih banyak brengseknya…”


Lalu mereka berdua tertawa.


Arshaka mengamati Ayu yang baginya semakin hari semakin cantik itu. “Aku suka kamu tersenyum seperti ini, Yu.”


“Makasih…” Ayu menyibakkan rambutnya disambut suara tawa oleh Arskaha. “Kamu akan mengantarkanku ke kost lamaku kan?”


Arshaka lalu menggeleng. “Kamu tinggal di apartemenku aja…”


Ayu seketika tersentak, mana mungkin ia dibolehkan tinggal disana.


“Tenang saja, itu apartemen lamaku. Kamu bisa tinggal disana sementara, aku akan tinggal di rumah, jangan khawatir. Kamu bisa mengganti password-nya kalo takut aku masuk diam-diam dan melakukan hal aneh padamu…” ceramah Arshaka bersikeras agar Ayu tinggal di apartemen miliknya.


“Bagaimana dengan orang tuamu?” Tanya Ayu khawatir, padahal sudah beberapa hari yang lalu ia berusaha menguatkan hatinya, namun semakin kesini rasa takut mulai menguasainya.


Arshaka kemudian menggenggam tangan Ayu dan tersenyum, “nanti malam kita bertemu dengan keluargaku…”


Deg…


Jantung Ayu seketika ingin lepas, masih teringat jelas kejadian saat makan malam yang lalu, apakah Ayu sudah siap?


“Ba-bagaimana dengan Salina?” Tanya Ayu lagi ragu-ragu, ia ingin memastikan bahwa Arshaka sudah menyelesaikan hubungannya sejak ia kembali kesini.


“Aku sudah mengakhirinya. Perjanjian kita batal karna aku sudah mengingat semuanya, aku sudah tau alasan yang kuat kenapa kami gagal menikah saat itu…”


“Lalu, apa keluargamu menerima keputusanmu?”


Senyum Arshaka seketika hilang dari sana, ia mengerutkan kening, “tidak pada awalnya, Papa terus mendesakku. Aku sudah katakan berkali-kali bahwa hubungan kami tidak sehat. Aku ingin menikah hanya denganmu, Yu, bukan yang lain…”

__ADS_1


“Apa mereka sudah tau rencana kita?”


Kini senyum Arshaka kembali lagi, “iya, aku sudah menceritakannya. Aku memiliki kendali penuh atas diriku sendiri sekarang, kamu jangan khawatir. Jika Papa atau Mami menyakitimu, katakan saja padaku…”


Ayu tersenyum kecil karna masih terbesit sebuah kekhawatiran di sudut matanya. “Mana bisa aku begitu, mereka orang tuamu…” ucapnya lirih nyaris tak terdengar. Ayu melamun kembali ke arah kaca melihat jalanan yang ramai ala ibu kota, memikirkan apa yang mungkin akan terjadi nanti malam.


...\~oOo\~...


Kali ini, Arshaka tidak mengajak Ayu untuk makan malam bersama keluarganya. Tentu saja itu adalah hal yang masih menjadi trauma untuk kekasihnya.


Namun, malam ini Arshaka membawa Ayu dan orang tuanya untuk menonton sebuah film bersama.


Arshaka menjemput Ayu lebih awal, ia mengenakan gaun warna biru gelap dengan pernak-pernik berlian kecil, sebuah hadiah kecil dari Arshaka. Baru kali ini Ayu melihat gaun seindah ini.


Sedangkan Arshaka sudah tampil menawan dengan setelan warna hitamnya. Mereka adalah pasangan yang serasi.


Pertama kali mendatangi kediaman Arshaka, lutut Ayu serasa ingin lepas dari sendinya. Kenapa bisa ada rumah semewah ini? Pilar-pilar yang tinggi, beberapa pelayan menyambut kedatangan mereka berdua.


Begini rupanya menjadi orang kaya.


“Ayu…” panggil Arshaka mengulurkan tangannya. Ayu menyambut uluran tangan tersebut.


“Selamat malam…” sambut Ayu menunduk menyapa kedua orang tua Arshaka yang sudah duduk disana.


Kinan menyilangkan tangannya menatap Ayu dari kaki hingga ujung kepala. “Tidak tau malu juga rupanya…”


Sedangkan Rudi sendiri hanya diam tidak ingin berkomentar.


“Jaga ucapan Mami!” Peringat Arshaka sembari menuntun Ayu untuk duduk di dekatnya.


Kalimat barusan seperti menusuk dada Ayu sangat keras. Ia sadar bagaimana kesan yang ia tinggalkan saat mereka bertemu terakhir kali, Ayu juga sudah berjanji tidak akan membuat hubungan mereka disalah pahami, namun kenyataannya, Ayu malah mau menikahi putranya.


“Maaf!” Ucap Ayu tiba-tiba menunduk ia nyaris meneteskan air matanya.


“Kenapa Ayu?” Tanya Arshaka bingung.

__ADS_1


“Maaf, Tante dan Om! Saya tidak menepati janji saya, tapi saya sangat mencintai putra kalian, saya sangat mencintai Arshaka! Jadi, tolong beri saya kesempatan!”


Arshaka sedikit tersenyum mendengar kalimat Ayu barusan, lebih tepatnya ia merasa tersentuh.


Rudi hanya mendegus mendengarnya, sudah muak karna kalimat itu juga yang diucapkan putranya berkali-kali saat membujuk Rudi dan Kinan agar merestuinya.


“Eheem…” Kinan hanya berdehem tidak ingin peduli, “mulai putar filmnya!” Ujarnya meminta pelayan segera menyalakan layar di depan sana.


Cahaya mulai menyoroti seluruh ruangan yang gelap. Ayu duduk di samping Arshaka, ada sekat disana untuk jalan lalu lalang, kemudian di deret lainnya ada Rudi dan Kinan yang sudah siap dengan popcorn-nya.


Film mulai diputar, Arshaka menyarankan untuk menonton film romantis karna dia pikir Ayu akan menyukainya, namun Rudi lebih suka sejarah dan film tentang peperangan. Hingga pada akhirnya, mereka menyerah kepada film bergenre fantasy.


Sepanjang film, Arshaka terus memegangi tangan Ayu, ia tidak mau melepaskan tangan itu.


Hingga akhirnya film usai, Kinan tanpa sepatah katapun meninggalkan mereka, tanpa menatap Ayu sedikitpun.


Saat Rudi juga akan mengikuti langkah kaki istrinya, Arshaka segera menghentikannya, “Pa?”


Rudi menoleh dengan sinis, “Papa sudah menurutimu, jadi tepati janjimu!”


Janji apa? Ayu menoleh pada Arshaka, namun pria itu tidak ada niatan untuk menjelaskan tentang apapun itu.


Sebelum Rudi benar-benar pergi, ia menoleh sekilas, “seharusnya kamu sadar kehadiranmu tidak diterima disini!”


“PA!” Teriak Arshaka melepaskan tangan Ayu kemudian menghampiri dimana Rudi berdiri. “Jaga mulut Papa!”


“Kami begini bukan karna menyetujui hubungan kalian, ini karna janjimu!” Lalu ia melirik ke arah Ayu berdiri, “kamu pikir wanita seperti itu pantas bersanding denganmu?!”


“Aku sudah bilang untuk menjaga sikap di depan calon istriku!” Arshaka teriak tidak ingin kalah terlebih lagi dia tidak kuat mendengar Ayu direndahkan seperti itu.


Rudi tertawa sinis, “apa kamu sudah berani menentang Papa sekarang? Mau terlihat sok kuat di depan pacarmu? Apa kamu pikir Papa tidak bisa memukulmu sekarang?!”


“Kumohon, Pa!” Pinta Arshaka sungguh berharap, ia tidak mau membuat Ayu merasa dirinya tidak diterima seperti ini.


Arshaka sudah membuat rencana, seharusnya tidak berjalan seperti ini.

__ADS_1


“Papa akan membiarkanmu kali ini! Tapi asal kamu tau Arshaka, Papa tidak akan sudi menganggapnya sebagai menantu, sampai kapanpun!”


Ayu tanpa sadar meneteskan air matanya, lalu segera ia hapus meski bekasnya masih tersisa disana. Ini, sangat menyakitkan.


__ADS_2