
Suara decapan lidah terdengar syahdu mengiringi dua anak manusia yang tengah merangkai cinta di dalam sebuah mobil. Beruntung kaca jendela mobil yang hitam pekat tidak akan memudahkan siapapun melihat dengan jelas apa yang terjadi di dalam sana. Cinta dan gairah yang melebur menjadi satu seakan menjadi pemicu bagi keduanya berada dalam posisi intim kali ini.
Masih dengan tangan yang berada di tengkuk Azura, Tristan semakin memperdalam ciumannya. Azura pun menyambut dengan baik permainan lidah yang di berikan oleh Tristan. Saling menyesap, saling melum*at dan kedua lidah saling membelit mencari kenikmatan satu sama lain. Suara decapan itu semakin terdengar jelas seiring permainan bibir mereka yang semakin memanas. Keduanya tidak ingin melewatkan satu inchi pun rasa manis yang ada pada bibir mereka.
Nafas keduanya terengah-engah setelah mereka berdua melepas ciuman yang berdurasi singkat tapi sungguh memabukan. Kening keduanya saling menempel menetralkan degupan jantung yang sama-sama memburu. Tristan mengusap ujung bibir Azura yang basah akan cairan saliva saat melum*at bibir miliknya, dia tersenyum melihat wajah Azura yang merona karena malu.
"Aku hanya cinta sama kamu Azura, kamu harus percaya itu dan jangan pernah meragukan aku lagi." ucap Tristan sungguh-sungguh.
Azura hanya menunduk memainkan ujung bajunya, dia tidak berani menatap wajah Tristan yang berada tepat di hadapannya.
"Kamu cinta sama aku juga kan Ra?" Tristan balik bertanya karena tak ada respon dari Azura.
Azura mendongak memberanikan diri untuk menatap wajah Tristan "Apa masih perlu aku jawab setelah semua yang kita lakuin barusan?"
Tristan tersenyum dia paham kemana arah pembicaraan Azura. Dia lalu meraih tangan Azura mengecupnya penuh perasaan.
"Makasih ya sayang, aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia sampai kita menua nanti."
"Udah gombalnya?" pertanyaan Azura membuat hati Tristan dongkol, bisa-bisanya Azura menganggap semua ini hanyalah gombalan semata.
Tiba-tiba Azura tertawa melihat ekspresi wajah Tristan yang berubah menjadi masam "iya aku percaya sama kamu, ya udah aku balik ya!"
"Tunggu!"
"Apalagi?"
Tristan melabuhkan kecupan di puncak kepala Azura dan itu sukses membuat hati Azura menghangat "Selamat beristirahat ya! jangan lupa makan!"
__ADS_1
"Iya kamu juga." Azura lalu keluar dari mobil Tristan dan melambaikan tangannya. Tristan menunggu Azura hingga menghilang di balik gerbang rumahnya, lalu dia pun kembali melajukan mobilnya.
πππ
Azura berguling di atas kasurnya, tersenyum terkadang menutup wajahnya dengan bantal jika mengingat kejadian beberapa menit yang lalu di dalam mobil Tristan. Sesekali Azura menyentuh bibirnya merasakan kembali bibir Tristan yang menempel di atas bibirnya...sungguh menghanyutkan. Secara tidak langsung Azura sudah membuka hatinya untuk Tristan. Dia harus menghapus luka lama dan menggantinya dengan lembaran baru.
"Semudah ini aku jatuh cinta sama kamu Tristan, dulu hingga sekarang hati aku emang udah terikat sama kamu."
Azura lalu teringat sesuatu, kalung pemberian dari Tristan yang dia simpan di dalam laci meja rias. Dia mengambilnya mendekap penuh perasaan hingga Azura terlelap bersama mimpi indah yang menemani tidur siangnya.
Tidak beda jauh dengan Azura, selama perjalanan pulang Tristan terus tersenyum saat mengetahui perasaan Azura yang sesungguhnya. Mereka tidak memerlukan waktu yang lama untuk saling memahami satu sama lain. Karena pada dasarnya hati Azura dan Tristan sudah terikat semenjak mereka berteman saat kecil, meskipun akhirnya mereka berpisah dalam waktu yang cukup lama.
Sesampainya di rumah Opa Pramudya di buat heran melihat wajah cucunya yang tersenyum cerah. Dia sudah bisa menebak pasti ada sesuatu diantara cucunya dan Azura calon cucu menantunya.
"Cucuku, kemarilah nak!" panggil Opa Pramudya, Tristan lalu menghentikan langkahnya dan menghampiri sang Opa yang tengah bersantai di temani Damar asisten pribadinya.
"Hei apa yang membuatmu berseri-seri?hmmm..apa terjadi sesuatu antara kamu dengan Azura?" selidik Opa Pramudya.
"Apasih Opa? jangan kepo deh ini urusan anak muda " ujar Tristan.
"Ya...ya..Opa tahu matamu membuktikan kamu tengah berbahagia, jadi ada apa sebenarnya?"
"Tentu saja Opa aku berbahagia karena Azura sudah membalas perasaanku."
"Berarti keputusan Opa untuk menjodohkanmu dengan Azura tepat bukan? kalian ternyata cocok dan sama-sama saling suka."
"Yah..berkat Opa juga sih akhirnya aku bisa dekat kembali dengan teman masa kecilku."
__ADS_1
"Hahaha...kalian memang sudah berjodoh dari kecil, tapi Opa lah perantara kalian di masa sekarang."
"Iya deh iya...Opa yang berjasa untuk menyatukan aku dengan Azura. Oh iya..mamih sama papih apa sudah Opa kabari?"
"Hmmm sudah. Mereka menyetujui apapun yang menjadi keputusan Opa untuk menikahkan kamu dan Azura. Bila waktunya sudah dekat mereka pasti akan pulang ke Indonesia."
"Apa mereka tidak ingin ikut berperan mempersiapkan pernikahanku dan Azura?"
"Sudahlah kamu tenang saja ada Opa yang mengurus semuanya,"
"Baiklah Opa, aku pamit ke kamar ya!"
Tristan lalu beranjak dari duduknya dan pergi menuju kamarnya.
πππ
Sementara itu di sebuah rumah seorang pria mengamuk setelah membaca sebuah surat kabar yang memuat berita terhangat minggu ini. Yakni pertunangan cucu konglomerat yang masuk jajaran sepuluh besar orang terkaya di Indonesia, bersama putri pengusaha kontraktor sukses seAsia tenggara. Nama Tristan Marvino dan Azura Kalingga berada pada barisan terdepan di sebuah surat kabar.
Denis meremas surat kabar tersebut dan melemparnya ke sembarang arah, barang-barang tidak berdosa yang berada di sekitarnya menjadi bahan amukan Denis pagi ini.
Niat hati untuk kembali memiliki Azura, namun apa daya Tristan bergerak cepat dari apa yang Denis kira. Itu berarti Denis akan semakin sulit untuk membawa Azura kembali ke pelukannya. Tangan mengepal erat, kemarahan masih jelas terlihat di mata Denis. Dia berpikir masih ada waktu untuk merebut Azura kembali sebelum pernikahan itu tiba.
"Kita lihat saja siapa yang akan jadi pemenangnya." ucap Denis dengan seringai di bibirnya.
bersambung..
πππ
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favoritπdukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasihππ...