
FARHAN menyilangkan kedua tangannya, ia kini mengerti seluruh cerita dari Ayu mengenai dirinya dan Arshaka. Tentang pertemuan pertama kali mereka hingga alasan kedatangan Ayu kemari yang bukan hanya untuk menghindari pernikahannya di Desa.
Rumor tentang Arshaka dan Ayu sudah tersebar di media manapun, beruntungnya, mereka belum mengungkapkan siapa sosok wanita tersebut. Namun Farhan dan Rina jelas tahu bahwa itu adalah temannya, Ayu.
Ada Rina juga disana ikut menyimak, "jadi, kamu mau gimana hari ini?" Tanyanya khawatir.
Ayu masih tidak tau, tangannya bergetar hebat, jantungnya masih berdegup tidak karuan. Ia takut jika nanti terjadi hal yang tidak diinginkannya.
"Beberapa hari ke depan kamu ambil cuti dulu aja," saran Farhan memahami situasi, "Rina kamu bisa temenin Ayu juga yaa..."
Rina mengangguk setuju.
"Mungkin hari ini masih aman, tapi kita tidak tahu kedepannya seperti apa. Aku takut para wartawan akan mencari informasi tentangmu dan datang kesini."
"Kamu bisa tinggal di tempatku dulu, Yu. Aku takut kost-mu juga nggak aman..."
Ayu mengangguk paham, ia bersyukur bahwa ada Rina dan Farhan yang mau menolongnya. "Makasih yaa..."
Farhan menepuk-nepuk bahu Ayu, "kita disini buat bantuin kamu, Yu. Jangan khawatir..."
"Yaudah, kita mau pulang sekarang aja? Biar Mas Farhan bisa buka tokonya..." Ucap Rina mengajak Ayu segera pergi.
Ayu mengangguk sekali lagi, "Thanks ya, Farhan. Aku pergi dulu sama Rina..."
"Iya, it's okay! Jaga diri kalian baik-baik, kabari aku jika terjadi sesuatu!"
Setelah keduanya berpamitan, Ayu dan Rina cepat-cepat berkemas dan pergi. Ayu akan menginap di tempat Rina untuk beberapa hari kedepan.
Baru saja keluar dari kafe, bahkan Ayu masih memegang gagang pintu masuk. Ia sudah disambut dengan kedatangan Anthony yang sepertinya sudah menunggu Ayu sedari tadi.
Dapat ia lihat senyum licik Anthony bahkan dari kejauhan.
"Ada apa kesini?" Tanya Ayu penasaran.
Anthony berjalan dari mobilnya mendekati Ayu, "Bukankah ini masih pagi? Apa kalian sudah mau pulang?" ejeknya.
"Kami mau pulang juga bukan urusanmu!" Ucap Rina ketus.
"Aku nggak lagi ngomong sama kamu ya, dasar bebek buruk rupa!" Anthony kesal melihat Rina disana ikut-ikutan.
Saat Rina hendak membalas ucapannya, Ayu sudah menghentikannya dulu, "sudah Rin, jangan ditanggapi. Lebih baik kita menjauh dari orang yang berhubungan dengan Arshaka. Aku nggak mau masalahnya semakin rumit..." bisik Ayu pada Rina.
Rina menahan emosinya, ia memilih untuk mendengarkan Ayu.
__ADS_1
"Maaf kami permisi dulu..." ucap Ayu berusaha sesopan mungkin.
Namun Anthony segera menghadang Ayu dan Rina. Ia berdiri kini tepat di depan keduanya dengan wajah yang arogan. "Tidak semudah itu..." ucapnya dengan senyum licik.
"Permis—"
Sebelum Ayu sempat menyelesaikan kalimatnya, seorang perempuan bergaun merah keluar dari mobil yang dikendarai Anthony saat kemari.
"Owh! Kebetulan sekali!" Seru Anthony merasa suasana semakin menarik, "mau kuperkenalkan dengan calon istri Arshaka? Sepertinya kalian akan sangat CO-COK!"
Salina, dia adalah Salina. Perempuan itu memiliki rambut panjang bergelombang yang sangat cantik, kulitnya pun bersih dan mempesona, terlihat sangat terawat. Dia turun dari mobil sembari melepaskan kaca mata hitamnya, lalu memperhatikan Ayu dan Rina dari ujung kaki hingga ujung rambut dengan teliti.
"Kemarilah, aku mau memperkenalkanmu dengan temanku!" Seru Anthony dengan tawanya yang menganggap situasi ini lucu.
"Kami bukan temanmu!" Ucap Rina masih berusaha menahan emosinya.
Anthony kini menatap Rina, "kamu memang bukan temanku, maksudku Ayu, bodoh!"
Rina tertawa tidak percaya dengan kepala manusia di hadapannya ini. Sangat ini meninju wajahnya, namun tangannya kini sedang digenggam oleh Ayu yang berusaha menahan amarahnya juga.
Genggaman tangan Ayu semakin mengencang saat Salina berjalan mendekat, bahkan Rina dapat merasakan bagaimana getaran tubuh Ayu saat ini.
Salina sampai dan mengulurkan tangannya, "Salina..." ucapnya dengan senyuman. Ayu setuju jika harus mengakui bahwa Salina sangat cantik dan jujur saja, ia lebih cocok bersanding dengan Arshaka. Bukan dirinya.
"Jadi, yang ini Ayu?" Tanya Salina melirik Ayu dengan tatapan menghina.
"Saya Ayu, senang bertemu dengan Anda..."
Salina tertawa mendengar kalimat Ayu barusan, "apa kamu dengar barusan dia bilang apa?" tanyanya pada Anthony.
Anthony hanya ikut tertawa.
"Jadi, kamu senang bertemu denganku?"
Ayu terdiam, ia mengatakan itu hanya untuk basa-basi saja, memangnya apa yang harus ia katakan? Toh dia tidak salah, setidaknya, dia sudah memutuskan hubungannya dengan Arshaka beberapa waktu yang lalu. Salah berita itu yang ditulis secara berlebihan dan tidak sesuai fakta.
"Mau dilihat dari manapun, bagaimana bisa Arshaka diam-diam mengencani wanita semacam ini?" ucapnya menunjukkan dengan jelas bahwa ia sedang mengamati Ayu dari atas sampai bawah.
"Gara-gara kepalanya terbentur seleranya jadi turun!" Imbuh Anthony mengejek.
"Jangan menghina calon suamiku!" ucap Salina menegur Anthony, "apa untungnya jika dia bersama orang ini, yang ada cewek ini yang menggoda Arshaka duluan..."
Tanpa sadar Ayu tertawa kecil.
__ADS_1
"Kamu barusan ketawa?" Tanya Salina merasa diremehkan.
"Tidak, maaf." Jawab Ayu cepat, ia hanya ingin menghindari masalah.
Salina sangat muak melihat wajah Ayu, baginya, bagaimana bisa Arshaka bisa bersama perempuan ini, jika dibanding dengan dirinya, tentu saja Salina merasa jauh di atasnya.
Ayu saja tidak berani menatap mata Salina, entah takut atau ingin sopan atau mungkin ingin menghindari masalah. Membuat Salina semakin percaya diri dengan posisinya.
"Kamu ada waktu besok?" Tanya Salina tiba-tiba tercetus sebuah ide.
Ayu melihat wajah Salina sekarang, bingung kenapa ia bertanya demikian padahal ia sebisa mungkin ingin menjauh dari orang-orang yang berhubungan dengan Arshaka. "Saya, ada acara besok." jawabnya beralasan.
"Batalkan acaramu! Aku yakin itu cuman alasanmu atau jika benar, acaramu tidak lebih penting dari aku..."
Ayu dan Rina seperti kehabisan kata-kata saat mendengar betapa egoisnya seorang Salina ini. Ayu sangat ingin memarahinya, ingin mengatakan bahwa setiap orang itu penting dan ia ingin dihargai, tapi kembali lagi, ia mengingat Rina dan Farhan yang sudah mau repot-repot menolongnya, ia tidak ingin membuat kesalahan hanya karna emosinya semata.
"Berikan alamatmu! Sopirku akan menjemputmu besok malam, ada yang perlu kita bicarakan!" Paksa Salina memberikan ponselnya, ia meminta Ayu untuk mencatat alamat tinggalnya.
"Maaf, tapi saya tidak bisa janji..."
"Aku sudah bilang kan?! Apapun acaramu tidak lebih penting daripada acaraku!"
"Maaf?!" Rina sendiri sudah tidak tahan mendengarnya, ingin sekali ia menampar wanita di hadapannya ini. Ayu segera menggenggam tangan Rina lagi saat sehabatnya itu melangkah maju.
"Ada masalah?" Tanya Salina menantang.
"Apa saya boleh tau besok akan diajak kemana?" Tanya Ayu berusaha tetap sopan.
"Tenang saja, kamu tetap aman. Aku cuman mau berbicara denganmu, ada yang harus kita diskusikan. Kamu tau kan maksudku?" Ancam Salina, "tentang Arshaka, selama aku masih bisa baik-baik denganmu, harusnya kita bisa melewati ini dengan mudah. Ya kan?"
Ayu mempertimbangkannya sejenak. Lalu ia menjawab, "baik, selama ini bisa menyelesaikan masalah, saya tidak keberatan..."
Salina menepuk bahu Ayu dengan senyum sinisnya, "keputusan yang bagus, jadi tolong berpakaian yang rapi yaa... Sampai jumpa besok!"
Kemudian Anthony dan Salina pergi tanpa berpamitan.
Rasanya tubuh Ayu sangat lemas, setelah memastikan mobil mereka melesat pergi dan tidak terlihat lagi, Ayu terduduk tidak tahu apa yang sudah dilakukannya kenapa menjadi rumit seperti ini.
"Kamu tidak apa-apa Ayu?"
"Aku takut, Rin..." Terdengar nada bergetar dari Ayu, dengan cepat Rina memeluk tubuh sehabatnya itu untuk menguatkannya.
"Kamu pasti bisa, Yu!"
__ADS_1
Ayu hanya bisa berharap, semoga ini keputusan yang benar.