Wedding Disaster

Wedding Disaster
Rumor


__ADS_3

SAAT Arshaka memasuki pintu lift seketika sekelompok orang menghentikan obrolannya, mereka terdiam saat seseorang yang sedang dibicarakannya menunjukkan wajahnya.


Sekejab Arshaka merasa ada yang aneh pagi ini, sedari tadi ia menyadari bahwa semua orang menatapnya dengan tatapan yang berbeda dari sebelumnya.


Ini bukan tatapan kekaguman, namun mata penuh penghakiman dan rasa tidak percaya.


Seperti saat tadi pagi Arshaka memasuki pantry, ia tidak sengaja mendengar seseorang mengobrol tentang kepemimpinannya yang diragukan.


“Apa Pak Arshaka menurutmu bisa memimpin perusahaan dengan baik jika kondisinya begitu?” Ucap seseorang tadi pagi saat ia hendak membuat kopi sendiri.


“Iya, aku juga nggak percaya, bisa-bisanya dia ternyata di belakang suka main perempuan”


“Tampangnya aja kelihatan meyakinkan, ternyata dalamnya sama aja kaya cowok brengsek lainnya.” Imbuh perempuan dengan potongan rambut yang pendek.


“Kayanya perusahaan ini bakal bangkrut sih sebentar lagi kalo kita dipimpin sama orang macam dia. Siap-siap kena PHK…” sindirnya kemudian tertawa.


Awalnya Arshaka tidak yakin dengan apa yang barusan di dengarnya, namun seketika ia masuk dan mereka menyadari kedatangan Arshaka. Mulut mereka semua langsung terdiam dan berlagak tidak terjadi apapun disana.


Arshaka sempat menanyakan kabar atau segala basa-basi lainnya agar terlihat lebih ramah, namun omongan mereka di belakang setelah Arshaka pergi lagi justru lebih menyakitkan.


Sekarang disini, bahkan di lift pun mereka terasa lebih canggung dari sebelumnya.


Arshaka merasa tentu ada yang salah. Ia memiliki firasat yang buruk soal ini.


"Silahkan..." ucap Henry mempersilahkan Arshaka berjalan dahulu saat pintu lift kembali terbuka.


Mereka sempat menyapa karyawan lain yang masih berada di dalam lift, namun mereka hanya membalas seadaanmya.


"Ada apa dengan mereka?"


"Saya sebenarnya ragu, Pak, tapi saya barusan menerima berita dari grup chat. Sepertinya ini yang membuat kegaduhan hari ini..." Henry memberikan ponselnya kepada Arshaka.


Disana terdapat artikel berita yang menyebarkan rumor tentang Arshaka. Kenapa rumor tersebut dipercaya tentu saja karena disana ia mencantumkan banyak bukti yang mendukung.


Bertuliskan "CEO muda yang baru saja menjabat di Rosehill Corp, ketahuan selingkuh dengan orang biasa!" begitulah judul di artikel tersebut.


Arshaka sedikit bersyukur jika wajah Ayu tidak terlihat jelas, namun ia tetap khawatir, bagaimana jika orang-orang dari media mencari tahu tentang Ayu, mencari keberadaannya.


"Anthony brengsek!" Pekik Arshaka melihat artikel lainnya.


Disana dimuat berita lain dengan judul, "Arshaka Kalingga, seorang CEO muda yang hilang ingatan, apakah ia mampu memimpin?" Isi artikel sampah yang dipenuhi dengan provokasi.


Arshaka segera berjalan cepat keluar hendak menemui Anthony, ia sudah sangat yakin bahwa Anthony adalah dalang dari semuanya.

__ADS_1


Kebetulan sekali mereka bertemu di koridor yang sepi, Arshaka menghampirinya dan mencengkram kerah kemeja pria brengsek itu.


Anthony justru tertawa melihat tingkah Arshaka disana.


"Apa maumu?!" Teriak Arshaka kesal.


Tawa Anthony semakin menyebalkan, "kenapa kamu masih bertanya?"


"Aku sudah bilang akan menyelesaikannya, kita sepakat hingga nanti malam!!!"


"Gimana ya, aku bosan sih dan nggak tahan buat nyimpen rahasia sendiri..." ucapnya enteng.


"Perjanjian kita batal!"


Anthony masih dengan tawanya, berusaha menahan cengkraman dari Arshaka. "Aku lebih suka melihatmu hancur duluan, Ka!"


"Brengsek!" Pekik Arshaka kini meninju wajah Anthony, tidak hanya sekali namun juga pukulan bertubi-tubi hingga membuat tubuh Anthony tumbang.


Ia terjatuh, namun masih berusaha untuk memancing kemarahan Arshaka lagi, "apa kamu ingin orang lain kuberitahu tentang lokasi cewekmu yang murahan itu?!"


Anthony berhadapan dengan orang yang salah, Arshaka kembali menyeret tubuh pria yang tersungkur di hadapannya lalu memaksanya untuk berdiri dan ditonjok lagi.


Kini Arshaka melayangkan pukulannya tepat di perut Anthony dengan sangat keras, pria itu merintih kesakitan.


Sebelum Arshaka pergi, Anthony tiba-tiba berkata, "apa kamu mau mengajak Salina berkencan di kafe tempat pacarmu bekerja?" ucapnya diselingi tawa kesakitan.


Arshaka tidak peduli, ia melangkahi tubuh Anthony dan berjalan meninggalkannya.


...\~oOo\~...


Rudi memegangi kepalanya yang sudah sangat sakit, tidak ada hari tenang karena baginya Arshaka selalu melakukan kesalahan.


Rudi bangkit dari kursinya berjalan mendekati Arshaka, ada Kinan istrinya dan Salina juga disana, di ruang kerja Rudi.


Lagi-lagi, Rudi menampar pipi Arshaka. Tidak hanya itu, kini ia menjambak rambut Arshaka dan menyeretnya mendekati pintu lalu ia hantamkan kepala putranya itu tepat pada kayu pintu yang sangat keras.


Sekali lagi, Rudi menghantamkan entah keberapa kali.


Kepala Arshaka berdarah, namun ia tetap berusaha diam dan kuat.


Kinan dan Salina sendiri tidak kuat melihat perlakuan Rudi terhadap Arshaka, namun mereka tidak bisa melakukan apapun.


“Berapa kali aku harus bilang padamu, dasar anak tolol!!!” Teriak Rudi sangat kesal.

__ADS_1


“Maaf.”


“Maaf? Kamu pikir masalahmu ini bisa diselesaikan dengan 1 kata maaf saja?!” Seru Rudi melayangkan satu tamparan lagi.


Arshaka kini terdiam.


“Siapa perempuan itu?! Perempuan yang kamu temui?” Tanya Rudi penasaran, selain itu ia ingin memastikan bahwa semua yang dikatakan di artikel itu tidak benar adanya.


“Bukan urusan Papa…”


Rudi mengerutkan kening mendengar Arshaka mengatakan kalimat tersebut. Kali ini bukan hanya tamparan, tapi tangan Rudi sudah mengepal dan siap meninju perut Arshaka. “Katakan!” Ancamnya.


“Artikel itu hanya dilebih-lebihkan…”


Rudi hendak meninju perut lagi Arshaka namun sebelum itu terjadi, Kinan segera menghalanginya. Meskipun Arshaka bukanlah anak kandungnya, namun ia tetap iba melihat Arshaka babak belur oleh Papa-nya sendiri seperti ini.


“Minggir!” Perintah Rudi.


“Sudah sayang, biarkan aku dan Salina yang mengurus ini…”


“Anak tidak tau diri!” Keluh Rudi dengan geram.


“Ayo Arshaka…” ajak Kinan menuntun Arshaka untuk jalan bersamanya.


Sedangkan Arshaka sendiri mencoba untuk tetap kuat, ia berjalan bersama Kinan dan dituntun oleh Salina. Mereka keluar dari ruangan tersebut.


...\~oOo\~...


Rudi berada di ruangannya bersama dengan asistennya, Yudis.


“Apa Anda baik-baik saja, Pak?” Tanyanya memberikan secangkir teh hangat untuk membantu menenangkan pikiran atasannya itu.


“Apa aku kelihatan baik-baik saja?” Rudi menyeduh tehnya perlahan.


Yudis hanya diam.


“Apa kamu bisa cari tau tentang siapa perempuan yang dimaksud di artikel itu?”


“Baik, Pak! Saya akan meminta tim untuk mencari tahu tentang perempuan itu…”


“Satu lagi…” ucap Rudi serius, Yudis memperhatikan atasannya dengan seksama, “bereskan rumor ini segera! Katakan ke media bahwa itu tidak benar. Tentang kondisi kesehatan Arshaka bilang bahwa sekarang sedang dalam tahap pemulihan dan tentang perempuan itu… cari tau tentang dia, tulis berita bahwa itu hanya perempuan yang mencoba menganggu anak saya, bukan sebaliknya!” Perintah Rudi kepada asisten pribadinya.


“Baik, Pak!”

__ADS_1


__ADS_2