Wedding Disaster

Wedding Disaster
Sebelum bulan madu


__ADS_3

Warning!!!bocah di bawah umur harap menyingkir..wokeeyy๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Suara ******* dan lenguhan terdengar syahdu di dalam kamar mandi pada siang hari itu, di dalam sebuah bathtub pasangan yang baru beberapa jam lalu resmi menjadi sepasang kekasih halal itu tampak sedang melakukan kegiatan yang memicu adrenalin. Dengan tubuh polos keduanya, Tristan nampak betah memainkan puncak dada milik Azura yang sudah menjadi candu baginya. Tanda merah sudah bertebaran di sekitar gundukan sintal milik Azura.


"Ahhh...sa..yang..hentikan ini sungguh menggelikan." desah Azura dengan mata terpejam menikmati setiap sentuhan Tristan.


"Ini sungguh nikmat.. Aku sangat menyukainya." bibir Tristan terus menyesap dan mengul*um puncak dada yang sudah terlihat membengkak itu.


Setelah tidur selama satu jam, Tristan mengajak Azura untuk mandi bersama. Tristan berjanji tidak akan macam-macam dan hanya mandi biasa, Azura pun tidak bisa menolak keinginan lelaki yang sudah sah menjadi suaminya itu.


Dengan wajah malu-malu Azura membiarkan Tristan membuka seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya. Tristan hanya bisa menelan salivanya saat melihat tubuh polos Azura, ada rasa ingin mencicipinya saat itu juga apalagi saat Tristan melihat lembah kenikmatan milik Azura.


Keduanya lalu berendam di dalam bathtub, Tristan dengan telaten membantu Azura mandi dan menggosok punggungnya. Namun karena naf*su yang sudah menggebu acara mandi pun terganggu dengan tangan nakal Tristan yang mulai merem*as gundukan sintal milik Azura.


Azura tidak bisa menolak, dia hanya pasrah menikmati sentuhan tangan Tristan di dalam tubuhnya.


"Cukup sa..yang nanti kita bisa terlambat." ucap Azura parau masih dengan mata terpejam.


"Masih ada waktu sayang," Tristan menghentikan kegiatannya lalu melum*at bibir Azura yang nampak terbuka. Lidah Tristan menerobos masuk mengabsen deretan gigi putih milik Azura, keduanya kini saling berbelit lidah dengan suara decapan yang begitu merdu di kamar mandi.


"Aku sungguh tidak tahan lagi sayang," Tristan melepas ciumannya dan menatap Azura penuh gairah. Tangannya mulai menjelajahi lembah yang di penuhi rumput halus. Membelainya, dan memasukan satu jarinya memberi kenikmatan tiada tara bagi Azura.


"Ahh...ahh...sa..sayang...ahh...jangan!!" racau Azura dengan mata terpejam.


Tristan tidak memperdulikan ucapan Azura, satu jarinya semakin lihai mengobrak abrik lembah milik Azura.


"A..aku mau pipis sayang...ahh!!"


"Keluarkan sayang!!" Tristan tersenyum melihat Azura yang menikmatinya dengan mata terpejam.


Tubuh Azura lalu melengkung meledakan cairan hangat yang membasahi tangan Tristan.


"Kamu sangat menikmatinya sayang, apakah sudah siap aku masuki?"


Azura mencubit perut Tristan dengan keras "kita bisa ketinggalan pesawat, kamu jangan macam-macam!!" Dengan wajah yang merona Azura turun dari bathtub dan mengguyur tubuhnya di bawah shower. Tristan mengikuti Azura dan berdiri di belakangnya. Azura merasakan ada sesuatu yang menusuk area punggungnya.

__ADS_1


"Kamu lihat adik kecilku sudah tidak sabar untuk bertemu sarangnya." Tristan segera mematikan shower dan membalikan tubuh Azura. Dia lalu menggesekan adik kecilnya di depan lembah milik Azura.


"Ssshh....ahh.. Nikmatnya." Tristan tidak benar-benar memasukinya hanya bermain-main di depan sana. Tangan Azura dia arahkan untuk meraih adik kecil milik Tristan, nuraninya sebagai wanita dewasa muncul Azura lalu membelainya, mencengkram milik Tristan dengan erat hingga menimbulkan suara erangan dari bibir Tristan.


"Terus sa..yang...ahh...lebih cepat lagi!!" ucap Tristan dengan mata terpejam.


Azura semakin mempercepat ritme permainannya, dengan lihai tangannya terus memberi kenikmatan pada tubuh Tristan. Hingga puncak dari segala kenikmatan itu telah tiba, Tristan dengan cepat melum*at bibir Azura dan menyudahi permainan panas mereka.


"Makasih sayang.."


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Mamah Theolla terus menggenggam tangan Azura sesaat sebelum Azura dan Tristan berangkat menuju Bandara. Semua orang yang berada di sana menatap heran mamah Theolla yang tidak seperti biasanya.


"Mah udah biarin Azura pergi, ada Tristan sekarang yang menjaga Azura." papah Jupiter terus memperingati sang istri agar tidak terlalu mengkhawatirkan Azura.


"Bulan madunya di undur aja ya sayang, perasaan mamah tiba-tiba nggak enak." semua orang hanya saling menatap mendengar ucapan mamah Theolla. Kenapa mamah Theolla tiba-tiba memiliki perasaan seperti itu, padahal sebelumnya dia yang paling antusias dengan rencana bulan madu ini.


Azura tersenyum dan berulang kali meyakinkan mamah Theolla jika semua pasti akan baik-baik saja "aku sama Tristan udah booking tiket pesawat mah, jadi gak mungkin di batalin."


"Baiklah mamah ijinkan kalian pergi, tapi janji ya tidak lebih dari seminggu kalian harus segera kembali!!"


"Iya mah, kami janji akan segera pulang Jakarta-Lombok kan dekat." Azura memeluk mamah Theolla dengan erat lalu bergantian dengan papah Jupiter.


Setelah berpamitan dengan seluruh anggota keluarganya, Azura dan Tristan lalu menaiki mobil menuju Bandara. Mereka duduk bersebelahan di kursi belakang, ada supir yang akan mengantar mereka ke Bandara.


Tristan mengecup punggung tangan Azura berulang kali, kebahagiaan tampak terpancar dari raut wajah keduanya. Setelah melakukan pemanasan di kamar mandi, Tristan bertekad akan membobol gawang Azura begitu mereka tiba di Lombok.


"Aku gak sabar sayang kita cepat sampai disana."


"Aku juga." Azura menyandarkan kepalanya pada bahu Tristan, dia tidak pernah menyangka jika akan menemukan kebahagiaan bersama Tristan. Azura kini percaya jika menikah itu memberi kebahagiaan bukan memberi bencana, dan perlahan Azura mengerti jika dia membutuhkan seorang pendamping hidup untuk mencapai kebahagiaan itu.


Mobil terus melaju memburu waktu yang terbuang karena sedikit drama dari mamah Theolla. Untunglah mamah Theolla akhirnya mengijinkan Azura dan Tristan pergi meskipun mereka sekarang harus terburu-buru.


"Pesawatnya tinggal 30 menit lagi nih lepas landas, bisa lebih cepat lagi pak bawa mobilnya!!" ujar Tristan pada supir yang membawa mobilnya.


"Baik tuan."

__ADS_1


"Semua gara-gara kamu!! kita kelamaan tadi di kamar mandi." cebik Azura.


"Harusnya kita berangkat besok saja ya, dan melanjutkan yang tadi belum tuntas." bisik Tristan yang langsung mendapat cubitan dari Azura.


"Bisa gak jangan bahas itu terus!!"


"Gak bisa!!" Tristan mencuri ciuman pada pipi Azura dan membuat Azura memukul lengan Tristan. Keduanya terlihat sedang bercanda di bangku belakang tanpa menyadari gelagat aneh dari supir yang membawa mobil mereka.


"Ini kenapa nambah kencang saja laju mobilnya pak?"


"Ma..maaf tuan remnya tiba-tiba tidak berfungsi."


"APAA??" Azura dan Tristan langsung syok mendengar ucapan supirnya.


"Maksudnya gimana pak, tadi mobilnya sudah di cek kan?" tanya Tristan memastikan.


"Sudah tuan, semua baik-baik saja. Tapi entah kenapa sekarang remnya tidak berfungsi."


Azura hanya bisa memejamkan matanya karena laju mobil sudah mulai tidak stabil "Tristan..aku takut."


"Kamu tenang sayang kita pasti akan baik-baik saja!!"


"Pak...sekarang bapak fokus ke depan, jangan sampai menabrak mobil lain!! aku akan mencari cara agar mobil ini bisa terhenti."


"Ba..baik tu..an"


"AWAASS PAK!!!" Azura memekik kencang ketika ada mobil truk dari arah yang berlawanan melaju dengan kencang. Sontak pak supir pun membanting stir ke kiri demi menghindari tabrakan maut. Namun karena laju mobil yang sudah tidak seimbang membuat mobil keluar dari lintasan dan menabrak pembatas jalan.


BRAAKK!!!


bersambung...


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


maaf bulan madunya di pending dulu๐Ÿ™ˆkabooorr....๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’ƒ


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜...

__ADS_1


__ADS_2