
Tok… tok… tok…
Arshaka menggenggam tangan Ayu sedangkan tangan lainnya masih berusaha untuk mengetuk pintu di depannya.
Ia berharap seseorang segera membukakan pintu untuknya.
“Siapa?!” Teriak seorang wanita dari dalam, tak lama setelah itu terdengar suara gemerincing kunci. Ia membuka pintunya, ada seorang wanita paruh baya seumuran dengan Ibu Ayu, dia sedang duduk di sebuah kursi roda, wajahnya sangat cantik.
“Mama!” Seru Arshaka terharu bisa melihat Ibu kandungnya lagi. Ia berjongkok dan memeluk tubuh lemah itu segera.
“Arshaka?! Ini beneran kamu?”
Pria itu mengangguk menahan air matanya.
Mama Arshaka bernama Lela, dari luar dia nampak sangat segar, kulitnya bersih, rambutnya panjang terawat dan pakaiannya juga rapi meskipun hanya mengenakan gaun rumahan.
Wanita itu juga memiliki senyum yang manis dan mata yang indah percis seperti putranya. Sangat mirip.
Mereka saling memeluk satu sama lain hingga Lela menyadari kehadiran seorang wanita muda di belakang putranya. “Ini siapa?” Tanyanya.
Arshaka tersenyum bangga, “kenalkan Ma, dia Ayu, kekasihku…” Ayu mendekat saat Arshaka menarik pelan jarinya, “dan Ayu, kenalkan ini Mamaku…”
“Saya Ayu, Tante…” Ayu menunduk memberikan salam kepada Lela dan menjabat tangannya.
“Kamu cantik sekali…” Lela tersenyum dan mengamati perlahan pakaian Ayu.
Arshaka yang menyadari itu segera menjelaskan kepada Mamanya, “aku baru saja membawanya kabur dari pernikahan…”
Lela menepuk bahu Arshaka dengan keras, kekasih Ayu itu meringis kesakitan. “Kamu membawa lari istri orang?!”
Arshaka dan Ayu kemudian tertawa bersama tidak tahu harus mulai cerita dari mana.
“Kamu ini aneh-aneh saja sih, Arshaka!” Gerutu Lela masih tidak mengerti apa yang terjadi kepada mereka berdua, “dia pasti menyulitkanmu ya, Ayu…”
“Ah enggak kok, Tante!” Ayu segera mengelak, dalam hatinya saja ia ingin mengatakan, iya anakmu ini sangat menyulitkan! Tapi aku tetap menyukainya…
“Yaudah kalau gitu kalian ganti baju dulu aja. Ayu pakai baju Tante nggak apa-apa kan?”
“Iya nggak masalah kok, Te.”
Sudah sangat lama Arshaka tidak kemari, namun saat melihat dari ujung ke ujung ruangan ini, semua masih sama.
Arshaka hendak mengantarkan Ayu menuju kamar Lela, namun sebelum itu, seseorang membuka pintu mengejutkan mereka.
__ADS_1
Seorang pria bertopi yang seumuran dengan Mama Arshaka, dia membawa tas dan perlengkapan memancingnya.
Seketika semua mata tertuju padanya, sedangkan pria itu mematung melihat Arshaka dan Ayu disana.
“Ah kamu sudah datang!” Seru Lela memecahkan kecanggungan, ia mengalihkan pandangan dan berbalik mendorong kursi rodanya dengan tangan.
“Apa dia tetangga Mama?” Tanya Arshaka menghampiri Lela ke arah dapur.
“Mereka siapa?” Tanya pria itu ikut mendekati Lela.
Lela menghela napas melihat keduanya secara bergantian. “Baik, kenalkan dia anakku, Arshaka dan itu yang berdiri disana pacarnya, Ayu.” Lela menunjuk ke arah Ayu. Lalu kini berbalik melihat Arshaka, “kenalkan Arshaka, dia Tommy, suami baru Mama…” Lela sebenarnya tidak ingin memperkenalkan mereka. Lebih tepatnya, tidak mengira bahwa mereka pada akhirnya akan bertemu seperti ini.
“Apa?!” Arshaka seketika kesal saat mendengarnya, “Mama menikah lagi? Sejak kapan?!”
Tommy berdiri disana melihat Lela yang berusaha menghindari pertanyaan dari Arshaka.
“MA!” Bentak Arshaka meminta perhatian dari Lela.
Lela meletakkan cangkirnya, “kami menikah 2 tahun lalu, dia yang membantu Mama selama ini…”
“Seriously, Ma?! Dia sudah tau Mama punya anak? Dia sudah tau Mama masih punya suami di Jakarta?” Arshaka menunjuk-nunjuk ke arah Tommy.
Lela menggebrakkan kotak bungkus kopi di depannya, “Arshaka…” panggil Lela meneteskan air matanya, ia tahu anaknya ini pasti akan marah, ia kenal betul dangan sifat Arshaka yang keras kepala, Lela tidak tahu harus menjelaskan dengan cara apa.
Arshaka menunggu kalimat Lela, namun tak terucap apapun lagi disana. Ia sangat kesal saat ini, baginya, tidak seharusnya Mamanya seperti ini. Menikah lagi? Meskipun Papanya mempunyai istri kedua, namun dari dalam lubuk hati Arshaka, ia selalu menginginkan mereka berdua kembali utuh seperti dulu.
Lalu Arshaka segera pergi menarik tangan Ayu mengajaknya untuk keluar.
“Arshaka…” panggil Ayu ikut prihatin.
Pria di depannya itu masih terburu-buru membawa Ayu pergi dari sana, ia menggenggam erat tangan Ayu, sangat erat.
“Arshaka… Arshaka! Sakit!” Pekik Ayu mengibaskan tangannya. Ia memaksa kakinya untuk berhenti.
Arshaka kemudian mengerutkan kening melihat tangan Ayu memerah akibat cengkramannya yang terlalu keras. “Maaf, Ayu…” ia ikut berhenti.
“Arshakaa…” lalu Ayu memeluk tubuh pria itu. Baru kali ini ia melihat Arshaka terlihat lemah, baru kali ini juga pria itu mampu mengeluarkan air matanya.
Arshaka mendekap tubuh Ayu, ia membenamkan wajahnya pada pundak serta leher gadis itu.
Ayu masih memeluk tubuh Arshaka hingga napasnya kini mulai teratur. “Kamu baik-baik saja sekarang?” Tanya Ayu khawatir.
Arshaka mengangguk pelan.
__ADS_1
Kemudian Ayu mengajaknya untuk duduk di suatu sudut, di sebuah bangku kayu yang usang.
“Apa kamu sudah lama tidak kesini?” Tanya Ayu lagi kini dengan senyuman, berusaha untuk mencairkan suasana.
“Ya, terakhir kali aku kemari sendirian sekitar 5 tahun yang lalu. Papa selalu mengawasiku sebelumnya…”
Sudah terlihat wajah tegar disana, Arshaka sangatlah kuat. Baginya saat ini, tidak ada seorangpun yang dapat membuat dirinya lemah, meskipun dirinya hampir dibunuh oleh Papanya sendiri, meskipun ia dikhianati oleh sehabatnya, ia tidak akan pernah menunjukkan perasaannya.
Kecuali pada Mamanya, ia sangat menyayangi Lela hingga mendengar kabar tersebut membuatnya sangat terguncang. Bagaimana bisa Lela tidak memberitahu apapun tentang suami barunya kepada Arshaka. Sebenarnya, yang ia takutkan hanyalah, takut jika Lela melupakannya sebagai seorang anak dan memilih untuk bersama keluarga barunya.
Selain Mamanya, kini bertambah seseorang lagi yang mampu menggoncangkan hati Arshaka. Dia adalah Ayu. Gadis yang berada di sampingnya sekarang.
“Papa sudah tidak pernah berkunjung kesini sejak 7 tahun yang lalu… Saat itu, ada sebuah insiden yang menyakitkan, Mamaku jatuh dari lantai 4 di sebuah gedung apartemen. Aku bersyukur dia selamat, namun sejak saat itu juga Mama dinyatakan lumpuh…
Awalnya, Papa masih bisa menemani Mama selayaknya seorang suami. Namun waktu berlalu, datanglah wanita yang membujuk Papa untuk menikah lagi. Saat itu, aku masih naif, aku masih terlalu sibuk dengan urusan yang Papa tugaskan untukku.
Hingga tiba waktunya, Papa memutuskan untuk menikahi wanita itu dan mengasingkan Mama. Karna baginya, Mama adalah aib yang harus ditutupi, dia mengantar Mama kesini…”
“Apa dia meninggalkan Mama-mu sendirian disini?”
Arshaka mengangguk.
“Mama-mu pasti kesepian…” ujar Ayu iba.
“Apa aku egois?”
Ayu mengangkat bahunya, “hanya saja, jika aku jadi kamu, aku tetap akan berada di sisi Mama, aku yakin dia punya alasan yang kuat kenapa tidak memberitahukannya padamu. Dia tidak bermaksud untuk menyembunyikannya…” nasihat Ayu membuat Arshaka berempati kepada dirinya sendiri maupun kepada Mama-nya.
“Apa menurutmu begitu?”
Ayu mengangguk, “jika aku di posisimu, aku akan beterima kasih kepada Pak Tommy yang sudah menemani Mama dan membuatnya bisa tersenyum lagi. Bukankah harusnya gitu?”
Sejenak Arshaka berpikir, namun kemudian ia setuju dengan perkataan Ayu. Ia tersenyum bangga kepada gadisnya, “astaga, Ayu…” ucapnya sembari merentangkan tangannya memeluk tubuh Ayu.
“Kenapa?”
“Aku sayang banget sama kamu!”
“Jadi, kamu mau minta maaf sama Mamamu?” Tanya Ayu berharap.
“Iya, berkat kamu! Aku nggak mau lepasin kamu!” Arshaka semakin mengeratkan pelukannya.
“Ih tadi siapa ya yang nangis takut ditinggal Mamanya…” ejek Ayu sebelum Arshaka semakin membenamkan wajah Ayu mendekat ke dadanya yang bidang itu.
__ADS_1
“Kamu berani sama aku, hmm?”
“Ah Arshakaa!” Teriak Ayu saat Arshaka mencoba menciumnya.