Wedding Disaster

Wedding Disaster
Aksi nekat Denis


__ADS_3

Senja yang memerah di ufuk barat perlahan mulai memudar dan berganti langit malam dengan cahaya bintang yang berkerlipan. Meski badan mulai lelah dan kantuk mulai menyerang, tapi di sebuah ruangan seorang wanita muda masih terlihat berkutat dengan beberapa berkas di mejanya. Setelah laporan terakhir selesai dia pelajari, Azura menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi. Dia menatap jam yang melingkar di tangannya dan waktu sudah menunjukan angka 8 malam.


Azura lalu menekan tombol interkom yang berada di mejanya.


"Iya bu..." suara Sisil terdengar dari sebrang sana.


"Keruanganku sebentar Sil."


"Baik bu,"


Suara terputus dan tidak lama kemudian, pintu ruang kerja Azura di ketuk dari luar.


"Masuk Sil,"


Sisil lalu masuk dan menghampiri meja kerja Azura, dia melihat Azura yang tengah membereskan berkas-berkas yang sudah dia periksa.


"Pulanglah Sil ini sudah larut malam!"


"Tapi bagaimana dengan ibu?"


"Aku juga pulang kok sebentar lagi,"


"Baiklah aku tunggu ibu hingga selesai."


Azura membiarkan Sisil yang ikut membantu membereskan barang-barangnya. Setelah itu keduanya turun menuju lobi kantor, keadaan sudah sepi hanya sebagian karyawan saja yang kerja lembur hari ini.


"Kamu pulang naik apa Sil?"


"Aku paling naik taxi bu kalau nggak ojek."


"Ya sudah ikut mobilku saja nanti aku anterin sampai rumah kamu."


"Gak usah bu, nanti malah merepotkan."


"Aku maksa loh Sil!"


Dengan sedikit paksaan dari Azura, Sisil akhirnya mau ikut bersama Azura. Mobil pun keluar dari area perkantoran menembus jalanan ibu kota yang selalu ramai kendaraan bermotor. Azura memilih jalan pintas yang agak sepi untuk cepat sampai di kediaman Sisil.


"Hubunganmu sama Arga sudah sejauh mana Sil?" tanya Azura, dengan mata tetap fokus menatap kedepan.


"Hah? Hubungan seperti apa maksud ibu?"


"Ya apa kalian sudah berpacaran atau masih jalan di tempat?"


Sisil tiba-tiba saja teringat pertemuan terakhirnya dengan Arga, saat Arga mencium keningnya. Setelah itu tak ada obrolan apa pun lagi sampai saat ini.


"Aku belum tahu bu,"


"Loh perasaanmu ke dia bagaimana?"

__ADS_1


"Ntahlah bu..."


Bersamaan dengan itu Azura lalu mengerem mobilnya dengan mendadak, dia terkejut begitu sebuah mobil berwarna hitam tiba-tiba menghadang jalannya.


"****!!" Azura membanting stir dengan kesal, bagaimana tidak mobil di depannya seenaknya menghadang mobil milik Azura.


"Ibu gak papa?" Sisil terlihat panik dan memastikan jika atasannya baik-baik saja.


"Aku gak papa kok Sil, kamu gimana?"


"Aku juga baik-baik saja bu."


"Siapa sih tuh orang? Mau cari mati kali ya!" umpat Azura kesal, dia lalu turun dari mobil ingin melihat siapa orang yang berani menghadang jalannya.


Seorang pria yang mengenakan kacamata hitam, dengan setelan kemeja yang rapih keluar dari mobilnya. Dia tersenyum lalu menghampiri Azura yang sudah berdiri dengan tampang yang kesal.


"Hai sayang.." Pria itu membuka kacamatanya dan menyeringai kearah Azura.


"Denis!!" Azura tidak menyangka jika Denis mengikuti mobilnya.


"Lama gak berjumpa? Apa kabarmu sayang?" Denis meraih tangan Azura, namun dengan cepat Azura menepisnya.


"Jangan kurang ajar kamu Denis!! Cepat singkirin mobil kamu aku mau lewat!!"


"Hoho...tidak semudah itu sayang."


Sisil yang melihat ada sesuatu yang tidak beres ikut turun dan menghampiri Azura.


"Heh mas! Tolong jangan ganggu bu Azura! lebih baik anda pergi dari sini karena kita mau lewat. Kalau tidak saya tidak segan-segan untuk melapor pada polisi!"


Denis tertawa mendengar gertakan Sisil, dia tidak takut terhadap polisi atau apapun itu.


"Heh! Lo pikir gue takut sama polisi, udah deh diem aja! Urusan gue sama Azura bukan sama elo!"


"Mau kamu apa Denis? Aku gak ada waktu buat meladenin orang seperti kamu!" sentak Azura.


"Mau aku ya itu kamu Azura!" ucap Denis penuh penekanan, dia memajukan wajahnya menatap Azura dengan seringainya membuat Azura mundur selangkah. Dia harus lebih berhati-hati menghadapi orang seperti Denis.


"Apa kamu tidak malu berkata seperti itu?"


"Hahaha...buat apa malu, aku hanya ingin mendapatkan kembali miliku yang hilang."


"Kamu melupakan satu hal Denis, aku yang dulu kamu campakan!! dan aku gak akan sudi kembali bersama dengan kamu!!"


Denis tiba-tiba mencengkram lengan Azura dengan keras "ikut aku!" dia memaksa Azura untuk ikut ke dalam mobilnya.


"Lepasin bu Azura!!" Sisil memukul Denis dengan tasnya, namun karena tenaga Denis lebih besar dia menghalau lengan Sisil dan membuat Sisil tersungkur ke jalanan.


"Bu Azura...!!" Sisil berteriak begitu melihat Azura di paksa masuk kedalam mobilnya Denis.

__ADS_1


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Sebuah mobil terlihat menepi tidak jauh dari mobilnya Azura, sebelumnya Arga mendapat pesan dari Sisil jika mobil mereka di hadang oleh seorang pria yang terobsesi terhadap Azura. Arga berlari menyusul Denis yang sudah bersiap membuka pintu mobil, dia menarik jas milik Denis dan langsung melayangkan tinju pada muka Denis sehingga Denis langsung tersungkur dan jatuh kejalanan.


"Rupanya anda pak Denis!!"


Denis berdiri menatap nyalang pada Arga karena menggagalkan rencananya, dia membalas perlakuan Arga dan memukulnya balik. Aksi baku hantam pun terjadi antara Arga dan Denis, sementara itu melihat keributan di luar Azura langsung turun dari mobil dan menghampiri Sisil yang meringis karena luka di lengannya.


"Kamu gak papa Sil?"


"Cuma lecet sedikit bu.."


"Kamu yang menghubungi Arga?"


Sisil mengangguk. Dan Azura langsung merangkul bahunya "makasih ya Sil,"


Denis terhuyung karena kalah telak dari pukulan Arga, dia berusaha bangun dan kembali bersiap memasang kuda-kuda. Namun dengan gesit Arga selalu bisa menghindar dan Denis kembali mengalami kekalahan.


"Awas lo ya!! tunggu pembalasan dari gue!" Denis pergi memasuki mobilnya dengan memegangi perutnya yang kesakitan. Setelah itu dia pergi melajukan mobilnya.


"Kalian baik-baik saja kan?" Arga lalu menghampiri Azura dan juga Sisil.


"Kita gak papa kok, makasih ya Ga udah datang selametin aku. Kalau nggak aku gak tahu Denis bakal bawa aku kemana."


"Itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya non, saya juga sudah menghubungi tuan Tristan mungkin sebentar lagi beliau akan datang."


Tidak berselang lama Tristan pun datang dengan raut wajah yang khawatir, dia langsung memeluk Azura karena takut terjadi sesuatu padanya.


"Maaf sayang aku terlambat,"


"Aku gak papa Tristan. Denis udah pergi kok."


"APA? jadi orang itu Denis?" Tristan terlihat mengepalkan tangannya dia tidak menyangka Denis masih saja mengganggu tunangannya.


Azura mengangguk "iya Denis belum nyerah juga, ku pikir dia gak akan berani ganggu aku lagi setelah kita tunangan."


"Kamu tenang saja aku pasti akan memberi pelajaran pada Denis, makasih ya Ga lo datang tepat waktu."


"Sama-sama tuan,"


"Tolong suruh orang kantor buat bawa mobil gue Ga!"


"Baik tuan, Sisil biar ikut mobil saya."


"Hmmm...kalau gitu kita duluan ya! Ayo sayang aku antar kamu pulang!" Tristan merangkul bahu Azura dan mengajaknya pergi.


"Aku duluan ya Sil!" Azura melambaikan tangannya yang di balas lambaian oleh Sisil. Sementara itu Arga dan Sisil hanya saling menatap dan salah tingkah.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜...


__ADS_2