Wedding Disaster

Wedding Disaster
Malam panjang


__ADS_3

Warning!!!bocah di bawah umur harap menyingkir..wokeeyyπŸ™ˆπŸ™ˆ


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Tangan kekar melingkar erat di atas perut ramping Azura, saat kedua sejoli itu berdiri di atas balkon kamar kala malam mulai menyapa di saksikan jutaan bintang yang bersinar di atas cakrawala. Hembusan nafas Tristan yang menerpa di sekitar ceruk leher Azura membuat Azura sedikit meremang, apalagi ketika Tristan mulai merekatkan pelukannya.


Setelah satu hari satu malam di rawat di rumah sakit, dan Azura di nyatakan sembuh kini Azura pulang ke kediaman papah Jupiter. Untuk sementara mereka akan tetap tinggal di rumah orangtua Azura, hingga akhirnya pindah ke rumah Opa Pramudya. Itu sudah menjadi keputusan mereka berdua, setelah menikah Azura yang akan ikut dengan Tristan untuk menemani Opa Pramudya di masa senjanya.


"Sayang?" bisik Tristan di telinga Azura.


"Hmmm.."


"Apa sebaiknya kita melanjutkan bulan madu kita yang tertunda?"


"Setelah semua yang terjadi dengan kita apa masih perlu kita berbulan madu, bahkan pernikahan kita sudah dua bulan berlalu."


Tristan melerai pelukannya lalu membalikkan tubuh Azura hingga keduanya saling berhadapan.


"Kamu yakin?"


"Aku malah takut jika kita melakukan perjalanan jauh, sementara orang yang mencelakai kita saja belum tertangkap hingga saat ini."


"Aku mengerti dengan kekhawatiranmu sayang, tapi kita butuh waktu berdua sebagai pengantin baru, kita cari tempat yang dekat saja ya anggaplah ini sebagai liburan kita."


Azura mengerucutkan bibirnya "baiklah jika kamu memaksa, jadi kita akan berlibur kemana?"


"Terserah.. kamu saja yang memilih tempatnya sayang." ujar Tristan dia lalu menarik tubuh Azura agar duduk di atas pangkuannya.


Azura memekik karena terkejut dengan ulah Tristan yang tiba-tiba duduk dan menarik tubuhnya. Azura salah tingkah karena sudah lama mereka tidak sedekat ini, namun Tristan menikmati rona wajah Azura yang terlihat malu-malu kucing.


"Hmmm jadi kita bulan madunya mau kemana sayang? Hotel A atau hotel B, hotel C?"

__ADS_1


"Kita ke villa Opa saja yang ada di puncak, aku butuh suasana yang tenang dan damai."


"Ide yang bagus, baiklah besok kita langsung berangkat kesana." ujar Tristan dengan tangan yang sudah menjelajah masuk kedalam piyama milik Azura mengusap area punggungnya lalu bermain-main di atas dua gundukan kembar yang masih berpenghalang.


"Tristan hentikan...ahh.." Tristan semakin lihai memainkan kedua tangannya di atas puncak dada Azura, memilin dan merem*as-rem*asnya dengan kuat.


"Aku merindukanmu sayang.." Azura semakin pasrah saja saat Tristan mulai membuka satu persatu kancing piyamanya, bahkan membuka kain penutup yang membungkus gundukan kembarnya.


Tanpa menunggu lama Tristan mulai melahap dua gundukan kenyal yang tersaji indah di hadapannya. Azura pasrah menikmati setiap sentuhan Tristan yang begitu memabukan, dia hanya bisa merem*as-rem*as rambut Tristan menyalurkan hasrat yang belum tersalurkan.


"Ahh..sa..yang..geli.."


Tristan lalu menghentikan permainan bibirnya pada area dua gundukan kembar, dia menatap Azura dengan kabut gairah yang tinggi. Bahkan Azura bisa merasakan sesuatu milik Tristan yang berada di bawah sana sudah mengeras.


"Sayang bolehkah aku meminta hakku sekarang sebagai seorang suami?"


Azura cukup terkejut dengan pertanyaan Tristan, bagaimana pun juga kini Azura sudah sah sebagai istri Tristan dan Tristan sudah berhak atas seluruh tubuh Azura.


Senyuman terbit di atas bibir Tristan, dia langsung menyambar bibir ranum milik Azura dan melum*tnya dengan cepat. Tristan lalu membawa tubuh Azura masuk kedalam kamarnya tanpa melepas pertautan bibirnya. Perlahan Tristan membaringkan tubuh Azura dan menarik kain yang masih membalut tubuh Azura, dan juga melepas seluruh baju yang membalut tubuhnya. Azura memalingkan wajahnya saat melihat junior milik Tristan sudah menjulang tinggi.


Ciuman itu terus berlanjut menimbulkan suara decapan yang begitu nyaring memenuhi langit-langit kamar. Suara desa*han dan lenguhan mulai keluar dari bibir Azura saat Tristan menciumi setiap jengkal tubuh Azura tanpa ada yang terlewat sedikitpun, bahkan kini Tristan sudah membenamkan wajahnya di antara kedua pangkal paha Azura dan mereguk kenikmatan yang tersaji di dalam sana.


"Sssh....ssh...a...ahh...sa..ya..ng." tubuh Azura meliuk-liuk merasakan sesuatu yang berbeda saat lidah Tristan bermain-main di bawah sana.


Tristan semakin lihai memainkan lidahnya hingga membuat Azura menjerit karena merasakan kenikmatan, untunglah kamar milik Azura ini kedap suara sehingga suara-suara penuh desa*han itu tidak terdengar sampai luar. Tristan tersenyum melihat Azura yang begitu menikmati permainannya, buru-buru Tristan mengungkung tubuh Azura dan memposisikan juniornya agar masuk melalui lembah kenikmatan surga dunia.


Azura menitikan air matanya saat milik Tristan berhasil masuk seluruhnya, ada rasa perih yang mendera namun Tristan segera menenangkannya.


"Perih Tristan.."


"Setelah ini rasa perih itu akan hilang berganti rasa nikmat sayang, aku janji akan pelan-pelan."

__ADS_1


Azura mengangguk pasrah saat Tristan mulai menggoyangkan pinggulnya seirama, pelan tapi pasti Tristan bermain penuh dengan kelembutan. Sehingga rasa perih yang tadinya di rasa oleh Azura berganti rasa nikmat yang baru pertama mereka rasakan. Setelah Azura merasa nyaman, Tristan mulai mempercepat tempo permainannya agar segera tiba di puncak nirwana. Dan malam itu menjadi malam panjang bagi kedua sejoli yang baru saja menikmati indahnya surga dunia.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Azura mengerjapkan matanya saat sinar mentari masuk ke celah-celah gorden kamarnya yang sedikit terbuka. Tangan Tristan masih melingkar erat di atas tubuh Azura yang berbalut selimut, karena baik Azura maupun Tristan masih dalam keadaan polos tanpa busana.


Azura tersenyum jika mengingat kejadian semalam, setelah Tristan berhasil merobek sela*put dara miliknya Azura menangis karena merasakan perih yang tak terkira. Namun karena kegigihan Tristan, dan kesabaran Tristan akhirnya rasa perih yang mendera berubah menjadi rasa nikmat. Bahkan entah berapa kali Tristan menebar benihnya di rahim Azura, karena setelah permainan pertama selesai mereka lanjut ke permainan selanjutnya hingga mereka kelelahan dan tertidur.


Azura menggerakan tubuhnya, mencoba turun dari atas ranjang namun dia meringis kesakitan merasakan perih di area pangkal pahanya.


"Awww..."


Tristan langsung terbangun mendengar pekikan Azura "kamu kenapa sayang?"


"Perih..."


Tristan tersenyum melihat Azura yang malu-malu dengan tubuh di lilit selimut.


"Kamu mau kemana?"


"Mandi."


Tanpa menunggu lama Tristan menggendong Azura ala bridal style dan membawanya ke kamar mandi "kita mandi bareng sayang!!!"


"APAAA?"


Pintu kamar mandi sudah di tutup oleh Tristan, Azura kembali pasrah saat Tristan bukan hanya mengajaknya mandi bareng, tapi kembali meminta jatahnya bermain di dalam bathtub.


bersambung...


πŸ‚πŸ‚πŸ‚

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favoritπŸ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasihπŸ™πŸ˜...


__ADS_2