
2 bulan kemudian...
Di sebuah rumah sakit swasta yang berada di ibu kota, Azura tengah berjuang untuk melahirkan putra pertamanya di dampingi oleh Tristan. Dokter yang menangani persalinan Azura memberikan Instruksi agar Azura mengejan setelah pembukaan sepuluh. Dengan dorongan dan semangat untuk melihat sang buah hati akhirnya setelah proses yang panjang Azura melahirkan putra pertamanya.
Suara tangis bayi melengking memenuhi seluruh isi ruangan, Tristan mengecup puncak kepala Azura secara bertubi-tubi karena sudah berjuang melahirkan si buah hati.
"Terima kasih sayang, terima kasih sudah melahirkan putra kita."
Azura hanya mengangguk lemah dan tersenyum memandang ke arah si buah hati yang tengah di bersihkan oleh suster.
Sementara seluruh anggota keluarga Azura dan Tristan yang menunggu di luar dengan harap-harap cemas mengucap syukur saat mendengar suara tangisan bayi.
"Pah, mamah udah jadi seorang nenek sekarang." ucap mamah Theolla haru.
"Iya mah, papah juga jadi seorang kakek sekarang."
Keduanya berpelukan karena bahagia mendengar suara tangisan dari cucunya.
"Cucu buyutku lahir Damar," Opa Pramudya pun tak kalah bahagia mendengar suara tangisan bayi dari dalam ruang bersalin.
"Iya tuan selamat...akhirnya cucu buyut tuan besar lahir juga, dan tuan muda Tristan sekarang sudah menjadi seorang ayah." ucap Damar yang mendampingi Opa Pramudya semenjak Azura mengalami kontraksi dan masuk ke rumah sakit.
Dua jam kemudian Azura sudah di pindahkan keruang perawatan VVIP. Disana sudah berkumpul seluruh keluarga besar Azura yang ingin melihat si bayi kecil yang menggemaskan. Selain Papah Jupiter, Mamah Theolla dan Opa Pramudya hadir juga Alvero, Diandra, Kenzo dan Agnes yang baru datang.
"Bayinya lucu banget sih Ra, buat aku donk!!" kelakar Agnes yang sedari tadi tak lepas dari box bayi dan memandanginya.
"Bikin sendiri Nes kalau mau," seru Tristan.
"Bikin pake apa? Tepung terigu?"
Sontak semua orang yang berada di situ tertawa mendengar ucapan Agnes.
"Makanya suruh Kenzo cepat-cepat nikahin kamu biar nanti bikin yang banyak." goda papah Jupiter.
"Doain aja Om, aku juga udah gak sabar buat nikahin Agnes, tapi kan nunggu waktu yang tepat."
"Hahaha...pasti donk Om doain, jangan kelamaan aja nanti Agnes kabur lagi cari yang laen."
Agnes hanya geleng-geleng kepala mendengar obrolan antara Kenzo dan Om Jupiter.
"Al, Di.. setelah melihat lucunya bayi Azura dan Tristan, apa kalian tak ada niat untuk program kehamilan juga?" tanya mamah Theolla pada putra dan menantunya. Bagaimana pun juga mamah Theolla berharap akan di berikan cucu oleh Alvero dan Diandra.
"Aku sudah mulai program kok mah, dan tidak menundanya lagi." jawab Diandra sambil memandangi bayi milik Azura yang terlelap tidur.
"Syukurlah kalau begitu, mamah senang mendengarnya Di. Semoga kamu cepat hamil dan memberikan mamah dan papah juga cucu."
"Tenang mah aku sama Diandra lagi berusaha keras kok." timpal Alvero.
"Bagus kalau gitu nak, papah sama mamah hanya bisa berdoa yang terbaik untuk kalian berdua."
__ADS_1
Kehadiran si buah hati yang menggemaskan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Azura dan Tristan dan juga seluruh anggota keluarganya.
"Apa kalian berdua sudah menyiapkan nama untuk cucu Buyutku?" kali ini Opa Pramudya yang angkat suara.
"Sudah Opa, aku sama Azura sudah menyiapkan nama dari jauh-jauh hari."
"Hmmm bagus kalau gitu, jadi apa kita semua boleh tahu siapa nama untuk bayi kalian berdua."
Tristan dan Azura saling berpandangan, mereka mengangguk dan setuju untuk membocorkan nama dari putra mereka berdua.
"Nama putra kami adalah Kavindra Arshaka Putra."
🍂🍂🍂
Satu bulan kemudian...
Di kediaman Opa Pramudya sore itu terlihat ramai oleh para tamu undangan yang akan menghadiri acara syukuran dan Aqiqahnya baby Kavi. Bayi berusia satu bulan itu terlihat lucu dan menggemaskan, membuat siapa saja yang melihatnya tak akan pernah bosan dan bergantian ingin menggendongnya. Seperti pasangan suami istri Arga dan Sisil, mereka berdua pun tak bisa jauh dari baby Kavi.
"Yank udah donk gendongnya, kasih ke nona Azura lagi gak enak loh sama tuan Tristan." bisik Arga, dia merasa tak enak hati melihat Sisil yang terus menggendongnya dari tadi.
"Tapi mas calon anak kita maunya sama baby Kavi, sepertinya anak kita cewek deh mas, buktinya mual aku langsung hilang kalau melihat baby Kavi yang tampan dan menggemaskan ini."
Arga hanya menghela nafas begitu Sisil menjadikan calon anak mereka sebagai alasan lagi, kehamilannya yang baru memasuki minggu ke empat membuat Sisil merasakan ngidam layaknya ibu hamil yang lainnya.
Azura dan Tristan yang berdiri tak jauh dari tempat Arga dan Sisil hanya tersenyum mendengar perdebatan kedua asistennya itu.
"Amit-amit deh tuan jangan sampai anak saya ileran."
"Tuh dengerin mas, pak Tristan sama bu Azura aja gak masalah aku gendong-gendong baby Kavi, kenapa jadi kamu yang sewot."
Arga akhirnya diam membiarkan Sisil bersama Azura, sementara Arga terlibat obrolan bersama Tristan.
Alvero, Diandra, Kenzo dan Agnes terlihat baru datang dan ikut berkumpul melihat baby Kavi yang tertidur pulas di gendongan Sisil. Tak hanya Sisil, Diandra dan Agnes pun berebut untuk menggendong baby Kavi. Dengan berat hati Sisil pun menyerahkan baby Kavi untuk di gendong Diandra terlebih dulu.
"Ponakan aunty lucu banget sih, jadi pengen di bawa pulang nih kerumah aunty."
"Nanti ya aunty kalau Kavi udah gede pasti main deh kerumah aunty Diandra." jawab Azura dengan menirukan suara anak kecil.
"Kelamaan Ra nunggu Kavi gede, besok aja ya kalau rambutnya udah di cukur Kavi maen kerumah aunty."
"Giliran aku donk Di, kamu udah dari tadi gendongnya." Agnes tak mau kalah, meski belum menikah dan memiliki anak tapi dia sudah lihai menggendong bayi.
Dengan berat hati Diandra pun menyerahkan Baby Kavi ke tangan Agnes.
Waktu terus berlalu...Azura, Sisil, Diandra dan Agnes pun menemani baby Kavi selama masa pengajian berlangsung. Selain dari keluarga Azura yang datang, keluarga Tristan yang tinggal di Jerman pun turut hadir untuk melihat cucu pertama di keluarga mereka.
Mamah Theolla, mamah Raisa dan Clarisa juga turut menemani Baby Kavi selama acara berlangsung hingga akhir. Setelah acara berakhir satu persatu para tamu undangan pamit undur diri meninggalkan kediaman Opa Pramudya, yang tersisa hanya keluarga inti saja yang masih terlihat mengobrol.
"Nak bawalah Kavi kekamar!! kalian pasti cape setelah melewati acara sepanjang malam ini." ucap Mamah Theolla, menyuruh anak dan cucunya untuk beristirahat.
__ADS_1
"Ayo sayang biar aku antar," Tristan beranjak dari duduknya untuk mengantar Azura dan Baby Kavi kekamar. Setelah berpamitan pada seluruh anggota keluarganya, keduanya masuk membawa baby Kavi.
Setelah menidurkan baby Kavi kedalam box bayi, Tristan mengajak Azura untuk duduk diatas ranjang. Tristan menatap Azura dengan intens dan mengecup keningnya penuh perasaan.
"Kenapa sih ay?" Azura merasa heran melihat tingkah Tristan yang mendadak aneh.
"Makasih sayang karena sudah melahirkan anak yang lucu dan tampan, aku bahagia sekali."
"Iya ay, ini kan berkat kamu juga menanam bibit unggul di dalam rahimku."
"Sayang?"
"Hmmm.."
"Udah boleh kan?"
"Boleh apa?"
"Ituloh.." alis Tristan naik turun dan sebelah tangannya mengelus punggung Azura. Satu bulan lebih semenjak kelahiran Baby Kavi keduanya memang tidak pernah melakukan itu.
Tubuh Azura meremang saat tangan Tristan mulai menjelajah kearea sensitifnya "tunggu Ay!!"
"Kenapa lagi sayang?"
Mata Tristan membulat sempurna saat Azura tiba-tiba duduk di atas pangkuannya dan mengalungkan lengannya pada leher Tristan "biar aku yang memimpin kali ini, kamu nikmati saja ay."
Tristan dengan senang hati menyambut niat baik dari Azura, kapan lagi Azura mengambil inisiatif seperti ini.
Dan akhirnya sepanjang malam kedua insan yang tengah berbahagia itu saling mereguk manisnya madu dari sebuah pernikahan. Suka duka telah mereka lalui hingga kehadiran baby Kavi menjadi pelengkap kebahagiaan rumah tangga Azura dan Tristan. Kini Azura sadar menikah itu tidaklah mendatangkan petaka, tetapi menciptakan kebahagiaan yang harus di syukuri setiap insan di muka bumi ini.
Tamat....
🍂🍂🍂
Q : lah kok tamat sih thor?
A : emang udah waktunye tamat, semua udah berbahagia kalau di tambah konflik lagi nanti ceritanya panjang kek jalan kereta api, kagak Kelar2 donk hingga sekian purnama😄😄paham ya?
Q : Iya dah serah lu aja thor, mending gua bobo syantik😴
A : dasar kebo🙊🙊
bonus baby Kavi❤❤
🍂🍂🍂
...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit💞dukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih🙏😍...
__ADS_1