Wedding Disaster

Wedding Disaster
Penangkapan Denis


__ADS_3

Di sebuah rumah Denis terlihat berjalan mondar-mandir memikirkan sesuatu yang membuatnya tidak tenang sejak semalam. Sebuah pesan dari nomor tak di kenal sukses membuat Denis tak bisa tidur semalaman. Isi pesan itu berisi jika dia memiliki bukti rekaman percakapan antara dirinya dan juga Vino. Kejahatan yang selama ini dia tutupi ternyata ada celah bagi seseorang untuk membongkar semuanya.


"Aarrrghhhh..." Denis memilih duduk di tepi ranjang, dengan rambut kusutnya. Semua itu tak luput dari perhatian Riri yang baru keluar dari kamar mandi.


Melihat Denis yang aneh sejak semalam, membuat Riri berpikir jika ada sesuatu yang tengah menimpa suaminya itu. Riri lalu menghampir Denis yang sedang duduk dengan kepala tertunduk, di elusnya punggung Denis mencoba memberinya kekuatan.


"Honey apa yang terjadi? Aku perhatikan kamu aneh sejak semalam?"


Denis masih terdiam tidak menanggapi ucapan Riri.


"Bagaimana jika polisi datang dan menangkapku? Tidak ..ini tidak bisa di biarkan, aku harus pergi dari sini sebelum polisi datang mencariku."


"Bereskan semua baju-baju kita dan juga Chery, kita harus pergi dari sini secepatnya!!" ujar Denis sambil melangkah menuju lemari pakaiannya, dan mengeluarkan semua isinya.


"Tapi kita mau kemana honey?" Riri cukup terkejut melihat Denis seperti orang yang ketakutan.


"Kamu jangan banyak tanya ikuti saja perintahku!!"


Riri tidak tinggal diam dia menghentikan pergerakan Denis yang tengah memasukan pakaian kedalam koper.


"Apa ada sesuatu yang tidak aku tahu? Mengapa kamu tiba-tiba mengajak aku untuk pergi?" Riri mencoba mencari tahu lewat sorot mata Denis yang terlihat ketakutan.


"Aku bilang kamu jangan banyak bertanya, jika ingin ikut denganku cepat bereskan baju-baju kamu, jika tidak tinggalah disini sendiri karena aku akan membawa Chery pergi denganku!!"


"Tapi kita akan pergi kemana?"


"Kemana saja, yang penting kita tidak tinggal disini lagi!!"


"Apa kamu mempunyai hutang pada rentenir? sehingga berniat untuk melarikan diri karena tidak bisa melunasi hutang-hutangnya?"


Prangg!!


Denis membuang vas bunga yang berada di atas nakas, karena geram dengan Riri yang banyak bertanya. Riri melangkah mundur melihat kemarahan Denis, nyalinya menjadi ciut dan tak berani mengeluarkan suara lagi.


"Ba-baiklah...aku ikut denganmu!!"

__ADS_1


"Cepat bereskan baju-baju Chery!!"


Dengan langkah cepat Riri keluar menuju kamar Chery, dia tidak mau mengambil resiko di tinggal sendiri oleh Denis di saat kondisinya yang tengah berbadan dua.


Sementara itu Denis kembali memasukan barang-barang berharganya kedalam koper. Dia tak ingin ada yang terlewat sedikitpun, karena semua itu bisa membantunya dalam pelarian ini.


Tak beda jauh dengan Riri, gadis kecil berusia 4 tahun itu pun merasa heran melihat tingkah kedua orangtuanya yang memasukan semua barang-barang kedalam koper. Gadis kecil itu hanya berpangku tangan duduk di atas sebuah sofa dengan bibir yang mengerucut.


"Kita mau pindah rumah yah?"


Denis tersenyum mengelus putri tersayangnya "iya sayang, kita pindah rumah, kita cari rumah yang lebih bagus dari pada ini yah."


"Tapi aku udah betah disini ayah." rengek Chery.


"Disini tidak baik untuk kita semua, terutama buat adek bayi yang ada di perut bunda. Kamu mau adek bayinya nangis terus karena tidak betah tinggal disini?"


Chery menggeleng lemah, dia pun terpaksa mengikuti kemana pun ayah dan bundanya pergi.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


"Saya percayakan rumah ini pada kalian berdua ya mbok, mang!!"


"Loh memang tuan dan nyonya mau pergi kemana?" tanya seorang wanita paruh baya yang selama ini mengasuh Chery, anaknya.


"Kita akan pergi berlibur mbok, mungkin dalam waktu yang cukup lama. Jadi saya titip rumah sama kalian berdua ya!!"


"Baik tuan, kita pasti akan menjaga dan mengurus rumah ini dengan baik."


"Makasih ya mang, makasih mbok." sebelum memasuki mobil tak lupa Denis memberi dua buah amplop sebagai upahnya karena bekerja di rumah Denis selama ini.


Si mamang yang berprofesi sebagai tukang kebun langsung membukakan gerbang rumahnya, karena mobil sang majikan mau lewat. Namun baru saja mobil Denis melewati garis gerbang, satu mobil petugas kepolisian langsung menghadang jalannya mobil Denis, sehingga secara mendadak Denis langsung menghentikan mobilnya.


"Sial!! ternyata mereka sampai lebih awal dari yang gue kira." umpat Denis sambil memukul stir mobil.


"Honey ada apa ini? kenapa para polisi itu menghadang jalan kita?" tanya Riri dengan raut wajah penuh kekhawatiran.

__ADS_1


"Kamu tenang dulu, tolong jaga Chery jangan sampai dia ketakutan."


Dua orang petugas polisi langsung menggedor jendela mobil milik Denis, agar Denis keluar dari mobilnya. Karena tak ada pilihan lain, akhirnya Denis pun keluar dari mobil dan menemui petugas kepolisian.


"Ada apa nih bapak-bapak?" tanya Denis dengan raut wajah penuh kecemasan. Keringat dingin bahkan sudah keluar membasahi pelipisnya.


"Ada apa lo bilang?" sebuah suara tiba-tiba mengagetkan Denis, saat Tristan dan Arga turun dari mobil yang berbeda.


"Hey Tristan ada masalah apa? kenapa lo sampe bawa polisi segala kerumah gue?"


"Lo gak usah pura-pura beg*o ya Denis!! bukti kejahatan lo sudah ada di tangan gue, lebih baik sekarang lo ikut ke kantor polisi untuk menjelaskan semuanya!!"


"Hahahaha...." tawa Denis tiba-tiba menggelegar mendengar ucapan Tristan, sudah tertangkap basah masih saja berani mengelak. Dasar Denis๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค


"Kejahatan apa yang lo maksud? jangan menyebar fitnah, karena gue bisa melaporkan lo balik atas pencemaran nama baik." ujar Denis masih berusaha mengelak.


"Lebih baik lo jelaskan di kantor polisi bersama Vino, kaki tangan lo yang sudah mendekam terlebih dulu di penjara!!"


Denis sempat melakukan penolakan saat dua orang petugas kepolisian memintanya masuk kedalam mobil.


"Tunggu pak!! jangan bawa suami saya, saya yakin dia tidak bersalah." Riri pun mencoba menghalangi petugas kepolisian yang berhasil menyeret Denis.


"Maaf bu..pak Denis akan kita bawa ke kantor polisi untuk di mintai keterangan atas kecelakaan mobil yang menimpa Pak Tristan dan istrinya."


"Tapi pak..." Riri tak bisa membantah lagi melihat Denis di bawa paksa masuk kedalam mobil polisi.


"Riri tolong jaga Chery!!" teriak Denis sebelum dia masuk kedalam mobil. Setelah itu mobil polisi dan mobil milik Tristan pun pergi meninggalkan halaman rumah Denis.


"Jadi ini alasan kamu mengajak kita pergi Honey.." gumam Riri dengan air mata yang berlinang.


bersambung...


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


...*Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih***๐Ÿ™๐Ÿ˜**...

__ADS_1


__ADS_2