Wedding Disaster

Wedding Disaster
Titik terang


__ADS_3

Senja yang berwarna kuning keemasan mulai terlihat di ufuk barat pertanda sore sudah tiba. Sekumpulan burung terbang jauh melintasi cakrawala meramaikan suasana di sore hari. Sebagian orang sudah meninggalkan pekerjaannya untuk kembali bersama keluarga tercinta.


Sementara itu di perusahaan besar tiga orang pria tengah fokus pada sebuah rekaman cctv yang berada di sebuah laptop. Mereka menemukan sesuatu yang mencurigakan saat pernikahan Azura dan Tristan beberapa minggu yang lalu.


"Coba perhatikan pria yang memakai topi ini, dia terlihat mondar-mandir di sekitar area taman belakang tapi tidak melakukan pekerjaannya seperti petugas WO yang lainnya." pak Damar memberi petunjuk pada Tristan mengenai penemuannya selama ini.


"Stop!! Coba di zoom gambarnya!"


Arga langsung melaksanakan apa yang di perintah oleh Tristan dengan menghentikan sementara rekaman tersebut dan memperbesar gambarnya.


"Apa anda mengenal pria ini tuan muda?" tanya pak Damar akhirnya.


Tristan tampak berpikir dan mengingat-ngingat siapa pria yang berada dalam rekaman cctv tersebut. Tapi nihil dia belum pernah sekalipun bertemu orang itu.


Tristan menggeleng "Saya tidak mengenalnya."


"Bisa jadi dia hanya orang suruhan yang menjalankan rencana atas perintah seseorang." tukas Arga membuat Tristan dan pak Damar membenarkan ucapannya.


"Cari orang ini hingga ketemu, dengan begitu kita bisa menginterogasinya langsung." titah Tristan.


"Baik tuan muda, saya akan kerahkan seluruh anak buah kita untuk menemukan orang ini, bahkan hingga ke pelosok negeri sekalipun."


"Saya tunggu hasilnya pak Damar,"


"Baik tuan muda, kalau begitu saya permisi tuan besar sedang menunggu saya."


Setelah kepergian pak Damar, kini tinggallah Tristan dan Arga berdua di dalam ruangan itu. Meskipun jam kerja sudah berakhir tapi mereka berdua belum beranjak untuk meninggalkan kantor.


"Menurut lo siapa orang ini Ga? Perasaan selama ini gue gak punya musuh."


"Bisa jadi dia adalah saingan bisnis kita, yang tidak suka dengan kesuksesan anda tuan,"


"Semoga pelakunya bisa segera tertangkap, gue sudah lelah menghadapi semua ini."


"Bagaimana keadaan nona Azura?"


"Belum ada perubahan Ga, dia masih nganggap gue orang lain."

__ADS_1


"Sabar tuan, saya yakin non Azura pasti akan sembuh lebih cepat dari apa yang di perkirakan dokter."


"Yah..semoga saja Ga, ya sudah kita balik sekarang temani gue ngopi di tempat biasa Ga!!"


"Baik tuan."


Setelah merapihkan barang-barangnya Tristan dan Arga lalu keluar meninggalkan kantor.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Aroma dari biji kopi begitu menyengat menusuk indera penciuman di sebuah kedai kopi ternama. Dua orang pria yang duduk saling berhadapan tengah melepaskan penat setelah seharian mereka di sibukan dengan berbagai aktifitas yang menguras tenaga dan pikiran.


"Pulanglah Ga!! Gue tahu lo ada janji sama Sisil."


"Bagaimana dengan anda tuan?"


"Nanti gue juga balik kok, lo gak usah khawatir gue bukan anak kecil lagi jadi gak bakalan nyasar sampe rumah." ucap Tristan di selipi sebuah candaan ringan.


Arga hanya tersenyum simpul "baiklah tuan saya permisi dulu, jangan terlalu malam pulangnya nanti tuan besar bisa khawatir."


Setelah kepergian Arga, kini Tristan duduk seorang diri dengan pikiran yang berkecamuk. Memikirkan siapa pelaku dari semua kejadian yang menimpa dirinya dan Azura. Memang ada satu nama yang selama ini Tristan curigai, tapi dia tidak mau gegabah menuduhnya sembarangan selama belum ada bukti yang mengarah padanya.


"Tristan?" suara lembut seorang wanita yang memanggil dirinya membuat Tristan mendongakkan kepalanya.


"Karina."


Karina tersenyum lalu dengan percaya dirinya duduk di sebelah Tristan.


"Lama gak ketemu ya, kamu sendirian?"


"Tadi sama asistenku, tapi barusan dia pulang."


"Bagus deh kalau gitu, aku temani kamu ya." Karina yang sudah memaksa membuat Tristan tidak kuasa untuk menolak mantan kekasihnya.


"Aku udah denger kejadian yang menimpa kamu sama Azura, aku turut prihatin ya Tris."


"Iya Rin..makasih ya."

__ADS_1


"Jadi sampai sekarang Azura belum mengingat siapa kamu?"


"Azura hanya mengingat aku sebagai teman masa kecilnya, dia belum tahu aku ini suaminya."


"Kasihan amat kamu Tris, punya istri tapi serasa gak punya istri ya pasti setiap malam kamu kesepian."


"Aku akan menunggu hingga Azura sembuh,"


"Sampai kapan Tris? Buat apa kamu mengharapkan orang yang lagi sakit, apalagi yang dia ingat sekarang adalah Denis mantan tunangannya. Apa kamu tidak merasa sakit hati? Lihat aku!! Apa sedikitpun aku tidak menarik di mata kamu?" Karina meraih wajah Tristan agar menghadap kearahnya. Namun buru-buru Tristan menepis tangan Karina.


"Sorry Rin..aku adalah pria beristri, meskipun istriku sakit tapi aku akan setia menunggu hingga dia sembuh."


Karina tertawa sinis "Tristan..Tristan..kamu ini sungguh bodoh, apa yang bisa kamu harapkan dari wanita yang sedang amnesia. Lebih baik kamu kembali sama aku saja, dengan begitu aku bisa menghapus rasa kesepianmu selama ini." ujar Karina dengan tangan yang menyusuri dada bidang Tristan.


"Hentikan Rin!! Kamu jangan kurang ajar."


"Aku hanya ingin memberikan sesuatu yang istri kamu tidak bisa berikan." bisik Karina sensual di telinga Tristan.


Tristan yang merasa kesal dengan tingkah Karina langsung mencengkram erat lengan Karina "ingat Rin hubungan kita sudah berakhir sejak lama, sedikit pun aku tidak akan pernah mengkhianati Azura!!"


"Hahaha.." Karina tiba-tiba tertawa keras mendengar ucapan Tristan. Dia sungguh tak habis pikir jika Tristan akan dengan setia menunggu hingga Azura sembuh.


"Jika kamu berani macam-macam terhadapku pergilah Rin!! aku tidak ingin mengenalmu lagi."


"Sorry..sorry...aku hanya bercanda Tris."


"Tapi bercanda kamu keterlaluan Karina!!"


"Padahal ya jika kamu mau menghabiskan satu malam saja bersamaku, aku akan kasih tahu kamu satu rahasia." Karina kembali memberi penawaran, berharap Tristan akan berubah pikiran.


"Dasar wanita gila!!" Tristan memilih pergi dan tidak mendengarkan ucapan Karina.


bersambung...


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜...

__ADS_1


__ADS_2