Wedding Disaster

Wedding Disaster
Kenapa dia kembali?


__ADS_3

"Ayaahhh...!" suara Chery terdengar nyaring memanggil pria yang berdiri di hadapan Azura.


Pria tersebut yang ternyata adalah Denis langsung membawa Chery ke dalam gendongannya.


"Anak ayah kenapa kabur-kaburan terus?"


"Aku hanya jalan-jalan Yah, terus ketemu tante cantik." Denis melirik sekilas pada Azura, namun dia kembali fokus pada Chery.


"Jangan di ulang lagi ya! lain kali harus sama bibi."


Azura hanya mendengarkan percakapan antara ayah dan anak itu dengan kepala terus menunduk. Ternyata gadis kecil yang menggemaskan itu adalah anaknya Denis, dan yang pasti anak Olivia juga. Karena setelah membatalkan pernikahannya dengan Azura, tidak lama Denis menikah dengan Olivia mantan pacarnya.


"Mbak ini yang tadi udah menjaga non Chery tuan," ucap baby sitternya Chery. Denis menoleh kearah Azura yang terus menunduk, tidak berani menampakkan wajahnya.


"Makasih ya mbak udah jagain anak saya,"


Azura hanya mengangguk tanpa mengeluarkan suara, rasa sesak tiba-tiba menyeruak saat mendengar ucapan Denis. Ingin sekali Azura memaki atau memukul Denis sepuas mungkin, membalaskan rasa sakit yang dulu pernah Denis torehkan. Namun sebisa mungkin Azura menahan tidak mungkin dia meluapkan semua kemarahannya disini.


"Azura ada apa ini?" Diandra yang baru pulang dari toilet memanggil Azura, namun kedua bola mata Diandra langsung membulat begitu melihat pria yang berdiri di depan Azura sambil menggendong gadis kecil.


"Denis?"


"Diandra, kamu?" pandangan Denis langsung tertuju pada Azura yang perlahan mengangkat wajahnya, Denis pun sama terkejutnya ternyata wanita yang sedari tadi berdiri tak jauh darinya adalah wanita yang dulu pernah dia sakiti.


"Azura,"


"Ayo Di kita pergi dari sini!" Azura buru-buru meraih paper bag miliknya dan pergi dari hadapan Denis. Dengan tergesa-gesa Diandra pun mengikuti langkah Azura.


Denis yang menyadari keberadaan Azura langsung menyerahkan Chery pada baby sitternya. Setengah berlari Denis menyusul Azura yang sudah berada jauh di depan.


"Azura tunggu!" Denis langsung menarik sebelah tangan Azura untuk menghentikan langkahnya.


"Lepas!!" ketus Azura, dia tidak sudi jika tangannya di sentuh oleh mantan breng**k. Penghianatan yang di lakukan oleh Denis masih begitu membekas dalam ingatannya meski sudah empat tahun berlalu.


"Azura kita bicara sebentar," mohon Denis.

__ADS_1


Azura menggeleng menyeka air mata yang tiba-tiba jatuh membasahi pipinya "lepas!"


Denis tidak bergeming dia masih menggenggam erat tangan Azura.


"Denis tolong lepasin Azura, kamu sudah tidak ada hak apapun untuk berbicara dengan Azura!" sentak Diandra dengan nada tinggi. Denis menyadari posisinya kali ini, perlahan dia melepaskan pegangan tangan Azura. Tanpa membuang banyak waktu Azura langsung pergi memasuki lift di ikuti oleh Diandra.


"Padahal aku hanya ingin menebus semua kesalahanku dulu Ra," gumam Denis saat melihat kepergian Azura di balik pintu lift.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Sepanjang perjalanan menuju rumahnya Azura lebih banyak diam dengan pandangan menatap ke arah jendela. Diandra yang berada di balik kursi kemudi tidak bisa berbuat apa-apa, karena Diandra tahu semua penderitaan yang selama ini Azura rasakan. Pastinya Azura begitu shock melihat keberadaan Denis di kota ini.


"Kamu baik-baik saja Ra?" tanya Diandra hati-hati.


Azura menggeleng "Tidak akan ada yang baik-baik saja jika bertemu dengan orang yang pernah menyakitinya."


"Aku mengerti perasaanmu Ra,"


"Kenapa dia harus kembali Di?"


"Pertemuanku dengan seorang gadis kecil malah mengantarkan ku pada dia."


"Jadi gadis kecil tadi anaknya Denis?"


Azura mengangguk "anaknya dengan Olivia,"


"Sabar ya Azura, aku tahu kamu kuat. Buktinya selama ini kamu bisa lewati ini semua."


Azura tersenyum, benar apa yang di katakan Diandra, Azura harus kuat dia tidak boleh kembali menjadi lemah di hadapan Denis. Dia hanya masa lalu yang tidak pantas untuk di ingat kembali, rasa sakit yang dulu Denis torehkan memang masih membekas bahkan membuat Azura trauma akan sebuah pernikahan. Perlahan tapi pasti Azura bisa melewati ini semua.


Kebersamaannya dengan Denis selama dua tahun memang merupakan memory terindah yang tidak mudah di lupakan. Apalagi Denis merupakan cinta pertama bagi Azura, keberadaannya tidak bisa di samakan dengan Tristan yang hanya teman masa kecilnya. Andai dulu Tristan cepat kembali mungkin Azura tidak akan semudah itu menyukai Denis.


"Udah nyampe Ra," Diandra membuyarkan lamunan Azura. Seketika Azura menatap sekeliling dan benar saja sudah tiba di depan gerbang rumahnya.


"Kamu mau mampir Di?"

__ADS_1


"Gak usah lain kali aja ya, salam buat Tante Theolla dan Om Jupiter."


Azura mengangguk, dia lalu turun dari mobil Diandra. Setelah kepergian Diandra, Azura pun masuk kedalam gerbang rumahnya.


Begitu sampai di halaman rumahnya, Azura di buat heran melihat mobil asing yang terparkir disana. Buru-buru dia memasuki rumah karena terlalu penasaran. Begitu sampai disana Azura terkejut melihat keberadaan Tristan yang tengah mengobrol dengan kedua orang tuanya. Baru tadi siang Tristan datang ke kantornya, kenapa sekarang udah muncul lagi di rumah Azura.


"Nah itu Azura udah datang, sini sayang ikut duduk sama kami!" mamah Theolla melambai menyuruh Azura untuk mendekat. Dengan terpaksa Azura mendekat dan duduk di sebelah mamah Theolla.


"Mamah sengaja undang Tristan buat makan malam sama kita, benar kan Tristan."


Tristan mengangguk dan tersenyum ramah, ada sesuatu yang mengganggu pikiran Tristan melihat Azura yang terlihat murung.


"Kamu kenapa Zura?"


Azura menggeleng tidak menjawab pertanyaan Tristan "aku mandi dulu ya mah, pah!"


Azura berlalu dari hadapan Tristan dan kedua orangtuanya, dia buru-buru naik ke lantai atas dan memasuki kamarnya.


Begitu pintu kamar tertutup, Azura langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Bayangan pertemuannya dengan Denis saat di Mall kembali berkelebat dalam pikiran Azura, belum lagi gadis kecil yang tadi bersamanya. Sungguh menggemaskan sekali si gadis kecil itu, andai dia bukan anaknya Denis dan Olivia. Tapi ada sesuatu yang mengganggu pikiran Azura, kenapa si gadis kecil mencari keberadaan bundanya? lalu dimana kah sebenarnya Olivia?


Jika mengingat kebelakang karir Olivia sebagai model memang sudah tidak terdengar lagi di tanah air. Denis dan Olivia sempat pindah keluar kota setelah mereka menikah empat tahun yang lalu. Lalu kenapa sekarang dia harus kembali?


"Buat apa aku memikirkan mereka, gak penting banget ya." Azura lalu beranjak dari tidurnya bersiap untuk membersihkan diri, dia tidak ingin mengecewakan mamah dan papahnya untuk makan malam bersama Tristan.


Tristan?


"Tunggu? Kenapa Aku jadi terlihat senang dengan kedatangan Tristan?" Azura tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


bersambung..


Udah Azura maafin aja ya Tristan, jangan kelamaan marahnya..wkwk๐Ÿ˜


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like. vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜...

__ADS_1


__ADS_2