Wedding Disaster

Wedding Disaster
Kantor polisi


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu selama hampir satu minggu berada di Villa, Azura dan Tristan memilih kembali ke ibu kota untuk berjibaku dengan pekerjaan kantor yang sudah menunggunya. Seperti pagi ini Azura terlihat sangat antusias, karena selama dua bulan lebih dia tidak pernah menginjakan kakinya ke perusahaan.


Setelah kembali dari berlibur Azura dan Tristan langsung pindah kerumah Opa Pramudya. Mamah Theolla dan papah Jupiter melepas kepergian putrinya dengan sangat berat hati, tapi bagaimana pun juga Opa Pramudya lebih membutuhkan Tristan dan Azura untuk menemani masa tuanya.


"Opa kita pamit dulu ya!!" Azura menarik tangan Opa Pramudya untuk mencium tangannya, bergantian dengan Tristan.


"Iya cucuku..ingat kerjanya jangan terlalu cape!!"


"Iya Opa."


"Tristan jaga cucu menantuku jangan sampai dia kelelahan sedikit pun!!"


"Siap Opa,"


Setelah berpamitan keduanya lalu masuk kedalam mobil, mulai pagi ini hingga seterusnya Tristan lah yang akan mengantar jemput Azura pergi ke kantor. Tiga puluh menit kemudian mobil yang di kendarai Tristan sudah sampai di depan perusahaan milik papah Jupiter.


"Nanti sore aku jemput, ingat jangan pergi sebelum aku jemput ya sayang!!"


"Iya suamiku, ya udah aku turun ya!!"


"Tunggu!!" cegah Tristan.


"Apalagi?"


Tristan menangkup wajah Azura dan melabuhkan ciuman di bibirnya, melum*atnya dengan cepat "Aku pasti merindukanmu sayang,"


"Ya ampun Tristan aku ini mau kerja gak akan kemana-mana, nanti sore juga kita ketemu lagi."


"Tapi aku gak rela sayang pisah sama kamu walaupun hanya sedetik."


Azura tertawa mendengar ucapan Tristan "Gak usah menggombal ini masih pagi, ingat hari ini kamu harus ke kantor polisi untuk menemui tersangka itu."


"Ya udah kamu jangan cape-cape sayang!!"


Setelah mencium tangan Tristan sebagai tanda hormatnya pada sang suami, Azura lalu turun dari mobil dan masuk kedalam kantor. Di dalam lobi Azura berpapasan dengan beberapa karyawannya, mereka begitu senang karena atasannya sudah sembuh dan kembali ke kantor.


"Selamat pagi bu Azura!!" sapa Nita saat kembali melihat Azura setelah dua bulan lebih tidak ke kantor.

__ADS_1


"Pagi juga,"


"Kita turut berbahagia dengan kesembuhan Ibu, selamat bergabung kembali di perusahaan ini." ucap Citra.


"Makasih ya semuanya, ini juga berkat doa kalian semua sehingga saya bisa sembuh dengan cepat."


Setelah berbasa-basi dengan beberapa karyawan dari divisi keuangan, Azura lalu meneruskan langkahnya untuk sampai di ruangannya. Di sana sudah ada Sisil yang duduk di meja kerjanya.


"Bu Azura.." Sisil langsung berdiri menyambut kedatangan atasannya.


"Sisil...aku kangen banget sama kamu." Azura langsung memeluk tubuh Sisil karena selain asistennya Sisil juga sahabatnya.


"Ibu apa kabar? Aku senang melihat ibu kembali ke kantor."


"Aku udah baik-baik saja kok Sil, maaf ya aku kelamaan kembali ke kantor."


"Gak usah minta maaf bu, kantor ini kan milik papahnya ibu."


"Kamu ini bisa saja, ya udah aku keruanganku dulu. Bawa berkas-berkas yang harus aku periksa ya Sil!!"


"Baik bu."


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Hari mulai beranjak siang, namun lalu lalang kendaraan bermotor masih terlihat padat di sejumlah ruas jalanan ibu kota. Tristan dan Arga yang siang itu akan menemui Vino di kantor polisi, nampaknya harus banyak bersabar karena kemacetan tidak bisa mereka hindari. Alhasil selama satu jam perjalanan mereka baru tiba di tempat tujuan.


Setelah berbicara dengan petugas kepolisian Tristan dan Arga di giring masuk menemui Vino. Mereka di bawa kesebuah ruangan khusus tempat para narapidana di interogasi. Tristan dan Arga menunggu terlebih dahulu sebelum akhirnya Vino di bawa petugas kepolisian untuk menghadap dengan Tristan.


Senyum miring tercetak dari wajah Vino begitu tahu siapa yang datang menemuinya, orang yang dia celakai atas suruhan Denis.


Tristan memajukan sedikit wajahnya menatap tajam kearah Vino "Jadi lo orang yang sudah merusak rem mobil gue?"


Lagi-lagi Vino hanya menampakan seringai di wajahnya tanpa berniat menjawab pertanyaan Tristan.


"Jawab brengs*ek!!"


"Iya gue yang sudah menyusup di hari pernikahan lo,dan merusak rem mobil lo. PUAS LO!!"

__ADS_1


"Gue gak kenal sama lo!! Apa maksudnya lo melakukan ini semua sama gue, dan siapa orang yang sudah menyuruh lo berbuat jahat??"


"Anda memang tidak mengenal saya tuan muda Tristan, tapi saya tentu saja mengenal anda. Apakah berbuat jahat perlu alasan, TIDAK. Karena sampai kapan pun saya tidak akan memberitahu siapa orang yang berada di belakang saya."


Tristan menarik baju tahanan milik Vino lalu melayangkan pukulan di wajahnya dengan keras "brengs*ek lo!! di bayar berapa lo sama orang itu?"


Vino mengusap darah segar yang mengalir di sudut bibirnya akibat pukulan Tristan, dia hanya tersenyum sinis tanpa berniat menjawab pertanyaan dari Tristan.


"Jawab brengs*ek!!" satu pukulan kembali mendarat di wajah Vino, kali ini bukan Tristan yang melakukannya tetapi Arga.


"Hahaha..kalian hanya buang-buang waktu menemui gue, karena sampai kapan pun gue gak akan ngasih tahu apa pun sama kalian."


"Di bayar berapa lo sama dia?"


"Ini bukan soal uang, tapi ini soal kesetiaan." ucap Vino dengan yakinnya.


"Apa orang itu Denis?"


Vino cukup tersentak begitu Tristan membawa-bawa nama Denis. Dia tidak menyangka jika mantan bosnya itu bisa di prediksi dengan cepat oleh Tristan.


"Setahu gue lo pernah bekerja lama di perusahaan Denis, apa dia ada hubungannya dengan semua ini?"


"Hahahaha...Denis siapa? gue gak kenal orang yang bernama Denis."


"Jangan bohong lo!! jika lo ingin memperingan hukuman lo maka bantu pihak kepolisian untuk membantu penyelidikan ini."


"Dan sayangnya gue gak mau bantu!!"


Tristan menggebrak meja dengan keras "brengs*ek!! membusuk aja lo di penjara!!" Tristan yang sudah di landa emosi berhadapan dengan Vino, hanya bisa meluapkan kekesalannya. Petugas kepolisian kembali membawa Vino untuk dibawa keruang tahanan, karena sampai kapan pun Vino tetap bungkam dan tidak berniat membongkar siapa dalang di balik semua ini.


"Ayo kita pergi tuan!! mungkin ada cara lain agar Vino mau buka suara."


"Kenapa gue merasa yakin jika Denis ada hubungannya dengan semua ini."


bersambung...


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜...


__ADS_2