Wedding Disaster

Wedding Disaster
Pesta kembang api


__ADS_3

"Tristaann..."


Azura mendelik kearah Tristan yang sedang menyuapkan es dogernya. Bisa-bisanya Tristan mencium dia di tempat umum seperti ini.


"Apa sih sayang gak usah teriak-teriak! aku juga denger kali!" tanpa merasa bersalah Tristan tersenyum kearah Azura yang sudah menahan kesal.


"Jangan cemberut nanti cantiknya ilang!" goda Tristan sambil menyenggol tubuh Azura, yang di goda diam saja tidak menggubris ucapan sang kekasih.


Setelah menghabiskan segelas es doger, mereka berdua kembali mengitari area Taman Kota. Azura dan Tristan memilih duduk di sebuah bangku kosong untuk menikmati jalannya acara.


Tanpa terasa malam pun semakin larut, acara demi acara sudah selesai di laksanakan. Sesuai dugaan Tristan di penghujung acara di adakan pesta kembang api yang begitu meriah.


Dor...


Dor..


Dor..



Puluhan kembang api di arahkan menuju atas langit membentuk sebuah percikan indah yang membuat semua orang berdecak kagum. Azura bahkan begitu terpana menyaksikan keindahan ini, sampai-sampai dia tidak menyadari saat sebuah tangan besar melingkar diperutnya. Akhirnya semua mimpi Tristan di masa kecil bisa terwujud saat ini.


"Makasih sayang udah penuhin janji kamu." suara bisikan Tristan di telinga Azura membuatnya tersadar, buru-buru dia membalikan tubuhnya menatap wajah Tristan yang hanya berjarak beberapa inchi.


"Tristan," Azura berusaha memberontak namun pelukan Tristan semakin erat hingga Azura tidak bisa menghindar.


Cup!


Kecupan lembut Tristan labuhkan di atas bibir Azura yang begitu menggoda. Sontak kedua mata Azura membulat sempurna, bagaimana bisa Tristan menciumnya di tengah keramaian, di saat kembang api saling bersahutan di atas cakrawala.


Azura tidak kuasa untuk menolak, dia membiarkan Tristan melancarkan aksinya meski banyak orang berlalu lalang.


"Makasih sayang," ciuman singkat namun bermakna dalam, setelahnya Tristan membawa Azura kedalam pelukannya. Azura tersipu malu dia tidak menolak dan membenamkan kepalanya di dada bidang Tristan. Sampai pesta kembang api itu selesai, Azura masih betah dalam dekapan Tristan.

__ADS_1


"Mau sampai kita pelukan seperti ini? Apa kita cari hotel aja biar kamu bebas buat peluk aku?" Tristan kembali pada mode mesumnya yaitu dengan menggoda Azura.


Azura langsung melepas pelukannya dan mencubit perut Tristan dengan keras "dasar mesum! Ya udah ayo kita pulang!"


"Yakin nih langsung pulang? Gak mau...ehemm dulu gitu?"


"Tristaaann!!!" Azura mulai memasang wajah garangnya bersiap memukul Tristan, namun dengan cepat Tristan berlari sebelum tangan Azura mengenai dirinya.


Azura yang masih kesal berjalan menyusul Tristan yang sudah berjalan jauh di depannya. Ternyata Tristan berhenti di depan penjual kembang gula. Dia membeli dua buah satu untuknya dan satu untuk Azura. Kembang gula ini makanan kesukaan mereka sewaktu kecil.


"Ini buat kamu sayang, biar gak ngambek lagi." Tristan menyodorkan satu kembang gula yang langsung di ambil oleh Azura. Meskipun masih sedikit kesal tapi Azura menikmati kembang gula pemberian dari Tristan.


Tidak jauh dari tempat Azura dan Tristan berada, Arga dan Sisil pun terlihat tengah berjalan keluar dari taman. Keduanya sibuk mengobrol sehingga tidak menyadari keberadaan Azura dan Tristan.


"Arga!" Tristan berteriak membuat Arga dan Sisil menolehkan kepalanya.


"Tuan muda, nona kalian disini juga?" Arga dan Sisil cukup terkejut melihat atasannya berada di tempat yang sama.


"Iya kita habis lihat pesta kembang api, kalian sejak kapan disini?" Tristan sudah tidak heran melihat kedekatan di antara keduanya. Semenjak Sisil di gugat cerai suaminya, Arga mulai melakukan pendekatan terhadap Sisil.


"Nggak kok bu, kita hanya jalan-jalan saja."


"Ya sama aja Sil itu namanya kencan, udah Sil gak usah malu-malu Arga orangnya baik kok. Setelah sidang putusan cerai kamu keluar, kalian jadian aja! Aku dukung kalian berdua!" ucap Azura bersemangat.


Sisil hanya menunduk malu-malu, sementara Arga tersenyum lebar.


"Doain aja non..semoga Sisil mau sama saya." ucapnya sambil melirik kearah Sisil.


"Hahaha...kalian berdua tuh cocok, aku setuju sama perkataan Azura, kalian segera resmikan hubungan kalian berdua." Tristan turut memberikan dukungan.


Arga dan Sisil hanya saling pandang dan tersenyum malu-malu.


"Kalian mau langsung pulang atau kemana dulu gitu?" tanya Tristan.

__ADS_1


"Rencananya kita mau langsung pulang tuan,"


"Yah gak seru baru jam berapa, kita ngopi dulu Ga! Gimana sayang kamu mau gak?" Tristan merangkul bahu Azura meminta persetujuan.


"Boleh juga idenya, gimana Sil?" Azura balik bertanya pada Sisil.


"Aku ikut aja bu!"


"Ya udah di tempat biasa ya Ga! Nanti kita bertemu disana!"


"Baik tuan."


Keempat orang itu akhirnya berpisah di parkiran Tristan dan Arga membawa mobilnya masing-masing.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Sementara itu masih di kamar hotel yang sama Diandra menampakan wajah cemberutnya dengan tubuh bersandar pada kepala ranjang. Dia memperhatikan sang suami, yang tengah sibuk membereskan pakaian mereka kedalam koper yang akan mereka bawa esok hari untuk berbulan madu. Mereka memilih Raja ampat untuk menghabiskan liburan sekaligus bulan madu selama satu minggu kedepan.


"Udah donk sayang ngambeknya!" seru Alvero begitu dia selesai dengan semua barang bawaannya. Alvero lalu menghampiri sang istri keatas ranjang dan membelai rambut panjangnya.


"Kamu keterlaluan seharian ini gak membiarkan aku keluar dari kamar! aduuh mana perih banget aku gak yakin besok bisa berjalan dengan baik...hiks..hiks..hiks." Diandra tergugu merasakan perih pada area intinya. Seharian tadi Alvero terus menggempur Diandra tanpa memberi kesempatan untuk turun dari ranjang, mereka berhenti hanya untuk makan, istirahat sebentar lalu lanjut lagi memadu kasih. Bahkan semua tempat di kamar hotel ini sudah mereka jelajahi dari mulai sofa, meja, sudut kamar dan juga kamar mandi๐Ÿ˜‚.


"Ya maaf yank habis keenakan sih aku jadi ketagihan terus, kamu tenang aja yank aku akan gendong kamu sampai Bandara jika itu kamu masih perih!" kekeh Alvero dengan wajah penyesalannya.


"Huh...awas saja ya kalau malam ini kamu macam-macam lagi! aku pastikan besok pagi kita gak jadi berangkat ke Raja Ampat!" ancam Diandra telak.


"Iya yank...aku janji malam ini puasa dulu! tapi begitu sampai di Raja Ampat aku pasti akan langsung memakan kamu!" goda Alvero dengan mengerlingkan matanya.


Diandra langsung memukul Alvero dengan bantal membuat Alvero meringis kesakitan "ampuun yank, ampuun!"


"Menyebalkan!" sungut Diandra. Dia lalu menarik selimutnya membelakangi Alvero, dan Alvero langsung menyusul masuk kedalam selimut yang sama dengan Diandra. Malam ini sepasang pengantin baru itu hanya tidur biasa tanpa melakukan hal-hal yang biasa di lakukan sepasang suami istri. Mereka harus bangun pagi-pagi sekali untuk check out dari hotel tersebut dan lanjut menuju Bandara untuk berbulan madu ke Raja Ampat.


bersambung ..

__ADS_1


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜...


__ADS_2