Wedding Disaster

Wedding Disaster
Bertemu mantan


__ADS_3

Azura terus menguap ketika dirinya tiba di butik satu jam yang lalu. Setelah selesai mencoba gaun yang akan dia kenakan di pesta pernikahan Alvero nanti, Azura memilih untuk menunggu di sebuah sofa ruang tunggu. Sementara Tristan dengan setianya selalu menemani kemana pun mamah Theolla melangkah, ini merupakan kesempatan baginya untuk mengenal lebih dekat calon ibu mertuanya.


Azura yang merasa bosan memilih membuka aplikasi di ponselnya. Jarinya bergerak untuk membuka sosial media yang memang sudah jarang dia buka.


"Tak ada yang menarik." gumam Azura lalu menutup kembali ponselnya. Dia lebih memilih menyenderkan punggungnya dan memejamkan matanya sejenak sambil menunggu mamah Theolla selesai.


Beberapa menit kemudian Azura merasakan sebuah tangan yang mengelus lengannya, sontak Azura langsung membuka mata dan ternyata Tristan sudah duduk di sampingnya.


"Bisa-bisanya kamu tidur di tempat seperti ini Ra, kalau ada orang jahat gimana?" Tristan menggelengkan kepala begitu melihat Azura membuka mata.


"Kamu sama mamah lama aku bosan menunggu." cebik Azura.


"Pemilik butiknya belum datang sayang, mamah ada urusan sebentar dengannya." kata mamah Theolla menjelaskan.


"Apalagi sih mah? Baju yang mamah tadi coba belum cocok juga?"


"Bukan, mamah minta di buatin satu baju lagi untuk koleksi baju mamah."


Azura mengerucutkan bibirnya, itu berarti dia harus lebih sabar lagi menunggu. Padahal dirinya teramat lelah dan ingin segera beristirahat.


"Kalau kamu cape pulang duluan aja sama Tristan nanti biar mamah di jemput sama supir." ujar mamah Theolla yang membuat Azura bersorak girang.


"Beneran nih gak papa mamah nunggu sendiri disini?"


"Iya sayang kamu pulang duluan aja sama Tristan, nak Tristan tolong anterin Azura sampai rumah ya?"


Tristan tersenyum simpul "Siap tante! Tanpa tante suruh aku pasti akan mengantarkan Azura sampai kerumah."


Azura sekilas memeluk mamahnya "ya udah mah aku pulang dulu!"


"Hati-hati ya sayang!"


Azura dan Tristan lalu berjalan menuju arah tangga untuk sampai di lantai dasar. Karena butik ini terdiri dari dua lantai yakni lantai atas dan lantai dasar. Tempatnya pun strategis berada di pusat kota dimana banyak pusat perbelanjaan dan cafe yang berada dalam satu area.


"Tristan ya..?" tiba-tiba dari arah yang berlawanan seorang wanita menyapa Tristan. Azura dan Tristan pun langsung menghentikan langkahnya padahal sedikit lagi mereka tiba di pintu keluar.


Mata wanita itu berbinar begitu sampai di depan Tristan tanpa permisi dia langsung memeluknya dan bersorak gembira. Tristan hanya berdiri mematung tidak berani membalas pelukannya. Dia terlalu kaget bertemu dengan mantan pacarnya yang sudah lama tidak bertemu.


"Kamu beneran Tristan kan? Apa kabarnya? Kok bisa sih kamu ada di Jakarta?" serentetan pertanyaan keluar dari mulut si wanita begitu dia melepas pelukannya. Azura hanya mendengus kesal dan menyilangkan tangannya di dada.


Tristan menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Kabar aku baik Rin dan aku udah pindah ke Jakarta empat bulan yang lalu."


"Wah bagus donk berarti kita satu kota sekarang, lama banget ya kita gak ketemu terakhir setelah pelulusan aku langsung balik ke Jakarta."

__ADS_1


"Iya." Tristan begitu canggung berdiri di antara Azura dan Karina mantan pacarnya.


"Ekhemm.." suara deheman dari Azura membuat Karina menoleh. Azura merasa terabaikan karena sedari tadi mereka asyik berbicara.


"Dia siapa Tris?"


"Ah iya Rin, kenalin ini Azura tunanganku."


"Jadi kamu udah bertunangan Tris? Sayang sekali ya, ku pikir kita bisa memperbaiki hubungan kita dulu." ucapnya kecewa.


Karina lalu menatap Azura dari atas hingga bawah. Dia lalu menyodorkan tangannya ke hadapan Azura "hai kenalin aku Karina teman dekatnya Tristan waktu di Jerman."


"Azura." balasnya dengan cepat. Tak ada sedikitpun senyuman dari wajah Azura, dia memasang tampang tak suka melihat Karina yang so akrab dengan Tristan.


"Kalian habis belanja ya di butik aku?"


Azura memutar kedua bola matanya begitu tahu Karina pemilik butik ini.


"Jadi ini butik milik kamu Rin?" tanya Tristan kaget.


"Iya Tris, akhirnya aku berhasil mewujudkan impian ku dulu untuk memiliki sebuah butik. Pasti berkat doa kamu juga."


"Pamer." cibir Azura dalam hati.


"Selamat kalau gitu."


"Gak usah Rin tadi kita habis dari atas kok nyobain baju, dan sekarang mamahnya Azura lagi nungguin kamu di atas."


"Tante Theolla ya, jadi dia mamahnya Azura?"


"Hmmm." jawab Azura sekenanya. Dia lalu berjalan menuju pintu keluar. Lebih baik dia menunggu di luar dan memberi kesempatan untuk Tristan bicara dengan Karina.


"Ya udah aku balik dulu ya Rin, Azura udah capek soalnya." Tristan buru-buru menyusul Azura yang sudah sampai di parkiran.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Sepanjang jalan Azura terus terdiam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Dia terus menatap keluar kaca mobil memandangi jalanan yang kebetulan siang itu tidak terlalu macet. Tristan berulang kali mengajaknya bicara namun Azura tidak menanggapinya sedikit pun.


"Kamu jangan salah paham dulu Ra, Karina itu hanya masa lalu buat aku."


Hening!


"Kamu cemburu ya?" goda Tristan dia begitu bahagia jika Azura ternyata cemburu, berarti Azura sudah ada rasa sama dirinya. Ya meskipun sekarang Azura mendiamkannya.

__ADS_1


Hening!


Mobil terus melaju menyusuri jalanan menembus keramaian ibu kota. Azura lebih memilih memejamkan matanya dari pada menanggapi pembicaraan Tristan. Ada rasa lain yang menyelinap di hatinya ketika dia membayangkan pertemuannya dengan Karina, bahkan wanita itu tidak canggung untuk memeluk Tristan seperti sudah menjadi kebiasaan. Sedekat apa sebenarnya mereka saat masih kuliah di Jerman? ingin rasanya Azura memberondongi Tristan dengan berbagai pertanyaan yang bersarang di otaknya.


"Udah nyampe Ra," Tristan mengelus lengan Azura membangunkannya secara halus.


Azura langsung tersadar ternyata dia sudah berada di depan gerbang rumahnya. Buru-buru dia meraih handle pintu namun tangan Tristan lebih dulu menahannya.


"Jangan seperti ini Ra, gak enak rasanya di diemin sama kamu." ucap Tristan dengan wajah memelas.


Azura mengurungkan niatnya untuk keluar dari dalam mobil, dia lalu menatap Tristan dengan tatapan yang sulit Tristan mengerti.


"Kenapa kamu gak pernah cerita sama aku soal Karina?" tanya Azura dingin.


"Kamu gak pernah nanya sayang," sengaja Tristan menambahkan kata sayang agar hati Azura sedikit melunak.


"Ternyata aku belum benar-benar mengenalmu Tan, masih banyak yang kamu sembunyikan dari aku saat kamu tinggal di Jerman."


"Aku gak nyembunyiin apapun dari kamu Ra, soal Karina aku pikir kita tidak perlu membahasnya karena menurutku itu tidak penting."


"Jadi ada berapa banyak mantan kamu saat di Jerman?"


"Hanya Karina sayang."


"Bohong!" sentak Azura.


"Jangan di bahas lagi mereka hanya masa lalu buat aku."


Azura mendelik tajam "mereka? berarti mantan kamu lebih dari satu donk? dasar playboy!"


"Aku bukan orang seperti itu sayang, tanya Al dan Kenzo mereka tahu orang seperti apa aku ini."


"Ngeles aja kayak bajaj!" dengus Azura kesal.


"Kamu tambah cantik tahu Ra kalau lagi ngambek gini." Tristan lebih memilih menggoda Azura daripada berdebat dengannya.


"Alesan! aku gak bisa semudah itu percaya sama kamu, pasti banyak gadis-gadis bule yang udah berkencan sama kamu. Melihat Karina yang seenaknya meluk kamu seperti itu aku yakin hubungan kamu sama dia..." ucapan Azura terpangkas ketika Tristan menarik tengkuk Azura dan melabuhkan bibirnya di atas bibir Azura. Dia melum*at bibir itu agar Azura berhenti bicara.


"Aku hanya cinta sama kamu Azura, bukan Karina atau yang lainnya." ucap Tristan masih di depan wajah Azura. Sorot matanya menegaskan jika Tristan tidak main-main dengan ucapannya.


Azura membisu, lidahnya tiba-tiba kelu bahkan saat Tristan kembali melum*at bibirnya Azura hanya bisa pasrah menikmati permainan Tristan diatas bibirnya. Azura yang terdorong oleh perasaannya pun kini turut membalas permainan Tristan. Di dalam mobil, di depan gerbang rumah Azura, keduanya saling memagut menyalurkan hasrat yang sudah lama terpendam.


bersambung..

__ADS_1


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜...


__ADS_2