Wedding Disaster

Wedding Disaster
Identitas sesungguhnya


__ADS_3

Mengedarkan pandangannya pada seisi ballroom hotel seorang wanita muda nampak celingukan mencari teman satu divisinya. Setelah berkeliling mengitari seluruh area pesta, orang yang ingin di temui Sisil tak kunjung dia temukan. Padahal jelas-jelas mereka janjian untuk bersama selama pesta berlangsung. Hanya ada Nita dan genknya yang menatap tidak suka pada Sisil.


"Heh Sil! Urusan kita belum selesai ya!" sentak Nita saat dia berpapasan dengan Sisil.


"Lo gak ada kapoknya ya Ta, hukuman buat lo itu masih kurang kali."


"Heh!! Kenapa cuma gue sama Citra yang kena hukuman sementara lo sama si cupu bebas dari hukuman?"


Sisil mengangkat bahunya "mana gue tahu, pak Teguh aja bisa lihat jelas-jelas kalian berdua yang membuat keributan lebih dulu, jadi wajar jika hukuman itu buat kalian berdua gue sama Azura disini hanya korban."


"Wah minta di sikat nih anak!" hardik Citra.


"Hajar aja mumpung dia sendiri gak lagi sama si cupu." tambah Nadin.


Nita langsung mencengkram lengan Sisil dengan keras sehingga membuatnya meringis kesakitan.


"Lepasin Ta!"


"Ayo kita bawa dia ketempat yang sepi!" ajak Nita pada ketiga temannya.


Sisil berusaha memberontak tapi usaha dia sia-sia, satu lawan empat sudah pasti Sisil yang kalah. Semua orang yang tengah menikmati acara pesta tidak terlalu memperdulikan sedikit keributan yang terjadi. Suara musik dan nyanyian yang terdengar dari atas panggung perlahan menghilang karena Nita sudah membawa Sisil menjauh dari area pesta.


Basement hotel ini menjadi pilihan buat Nita dan genknya untuk membawa Sisil menjauh dari keramaian. Keadaan yang sepi memudahkan mereka untuk melancarkan aksi balas dendamnya.


Nita langsung menghempaskan tubuh Sisil sehingga dia langsung terjatuh menyentuh dinginnya lantai basement.


"Dimana si cupu?"


"Gue gak tahu dimana dia." tanpa rasa takut Sisil membalas ucapan Nita.


"Elo jangan bohong! Bukannya lo ini sahabat terbaiknya si cupu?" sentak Citra.


"Dari tadi gue juga nyariin dia tapi gak ketemu."


"Pura-pura gak tahu lo ya!" hardik Reva.


"Gue gak bohong!" teriak Sisil.


Nita langsung menarik rambut Sisil yang malam itu di biarkan tergerai indah, sementara Reva dan Nadin memegang kedua tangan Sisil agar dia tidak memberontak.

__ADS_1


"Lihat wajah gue Sisil! Gue peringatin satu hal lo jangan coba-coba sama gue, pak Teguh boleh aja selalu menangin lo sama si cupu itu, tapi nanti saat direktur keuangan yang baru menjabat jangan harap kalian berdua bisa menang dari gue!" ancamnya dengan penuh penekanan.


"Gue gak takut sama ancaman lo Ta!"


"Hajar aja udah orang kayak dia gak perlu di kasihani." Citra turut memanas-manasin.


Nita hampir melayangkan tamparannya ketika suara bariton seorang pria menghentikan aksi mereka.


"Ada apa ini?"


Reva dan Nadin langsung melepaskan tangan Sisil, sementara Nita langsung menurunkan tangannya.


"Kalian karyawan PT. Widjaya grup kan kenapa bisa membuat keributan disini?" Arga menatap dengan tajam satu persatu wanita yang berdiri di hadapannya, Nita dan teman-temannya langsung menundukan kepalanya begitu menyadari pria yang menghampiri mereka.


"Itu kan asisten pribadinya pak Tristan?" bisik Citra pada ketiga teman lainnya.


"Jawab pertanyaan saya!!" masih dengan sorot mata yang tajam Arga menelisik satu persatu para wanita pembuat ulah itu.


"I...iya pak..kita permisi kembali ke pesta." jawab Nita, mereka berempat langsung kabur sebelum terlibat masalah dengan Arga.


"Kamu gak papa?" tanya Arga melihat Sisil yang hanya berdiri mematung.


"Tadi saya kebetulan lewat saja parkir mobil disana, kamu temannya nona Azura kan?"


"Nona Azura?" Sisil sedikit heran dengan panggilan Azura.


"Iya kamu yang waktu itu di Cafe sama non Azura kan?"


Sisil hanya mengangguk meskipun banyak pertanyaan yang berkelebat di pikirannya.


"Baiklah ayo kita kembali ke ballroom sepertinya acara inti akan segera di mulai." ajak Arga, setelah merapihkan penampilannya Sisil lalu mengikuti Arga berjalan beriringan masuk ke ballroom hotel.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Acara demi acara berlangsung satu persatu di mulai sambutan dari para petinggi perusahaan hingga sambutan dari pak Teguh direktur keuangan yang akan di pindah tugaskan. Selanjutnya acara inti yang di tunggu-tunggu di mulai, Presiden Direktur mulai memberikan sambutannya, hingga ucapan terima kasih kepada direktur keuangan lama yang selama ini sudah memberikan banyak kontribusi bagi perusahaan.


"Setelah pak Teguh meninggalkan kantor pusat posisi direktur keuangan yang baru akan saya serahkan pada putri saya satu-satunya sekaligus saudara kembar Alvero. Mungkin di antara kalian masih banyak yang belum mengenal putri saya, karena sifat putri saya yang sedikit tertutup. Tapi bagi karyawan dari divisi keuangan mungkin putri saya bukanlah orang asing, karena dia pernah menjabat sebagai staff keuangan selama tiga bulan terakhir ini meskipun dia selalu menutupi identitas aslinya." sambutan dari Presiden Direktur di atas podium membuat sebagian karyawan kasak-kusuk terutama karyawan dari divisi keuangan.


"Maksudnya Presdir apa sih?" tanya Nita heran dia menatap ketiga temannya yang duduk satu meja.

__ADS_1


Citra yang duduk di sebelahnya hanya mengangkat bahu karena dia pun tidak mengerti dengan ucapan Presiden Direktur.


"Jadi putri Presdir yang jadi staff karyawan keuangan itu siapa? kalian tahu?" tanya Reva menatap Citra dan Nita bergantian. Karena diantara mereka berempat hanya Nita dan Citra karyawan dari divisi keuangan. Sementara Reva dan Nadin dari bagian pemasaran.


"Kalau kita tahu gak mungkin kita nanya," tukas Citra.


"Iya juga sih, lalu siapa kira-kira putri Presdir yang misterius itu?" Nadin ikut berpikir menebak-nebak siapa gerangan putri Presdir yang selama ini tidak pernah muncul ke publik. Mereka masih menunggu ada kejutan apa lagi yang akan terjadi di pesta ini.


Setelah Presdir mengakhiri pidatonya, pembawa acara yang bertugas mulai mengambil perannya.


"Marilah kita sambut direktur keuangan yang baru sekaligus putri dari pak Jupiter Azura Kalingga Wijaya." seru pembawa acara dengan suara lantangnya.


Suara tepukan terdengar sangat meriah begitu Azura berdiri dan naik keatas panggung dengan di temani Alvero.


Di meja lain keempat orang wanita yang sering membuly Azura nampak shock dengan tubuh gemetar. Mulutnya menganga dan wajahnya pucat pasi seperti tidak teraliri darah sama sekali.


"Kenapa perasaan gue jadi gak enak genks." ucap Nita dengan tatapan kosong.


"Wajahnya sungguh tidak asing apa dia itu si cupu yang berubah jadi Cinderella?" tanya Citra yang masih belum bisa mencerna apa yang terjadi.


"Dia putri Presdir genks bukan si cupu." cicit Reva dengan suara gemetar.


"Ya ampun apa yang sudah kita lakuin selama ini ke dia? ternyata dia menyamar dan jadi karyawan biasa. " Nadin terlihat frustasi memandang jauh keatas panggung.


"Matilah kita semua!"


Sementara di pintu masuk Sisil yang baru tiba pun di buat terkejut atas pengakuan dari Presdir tentang putrinya yang menjadi staff keuangan.


"Jadi Azura itu anaknya pak Jupiter?"


Arga yang berdiri di sebelahnya mengangguk dan tertawa pelan karena merasa lucu melihat ekspresi wajah Sisil yang terkejut.


"Benar nona Azura anaknya pak Jupiter dan dia calon istrinya tuan muda Tristan." beber Arga yang membuat Sisil semakin membelalakan matanya.


bersambung..


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


...Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih๐Ÿ™๐Ÿ˜...

__ADS_1


__ADS_2