Wedding Disaster

Wedding Disaster
Rencana Denis


__ADS_3

Sepasang mata yang duduk di atas kursi roda menatap kedalam sebuah ruangan dimana Azura terbaring lemah disana. Hatinya teriris melihat sang kekasih halal harus melawan hidup dan mati di meja operasi. Kebahagiaan yang di reguk begitu singkat sirna begitu saja karena sebuah kecelakaan yang tidak terduga. Tristan hanya bisa berharap Azura akan sadar secepat mungkin pasca operasi.


"Ayo sayang kamu harus kembali kekamarmu!" ajak mamah Raisa yang sedari tadi berdiri di belakang Tristan.


"Tunggu sebentar lagi mah aku masih ingin melihat Azura."


"Besok kita kesini lagi ya, dokter Pras tadi bilang Azura akan sadar dalam waktu 8 jam kedepan. Kondisi kamu juga belum terlalu pulih, kamu masih harus banyak istirahat agar saat Azura sadar nanti kamu sudah sehat."


"Baiklah mah kalau gitu,"


Mamah Raisa tersenyum lalu kembali membawa Tristan menuju kamar perawatannya. Sesampainya di depan ruang perawatan Tristan, terlihat Arga sudah duduk menunggu kehadiran bos mudanya.


"Selamat malam tuan..maaf saya baru bisa hadir menjenguk tuan muda."


"Gak papa Ga..gue tahu lo sibuk di kantor."


"Saya turut prihatin atas kecelakaan yang menimpa tuan dan nona muda."


"Makasih ya Ga.." Tristan memberi kode supaya Arga mengikutinya kedalam kamar rawat milik Tristan.


"Bagaimana apa lo sudah selidiki kasus kecelakaan yang menimpa gue Ga?"


"Sudah tuan, seperti apa kata pak Damar mobil yang di kendarai tuan dan nona Azura memang sudah di sabotase. Kita belum menemukan titik terang siapa dalang di balik ini semua."


"Tolong selidiki terus hingga pelakunya tertangkap."


"Berdasarkan cctv sepertinya pelaku menyamar sebagai pegawai WO untuk menyusup kedalam kediaman nona Azura. Tapi kita tidak bisa melihat dengan jelas karena cctv yang berada di sekitar parkir mobil sudah di rusak." ucap Arga menjelaskan.


"Siapa kira-kira yang berniat ingin mencelakai gue dan Azura?" ujar Tristan geram.


"Sudahlah sayang kamu jangan terlalu banyak berpikir, biarkan Opa kamu yang mengurus semua ini. Sekarang kamu fokus dulu untuk kesembuhan kamu." nasehat mamah Raisa.


"Baiklah tuan, nyonya saya permisi pamit pulang!!"

__ADS_1


"Iya Ga..thanks ya atas informasinya."


Setelah Arga keluar, Tristan kembali merebahkan tubuhnya untuk beristirahat. Hanya ada mamah Raisa dan Clarisa yang menemani Tristan pada malam itu. Papah Anggara dan Opa Pramudya pulang untuk mengurusi kasus kecelakaan yang menimpa Tristan.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


"Hahahaha..." suara tawa terdengar menggema di sebuah apartemen yang menjadi tempat persinggahannya. Dia teramat bahagia karena semua rencananya berjalan dengan lancar.


"Lo memang bisa gue andalkan Vin, gak salah gue menjadikan lo sebagai kaki tangan gue."


Pria yang di panggil Vino itu hanya tersenyum mendapat sanjungan dari atasannya.


"Bersulang untuk keberhasilan kita!!"


Denis dan Vino saling bersulang karena keberhasilannya untuk mencelakai Tristan dan Azura.


"Jika gue gak bisa mendapatkan Azura, maka yang lain pun tidak berhak untuk memiliki Azura!!" ucap Denis penuh seringai. Dia tersenyum penuh kemenangan karena rencananya berhasil.


Mengandalkan asisten kepercayaannya, Denis menyuruh Vino untuk menyusup kedalam rumah Azura saat akad nikah di laksanakan. Karena Denis tahu jika Azura dan Tristan akan berbulan madu pada hari itu, dia menyuruh Vino agar memutus rem mobil milik Tristan. Dan akhirnya kecelakaan itu terjadi, Azura dan Tristan batal untuk berbulan madu.


Brakk!!


Suara pintu yang di buka dengan keras mengagetkan dua orang pria yang tengah berpesta kecil-kecilan. Seorang wanita masuk dengan nafas memburu menatap tak suka pada sang sepupu.


Plak!!


Denis meraba pipinya yang di tampar dengan keras oleh Karina.


"Hei kamu apa-apaan Rin?" Denis langsung berdiri meminta penjelasan pada Karina.


"Kamu yang apa-apaan kenapa sampai membuat Tristan celaka?" teriak Karina dengan geramnya.


"Oh soal itu, duduklah dulu kita bicarakan baik-baik." Denis meraih bahu Karina memapahnya untuk duduk, namun dengan cepat di tepis oleh Karina.

__ADS_1


"Kalau gitu saya pamit dulu bos," Vino memilih pergi daripada melihat pertengkaran kedua saudara itu.


Setelah Vino pergi, Karina mendudukan dirinya bersebrangan dengan Denis menatap tajam pada saudara sepupunya.


"Jelaskan apa maksud semua ini? Kamu bilang tidak akan mencelakakan Tristan, kenapa mobil yang membawa Tristan malah kamu sabotase?"


"Rencana A untuk mengagalkan pernikahan mereka tidak berhasil, aku terpaksa menjalankan rencana B. Asal kamu tahu aku juga tidak ingin Azura terluka, tapi ini satu-satunya cara untuk menggagalkan bulan madu mereka."


"Sorry Rin semua tidak sesuai harapan kamu."


"Gak bisa di andalkan!! Kalau udah kayak gini kita semakin sulit untuk memisahkan mereka, Tristan tidak mungkin diam saja dia pasti mencari tahu siapa dalang di balik kecelakaan ini."


"Hahaha..kalau soal itu kamu tenang saja Rin, Vino bekerja sangat rapih tak ada bukti yang akan membantu mereka, bahkan cctv di kediaman Azura pun sudah dia rusak."


"Aku gak mau tahu pokoknya kamu jangan libatkan masalah ini denganku, aku gak mau masuk penjara gara-gara rencana bodohmu!!"


"Tentu saja ini biar menjadi urusanku bersama Vino, kamu tenang saja tinggal menunggu beres."


"Aku pegang kata-kata kamu Den!!"


"Sudahlah jangan terlalu di pikirkan, sekarang kita bersenang-senang dulu!!"


Karina yang terlihat masih kesal pada Denis enggan menanggapi ajakannya, dia memilih diam dengan tangan yang bersidekap.


"Ayolah Karina kita harus rayakan keberhasilan kita,"


Dengan malas Karina mengambil gelas di hadapannya, Denis dan Karina lalu bersulang merayakan keberhasilan mereka.


bersambung...


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Maaf ya genks jika akhir2 ini selalu telat update...hadduuhh aku sedang berada di daerah susah sinyal๐Ÿ™

__ADS_1


...*Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote, koment dan masukin daftar favorit๐Ÿ’ždukungan kalian sangat berharga bagi author. Terima kasih***๐Ÿ™๐Ÿ˜**...


__ADS_2